Iklan
Beranda

Marhaban Ya Syahro Sya’ban

Tinggalkan komentar


🌿Marhaban Ya Syahro Sya’ban
Banyak manusia yang lengah di bulan Sya’ban karena sibuk dan merasa cukup dengan dua bulan mulia yang mengapit bulan Sya’ban, yaitu bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Melakukan ibadah pada waktu orang lain lalai, memiliki kelebihan tersendiri.
•Nabi Muhammad shollallohu’alaihi wasallam bersabda: Barang siapa berpuasa 3 hari pada awal bulan Sya’ban, 3 hari pada pertengahannya dan 3 hari pada akhirnya maka Alloh akan mencatatnya pahala 70 nabi, bagaikan orang yang beribadah selama 70 tahun dan jika meninggal pada tahun itu maka ia mati syahid.

(Durrotun Nashihin 219)
•Amalan bulan Sya’ban dari Al-Habib Umar bin Hafidh:

لا اله الا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين

La ilaha illa anta subhanaka inni Kuntu minaddholimin.

(paling sedikit 4000 kali)
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد صلاة نكون بها محبوبين لك ومحبوبين له فى عافية

Allohumma solli wasallim ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala Ali sayyidina Muhammadin sholatan nakunu biha mahbubina laka wamahbubina lahu fi ‘afiyah.

(Di baca sebanyak banyaknya)
Malam ini setelah adzan maghrib kita memasuki bulan sya’ban.

Sya’ban dalam bahasa arab terdiri dari lima huruf. Syin, ain, ba’, alif dan nun. Huruf syin mewakili kata syaraf yang bermakan kemuliaan. Huruf ain adalah singkatan dari ‘uuwwi yang berarti tingkat tinggi. Huruf ba’ dari kata birr yaitu kebaikan. Adapun alif dari kata ulfah yang mengandung makna kasih sayang. Sedangkan nun dari kata nur yang berarti cahaya. Inilah segala predikat yang melekat dalam bulan sy’ban yang disediakan oleh Allah swt. untuk hamba-hambanya.
Pada bulan Sya’ban inilah Allah swt. membuka pintu-pintu kebaikan dan menurunkan berkah-Nya dan pada bulan inilah Allah swt bershalawat kepada Rasulullah saw selaku khairul bariyyat (makhluk yang paling mulia).
وهو شهر الصلاة على النبى المختار, قال الله تعالى “ان الله وملائكته يصلون على النبى يايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما
Dalam sebuah pendapat sebagaimana dinuqil oleh Quthbur Rabbani Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitabnya ‘al-Ghunyah’ di katakan:
صلاة الرب تبارك وتعالى على نبيه تعظيم الحرمة, وصلاة الملائكة عليه اظهار الكرامة, وصلاة الأمة عليه طلب الشفاعة.
Shalawat yang berikan Allah kepada Muhammad adalah sebuah penghormatan, shalawat atas nabi dari para malaikat merupakan pengejawantahan dari karamah, sedangkan shalawat atas nabi dari kita selaku ummat adalah permohonan syafaat dan pertolongan.
Yuk kita basahi lisan kita dengan sholawat agar kita dibangkitkan kelak bersama Sayyidina Muhammad SAW amin..
Semoga kita bisa mengamalkannya Aamiin…

Iklan

Dekatkan Hati dengan Para Wali

Tinggalkan komentar


MENDEKATLAH KEPADA WALI-WALI ALLAH

Al-Habib al quthb al ghouts Ahmad bin hasan al Atthas, berkata :

” Sepatutnya seseorang memiliki tali hubungan dengan orang sholeh/wali baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal.”
Al-Habib Ali bin Muhammad al Habsyi:

” Siapa orang yang tidak pernah duduk dengan orang arif (sholeh) maka kehidupannya akan terlewat dengan sia-sia dan ia terhitung sebagai orang yang merugi.”

Lalu bagaimana cara kita menjalin hubungan dengan orang sholeh…?

Al-Habib Umar bin Hafidz berkata bahwa Al imam Alhabib Hasan bin Ahmad al Atthas menyebutkan jika seseorang menyebut nama orang sholeh/wali maka jarak antara ia dengan orang sholeh/wali tersebut semakin dekat.
Al-Habib Umar bin Hafidz berkata,

“Orang yang menyebut nama orang sholeh/wali itu seperti orang yang menelpon. Contohnya ketika kita memencet nomor telpon maka akan berdering pada nomer yang kita tuju.

Lagi

Cara Membedakan antara Nafsu atau Bukan

Tinggalkan komentar



CARA MEMBEDAKAN ANTARA NAFSU ATAU BUKAN

“Jika ada dua perkara yang tidak jelas (meragukan) bagimu, maka lihatlah mana di antara keduanya yang paling berat bagi nafsu, lalu ikutilah ia karena tidaklah terasa berat bagi nafsu, kecuali sesuatu yang benar.”

—Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam
Syekh Abdullah Asy-Syarqawi menjelaskan: “Wahai Murid, jika ada dua perkara yang tidak jelas dalam pandanganmu, seperti dua kewajiban atau dua hal yang sunnah, dan engkau tidak mengetahui mana yang paling utama dilakukan, maka lihatlah mana di antara dua kewajiban itu yang paling berat dilakukan oleh nafsu dan dirimu. Lalu, ikutilah ia dan laksanakan.
Contohnya, mencari ilmu yang wajib atau mencari rezeki untuk keluarga. Mencari ilmu yang melebihi kewajiban atau melakukan ibadah-ibadah sunnah. Lihat mana di antara kedua perkara ini yang lebih berat bagi nafsumu, karena tak ada yang berat bagi nafsu, kecuali sesuatu yang benar.

Lagi

11 Golongan yang Ditemui Nabi Muhammad saat Isra dan Miraj

Tinggalkan komentar


11 Golongan yang Ditemui Nabi Muhammad saat Isra dan Miraj

11 Golongan yang Ditemui Nabi Muhammad saat Isra dan Miraj
Isra dan Miraj adalah sebuah perjalanan spiritual yang luar biasa bagi Nabi Muhammad SAW. Perjalanan ini ibarat perjalanan keilmuan dan penempaan mental bagi nabi dalam bersikap ketika nanti berhadapan dengan bermacam-macam jenis manusia saat berdakwah.

Untuk itu secara khusus Allah SWT memberikan waktu tersendiri bagi Nabi Muhammad SAW untuk berkenalan dengan macam-macam manusia yang akan beliau temui ketika berdakwah.

Secara etimologi, Isra berasala dari أَسْرَى yang artinya berjalan di waktu malam. Isra adalah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha.

Secara etimologi, Isra berasala dari أَسْرَى yang artinya berjalan di waktu malam. Isra adalah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha.

Syekh Najmudin Al-Ghaithi dalam kitab Dardir Miraj-nya menuturkan kisah-kisah nabi ketika bertemu dengan ummatnya yang bermacam-macam. Saat itu nabi sedang melakukan perjalanan dari Makkah ke Baitul Maqdis. Nabi SAW agak kaget melihat pemandangan yang begitu nyata dan jelas di pelupuk matanya. Berikut golongan-golongan umat nabi yang disaksikan dan ditemui saat Isra dan Miraj.

  1. Orang-orang yang gemar bersedekah
    Nabi melihat golongan ini sering memanen tanaman yang baru ia tanam. Setelah dipanen, tanaman tersebut tumbuh kembali. Begitupun seterusnya sehingga hasil panen mereka melimpah ruah. Mereka adalah orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Allah akan mengganti semua hal yang diinfakkan di jalan-Nya.
  2. Orang-orang yang senantiasa berpegang teguh pada agama Allah
    Ketika itu nabi mencium bau harum. Ternyata ketika ditanyakan kepada Jibril, bau harum tersebut berasal dari keluarga besar Masyitah yang dimasak hidup-hidup oleh Fir‘aun karena tidak mau mengakuinya sebagai Tuhan.
  3. Pemalas mengerjakan shalat fardhu
    Saat itu Nabi melihat sekelompok orang yang kepalanya pecah. Setelah kepala mereka pecah, kepala tersebut utuh kembali. Setelah itu, kepala mereka pecah kembali. Kemudian utuh seperti semula dan pecah lagi. Kejadian itu berlangsung berkali-kali. Nabi begitu iba melihatnya. Nabi kemudian menanyakan ikhwal itu kepada Jibril yang mendampinginya. Jibril dengan jelas mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang kepalanya berat untuk melaksanakan shalat fardhu sehingga urung menunaikannya. Itulah siksaan yang akan diterima oleh orang-orang yang malas melaksanakan kewajiban shalat fardhu di hari pembalasan nanti.

baca selengkapnya disini…

Ijazah Pengamalan Ratib AlHadad Beserta Sanadnya

Tinggalkan komentar


IJAZAH PENGAMALAN ROTIB AL HADDAD BESERTA SANADNYA

Sanad merupakan mata rantai yang menyambungkan dan menghubungkan suatu ilmu atau amalan dzikir sehingga memiliki keterikatan bathin kepada guru-guru nya. Sanad ini sangat penting sbg penguat kebenaran suatu ilmu atau amalan.

Alhamdulillah.. pada Hari senin 24 April 2017 Majelis Rasulullah SAW JATIM kedatangan Tamu istimewa dari kota Tarim “AlHabib Abdullah Bin Ahmad Al Haddad” yang mana beliau memberikan ijazah Pengamalan Rotib Al Haddad beserta sanadnya.

Sanad ini beliau dapat langsung dr Ayah Beliau “Habib Ahmad bin Umar bin Muhammad Al Haddad” yang telah mendapatkan ijazah dari guru beliau “Habib Ahmad bin Hasan bin Ahmad Al Haddad” yang juga telah mendapatkan ijazah dari ayah beliau Habib Hasan Al Haddad.
Habib Hasan Al Haddad mendapat ijazah ini dari 2 guru beliau yaitu Habib Ahmad bin Hasan Al Atthos dan Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi (Pengarang Maulid Al Habsyi/Simtudduror) yang juga telah mendapat ijazah dari guru beliau Habib Idrus bin Umar Al Habsyi.

baca selengkapnya disini…

Sebab-sebab Terkabulnya Do’a

Tinggalkan komentar


Ketahuilah bahwa doa itu ada syarat-syarat dan ada adab-adabya.
Syarat-syaratnya adalah makan makanan yg halal, berdoa dengan keyakinan akan di ijabah, berdoa dengan hati yg tidak lalai, tidak berdoa yg di dalamya terdapat dosa atau memutus silaturami atau menyia-nyiakan hak2 muslimin.
tidak berdoa dengan hal yg tidak mungkin walaupun tidak mungkin secara kebiasaan.

Adab-adabnya adalah memilih waktu2 yg utama misalnya berdoa di waktu sahur, ketika adzan dan iqomah.
sebelum berdoa wudhlu dan sholat terlebih dahulu, menghadap qiblat, mengangkat kedua tangan ke arah langit, mendahulukan taubat dan mengakui dosa2. ikhlash, memulainya dengan memuji kepada Allah dan bersholawat kepada Nabi shollallohu alaihi wasallam , pertengahan doa bersholawat lagi kepada Nabi dan menutup doa dengan pujian dan sholawat juga.

baca selengkapnya….

Pentingkah Sebuah Nama?

Tinggalkan komentar


As-Sayyid-Muhammad-Bin-Alawi-Al-Maliki-Al-HasaniAbuya Sayyid Muhammad Ketika Di Dalam Majlis Menerangkan Bahwa Sayyidina Umar Bin Khottob Radliyallohu Anhu, Merupakan Salah Satu Shabat Nabi Shollaohu Alaihi Wasallam Yang Terkenal Akan Firasatnya Yang Tajam Dan Tepat, Abuya Mengisahkan Bahwa Suatu Hari Ketika Sayyiduna Umar Bin Khottob Rodliyallohu Anhu, Dibaiat Menjadi Khalifah, Beliau Banyak Didatangi Oleh Kaumnya Baik Dari Dalam Maupun Dari Luar Kota. Termasuk Juga Oleh Seorang Badui, Ketika Sang Khalifah Menyapanya Dan Menanyakan Prihal Namanya, Lalu Sang Badui Menjawab :

“Nama Saya Saqor Bin Khutomah Al-Lahabi” [Yang Maknanya Adalah Saqor Bin Neraka Hutomah Bin Api Yang Melahap] Sepontan Sang Khalifah Kaget Mendengar Nama Sang Badui Tersebut, Dalam Kekagetanannya Tersebut Kemudian Sayyiduna Umar Rodliyallohu Anhu, Berkata Kepada Badui :

baca selengkapnya disini…

Ilmu Tashawuf Bukan Bid’ah

Tinggalkan komentar


tasawufILMU TASHAWWUF BUKAN BID’AH
Oleh: Ahmad Ishomuddin

Ada sebagian kecil umat Islam yang merasa benar sendiri dalam beragama dan punya hobi memaksakan kehendaknya menuding bahwa ajaran tashawwuf yang diajarkan oleh para ulama itu bid’ah, yakni mengada-adakan perkara baru dalam urusan agama tanpa ada contohnya dari Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallama. Tudingan keji bahwa tashawwuf itu bid’ah tidaklah benar dan jauh panggang dari api, karena sebenarnya tashawwuf itu diperoleh dari sejarah Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallama dan dari para sahabatnya yang mulia.

Perilaku ahli tashawwuf terkemudian pada dasarnya meneladani perilaku para sahabat Nabi dan generasi sesudah mereka (tabi’in) meskipun mereka tidak menamakan diri mereka sebagai kaum sufi (mutashawwifin). Mereka menjalani hidup dengan penuh keikhlasan karena Tuhan bukan karena diri sendiri, menghiasi diri dengan sifat zuhud, selalu menjaga ibadah, dengan sepenuh hati dan jiwa menghadap Allah dalam keseluruhan waktunya. Mereka tidak mencukupkan diri hanya dengan berikrar dalam akidah keimanan dan menunaikan rukun-rukun Islam belaka, melainkan menyertainya dengan upaya untuk mencicipi kelezatan dengan rasa hatinya, menambahnya dengan apa saja yang dianjurkan oleh Rasulullah berupa ibadah-ibadah sunnah, dan menjauhkan diri dari apa saja yang makruh lebih-lebih lagi dari apa saja yang diharamkan, sehingga mata batin mereka terang benderang dan hati mereka pun menjadi sumber kebijaksanaan.

baca selengkapnya…

Peliharalah dan Perbanyaklah Niat yang baik

Tinggalkan komentar


niatbismillahirahmanirahim

“Peliharalah dan perbanyaklah niat yang baik, karena seseorang tidak akan mati sehingga dia selesaikan apa yang dia niati”

Sabda Nabi صلى الله عليه واله وصحبه وسلم, kalau seorang manusia berharap kepada manusia yang lain, dan orang yang dia harapkan itu tidak menunaikan apa yang dia harapkan, maka Allah سبحانه وتعالى akan memutuskan harapan orang itu dari Allah سبحانه وتعالى pada hari Akhirah kelak.

Bagaimana pula kalau seseorang itu berharap sepenuhnya kepada Allah سبحانه وتعالى? Tahun lalu dia sholatnya kurang dan tahun ini dia akan shalat 5 waktu sehari semalam, dulu pelit maka tahun ini dia ingin menolong orang susah, selalu solat sunat witir 3 rakaat maka tahun ini InshaAllah 11 rakaat shalat sunat witir dan semua itu hanyalah semata mata Lillahi ta’ala.

Inilah niat yang baik dan dia tidak akan mati sehingga dia selesaikan semua niatnya itu. InshaaAllah. Meskipun kamu tidak mampu, tetapi kamu akan dapat pahala sebagaimana orang yang telah melakukan hal yang kamu maksud. Misalnya kamu berniat, kalau saya ada rezeki saya harus bangun madrasah madrasah Tahfidz di sini dan di sana. Meskipun itu diluar kemampuan kamu tapi kamu akan dapat pahala sebagaimana mereka yang telah bangun madrasah tahfidz itu.

baca selengkapnya disini….

Matahari Telah Pulang

Tinggalkan komentar


gusdurOleh KH. Husain muhammad
Langit Desember Yang Murung
Jam 19.00, satu hari menjelang tahun 2009 berganti, HP berdering mengganggu makan malam gratis saya di rumah makan “Jepun”, milik N, sahabat saya. Jay, wartawan Koran Sindo mengkonfimasi kabar mengejutkan. “Bagaimana Gus Dur, aku dengar beliau wafat”, katanya tegang. Dengan dada berdegup, saya segera menghubungi A.W. Maryanto, teman yang selalu mendampingi Gus Dur di Rumah Sakit. Jawabannya tak meyakinkan. Katanya : “Aku baru saja istirahat dan sekarang sedang makan. Jam 17.00 tadi, 18 orang dokter khusus telah memeriksa kesehatan Bapak dan beliau sudah baik”. Tetapi saya penasaran. Yenni, putri kedua Gus Dur, saya kontak. “Bapak meninggal, mbak Yenni di dalam”, suara Innayah, putri bungsunya, lirih bergetar, tersekat. Dan saya terkulai lemas. Langit 30 Desember 2009 tiba-tiba menjadi muram, murung. Saya segera sms Ibu Shinta, isteri tercinta Gus Dur : “Ibu, saya sangat menyesal tidak berada di samping bapak, seperti sebelumnya, mohon maaf”. Ya seperti sebelumnya ketika Gus Dur beberapa kali berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, saya menjenguknya sekaligus mendo’akan kesembuhannya dengan segera. Dan saya merasa mendapat kehormatan, ketika beliau meminta saya berdo’a bagi kesehatannya. Dengan tetap berbaring di tempatnya, di didampingi ibu Nur, isterinya yang setia dan orang-orang yang hadir, Gus Dur dan mereka mengamininya.

baca selengkapnya disini….

Musibah didalam Musibah

Tinggalkan komentar


lonely_tree-edMungkin bangsa indonesia memang perlu diruwat, Ruwat dalam bahasa jawa kurang lebih berarti bebas. Diruwat, artinya diupayakan agar terbebas dari tenung dan malapetaka. saya menggunakan istilah itu terlepas dari ruwatan dalam upacara adat jawa dalam pengertian harfiahnya. Rasanya bangsa ini memang perlu mengupayakan agar dirinya terbebas dari musibah.

Lebih dari dua tahun, bahkan menginjak tahun ketiga secara beruntun kita didera berbagai musibah. Mulai dari tsunami, gempa bumi, kebakaran hutan, tanah longsor, angin ribut, lumpur panas, kecelakaan didarat; dilaut ; dan diudara, pertikaian antar etnis dan golongan, pergulatan di kalangan politisi, hingga musibah yang paling besar yang sering luput dari hitungan; KORUPSI. Bahkan sudah keluar negeri, ditempat suci Arafah, musibah masih mengejari orang indonesia.

baca selengkapnya….

Sholawat Anti Maling

Tinggalkan komentar


Sholawat Anti Maling

Sholawat ini dengan kehendak Allah apabila dibaca di rumah akan dihindarkan dari kebakaran, apabila disimpan di rumah akan dihindarkan dari pencurian. (Habib Muhammad bin Hadi)

Semua Untukmu Ibu, selamat hari ibu

Tinggalkan komentar


ibu

kasing sayang ibu

Tidak ada sutera yang begitu lembut seperti belaian seorang ibu,
Tidak ada Tempat yang paling nyaman selain pangkuan seorang ibu,
Tak ada bunga yang lebih cantik selain senyummu ibu,
Tak ada jalan yang begitu berbunga-bunga seperti yang dicetak dengan langkah kakimu.
Kau adalah alasan kenapa aku ada.

Aku ingin memulai hidup kita yang baru,Bu. Sesuatu yang jika kelak anak anakku menanyakannya akan kuceritakan semuanya dengan perasaan lega dan bangga. Maka akan kuperkenalkan engkau sebagai ibuku, nenek tercinta bagi mereka. Aku ingin kita yang baru Bu. Sesuatu yang jika suatu saat aku harus pergi untuk selama lamanya dan tak mungkin pulang lagi ke rumahmu,pelukanmu,aku tak akan sedikitpun merasa takut atau malu karena aku telah menggenggam restumu.

baca selengkapnya….

Puisi untuk Ibu ; Pelangi di Putihku

Tinggalkan komentar


puisi-ibuPUSI UNTUK IBU

“PELANGI DI PUTIHKU”

putih
kosong
ibarat untuk buah hati ibu
iya,
itu aku, ibu

aku tak tahu apapun
aku tak tahu siapapun
bahkan,
aku tak bisa memilih
siapa yang akan torehkan
tinta di putih ku

baca puisi selengkapnya….

Agar tidak terjerumus dalam Karomah

Tinggalkan komentar


habib-lutfiAGAR TIDAK TERJERUMUS OLEH KAROMAH

oleh. Alhabib Muhammad Lutfi Bin Yahya Pekalongan

Karomah artinya kemuliaan, yang diberikan Allah untuk hambaNya yang cinta kepada Allah Swt. Dan karomah auliya (para wali) itu bukan tujuan (ghayah). Dalam ibadah mereka bukan untuk mencapai martabat karomah atau supaya mendapatkan karomah. Tapi semata-mata karena Allah Swt., merupakan fadhal Allah Swt.
Sebab, karomah itu sendiri bagi orang-orang yang belum mampu (kuat) sedang ia mengejar tentang karomah itu maka yang muncul adalah fitnah. Bukan fitnah antar manusia yang percaya dan tidak percaya (terhadap karomah), melainkan fitnah mengundang dirinya sendiri yang tidak terjaga oleh Allah Swt. hingga ia sendiri terjerumus.
Diantaranya (terjerumus pada) sifat ananiyah (akuisme/egoisme), yang terkadang balapan dengan fadhalnya Allah Swt. Pemberian dari Allah Swt. ditutupi dengan sifat ananiyah-nya sendiri. Yang akhirnya tidak mampu membawa kemuliaan dari Allah, tapi justeru yang dibawa adalah ananiyah sendiri. Contohnya, ada seseorang yang kebetulan omongannya selalu diijabah oleh Allah Swt. Sedangkan Allah mengijabahkan kepada hambaNya bukanlah suatu kebetulan. Allah Swt. memberikan karomah tidak berbentuk kebetulan. Kalau kebetulan berbau keterpaksaan.
Jadi jika Allah Swt. menghendaki memberi, ya memberi. Tinggal tergantung yang diberi itu sendiri mampu atau tidak membawa karomah.

baca selengkapnya disini….

Sholawat Awwalin

Tinggalkan komentar


 

Sholawat Awwalin

Sholawat Awwalin

Sholawat Awwalin
Allâhumma sholli ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ â-li sayyidinâ muhammadin fil awwalîna wal â-khirîn, wa fil mala-il a’lâ ilâ yaumiddîn
Abul Hasan Al-Bakri, Abu ‘Umarah bin Zaid Al-Madini dan Muhammad bin Ishaq Al-Mathlabi meriwayatkan, “Suatu hari ketika Rasulullah saw berada di masjid, tiba-tiba seorang lelaki bercadar datang menemui beliau.  Lelaki itu membuka cadar yang menutupi wajahnya dan berkata dengan fasih, ‘Salam sejahtera untukmu duhai manusia yang memiliki kemuliaan yang menjulang tinggi dan tak tertandingi.’  Nabi saw kemudian mendudukkan lelaki tersebut diantara beliau dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu.  Abu Bakar memandangi lelaki tersebut kemudian berkata kepada Rasulullah saw, ‘Duhai Rasulullah, mengapa engkau meletakkannya di antara aku dan engkau sedangkan aku mengetahui bahwa di muka bumi ini tidak ada seseorang yang engkau cintai melebihi diriku?’
Rasulullah saw kemudian bersabda, “Duhai Abu Bakar, Jibril memberitahuku bahwa lelaki ini suka bershalawat kepadaku dengan sebuah shalawat yang belum pernah dibaca oleh siapapun sebelumnya.”
Sayyidina Abu Bakarpun lantas berkata, “Duhai Rasulullah ajarkanlah kepadaku shalawat yang ia baca agar aku dapat bershalawat kepadamu dengannya.’
Rasulullah saw kemudian menyebutkan shalawat awwalîn di atas.
Abu Bakar kemudian bertanya, “Duhai Rasulullah, apakah balasan yang akan diperoleh seseorang yang membaca shalawat ini?”
Rasulullah saw menjawab, “Duhai Abu Bakar, engkau telah menanyakan sesuatu yang aku tidak mampu menghitungnya.  Seandainya lautan menjadi tinta, pepohonan menjadi pena dan para malaikat menjadi juru tulis.  Maka lautan akan kering, pepohonan akan habis sedangkan para malaikat belum selesai mencatat pahala shalawat ini.”  Hadis ini diriwayatkan oleh Abul Faraj dalam bukunya Al-Muthrib.

Orang bodoh menjadi tokoh Agama

Tinggalkan komentar


ulama-palsuSaat ulama yang otoritatif wafat dan langka,  maka banyak orang bodoh mengangkat diri mereka sebagai tokoh agama.  Mereka merasa telah menjadi ulama,  bahkan merasa menjadi ulama besar hanya dengan modal satu dua ayat dan hadits, sorban,  jubah dan sekedar bisa ceramah.
Jauh-jauh hari Rasulullah saw. telah mengingatkan bahwa ilmu agama akan lenyap dengan diwafatkannya ulama,  sehingga orang-orang bodoh pun menjadi pemimpin,  pemberi fatwa yang sesat dan menyesatkan umat.
عن عبد الله بن عمرو قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : إن الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من العباد ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى إذا لم يبق عالما اتخذ الناس رءوسا جهالا فسءلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلوا ( متفق عليه )
Diriwayatkan dari Abdillah bin Amr,  ia berkata, Rasulullah saw. bersabda,  ” Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan mencabutnya sekali cabut dari para hamba,  akan tetapi ilmu itu diambil dengan cara mengambil (mewafatkan)  ulama itu,  apabila tidak lagi ada orang berilmu (‘alim) maka manusia menjadikan orang-orang bodoh menjadi pemimpin.  Sehingga bila mereka ditanya,  maka mereka menjawab (berfatwa)  tanpa ilmu,  maka mereka itu sesat dan menyesatkan.”  (Muttafaq ‘alaihi)

baca selengkapnya disini…

Sholawat Ridho

Tinggalkan komentar


Sholawat Ridho

Sholawat Ridho

Shalawat di atas dianjurkan oleh Imam Ghazali untuk dibaca sebanyak tujuh kali di hari Jum’at.  Sebagian ulama mengatakan bahwa barangsiapa membaca shalawat ini sebanyak tujuh kali selama tujuh Jum’at, maka ia pasti mendapat syafaat Nabi Muhammad saw.
Allâhumma sholli ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ â-li sayyidinâ muhammadin sholâtan takûnu laka ridhô an wa lihaqqihî adâ an, wa a’thihil wasîlata wab ‘ats hul maqômal mahmûdal ladzî wa ‘adtah, waj zihî ‘annâ mâ huwa ahluh, wajzihî afdhola mâ jâ zaita nabiyyan ‘an ummatih, wa sholli ‘alaihi wa ‘alâ jamî’i ikhwânihî minan nabiyyîna was shôlihîn, yâ arhamar rôhimîn.

Menyelami kehendak (Al iradah)manusia

Tinggalkan komentar


habib-lutfiMENYELAMI KEHENDAK (AL-IRADAH) MANUSIA

Oleh. Alhabib lutfi bin yahya pekalongan

Al-Iradah (kehendak) itu harus dikembalikan dahulu yang pertama kepada niat. Niat dikembalikan kepada ilmu. Punya niat baik, punya kehendak baik, tapi tidak mempunyai ilmu juga sulit. Mempunyai ilmu, mempunyai kehendak dan mempunyai niat yang baik tapi tidak didasari khaufun billah (takut kepada Allah), juga susah. Khauf (takut) kepada Allah Swt. bukan karena nerakaNya. Cinta kepada Allah bukan karena surgaNya. Tapi cinta kepada yang menciptakan surga dan neraka lebih besar daripada cinta kepada surgaNya atau takutnya pada neraka. Itu diantaranya khauf.
Dan khauf ini harus selalu kita gandeng. Sebab khauf tanpa ilmu, maksudnya khauf jarang juga orang yang mengetahuinya. Tapi kalau khauf mempunyai ilmu, berbeda. Karena kaitannya khauf juga tidak terlepas dari:
أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَاَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
“Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah melihatNya, jika tak mampu demikian maka pasti Dia melihatmu.”
Merasa bersembah sujud, menyembah sujud kepada Allah Swt.

baca selengkapnya disini…

Kekuatan (energi) Alqur’an dan Politisasi

1 Komentar


kh-a-hasyim-muzadiKH. A. Hasyim Muzadi tentang kasus Ahok :

Dikalangan umat Islam seluruh dunia ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan  yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Al-Quran. Apabila salah satu, apalagi ketiganya disinggung dan direndahkan pasti mendapat reaksi spontan dari umat islam tanpa disuruh siapapun. Reaksi tersebut akan segera meluas tanpa bisa dibatasi oleh sekat-sekat organisasi, partai, dan birokrasi. Kekuatan energi tersebut akan bergerak dengan sendirinya tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Fenomena demo 4 Nopember 2016 tentu secara lahiriah dipimpin oleh beberapa tokoh yang merasa terpanggil untuk membela kesucian kitabnya. Namun jumlah yang hadir membuktikan adanya kekuatan (energi spritiual) yang dahsyat dari pengaruh Al-Quran tersebut. Hal ini dapat dibuktikan para pemimpin yang melakukan demo atau mengumpulkan masa tanpa dorongan spiritualisme tersebut tidak mungkin dapat menggerakan umat yang berjumlah jutaan. Mereka berjalan dengan damai, tertib dan siap untuk berkorban. Sehinga sesungguhnya tidak perlu dicari dalangnya, provokator atau siapa yang membayar. karena provokator dan bayaran setingkat apapun tidak akan mampu menggalang kekuatan tersebut. Yang ada mereka adalah menempel gelombang besar untuk kepentingannya bukan kemampuan menciptakan gelombang itu sendiri.

baca selengkapnya disini…..

Sholawat Idriisiyyah

Tinggalkan komentar


Sholawat idriisiyyah


KUPERSEMBAHKAN UNTUK PENGGEMAR SHOLAWAT SEJATI
Sayyidina Al-‘Arifbillah, guru kita Habib Abubakar bin Abdullah Al-’Atthas memperoleh shalawat ini berikut ijazahnya dari Sayyidina Ahmad bin Idris secara langsung.  Beliau lalu menuliskan shalawat ini dan menyimpannya di dalam tas pakaian.  Sewaktu berlayar di laut, seorang darwisy ahli sirr batin (ahlis sirr al-bâthin) dan ahli kasyf melihat cahaya keluar dari tas Habib Abubakar hingga ke langit.  Ia lalu memberitahukan atas apa yang dilihatnya kepada Habib Abubakar.  Habib Abubakar berkata kepadanya, “Tasku ini hanya berisi pakaian dan shalawat.”  Habib Abubakar lalu menunjukkan shalawat itu kepada sang darwisy. Dan menurut si darwisy, cahaya itu keluar dari kertas sholawat tsb.

Lagi

Pesan Damai Habib Umar bin Hafidz dalam Majelis Rasulullah di Istiqlal

2 Komentar


 

PESAN DAMAI HABIB UMAR BIN HAFIDZ

Petikan Tausiyah Al ‘Allamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia, 31 Oktober 2016
Disalin oleh: ust. Imron Rosyadi
Sebagian perkumpulan di dunia ternyata memberikan kegelapan di akhirat, membuahkan penyesalan yang dahsyat, masuk ke dalam Adzab, terhijab dari doa para Nabi, membuat orang tersebut tidak dapat datang ke Telaga Rasulullah.
Wahai orang-orang yang hadir, kalian hadir untuk siapa ? Kalian hadir demi siapa?
Barangsiapa yang hadir di majelis ini jika dalam hatinya ada campuran niat yang kurang lurus semoga hatinya diluruskan dalam barisan orang-orang yang ikhlas.
Beruntunglah karena Allah Subhanahuwata’ala memuliakan kalian yang hadir di Majelis ini. Barangsiapa yang terharamkan mendampingi para Ulama dan Auliya Allah di dunia maka terharamkan baginya mendampingi di akhirat.
Fir’aun pada masanya binasa karena kesombongannya. Dia ingin mencela Nabi Musa dengan celah kesalahan ucapan Nabi Musa. Tapi Allah menjaga segala ucapan Nabi Musa dengan ucapan-ucapan yang baik.
Allah Subhanahuwata’ala menjelaskan kebinasaan Fir’aun dan bala tentaranya di dalam Al Qur’an. Apakah semua hartanya dan kekuasaannya masih bermanfaat bagi dirinya setelah binasa? TIDAK.
Karena segala sesuatu yang indah dan bagus akan selalu milik kaum Sholihin.

Lagi

​Bisa Sabar dalam Shalat, Sabar Pula dalam Kehidupan Sehari-hari

Tinggalkan komentar


habib-lutfibismillahirahmanirrahim
Bisa Sabar dalam Shalat, Sabar Pula dalam Kehidupan Sehari-hari

apa makna hakekat sabar ?
bagaimana kesabaran itu ?

penjelasan dari transkrip salah satu ceramah Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Umar bin Thaha bin Yahya Pekalongan, Rais ‘Aam Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah

 

Apa makna dari ayat “Wasta’inu bishshabri washshalah” ; tolong-menolonglah dalam kesabaran dan shalat”? (QS. al-Baqarah ayat 45)
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ

Kita mengambil makna yang paling bawah (dasar) dulu, mengingat kalimat ayat tersebut berhubungan dengan dunia tasawuf. Pendidikan tasawuf pertama kali adalah berdasarkan “wasta’inu bishshabri washshalah”. Orang-orang yang ma’rifat atau kaum ‘arifin ketika mendengar panggilan adzan atau perintah shalat, hati para beliau tergugah dan senang. Ingin segera memenuhi panggilan shalat. Menganggap panggilan itu adalah kehormatan, bukan beban. Bagaimana dengan kita ketika adzan berkumandang?

baca selengkapnya disini…

Kajian Al-hikam ; Kekuatan himmah tidak akan mampu mengoyak tirai qadar Allah

Tinggalkan komentar


al-hikam

ilustrasi NU online

Al-Hikam Pasal 3: Himmah dan Qadar

 

سَـوَ ابِـقُ الْهِمَمِ لاَ تَخـْرِقُ أَسْوَارَ اْلأَقْدَارِ

“Kekuatan himmah (kemauan) tidak akan mampu mengoyak tembok qadar Allah SWT.”

sebelum mensyarah-kan pasal ini, maka tinjau dulu syarah pasal 2 yang masih ada kaitannya dengan pasal 3

Sebagaimana telah dijelaskan dalam pasal 2

إِرَ ادَ تُــكَ الـتَّجْرِ يْدَ مَـعَ إِقَامَـةِ اللَّهِ إِ يَّـاكَ فيِ اْلأَسْبَابِ مِنَ الشَّـهْـوَ ةِ الْخَفِـيـَّةِ.
وَ إِرَادَ تُـكَ اْلأَسْبَابَ مَعَ إِقَامَةِ اللَّهِ إِ يَّـاكَ فيِ الـتَّجْرِ يْدِ اِنحِطَاطٌ مِنَ الْهِمَّةِ الْعَـلِـيـَّةِ

“Keinginanmu untuk tajrid, sementara Allah masih menegakkan engkau di dalam asbab, merupakan syahwah yang tersamar (halus). Dan keinginanmu kepada asbab, pada saat Allah sudah menegakkan engkau dalam tajrid, merupakan suatu kejatuhan dari himmah yang tinggi.”

Dalam pasal ini, Ibnu Atha’illah menggunakan beberapa istilah baku dalam khazanah sufi, yang harus dipahami terlebih dahulu agar mendapatkan pemahaman yang utuh. Istilah-istilah itu adalah: tajrid, asbab, syahwat dan himmah.

baca selengkapnya disini………..

Gratis biaya ; Penerimaan santri ma’had tahfidz imam mahfudz tarmasi

Tinggalkan komentar


turats-ulama-nusantaraمعهد الإمام محفوظ الترمسي لتحفيظ القرآن

MA’HAD TAHFIDZ IMAM MAHFUDZ TARMASI

Yayasan Turats Ulama Nusantara

Sekretariat TUN : RT 01/ RW 02, Ds Karanganyar, Kec Karanganyar, Kab Demak, Jawa Tengah – 082321212922
MENERIMA SANTRI BARU
TURATS ULAMA NUSANTARA

Turats Ulama Nusantara adalah sebuah yayasan yang bertujuan melestarikan karya-karya ulama Nusantara. TUN bermanhajkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan mengikuti para ulama Asya’iroh dan Maturidiyyah dalam akidah, Madzahib Arba’ah dalam syariah, dan Shufiyyah dalam suluk dan tarbiyyah.

baca selengkapnya disini….

Saatnya Santri membangun Negeri

Tinggalkan komentar


ilustrasi Santrigaul.net

ilustrasi Santrigaul.net

bismillahirahmanirahim

sahabatku yang dirahmati Allah, tanggal 22 oktober sudah ditetapkan sebagai hari santri nasional, momentum seperti ini tentunya sangat baik sekali jika diiringi dengan pembenahan dari segala sisi khususnya dalam diri santri sendiri, bicara mengenai santri mungkin persepsi kita akan berfikir bahwa, Seorang santri itu hanyalah seseorang yang bisa mengaji, memakai kopiah, memakai sarung, dan yang paling menjadi bahan perbincangan seorang santri itu kebanyakan dari mereka ketinggalan zaman, ndeso dan sebagainya, mungkin anggapan ini bisa dikatakan benar, tapi akan sangat salah besar jika dihadapkan pada sebuah realita fakta yang pernah ada, bahwa dinegara tercinta indonesia ini pernah ada seorang santri yang menjadi kepala negara (Presiden), menteri-mentri dan pejabat tinggi dinegeri ini.

sebuah fakta yang tak bisa dipandang remeh, keberadaan seorang santri memang dan seharusnya bermetaformosis menjadi bagian yang punya jabatan strategis baik di pemerintahan dari level atas hingga level terendah sekalipun. kenapa harus santri, karena setidaknya dengan bekal ilmu agama yang ada didalam dada mampu menjadikan apapun yang digelutinya lebih amanah, terpercaya, jujur dan yang utama tak lain semata-mata mengharap ridho Allah. Pak Prof. Mahfud MD contohnya, beliau dilahirkan di Omben Sampang Madura, Beliau pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Al-Mardhiyah, Kecamatan Waru, Pamekasan, Madura. Beliau Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, pernah menjabat Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid, presidennya santri, mentri pertahanannya santri pula, dan banyak tokoh-tokoh sekarang yang mengisi pemerintahan adalah seorang “santri” Subhanallah, keren bukan ?

baca selengkapnya disini…..

Ijazah sholawat Nariyah

1 Komentar


Dalam rangka Memperingati hari santri nasional setiap tanggal 22 oktober, tahun ini PBNU menginstruksikan untuk pembacaan 1 milyar sholawat nariyah untuk kebaikan bangsa indonesia, semoga indonesia aman, tentram, sentosa, sejahtera dan berkemajuan, aman…aman…aman indonesia raya aman,

Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”

“Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. .. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

IJAZAH SHALAWAT NARIYAH


Oleh. Kh. Thobary syadzily albantani

Tata Cara Mengamalkan Shalawat Nariyah / Shalawat Munfarijah / Shalawat Kamilah.
I.  Tawassul, yaitu:
بسم الله الرحمن الرحيم
1. الي حضرة النبي المصطفي سيدنا محمد صلي الله عليه و سلم و اله و صحبه و ازواجه و ذريته ، شيئ لله لهم الفاتحة …….

(1. Ilaa hadratin nabiyyil mushthafaa sayyidinaa Muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama wa aalihi wa shohbihi wa azwaajihi wa dzurriyyatih, syai’ul lillaahi lahumul faatihah  …….. ).

baca selengkapnya disini….

Kajian Al-hikam : terlambat datangnya pemberian Allah

Tinggalkan komentar


alhikambismillahirahmanirrahim..
Oleh KH Ahmad Wafi Maemon.

Syekh Ibn Athoillah As-Sakandari berkata:

لا يكن تأخر أمد العطاء مع الإلحاح في الدعاء موجبا ليأسك فهو ضمن لك الإجابة فيما يختاره لك لا فيما تختاره لنفسك وفي الوقت الذي يريد لا في الوقت الذي تريد.

“Terlambat datangnya pemberian (ALLOH), meski sudah dimohonkan berulang-ulang, janganlah membuatmu patah harapan. Karena Dia telah menjamin untuk mengabulkan permintaanmu sesuai dengan apa yang Dia pilihkan untukmu, bukan menurut keinginan engkau sendiri. Juga dalam waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan”

Banyak sekali janji-janji ALLOH dalam Al-Qur’an Al-Karim, seperti:

من عمل صالحا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة ولنجزينهم أجرهم بأحسن ما كانوا يعملون

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

baca selengkapnya disini…

Permohonan Donasi untuk Santunan Anak yatim

Tinggalkan komentar


logo-mesjid-rjAssalammu’alaikum Wr. Wb.

Kutipan surat Al Baqarah ayat 177 :

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya…” (Al-Baqarah: 177)

Dengan bermaksud mengharap Ridha Allah SWT, DKM Raudhatul Jannah bermaksud mengadakan Santunan Anak Yatim  pada Acara Peringatan Muharram 1438 H Hari Ahad tanggal 30 Oktober 2016,

baca selengkapnya disini…

Cara Menghilangkan Ego (ke-AKU-an)

Tinggalkan komentar


habib-lutfiCARA MENGHILANGKAN EGO (KE-AKU-AN)
oleh Alhabib Muhammad Lutfi bin Yahya Pekalongan.

Allah Swt. dalam memberikan fadhail (keutamaan-keutamaan) kepada para nabi, sampai kepada para waliNya dan para ulama shalihin pun berbeda. Sampai kenikmatan apa yang diberikan kepada kita semua hari ini (Jum’at Kliwon) sampai hari kiamat tidak akan ketemu lagi nikmat seperti hari ini, walaupun Jum’at Kliwonnya tidak berubah. Kenikmatan demi kenikmatan walau berganti-ganti waktu semuanya itu tidak akan kita temukan (kenikmatan yang sama) sampai hari kiamat. Karena begitu agungnya fahmat dan fadhal Allah Swt.

Allah Swt. apabila memberikan keistimewaan, seperti contoh yang kecil tapi kita akan mengalami semuanya, diantaranya diberi tawassul; kelak manusia akan menghadapi timbangan (mizan)Nya. Jika kita bertanya secara tauhid, Allah Swt. tidak (mustahil) ta’alluq (bergantung) kepada sesuatu apapun. Memberikan timbangan (mizan) kelak amal seseorang akan ditimbang bukan berarti Allah tidak mengetahui amal-amal yang telah diperbuat oleh manusia. Dan manusia, setiap hamba yang shalih akan mendapatkan suatu imbalan atau pahala. Pahala diberikan kepada hambaNya itu fadhal dari Allah Swt. Kita bisa menjalankan amal yang shalih juga tidak terlepas dari fadhalNya (Allah Swt.).

baca selengkapnya disini….

Gusmus ; Gaya Hidup Duniawi

Tinggalkan komentar


enak-jamanku“Piye, Le; enak zamanku tho?!”

Pertanyaan di bokong truk dengan gambar pak Harto mesem itu setiap kali berkelebat mengusikku. Aku selalu teringat presiden yang nyaris seperti raja itu terutama saat ada peristiwa kegilaan terhadap dunia, seperti  kasus-kasus Korupsi dan Suap-menyuap; Politik Uang; Pejabat Publik dan Artis yang ‘tertangkap tangan’; Orang Pintar yang dapat memperbanyak uang; dlsb.

Kegilaan terhadap dunia atau materi dimulai dari keinginan menjadikan hidup ini sejahtera, hingga keinginan  hidup mewah.  Lalu keinginan lebih dan langgeng hidup mewah serta  berkuasa.  Biasanya berakhir dengan hilangnya akal dan nurani. Hubbud dunya ra’su kulli khathiah. Berlebih-lebihan menyukai dunia adalah sumber segala kesalahan.
Negeri ini mengenal 2 (dua) presiden yang nyaris seumur hidup. Soekarno dan Suharto.  Sambil ‘meledek’ Pemerintahan Soekarno  dengan sebutan Orde Lama , kursi kepresidenan-nya pun  diambil alih. Orde lama dikritik karena ‘mengangkat’ Politik sebagai Panglima. Alasannya: politik tidak membikin kenyang. Politik tidak enak.  Lalu Suharto pun mengganti  dengan ‘Ekonomi sebagai Panglima’. Pembangunan ekonomi semesta pun dimulai.
Adalah wajar bila saat akan membangun ekonomi, yang dicontoh dan ditiru adalah negara-negar yang maju ekonominya.

baca selengkapnya disini…

Fenomena Karamah ; Bu Marwah vs Kiai

Tinggalkan komentar


tinkatan-maqa-para-walibismillahirahmanirahim

sahabatku yang dirahamati Allah, fenomena dukun pengganda uang yang ngaku sebagai ulama/kiyai akhir-akhir ini menjadi deadline utama diberita-berita media baik media cetak maupun elektronik, terlebih sosial media seolah fenomena ini mau tidak mau harus kita komsumsi, heran dan tentunya penuh tanda tanya salah satu pengikutnya adalah seorang intelektual doktor lulusan luar negeri yang menyakini dengan seyakin-yakinya dukun pengganda uang ini memiliki “karamah” yang katanya mampu meng”ada”kan uang dalam jumlah banyak,

Apakah benar dukun yang ngaku kyai itu mempunyai Karamah ?
Apakah Karamah itu ?

Fenomena diatas menyedot perhatian tokoh-tokoh nasional turut mengomentari fenomena yang menjadi booming dimedia sosail ini, dari politisi, ulama, artis sampai masyarakat awampun turut serta mengutarakan pendapatnya tentang dukun pengganda uang yang sekarang menjadi tersangka atas tuduhan kasus pembunuhan pengikutnya.

berikut ini ilustrasi dialog antara bu marwah seorang doktor lulusan luar negeri pengikut dukun yang katanya mampu menggandakan uang dengan seorang kyai

baca selengkapnya disini…

Older Entries

%d blogger menyukai ini: