Beranda

Cara mengatasi kebosanan Hidup ?

1 Komentar


semngat danboBismillahirahmanirahim
sahabatku semua yang dirahamti Allah, sebuah kisah menarik saya sajikan untukmu…………………….

Seorang pria mendatangi Sang Guru, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati”.
Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit”. “Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan ini. Itulah sebabnya saya ingin mati”. Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya. Sang Master meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan”.
Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, dan yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari tentang sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita…
“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjuk-ku”. Demikian Sang Master menyarankan.
“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh”. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran Sang Guru.
“Jadi kamu tidak ingin sembuh?? “ Kamu betul-betul ingin mati?” tanya Sang Guru
“Ya, memang saya sudah bosan hidup”, pria itu kukuh menjawab.
“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.” Perintah Sang Guru. Giliran pria tersebut bingung. Setiap Guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.
Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Sang Guru EDAN itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai !!!
Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarganya di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir ini malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya pun menjadi santai banget !
Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu. “Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis !!”
Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis !!!
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya ?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis !!
Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami.” Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?

Ia mendatangi Sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya Sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh?? Apa bila kau hidup dalam ke-kini-an, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan ini !!!
Leburkan egomu, leburkan keangkuhanmu, leburkan kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan pernah jenuh, tidak akan pernah bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan”..
Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam ke-kini-an. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !!!
…………….
Hidup bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul tapi merupakan suatu anugerah untuk dinikmati. “Anda tidak akan pernah menang jika Anda tidak pernah memulai.”

=================================================
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi, Idea Press, Yogyakarta. pp. 11-16. ISBN 978-6028-686-402.

semoga bermanfaat.

Semut dan Capung

Tinggalkan komentar


Seekor semut yang pikirannya tersusun dalam rencana teratur,
sedang mencari-cari madu ketika seekor capung hinggap
menghisap madu dari bunga itu. Capung itu melesat pergi
untuk kemudian datang kembali.

Kali ini Si Semut berkata,

“Kau ini hidup tanpa usaha, dan kau tak punya rencana.
Karena kau tak punya tujuan nyata ataupun kira-kira, apa
pula ciri utama hidupmu dan kapan pula berakhir?”

Kata Si Capung,

“Aku bahagia, dan aku mencari kesenangan, ini jelas ada dan
nyata. Tujuanku adalah tanpa tujuan. Kau boleh merencanakan
sekehendakmu; kau tak bisa meyakinkanku bahwa ada yang lebih
berharga daripada yang kulakukan ini. Kaulaksanakan saja
rencanamu, dan aku rencanaku.”

Semut berpikir,

“Yang tampak padaku ternyata tak tampak olehnya. Ia tahu apa
yang terjadi pada semut. Aku tahu apa yang terjadi pada
capung. Ia laksanakan rencananya, aku laksanakan rencanaku.”

Dan semutpun berlalu, sebab ia telah memberikan teguran
sebaik-baiknya dalam masalah itu.

Beberapa waktu sesudah itu, mereka pun bertemu lagi.

Si Semut menemukan kedai tukang daging, dan ia berdiri di
bawah meja tumpuan daging dengan bijaksana, menunggu saja
apa yang mungkin datang padanya.

Si Capung, yang melihat daging merah dari atas, menukik dan
hinggap diatasnya. Pada saat itu pula, parang tukang daging
berayun dan membelah capung itu menjadi dua.

Separoh tubuhnya jatuh di lantai dekat kaki semut itu.
Sambil menangkap bangkai itu dan mulai menyeretnya ke
sarang, semut itu berkata kepada dirinya sendiri.

“Rencananya tamat sudah, dan rencanaku terus berjalan. Ia
laksanakan rencananya -sudah berakhir, Aku laksanakan
rencanaku -mulai berputar. Kebanggaan tampaknya penting,
nyatanya hanya sementara. Hidup memakan, berakhir dengan
dimakan. Ketika aku katakan hal ini, yang mungkin
dipikirkannya adalah bahwa aku suka merusak kesenangan orang
lain.”

Catatan

Kisah yang hampir serupa ditemukan juga dalam karya Attar,
Kitab Ketuhanan, meskipun penerapannya agak berbeda. Versi
ini dikisahkan oleh seorang darwis Bokhara dekat makam
Al-Syah, yakni Bahaudin Naqsibandi, enam puluh tahun yang
lalu. Sumbernya adalah buku catatan seorang Sufi yang
disimpan dalam Masjid Agung di Jalalabad.

1 Tamparan menjawab 3 Pertanyaan

Tinggalkan komentar


Alkisah dalam negeri inspirasi ada seorang anak yang telah lama menuntut ilmu berkelana ke sebuah negeri satu ke negeri lain.

Suatu hari anak itu pulang ke rumahnya, dengan lagak yang sombong dia melarang orang tuanya memeluk dirinya menyambut kedatangannya, betapa sakit orang tuanya ketika sang anak bertingkah seperti itu, anak yang di tunggu-tunggu sekian lama ternyata berbuat sadis terhadap mereka, sang anak berkata lantang kepada orang tuanya,

” Wahai ayah…. ibu…. aku takkan menerima pelukan kalian dan aku akan keluar dari agama yang kalian ajarkan kepadaku apa bila kalian tak mampu menjawab pertanyaanku.” kata sang anak.

Orang tuanya menjawab, ” Mengapa kau seperti itu anakku ? Mengapa kau berubah setelah pergi dari kami ? Baiklah apa pertanyaa itu wahai anakku ? ”

” Ada 3 pertanyaan yang harus kalian jawab,
1. kalau tuhan itu ada bisakah kalian tunjukkan dimana Tuhan itu ?
2. Apakah yang dinamakan takdir?
3. Kalau syaitan diciptakan dari api, mengapa Tuhan memasukkannya ke dalam neraka, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka mempunyai unsur yang sama dengan api. Apakah Tuhan tidak berfikir sejauh itu? alangkah naif Tuhan itu.” tanya sang anak.

Karena merasa tidak mampu menjawab, sang ayah membawa sang anak kepada syekh ayah waktu mencari ilmu dulu.

Setelah sampai pada tempat yang di tuju, sang anak dengan sombongnya kembali menanyakan pertanyaan yang tadi kepada syekh.

” Oh begitu……… hmmmmm…ya ya ya…..” jawab Syekh, datar penuh wibawa.

Seketika itu juga sang syekh menampar anak, ” Plak……..”

Sang anak kaget, ” Mengapa kau menamparku wahai orang, apakah karena kau tak bisa menjawab pertanyaanku lantas kau menamparku…? ” tanya sang anak.

Syekh tersenyum melihat anak marah, ” He…he…he…. tamparanku adalah jawaban dari pertanyaanmu….!!! ” jawab syekh.

” Apa kau bilang…..???? tamparan kau bilang jawaban…??? alangkah bodoh kau ini, percuma aku bertanya hal yang selama ini aku cari.” kata sang anak.

Sang syekh dengan tenang menjawab, ” Kau yang bodoh….!!! tidakkah kau gunakan otakmu untuk berfikir ? ”

Sang anak bingung mendangar ucapan Syekh, ” Maksudmu…….??? ”

” Kau yang bodoh, apakah yang kau rasakan dari tamparanku…? ” tanya syekh.

” Ya jelas sakit, bodoh sekali kau ini ” jawab sang anak kesal.

” Begitukah…? Bisakah kau tunjukkan rasa sakit itu di hadapanku…? tanya syekh.

” Kau bodoh orang, mana ada rasa sakit bisa diwujudkan….? ”

Syekh menjawab tenang,

” Kau yang bodoh, kau menyuruh aku menghadirkan tuhan yang jelas tak mungkin bisa di lakukan semua makhluk di alam semesta ini, sedangkan kau hanya ku suruh menunjukkan rasa sakit saja kau tak mampu, begitupun halnya aku. ” jawab sang syekh.

Sang anak tertunduk mendengar jawaban syekh.

“jawaban yang kedua.” Lanjut syekh,” apakah kau akan mengatahui kalau tadi aku akan menamparmu ? ” tanya syekh.

Dengan sombong sang anak menjawab, ” Mana aku tau kau akan menamparku, kau gila ya….?”

” Itulah takdir, coba kau gunakan otakmu untuk berfikir, takdir adalah sesuatu perkara yang tak tau kapan datangnya, hanya tuhanlah yang tau akan takdir seorang manusia, kita sebagai manusia hanya mampu berharap pada tuhan agar diberi takdir yang baik dengan berdo’a.”

” Yang ketiga, tidakkah kau pikir tanganku ini terbuat dari kulit, tentunya pipimu juga terbuat dari kulit, antara tanganku dan pipimu mempunyai unsur yang sama, yaitu sama-sama kulit, tidakkah kau berfikir syaitan akan lebih menerima sakit dalam api neraka…? sepeti halnya tamparan ku tadi, tentunya syaitan akan lebih dari ini…Sekarang siapa yang bodoh hayo…..?? ” Jawab syekh tenang..

Sang anak diam…. ia menangis dan meminta maaf kapada orang tuanya serta syekh, ia mengakui bahwa diatas orang pintar ternyata ada yang lebih pintar, yaitu Sang Maha Pintar.

MAUIDHOH…..

Subhanallah….. Ternyata sombong adalah penyakit yang sangat menakutkan, orang bisa apa saja kalau dia sombong, dalam hadits qudsi diterangkan bahwa sombong adalah selendang Allah, kita makhluk Nya yang kecil dan lemah, tak sepatutnya bersifat sombong, dan kita diciptakan Allah untuk berfikir, seperti dalam Al-Qur’an di jelaskan, Afalaa yatafakkaruun….? afalaa ta’qiluun…? ada banyak ayat yang seperti itu dalam al qur’an. mari bersama kita ubah sifat kita menjadi lebih baik…

” Bisakah kalian menciptakan sesuatu dari apa-apa yang taidak dari Ku? ” itulah tantangan Allah kepada orang yang bersifat sombong.

Astaghfirillah…..Ighfirlii yaa Allah….. Amiiiin

Kisah seorang siswi di Palestina

Tinggalkan komentar


Ini adalah kisah tentang seorang siswi di sebuah sekolah putri di Palestina. Hari itu dewan sekolah berkumpul seperti biasanya. Di antara keputusan dan rekomendasi yang dikeluarkan dewan dalam pertemuan ini adalah pemeriksaan mendadak bagi siswi di dalam aula. Dan benar, dibentuklah tim khusus untuk melakukan pemeriksaan dan mulai bekerja. Sudah barang tentu, pemeriksaan dilakukan terhadap segala hal yang dilarang masuk di lingkungan sekolah seperti hand phone berkamera, foto-foto, gambar-gambar dan surat-surat cinta serta yang lainnya.

Keamanan saat itu nampak normal dan stabil, kondisinya sangat tenang. Para siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Mulailah tim pemeriksa menjelajah semua ruangan dan aula dengan penuh percaya diri. Keluar dari satu ruangan masuk ke ruangan lainnya. Membuka tas-tas para siswi di depan mereka. Semua tas kosong kecuali berisi buku-buku, pena dan peralatan kebutuhan kuliah lainnya. Hingga akhirnya pemeriksaan selesai di seluruh ruangan kecuali satu ruangan. Di situlah bermula kejadian. Apakah sebenarnya yang terjadi ???

Tim pemeriksa masuk ke ruangan ini dengan penuh percaya seperti biasanya. Tim meminta izin kepada para siswi untuk memeriksa tas-tas mereka. Dimulailah pemeriksaan.

Saat itu di ujung ruangan ada seorang siswi yang tengah duduk. Dia memandang kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata nanar, sedang tangannya memegang erat tasnya. Pandangannya semakin tajam setiap giliran pemeriksaan semakin dekat pada dirinya. Tahukah anda, apakah yang dia sembunyikan di dalam tasnya ???

Beberapa saat kemudian tim pemeriksa memeriksa siswi yang ada di depannya. Dia pun memegang sangat erat tasnya. Seakan dia mengatakan, demi Allah mereka tidak akan membuka tas saya. Dan tiba lah giliran pemeriksaan pada dirinya. Dimulailah pemeriksaan.

Tolong buka tasnya anakku, kata seorang guru anggota tim pemeriksa. Siswi itu tidak langsung membuka tasnya. Dia melihat wanita yang ada di depannya dalam diam sambil mendekap tas ke dadanya. Barikan tasmu, wahai anakku, kata pemeriksa itu dengan lembut. Namun tiba-tiba dia berteriak keras: tidak tidak tidak

Teriakan itu memancing para pemeriksa lainnya dan merekapun berkumpul di sekitar siswi tersebut. Terjadilah debat sengit: berikan tidak berikan tidak

Adakah rahasia yang dia sembunyikan? ?? Dan apa yang sebenarnya terjadi???

Maka terjadilah adegan pertarungan tangan untuk memperebutkan tas yang masih tetap berada dalam blockade pemiliknya. Para siswi pun terhenyak dan semua mata terbelalak. Seorang dosen wanita berdiri dan tangannya diletakan di mulutnya. Ruangan tiba-tiba sunyi. Semua terdiam. Ya Ilahi, apakah sebenarnya yang ada di dalam tas tersebut. Apakah benar bahwa si Fulanah (siswi) tersebut .

Setelah dilakukan musyawarah akhirnya tim pemeriksa sepakat untuk membawa sang siswi dan tasnya ke kantor, guna melanjutkan pemeriksaan yang barang kali membutuhkan waktu lama

Siswi tadi masuk kantor sedang air matanya bercucuran bagai hujan. Matanya memandang ke arah semua yang hadir di ruangan itu dengan tatapan penuh benci dan marah. Karena mereka akan mengungkap rahasia dirinya di hadapan orang banyak. Ketua tim pemeriksa memerintahkannya duduk dan menenangkan situasi. Dia pun mulai tenang. Dan kepala sekolah pun bertanya, apa yang kau sembunyikan di dalam tas wahai anakku ?

Di sini, dalam saat-saat yang pahit dan sulit, dia membuka tasnya. Ya Ilahi, apakah gerangan yang ada di dalamnya??? Bukan. Bukan. Tidak ada sesuatu pun yang dilarang ada di dalam tasnya. Tidak ada benda-benda haram, hand phone berkamera, gambar dan foto-foto atau surat cinta. Demi Allah, tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali sisa makanan (roti). Ya, itulah yang ada di dalam tasnya.

Setelah ditanya tentang sisa makanan yang ada di dalam tasnya, dia menjawab, setelah menarik nafas panjang.

Ini adalah sisa-sisa roti makan pagi para siswi, yang masih tersisa separoh atau seperempatnya di dalam bungkusnya. Kemudian saya kumpulkan dan saya makan sebagiannya. Sisanya saya bawa pulang untuk keluarga saya di rumah Ya, untuk ibu dan saudara-saudara saya di rumah. Agar mereka memiliki sesuatu yang bisa disantap untuk makan siang dan makan malam. Kami adalah keluarga miskin, tidak memiliki siapa-siapa. Kami bukan siapa-siapa dan memang tidak ada yang bertanya tentang kami. Alasan saya untuk tidak membuka tas, agar saya tidak malu di hadapan teman-teman di ruangan tadi.

Tiba-tiba suara tangis meledak ruangan tersebu. Mata semua yang hadir bercucuran air mata sebagai tanda penyesalan atas perlakukan buruk pada siswi tersebut.

Ini adalah satu dari sekian banyak peristiwa kemanusiaan yang memilukan di Palestina. Dan sangat mungkin juga terjadi di sekitar kehidupan kita. Kita tidak tahu, barang kali selama ini kita tidak peduli dengan mereka. Doa dan uluran tangan kita, setidaknya bisa sedikit meringankan penderitaan mereka. Khususnya saudara-saudara kita di Palestina yang hingga kini terus dilanda tragedi kemanusiaan akibat penjajahan Zionis Israel . (infopalestina)

Bukan KALAM ( Cerita Lucu Akibat Ceroboh dalam beraqidah)

Tinggalkan komentar


Sebut saja Kang Bangkak, ketika dia Thowaf tiba2 dia menangis sesenggukan, kian lama tangisnya pun kian menggetarkan seluru badannya, yaa tangisan yg hebat.

Betapa itu sangat mengusik perhatian Mbah Lalar, alangkah hebat Khauf dn Kekusyuan orang ini. Dalam hati Mbah Lalar timbul berbagai macam pertanyaan, kenapa aku tidak bisa seperti orang ini? alangkah kerasnya hatiku, Istighfar, Doa dn Solawat andalan pun meluncur dari bibirnya namun tak satupun mengakibatkan jatuhnya airmata.

Semakin kagum, ya sangat kagum dg orang yg mudah menangis, meratap dn menyesali dosa dosa, iri dg hal yg demikian adalah wajar, dan bahkan harus di usahakan.

Teringat akan tausiyyah dr siaran radio swasta yg di smpaikan oleh Entah Kyai atau Ustadl siapa, Mbah Lalar semakin tercenung menyesali diri. “Menangislah karena takut Allah, jika tidak bisa menangis karenanya, menangislah karena dosa2mu, jika dosa2mu tidak juga membuat kamu menangis, menangislah karena kamu tidak bisa menangis, karena itu adalah tanda orang yg tertutup hatinya oleh dinding dosa2 dn itu adalah pertanda kecelakaanmu”

Hanya beberapa tetes airmata yg jatuh, ketika Mbah Lalar merenungi Nasihat di atas, tapi lumayan lah. Kembali dia peratikan Kang Bangkak yg tenggelam dalam tangis, dn setelah usai dalam Towafnya, di hampirinya Kang Bangkak yg masih sibuk mengusap air matanya.

Dg penuh rasa kagum dn sekaligus meratap harap, Mbah Lalar membuka kata, Barokallah……. Anda sungguh membikin iri hatiku. Apa yg membuat Mbah Lalar iri? tanya Kang Bangkak. Aku lihat Anda menangis begitu Hebat ketika Thowaf tadi. Apa rahasianya seingga Anda begitu Kusyu; dn mudah melakukan itu? tanya Mba Lalar. Mendengar pertanyaan itu, Kang Bangkak tiba2 menunduk dn menangis kembali. Dg sura gemetar dia menjawab ” Ketika aku Thowaf tadi, aku bayangkan Allah sedang bertengger di atas Ka’bah, itulah yg membuat hatiku tenggelam dalam pengagungan dan harapan akan di kabulkan segala permintaanku”.

Mendengar jawaban itu, Mbah Lalar tidak mampu menimpali perkataannya walaupun sepotong kata saja. Mbah Lalar cuma Mlongo dn termangu di buatnya. segera setelah beberapa saat terucaplah Istighfar yg terdorong dr dlm hati, persaan takut yg begitu mencekam, membuat Mbah Lalar benar2 menangis.

Setelah larut dalam kecamuk yg merindingkan sekujur badannya, perlahan dalam desah nafas yg kian teratur meluncur dalam putaran tasbih yg entah sudah berapa kali terulang “LAISA KAMISTLIHI SYAIUN”……………………………………………….

Kan sekarangpun sudah

Tinggalkan komentar


Di sebuah kampung nelayan, pada suatu pagi, seorang profesor bisnis yang sedang berlibur bertemu dengan seorang nelayan yang tengah membereskan hasil tangkapannya. Sang profesor tidak tahan untuk tidak menyapanya, “Hai, kenapa kamu selesai bekerja sepagi ini?” “Saya sudah menangkap cukup banyak ikan Pak,” jawab nelayan itu, “cukup untuk dimakan sekeluarga dan masih ada sisa untuk dijual.”

“Lalu, setelah ini kamu mau apa?” tanya profesor itu lagi. Jawab sang
nelayan, “Habis ini saya mau makan siang dengan istri dan anak-anak
saya, setelah itu tidur siang sebentar, lalu saya akan bermain dengan
anak-anak. Setelah makan malam, saya akan ke warung, bersenda gurau sambil bermain gitar bersama teman-teman.”

“Dengarkan kawan,” ujar sang profesor, “jika kamu tetap melaut sampai sore, kamu bisa mendapat dua kali lipat hasil tangkapan. Kamu bisa menjual ikan lebih banyak, menyimpan uangnya, dan setelah sembilan bulan kamu akan mampu membeli perahu baru yang lebih besar. Lalu, kamu akan bisa menangkap ikan empat kali lebih banyak. Coba pikir, berapa banyak uang yang bakal kamu dapat!”

Lanjut profesor, “Dalam satu dua tahun kamu akan bisa membeli satu kapal lagi, dan kamu bisa menggaji banyak orang. Jika kamu mengikuti konsep bisnis ini, dalam lima tahun kamu akan menjadi juragan armada nelayan yang besar. Coba bayangkan!”

“Kalau sudah sebesar itu, sebaiknya kamu memindah kantormu ke ibu kota. Beberapa tahun kemudian perusahaanmu bisa ‘go public’, kamu bisa jadi investor mayoritas. Dijamin, kamu akan jadi jutawan besar! Percayalah! Aku ini guru besar di sekolah bisnis terkenal, aku ini ahlinya hal-hal beginian!”

Dengan takjub, nelayan itu mendengarkan penuturan profesor yang penuh semangat itu. Ketika profesor selesai menjelaskan, sang nelayan bertanya, “Tapi Pak Profesor, apa yang bisa saya perbuat dengan uang sebanyak itu?”

Ups! Anehnya sang profesor belum memikirkan konsep bisnisnya sejauh itu. Cepat-cepat dia mereka-reka apa yang seseorang bisa lakukan dengan uang sebanyak itu.
“Kawan! Kalau kamu jadi jutawan, kamu bisa pensiun. Ya! Pensiun dini
seumur hidup! Kamu bisa membeli villa mungil di desa pantai yang indah seperti ini, dan membeli sebuah perahu untuk berwisata laut pada pagi hari. Kamu bisa makan bersama keluargamu setiap hari, bersantai-santai tanpa khawatir apa pun. Kamu punya banyak waktu bersama anak-anakmu, dan setelah makan malam kamu bisa main gitar dengan teman-temanmu di warung. Yeaaa, dengan uang sebanyak itu, kamu bisa pensiun dan hidupmu jadi mudah!

“Tapi, Pak Profesor, kan sekarangpun ini saya sudah bisa begitu…,” lirih sang nelayan dengan lugunya.

……………………………………………………………………………
Pesan Moral :
Kenapa kita percaya bahwa kita harus bekerja begitu keras dan menjadi kaya raya terlebih dahulu, baru kita bisa merasa berkecukupan? Apakah ada “tujuan yang lebih mulia” dari apa yang Anda lakoni saat ini? Apakah itu benar tujuan mulia atau sekadar dalih rasa takut untuk menjadi apa adanya? Untuk merasa berkecukupan, apa sekarang ini tidak bisa?

“NIKMATILAH HIDUP INI APAPUN ADANYA, kita wajib selalu BERSYUKUR KARENA NIKMAT DAN KARUNIA ALLAH”…

===========================================

Sudarmono, Dr. (2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 kisah sumber inspirasi. pp 90. Hafara

Rahasia Kaya dari Orang Sukses

2 Komentar


suksesbismillahirahmanirrahim

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau ekoseorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan “tidur”. Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, “Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?”

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

” Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,” begitu beliau memulai penjelasannya.

RAHASIA PERTAMA

“Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.” Beliau mengambil napas sejenak.

RAHASIA KEDUA

“Kemudian yang kedua,” beliau melanjutkan. “Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, ‘Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.’ Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

RAHASIA KETIGA

“Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, ” begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. “Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.”

“Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga” , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

“Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ,” tanya beliau.

“Ya, bagaimana caranya?” jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

“Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!” jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. “Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.”

“Walau pun itu orang kaya?” tanya saya.

“Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.”

“Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,” saya bertanya lagi.

“Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,” jawab beliau. “Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.”

RAHASIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

“Yang keempat nih, Mas,” beliau memulai. “Jangan mempermainkan wanita”.

Hm… ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

“Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.”

“Lalu?” saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

“Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. “

Oh… pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

“Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Merasa “keadilan” yang dikatakan Al Qur’an hanya berupa keadilan material. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,” beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

sumber: http://www.kaskus.us/showpost.php?p=107260485&postcount=8

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan wisdom-nya.

Kentang

Tinggalkan komentar


Kisah ini terjadi di salah satu TK (taman kanak-kanak), pada suatu hari, guru TK tersebut mengadakan permainan dengan menyuruh setiap muridnya untuk membawa sebuah kantong plastik transparan dan kentang.

Masing-masing kentang tersebut di beri nama berdasarkan nama orang yang di benci. Jadi, setiap anak membawa jumlah kentang yang berbeda sesuai jumlah orang yang mereka benci. pada hari yang disepakati, semua murid membawa kantong plastik berisi kentang ke sekolah. ada yang berjumlah dua, ada yang tiga, bahkan ada yang lima buah.

Seperti perintah guru mereka, tiap-tiap kentang diberi nama orang yang mereka benci. murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang itu kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun. hal itu berlangsung selama satu minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang. selain berat, baunya juga tidak sedap. setelah satu minggu, murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

“Bagaimana rasanya membawa kentang selama satu minggu?” tanya sang guru.

Segera keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut. pada umumnya mereka merasa tidak nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut kemanapun mereka pergi. guru pun menjelaskan apa arti dari “permainan” yang mereka lakukan. “seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa bila kita tidak bisa memaafkan orang lain.”

………………………………………………………………………….
RENUNGAN

Sungguh tidak menyenangkan membawa-bawa barang busuk kemanapun kita pergi. baru satu minggu saja kita sudah tidak tahan, apalagi jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? alangkah tidak nyamannya.

Tuhan mengajarkan kita untuk selalu mengampuni kesalahan orang lain. kita saja selalu memohon ampun pada Tuhan. Bagaiman Tuhan bisa mengampuni bila kita menyimpan dendam di dalam hati?

Seperti sebuah rumah. Jika tiap hari kita selalu menimbun sampah, tidak pernah menyapu halamannya, tidak membersihkan lantainya, alhasil rumah akan sangat kotor. Banyak binatang bersarang disitu. Baunya pun tidak enak. Kita bisa sakit jika tinggal di dalamnya.

Sama seperti hati dan pikiran, yang akan membuat kita jatuh sakit bila tidak pernah di bersihkan. salah satu cara membersihkannya adalah dengan mengampuni kesalahan orang lain dan menghapusnya dari ingatan.

============================================
Sudarmono, Dr. (2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. pp. 102. Hafara

BALADA UANG 1.000 DAN 100.000

Tinggalkan komentar


Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik.

Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :

”Ya, ampyyyuunnnn. ……… darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan….. bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan ….. Ada dapa denganmu?”

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :

“Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ……”

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.:

“Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm… dompetnya harum sekali. Setelah dari sana, aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus.

Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu.

Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. “

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya :

“Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman. Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!”

“Apa itu?” uang seratus ribu penasaran.

“Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di tempat-tempat ibadah.

Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu.

Jarang banget tuh aku melihat kamu atau teman-teman
kamu disana…..”

 

 

Tak Tergantung (In Memoriam Belajar Tauhid Waktu di MTs.)

Tinggalkan komentar


Tak Bergantung
G : Oke anak-anak kita mulai lagi sesi diskusi pada pelajaran kali ini. Ada ide atau pertanyaan dari sesi diskusi sebelumnya? Yang bisa kasih pertanyaan ada hadiah menarik… Tentunya pertanyaan yang layak saja….
M : Saya pak. Apa manfaat bagi kita mengetahui tentang tuhan?
M : Saya juga pak. Kenapa tuhan kok satu?
M : Kalau saya… Ehm… Apa tujuan tuhan menciptakan kita?
M : Mungkin kita lanjutkan yang kemarin saja pak mengenai wajibul wujud atau causa prima…
G : Cukup-cukup, banyak sekali idenya, dan bagus semua. Sayang saya cuma bawa satu hadiah. Dibagi-bagi aja ya…
M : ya paaaaak.
G : Supaya runtut dengan pembahasan sebelumnya, mungkin kita lanjutkan dengan wajibul wujud aja ya, sesuai dengan saran dari teman kalian. Nah untuk mempermudah diskusi ini, saya akan memancing dengan pertanyaan ini, coba kalian pikirkan dengan baik. Kemudian yang ada ide silahkan dilontarkan. Tak usah malu. Dan bagi yang lain saya minta diperhatikan ide teman kalian, gak boleh ada cemoohan, ancaman atau kafir-kafiran. Disini mimbar bebas, setuju!
M : SETUJUUUUU……
G : Pertanyaannya adalah : apakah wajibul wujud itu butuh sesuatu?
M : TIDAAAAAK
G : Kenapa kok tidak butuh
M : Ya emang begitu…
M : Kalau butuh sesuatu berarti dia bukan wajibul wujud
M : huuuu…….
G : apakah wajibul wujud butuh ruang? Atau menempati ruang tertentu
M : yap
M : tidak
M : ???
M : pasti menempati area tertentu, karena kan gak mungkin ada sesuatu yang tidak berada di suatu area tertentu
M : setahu saya Dia menempati yang namanya Arsy
M : betuull (tepuk tangan)
G : Wah disini kayaknya ada yang jago tafsir ya?
M : hi hi hi hi
M : (malu)
G : Jadi apakah tuhan butuh tempat? jadi duluan mana tuhan atau tempat?
M : tuhan
M : tempat
M : arsy
M : ???
G : gimana nih? Mana yang betul menurut kalian?
M : Gak mungkin ada sesuatu yang tidak menempati ruang atau tempat tertentu. Yang menurut saya ruang itu dinamakan arsy…
M : Jadi menurut kamu ada arsy dulu baru tuhan?
M : ya (dengan mantap)
M : jadi siapa yang menciptakan arsy?
M : ya tuhan donk… (agak bingung)
M : jadi dulu mana arsy sama tuhan ??
M : ???
M : Gimana pak? Mungkin bisa dijelaskan pak?
M : iya pak, pusing….. kayak telor ama ayam…
G : Dipikir dulu, barangkali ada diantara kalian yang menemukan petunjuk…
M : (hening, saling kasak-kusuk)
G : (setelah agak lama) Yang membuat kalian bingung adalah karena kalian semua menyamakan wajibul wujud (tuhan) dengan makhluk dan ciptaan. Padahal dari diskusi sebelumnya sudah diperoleh kesimpulan bahwa penyebab segala sesuatu dan yang pertama dan utama adalah wajibul wujud, dan tidak ada sebab atau hal lain yang mendahuluinya. Jika ada sebab atau hal lain yang mendahuluinya, maka sebab atau hal tersebut pastilah wajibul wujud. Yang harus ada tanpa sebab sebelumnya. Sesuai dengan hasil diskusi kita sebelumya. Nah yang membuat kalian bingung adalah menyamakan wajibul wujud dengan fenomena yang kalian lihat saat ini. Jadi kalian mestinya bisa memisahkan antara wajibul wujud dan makhluk atau mumkinul wujud (istilah dalam bahasa arab). Mungkin bagi kalian agak susah membayangkan ada sesuatu zat yang tidak membutuhkan tempat atau ruang. Hal ini karena nalar dan otak kita selalu melihat segala sesuatu dan terbiasa dengan penglihatan tersebut, dan seakan-akan menganggap itu semua sebagai kebenaran.
Supaya tidak bingung ringkasnya begini jangan menyamakan wajibul wujud dengan mumkinul wujud yang butuh akan ruang, oke….
M : Bingung pak
M : ya pak…
M : (suara pelan) dogma lagi nih…
G : Jadi sebetulnya nalar kita sudah meyakini adanya wajibul wujud yang tak bergantung pada sebab lain (termasuk ruang). Hal ini sesuai dengan hasil diskusi kita sebelumnya… setuju…
M : betul pak… (ada yg garuk kepala)
G : Cuman masalahnya nalar kita sudah terbiasa melihat dan mengindera segala sesuatu yang menempati ruang tertentu. Misalnya mobil, digarasi, kita di kelas, ada pohon di hutan, di bumi, di antariksa, galaksi, dst. Jadi nalar kita disatu sisi menerima dalil wajibul wujud, disisi lain bingung membayangkan sesuatu yg tak menempati ruang.
M : BETUULLLL
M : Ya pak, lalu bagiamana penjelasannya yang mudah.
G : Itulah kelemahan kita atau otak kita
G : Kita terbiasa melihat segala sesuatu dan memastikan hal itu sebagai kebenaran. Sama seperti dalil sebab akibat kemarin, kita kayaknya tidak bisa membayangkan ada sesuatu zat yang ada tanpa disebabkan sesuatu. Padahal kalau hal itu tak ada maka kita saat ini tak ada.
M : Pak bisa dikasih contoh pak.
G : Begini (sambil memikir sebentar). Kalian pernah praktikum fisika mengenai pensil dimasukkan gelas bukan ??
M : ya pak (ada yang diam karena waktu itu tidak masuk)
G : Nah itu menunjukkan adanya tipuan penglihatan kita, kita melihat pensilnya menjadi bengkok sewaktu dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air. Padahal akal kita meyakini bahwa pensil itu tidak bengkok. Hanya tipuan penglihatan saja. Berbahagialah bahwa kalian dibekali akan dan nalar, jadi tidak gampang tertipu…
M : Ha ha ha ha
G : Begitu juga dengan masalah tadi, mengenai tuhan yang tidak menempati ruang. Indera kita terbiasa melihat segala sesuatu menempati ruang. Tapi alhamdulillah kita masih dibekali akal yang mampu menganalisa, bahwa wajibul wujud tidak mungkin menempati ruang.
M : ya ya ya
M : begitu ya pak…
M : Bapak memang pinter deh, tak salah jadi guru….
M : ha ha ha ha….
M : tanya pak, jadi bagaimana dengan ayat yang mengatakan bahwa tuhan menempati arsy?
G : ada yang mau ngebahas ini?
M : pak mungkin bisa disebutkan itu dari surat mana ayat berapa?
M : iyah pak, dan kalau mungkin artinya dan tafsirnya sekalian
G : Begini saja deh, karena untuk membahas itu kayaknya butuh waktu lama (sambil melihat jam). Mungkin bisa dibahas di sesi diskusi yang lain, gimana?
M : ya pak….
G : Nah dari pembahasan kita pagi ini bisa disimpulkan bahwa wajibul wujud (tuhan) tidak membutuhkan ruang. Sepakat…
M : sepakat, setuju, ya….
G : Dengan cara yang sama kalian bisa menguraikan untuk waktu, gerak, dll. Jadi diharapkan nantinya kalian akan memahami bahwa wajibul wujud pun tidak terikat oleh waktu, gerak, dll.
G : Mungkin di sesi yang lain kita bisa sedikit bahas ini, jika masih ada sedikit ganjalan.
G : sekarang sudah waktunya istirahat, kalian boleh istirahat sekarang.
M : Ya pak, (meninggalkan kelas, ada yang ke toilet, ke kantin, dan ada yg tetap aja di kelas, sambil ngobrol alias diskusi offline).

9 PESAN MAKE UP UNTUK ANDA (WAHAI PARA WANITA)

Tinggalkan komentar


Abahe Nely

Agar Anda tampak lebih cantik dan menarik, lakukanlah resep berikut ini:

1. Jadikanlah “Ghoddul Abshor” (menundukkan pandangan) sebagai hiasan mata Anda, Insya Allah mata Anda akan semakin bening dan jernih.

2. Oleskan lipstik kejujuran pada bibir Anda, Insya Allah akan semakin manis.

3. Gunakan pemerah pipi Anda dengan kosmetika yang dibuat dari rasa malu yang diproduksi salon iman.

4. Pakailah sabun istighfar yang menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang Anda lakukan.

5. Rawatlah rambut Anda dengan jilbab Islami yang akan menghilangkan ketombe pandangan laki-laki yang membahayakan.

6. Hiasilah kedua tangan Anda dengan gelang tawadlu’ dan jari-jari Anda dengan cincin ukhuwah (persaudaraan).

7. Sebaik-baik kalung adalah kesucian.

8. Bedakilah wajah Anda dengan air wudlu, Insya Allah akan bercahaya di akhirat.

9. Langkahkanlah kaki Anda menuju jalan yang diridloi Allah SWT. Insya Allah akan selamat perjalanan hidup Anda.

walhamdulillah ^_^

KISAH NYATA DARI RUSIA

Tinggalkan komentar


Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang
lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah
musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya
kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.Selang
beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang
seorang pianis yang sangat terkenal.Karena
ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah
terjual habis.Sang ayah membeli 2 buah tiket
pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser
dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan
putranya tepat berada di sampingnya.Seperti layaknya
seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk
diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia
menyelinap pergi. Ketika lampu gedung mulai
diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa
putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut
lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung
pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano
yang akan dimainkan pianis tersebut.

Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak
tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan
sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little
star. Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar
adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai
tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung
menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh
penonton terkejut, melihat yang berada di panggung
bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil.

Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas
panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak
menjadi marah, ia tersenyum dan berkata “Teruslah
bermain”, dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan
permainannya. Sang pianis lalu duduk, di samping anak
itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu,
ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan
akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang
sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam
permainan piano tersebut. Ketika mereka berdua
selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah,
karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.

Sang anak jadi GR (Gede Rasa), pikirnya “Gila, baru
belajar piano sebulan saja sudah hebat!” Ia lupa bahwa
yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang
duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan
menjadikan permainannya sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita ?

Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita
buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil
kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi
karena Allah ada di samping kita. Kita adalah anak
kecil tadi, tanpa ada Allah di samping kita, semua
yang kita lakukan akan sia-sia. Tapi bila Allah ada di
samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan
hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat
diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar
kita.

Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Allah di
samping kita.

IDKHOOLUS SURUUR ATAWA KIYAI SUPERMAN

1 Komentar


oleh, Abahe Nely

Idkholus suruur adalah sebentuk akhlak mulia yang amat dianjurkan, tapi bukannya tanpa resiko salah paham.

Di akhir pengajian suatu malam, Mbah Kusnan sang tuan rumah menjamu Mbah Bisri Mustofa dengan berbagai hidangan makan larut malam yang lezat-lezat. Mbah Bisri, beberapa santri pendhereknya dan sejumlah tamu undangan pun menikmati pesta dengan lahapnya. Habis nasi di piring Mbah Bisri dan teh manis pun telah diminum pula, Mbah Kusnan buru-buru menyodorkan setandan pisang kehadapan kiyai pujaannya itu.

Meskipun sudah merasa kenyang, Mbah Bisri ber-idkhoolus suruur kepada Mbah Kusnan.

“Waahh!” serunya dengan suara riang, “sampeyan kok tahu saja kesukaan saya!”

Keruan, Mbah Kusnan merasa amat bahagia khidmahnya diterima.

Esok harinya, sebelum Mbah Bisri selesai mengaji waktu dluha, telah datang kiriman setandan pisang.

“Dari Mbah Kusnan”, santri yang menerima melaporkan.

Esoknya lagi, pada waktu yang sama, setandan pisang datang lagi. Dan besoknya lagi, dan besoknya lagi…. Hingga berminggu-minggu Mbah Kusnan beristiqomah mengirim tandan pisang setiap harinya. Sampai-sampai, Mbah Bisri pun mblêngêr.

“Kang Kusnan ini gimana?” keluhnya, “apa dikiranya aku ini ménco?”

* * * * *

Idkholus surur juga terkadang tidak mudah.

Kiyai Ahmad Abdul Hamid, Kendal, Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah waktu itu, terkenal sebagai penggemar olah raga. Walaupun sudah sepuh, beliau tetap aktif dalam berbagai kegiatan olah raga, dari jogging sampai dengan sepak bola.

Kiyai Ahmad juga senantiasa membina hubungan baik dengan segala kalangan. Tidak aneh jika, ketika seorang pengusaha setempat berisnvestasi membangun kolam renang publik, Kiyai Ahmadlah yang diminta meresmikannya.

Karena Kiyai Ahmad adalah seorang olah ragawan –dan untuk memenuhi unsur entertainment—maka diagendakan bagi beliau untuk melakukan “lompatan pertama” dari menara kolam. Tak tanggung-tanggung, sang pengusaha menghadiahkan sepotong celana renang untuk beliau kenakan bagi keperluan itu.

Jelas, ini situasi yang sulit. Demi idkholus surur, Kiyai Ahmad merasa tak sampai hati menyingkirkan celana renang pemberian si pengusaha. Tapi, celana itu tak cukup panjang untuk menutupi auratnya. Apa akal?

Pada waktu yang ditentukan untuk acara peresmian itu, Kiyai Ahmad tampil di puncak menara kolam, bercelana panjang, dengan celana renang dikenakan diluarnya laksana Superman!

Bersiap menghadapi Kehilangan

Tinggalkan komentar


Bila Anda siap MENDAPATKAN, sudahkan Anda juga siap KEHILANGAN?

Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Dari mulai marah-marah, menangis, protes pada takdir, hingga bunuh diri. Masih ingatkah Anda pada tokoh-tokoh ternama, yang tega membunuh diri sendiri hanya karena sukses mereka terancam pudar? Barangkali kisah yang saya adaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns berikut ini, dapat memberikan inspirasi.

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur.

Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang- barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan. Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.

“Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok- penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank. “Sebaiknya koin ini Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan toples. Setelah ia membeli lembaran kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal.

Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar.

Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak,mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Ada kalimat yang saya suka sekali dalam menempatkan diri dalam kehidupan:

” Kemenangan Hidup bukan berhasil mendapat banyak, tetapi ada pada kemampuan menikmati apa yang didapat tanpa menguasai. ”HIDUPLAH SEPERTI ANAK-ANAK YANG DAPAT MENIKMATI TANPA HARUS MENGUASAI”

============================================
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi, Idea Press, Yogyakarta. pp. 138-140. ISBN 978-6028-686-402.

"Ternyata ROKOK itu TIDAK Berbahaya"

10 Komentar


Pada zaman dahulu kala, ada tiga orang dokter. Mereka selalu bersama kemana saja mereka pergi. Tapi ketiga-tiganya memiliki kegemaran berlainan.
A. dr Jon Poni (suka main perempuan)
B. dr Jon Joni (suka minum minuman keras)
C. dr Jon Doni (suka segala jenis rokok) .

Suatu hari ketiga sahabat ini berjalan jalan tanpa tujuan. Tiba-tiba ketiganya bertemu dengan sebuah ketel/ kendi (seperti cerita Aladin). Lalu salah seorang mengambilnya lalu menggosok ketel tersebut. Sejurus kemudian asap
keluar dari corong ketel tersebut dan secara perlahan berganti menjadi satu makluk yang menyeramkan yakni sesosok jin yang ganas. Lalu jin tersebut tertawa: “Ha ha ha…” dan berkata “Akulah Jin Ifrit! Karena kamu telah membebaskan aku dari ketel itu maka aku akan tunaikan apa saja permintaan kamu sekalian”.

Ketiga sahabat yang pada mulanya panik dan takut menjadi gembira lalu termenung dan berpikir tentang peluang dan kemauan masing-masing yang mungkin hanya sekali mereka jumpai dalam hidup mereka. Lalu mereka memilih kemauan mengikuti kegemaran masing-masing.

Berkatalah si A,”Aku mau perempuan-perempuan muda dari berbagai bangsa di seluruh dunia dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun..
” Buzzz……..!! dengan sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan si A.

Berkata si B, “Aku mau semua jenis arak dari seluruh dunia untuk bekal selama sepuluh tahun dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.
” Buzzz……….!! dengan sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan si B.

Berkata pula si C,”Aku mau semua jenis rokok dari seluruh dunia untuk bekal selama sepuluh tahun dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.
” Buzzzz……..!! dengan sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan si C.

Singkat kata singkat cerita …
Setelah genap 10 tahun, maka jin tersebut muncul kembali untuk membuka pintu gua masing-masing sebagaimana yang dijanjikan. Maka jin tersebut pergi membuka pintu gua si A, ketika dibuka maka keluarlah si A dengan keadaan kurus kering, berdiri pun tidak bisa karena tidak sanggup untuk
menggerakkan lutut sebab hari-hari hanya memuaskan nafsu dengan perempuan. Tiba-tiba si A pun jatuh ketanah lalu mati!!

Setelah itu jin tersebut pergi ke gua si B, ketika pintu dibuka maka keluarlah si B dengan perut yang sangat buncit karena hari-hari mabuk-mabukan. Jalan pun terhuyung-huyung. Tiba-tiba si B pun jatuh ketanah lalu mati !!

Setelah itu jin pergi ke gua si C dan membuka pintu gua. Tiba-tiba si C keluar dalam keadaan sehat walafiat dan terus menampar si jin. Sambil memaki si jin, ia berkata: JIN GOBLOOOOOOK! !!! KOREKNYA MANA????!!!!

Kesimpulan : “Rokok tidak berbahaya sepanjang tidak ada koreknya” hehehe

Older Entries

%d blogger menyukai ini: