Iklan
Beranda

Tak Tergantung (In Memoriam Belajar Tauhid Waktu di MTs.)

Tinggalkan komentar


Tak Bergantung
G : Oke anak-anak kita mulai lagi sesi diskusi pada pelajaran kali ini. Ada ide atau pertanyaan dari sesi diskusi sebelumnya? Yang bisa kasih pertanyaan ada hadiah menarik… Tentunya pertanyaan yang layak saja….
M : Saya pak. Apa manfaat bagi kita mengetahui tentang tuhan?
M : Saya juga pak. Kenapa tuhan kok satu?
M : Kalau saya… Ehm… Apa tujuan tuhan menciptakan kita?
M : Mungkin kita lanjutkan yang kemarin saja pak mengenai wajibul wujud atau causa prima…
G : Cukup-cukup, banyak sekali idenya, dan bagus semua. Sayang saya cuma bawa satu hadiah. Dibagi-bagi aja ya…
M : ya paaaaak.
G : Supaya runtut dengan pembahasan sebelumnya, mungkin kita lanjutkan dengan wajibul wujud aja ya, sesuai dengan saran dari teman kalian. Nah untuk mempermudah diskusi ini, saya akan memancing dengan pertanyaan ini, coba kalian pikirkan dengan baik. Kemudian yang ada ide silahkan dilontarkan. Tak usah malu. Dan bagi yang lain saya minta diperhatikan ide teman kalian, gak boleh ada cemoohan, ancaman atau kafir-kafiran. Disini mimbar bebas, setuju!
M : SETUJUUUUU……
G : Pertanyaannya adalah : apakah wajibul wujud itu butuh sesuatu?
M : TIDAAAAAK
G : Kenapa kok tidak butuh
M : Ya emang begitu…
M : Kalau butuh sesuatu berarti dia bukan wajibul wujud
M : huuuu…….
G : apakah wajibul wujud butuh ruang? Atau menempati ruang tertentu
M : yap
M : tidak
M : ???
M : pasti menempati area tertentu, karena kan gak mungkin ada sesuatu yang tidak berada di suatu area tertentu
M : setahu saya Dia menempati yang namanya Arsy
M : betuull (tepuk tangan)
G : Wah disini kayaknya ada yang jago tafsir ya?
M : hi hi hi hi
M : (malu)
G : Jadi apakah tuhan butuh tempat? jadi duluan mana tuhan atau tempat?
M : tuhan
M : tempat
M : arsy
M : ???
G : gimana nih? Mana yang betul menurut kalian?
M : Gak mungkin ada sesuatu yang tidak menempati ruang atau tempat tertentu. Yang menurut saya ruang itu dinamakan arsy…
M : Jadi menurut kamu ada arsy dulu baru tuhan?
M : ya (dengan mantap)
M : jadi siapa yang menciptakan arsy?
M : ya tuhan donk… (agak bingung)
M : jadi dulu mana arsy sama tuhan ??
M : ???
M : Gimana pak? Mungkin bisa dijelaskan pak?
M : iya pak, pusing….. kayak telor ama ayam…
G : Dipikir dulu, barangkali ada diantara kalian yang menemukan petunjuk…
M : (hening, saling kasak-kusuk)
G : (setelah agak lama) Yang membuat kalian bingung adalah karena kalian semua menyamakan wajibul wujud (tuhan) dengan makhluk dan ciptaan. Padahal dari diskusi sebelumnya sudah diperoleh kesimpulan bahwa penyebab segala sesuatu dan yang pertama dan utama adalah wajibul wujud, dan tidak ada sebab atau hal lain yang mendahuluinya. Jika ada sebab atau hal lain yang mendahuluinya, maka sebab atau hal tersebut pastilah wajibul wujud. Yang harus ada tanpa sebab sebelumnya. Sesuai dengan hasil diskusi kita sebelumya. Nah yang membuat kalian bingung adalah menyamakan wajibul wujud dengan fenomena yang kalian lihat saat ini. Jadi kalian mestinya bisa memisahkan antara wajibul wujud dan makhluk atau mumkinul wujud (istilah dalam bahasa arab). Mungkin bagi kalian agak susah membayangkan ada sesuatu zat yang tidak membutuhkan tempat atau ruang. Hal ini karena nalar dan otak kita selalu melihat segala sesuatu dan terbiasa dengan penglihatan tersebut, dan seakan-akan menganggap itu semua sebagai kebenaran.
Supaya tidak bingung ringkasnya begini jangan menyamakan wajibul wujud dengan mumkinul wujud yang butuh akan ruang, oke….
M : Bingung pak
M : ya pak…
M : (suara pelan) dogma lagi nih…
G : Jadi sebetulnya nalar kita sudah meyakini adanya wajibul wujud yang tak bergantung pada sebab lain (termasuk ruang). Hal ini sesuai dengan hasil diskusi kita sebelumnya… setuju…
M : betul pak… (ada yg garuk kepala)
G : Cuman masalahnya nalar kita sudah terbiasa melihat dan mengindera segala sesuatu yang menempati ruang tertentu. Misalnya mobil, digarasi, kita di kelas, ada pohon di hutan, di bumi, di antariksa, galaksi, dst. Jadi nalar kita disatu sisi menerima dalil wajibul wujud, disisi lain bingung membayangkan sesuatu yg tak menempati ruang.
M : BETUULLLL
M : Ya pak, lalu bagiamana penjelasannya yang mudah.
G : Itulah kelemahan kita atau otak kita
G : Kita terbiasa melihat segala sesuatu dan memastikan hal itu sebagai kebenaran. Sama seperti dalil sebab akibat kemarin, kita kayaknya tidak bisa membayangkan ada sesuatu zat yang ada tanpa disebabkan sesuatu. Padahal kalau hal itu tak ada maka kita saat ini tak ada.
M : Pak bisa dikasih contoh pak.
G : Begini (sambil memikir sebentar). Kalian pernah praktikum fisika mengenai pensil dimasukkan gelas bukan ??
M : ya pak (ada yang diam karena waktu itu tidak masuk)
G : Nah itu menunjukkan adanya tipuan penglihatan kita, kita melihat pensilnya menjadi bengkok sewaktu dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air. Padahal akal kita meyakini bahwa pensil itu tidak bengkok. Hanya tipuan penglihatan saja. Berbahagialah bahwa kalian dibekali akan dan nalar, jadi tidak gampang tertipu…
M : Ha ha ha ha
G : Begitu juga dengan masalah tadi, mengenai tuhan yang tidak menempati ruang. Indera kita terbiasa melihat segala sesuatu menempati ruang. Tapi alhamdulillah kita masih dibekali akal yang mampu menganalisa, bahwa wajibul wujud tidak mungkin menempati ruang.
M : ya ya ya
M : begitu ya pak…
M : Bapak memang pinter deh, tak salah jadi guru….
M : ha ha ha ha….
M : tanya pak, jadi bagaimana dengan ayat yang mengatakan bahwa tuhan menempati arsy?
G : ada yang mau ngebahas ini?
M : pak mungkin bisa disebutkan itu dari surat mana ayat berapa?
M : iyah pak, dan kalau mungkin artinya dan tafsirnya sekalian
G : Begini saja deh, karena untuk membahas itu kayaknya butuh waktu lama (sambil melihat jam). Mungkin bisa dibahas di sesi diskusi yang lain, gimana?
M : ya pak….
G : Nah dari pembahasan kita pagi ini bisa disimpulkan bahwa wajibul wujud (tuhan) tidak membutuhkan ruang. Sepakat…
M : sepakat, setuju, ya….
G : Dengan cara yang sama kalian bisa menguraikan untuk waktu, gerak, dll. Jadi diharapkan nantinya kalian akan memahami bahwa wajibul wujud pun tidak terikat oleh waktu, gerak, dll.
G : Mungkin di sesi yang lain kita bisa sedikit bahas ini, jika masih ada sedikit ganjalan.
G : sekarang sudah waktunya istirahat, kalian boleh istirahat sekarang.
M : Ya pak, (meninggalkan kelas, ada yang ke toilet, ke kantin, dan ada yg tetap aja di kelas, sambil ngobrol alias diskusi offline).

Iklan

9 PESAN MAKE UP UNTUK ANDA (WAHAI PARA WANITA)

Tinggalkan komentar


Abahe Nely

Agar Anda tampak lebih cantik dan menarik, lakukanlah resep berikut ini:

1. Jadikanlah “Ghoddul Abshor” (menundukkan pandangan) sebagai hiasan mata Anda, Insya Allah mata Anda akan semakin bening dan jernih.

2. Oleskan lipstik kejujuran pada bibir Anda, Insya Allah akan semakin manis.

3. Gunakan pemerah pipi Anda dengan kosmetika yang dibuat dari rasa malu yang diproduksi salon iman.

4. Pakailah sabun istighfar yang menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang Anda lakukan.

5. Rawatlah rambut Anda dengan jilbab Islami yang akan menghilangkan ketombe pandangan laki-laki yang membahayakan.

6. Hiasilah kedua tangan Anda dengan gelang tawadlu’ dan jari-jari Anda dengan cincin ukhuwah (persaudaraan).

7. Sebaik-baik kalung adalah kesucian.

8. Bedakilah wajah Anda dengan air wudlu, Insya Allah akan bercahaya di akhirat.

9. Langkahkanlah kaki Anda menuju jalan yang diridloi Allah SWT. Insya Allah akan selamat perjalanan hidup Anda.

walhamdulillah ^_^

KISAH NYATA DARI RUSIA

Tinggalkan komentar


Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang
lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah
musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya
kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.Selang
beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang
seorang pianis yang sangat terkenal.Karena
ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah
terjual habis.Sang ayah membeli 2 buah tiket
pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser
dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan
putranya tepat berada di sampingnya.Seperti layaknya
seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk
diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia
menyelinap pergi. Ketika lampu gedung mulai
diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa
putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut
lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung
pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano
yang akan dimainkan pianis tersebut.

Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak
tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan
sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little
star. Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar
adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai
tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung
menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh
penonton terkejut, melihat yang berada di panggung
bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil.

Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas
panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak
menjadi marah, ia tersenyum dan berkata “Teruslah
bermain”, dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan
permainannya. Sang pianis lalu duduk, di samping anak
itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu,
ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan
akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang
sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam
permainan piano tersebut. Ketika mereka berdua
selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah,
karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.

Sang anak jadi GR (Gede Rasa), pikirnya “Gila, baru
belajar piano sebulan saja sudah hebat!” Ia lupa bahwa
yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang
duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan
menjadikan permainannya sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita ?

Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita
buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil
kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi
karena Allah ada di samping kita. Kita adalah anak
kecil tadi, tanpa ada Allah di samping kita, semua
yang kita lakukan akan sia-sia. Tapi bila Allah ada di
samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan
hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat
diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar
kita.

Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Allah di
samping kita.

IDKHOOLUS SURUUR ATAWA KIYAI SUPERMAN

1 Komentar


oleh, Abahe Nely

Idkholus suruur adalah sebentuk akhlak mulia yang amat dianjurkan, tapi bukannya tanpa resiko salah paham.

Di akhir pengajian suatu malam, Mbah Kusnan sang tuan rumah menjamu Mbah Bisri Mustofa dengan berbagai hidangan makan larut malam yang lezat-lezat. Mbah Bisri, beberapa santri pendhereknya dan sejumlah tamu undangan pun menikmati pesta dengan lahapnya. Habis nasi di piring Mbah Bisri dan teh manis pun telah diminum pula, Mbah Kusnan buru-buru menyodorkan setandan pisang kehadapan kiyai pujaannya itu.

Meskipun sudah merasa kenyang, Mbah Bisri ber-idkhoolus suruur kepada Mbah Kusnan.

“Waahh!” serunya dengan suara riang, “sampeyan kok tahu saja kesukaan saya!”

Keruan, Mbah Kusnan merasa amat bahagia khidmahnya diterima.

Esok harinya, sebelum Mbah Bisri selesai mengaji waktu dluha, telah datang kiriman setandan pisang.

“Dari Mbah Kusnan”, santri yang menerima melaporkan.

Esoknya lagi, pada waktu yang sama, setandan pisang datang lagi. Dan besoknya lagi, dan besoknya lagi…. Hingga berminggu-minggu Mbah Kusnan beristiqomah mengirim tandan pisang setiap harinya. Sampai-sampai, Mbah Bisri pun mblêngêr.

“Kang Kusnan ini gimana?” keluhnya, “apa dikiranya aku ini ménco?”

* * * * *

Idkholus surur juga terkadang tidak mudah.

Kiyai Ahmad Abdul Hamid, Kendal, Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah waktu itu, terkenal sebagai penggemar olah raga. Walaupun sudah sepuh, beliau tetap aktif dalam berbagai kegiatan olah raga, dari jogging sampai dengan sepak bola.

Kiyai Ahmad juga senantiasa membina hubungan baik dengan segala kalangan. Tidak aneh jika, ketika seorang pengusaha setempat berisnvestasi membangun kolam renang publik, Kiyai Ahmadlah yang diminta meresmikannya.

Karena Kiyai Ahmad adalah seorang olah ragawan –dan untuk memenuhi unsur entertainment—maka diagendakan bagi beliau untuk melakukan “lompatan pertama” dari menara kolam. Tak tanggung-tanggung, sang pengusaha menghadiahkan sepotong celana renang untuk beliau kenakan bagi keperluan itu.

Jelas, ini situasi yang sulit. Demi idkholus surur, Kiyai Ahmad merasa tak sampai hati menyingkirkan celana renang pemberian si pengusaha. Tapi, celana itu tak cukup panjang untuk menutupi auratnya. Apa akal?

Pada waktu yang ditentukan untuk acara peresmian itu, Kiyai Ahmad tampil di puncak menara kolam, bercelana panjang, dengan celana renang dikenakan diluarnya laksana Superman!

%d blogger menyukai ini: