Beranda

Engineering material, Besi dan Baja

Tinggalkan komentar


Material adalah suatu bahan atau raw material yang dipakai pada suatu proses produksi pada suatu pabrik manufacture, dimana material atau bahan banyak jenisnya, khusus untuk material atau bahan – bahan teknik ini dapat dikelompokan menjadi 4 macam.
Karena pada pengelasan ini banyak menyangkut dengan material atau bahan – bahan logam khususnya untuk besi dan baja maka untuk jenis-jenis material logam besi dan baja akan dikelompokan dan dibahas tersendiri.

untuk lebih lengkap dilahkan klik dibawah ini
Download

materi pengetahuan bahan

pengantar teknologi besi dan baja

material tehnik

semoga bermanfaat

Aduh Sayang Sekali, Kenapa Yah?

6 Komentar


Sering kali bahkan tanpa kita sadar kata-kata “Aah..”, “Aduh”, “Sayang sekali”, “Kenapa yah?”, “Koq aku dapet masalah terus?”, dan kalimat-kalimat lainnya yang terkesan “Keluhan” keluar dari bibir kita. Kata-kata ringan tapi punya makna belum bisa menerima apa setulus hati apa yang sedang dialaminya, entah itu ujian dalam bentuk musibah besar atau yang kecil sekalipun.

Satu ketika seorang sahabat bertutur, “Kenapa yah koq akhir-akhir ini berbagai musibah menimpaku? Ditambah lagi teman-teman mulai kurang perhatian padaku dan aduh aku jadi tidak dipercaya. Ada yang bilang kurang perhatianlah, nggak adillah, inilah itulah. Aku jadi bingung. Padahal aku sudah berusaha berbuat apa yang aku bisa. Aku jadi sedih. Kenapa semua berakhir seperti ini?”

Seseorang yang mulanya berniatan mulia, ketika mendapat tekanan-tekanan dari sekelilingnya bisa saja mengeluarkan penuturan seperti di atas. Di satu sisi dia ikhlas menerima apa yang sedang dialaminya, tapi disisi lain ada bisikan-bisikan yang membuatnya menyesali keadaan.

Keluh kesah yang terpancar lebih disebabkan karena mengikuti dorongan hawa nafsu, tidak mampu menahan rasa pedih atau emosi batin, kurang bersyukur terhadap nikmat yang begitu banyak dibandingkan bencana yang baru menimpa, atau karena kelemahan iman terhadap qadha dan qadar, sehingga tidak memahami hikmah dibalik bencana tersebut.

Kenapa sih mesti ada musibah? Musibah itu adalah sarana ujian atas prestasi keimanan seseorang. Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang paling besar mendapat ujiannya adalah para nabi, kemudian para syuhada, kemudian orang-orang setingkat dengannya.” Disamping itu, musibah merupakan sarana untuk mengukur kebenaran iman. Alloh menurunkan musibah agar kita benar-benar bisa mengukur apakah benar kita beriman atau tidak? atau bisa jadi musibah diturunkan sebagai azab atas kemaksiatan dan kekufuran agar kita menjadi jera. Bukankah diturunkannya azab di dunia lebih baik dari pada di akhirat kelak? Agar kita lebih dulu menyadari kesalahan dan dosa-dosa kita. Subhanalloh betapa cintanya Alloh pada orang-orang yang mendapat musibah dan berhasil memupuk kesabaran atas dirinya. Alloh berfirman dalam surat Ar-Rum:41, “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.”

Kunci utama dari pemecahan masalah ini adalah sabar, yaitu menahan diri dari keluh kesah, amarah, apalagi dari harapan mendapat belas kasihan dari orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Sabar itu tatkala menghadapi ujian musibah yang pertama.” Karena pada saat-saat itulah Alloh menguji iman seseorang, apakah dia berhasil melawannya dengan mengembalikan segala urusannya pada Alloh dan memendam emosinya dalam-dalam, atau malah semakin larut dalam duka yang berkepanjangan hingga selalu merasa gelisah.

Apakah bersabar dengan memendam emosi dapat menyelesaikan masalah? Tentu saja belum. Setidaknya dengan memendam emosi, ada perasaan tenang di hati kita. Ketika perasaan tentram itu datang, akan ringanlah bagi kita untuk berpikir jernih. Ketika ujian kesabaran telah kita lewati, selanjutnya kita harus mencek dan ricek kembali apa hakikat dari musibah-musibah yang telah kita alami.

Mari kita telaah setiap permasalahan / musibah yang sedang kita hadapi, agar kita terbebas dari penyakit keluh kesah, dengan:

· Menjauhi semua penyebab timbulnya penyakit keluh kesah.

· Mempelajari akibatnya.

· Memahami makna sabar dan seluruh manfaatnya.

· Meyakini bahwa cobaan adalah takdir dari Alloh yang terbaik bagi kita, dan kelak akan terbukti hikmahnya.

· Menahan emosi semaksimal mungkin sehingga tidak menimbulkan reaksi negatif terhadap tindakan fisik.

· Jika masih ada rasa kesal, segera beranjak dari tempat duduk, ambil air wudhu dan baca istighfar sebanyak 3 kali.

· Berdoa, “Ya Alloh, selamatkanlah aku dalam musibahku ini, dan semoga engkau menggantinya dengan sesatu yang lebih baik daripada ini.”

· Selalu bersyukur akan nikmat yang diterima.

Bagaimanapun musibah menuntun kita kejalan yang lebih baik dan lewat musibahlah Alloh mengabulkan do’a yang sering kita panjatkan, “Ya Alloh, tuntunlah kami ke jalan yang benar, jalan yang Engkau ridhoi.” Agar kita tergolong orang-orang yang beruntung dikehidupan mendatang. Semoga kita bisa mengganti kata Aduh, Sayang Sekali, Kenapa Yah? dengan kata-kata yang lebih punya makna seperti “Masya Alloh”, “Astaghfirullah”, dan kata-kata lain yang lebih bisa menentramkan hati kita. Wallahu a’lam bishawab.

Tragedi penyerbuan Iskandariah

Tinggalkan komentar


Bismillahirahmanirahim

 

bukanlah kesengsaraan itu karena hilangnya kenikmatan dari seseorang 

tapi kesengsaraan itu karena lepasnya Allah dari hati manusia.

 

seorang wanita cantik dan kaya raya tak sempat melarikan diri pada saat “tragedi penyerbuan iskandariah” terjadi. Maka, ia dan para pelayan serta budak-budaknya pun tetap berada dirumahnya. Tak lama kemudian, serombongan serdadu perancis datang kerumah tersebut denga pedang yang terhunus.

“Dimana hartamu?” tanya seorang serdadu kepada siwanita cantik itu dengan kasar. “Didalam kotak-kotak yang ada dikamar ini.” jawabnya dengan tubuh gemetar sambil tanganya menunjuk kearah kamar yang ia maksud. Pada saat-saat menegangkan itu,tiba-tiba seorang serdadu berkata kepadanya; “jangan takut, ikutlah denganku, engkau akan bahagia dengan harta dan kebaikanku”

Wanita cantik itu segera sadar bila serdadu tersebut rupanya jatuh hati dan terpikat kepadanya. Maka, ia berjalan pelan mendekatinya seolah-olah memberi harapan. “saya ingin buang air besar dahulu” pintanya kepada serdadu itu dengan lirih. Rupanya, serdadu tersebut tersanjung dan yakin bila wanita itu juga menyukainya.

Karenanya, ia tak berpikir panjang dan segera mempersilakan wanita itu agar segera masuk kamar mandi. Bersamaan dengan itu, para serdadu yang lain terlihat sibuk mengemasi seluruh kotak-kotak harta yang ada.

kesempatan itu tidak disia-siakan oleh wanita itu. Ia bergegas menuju kegudang yang terletak dibagian belakang rumahnya. Disitu, Ia juga membuat lubang untuk bersembunyidan kemudian menutupinya dengan jerami-jerami yang memang banyak sekali digudang tersebut.

Sementara, diruang tengah rumahnya para serdadu Perancis telah selesai menguras dan mengemas seluruh hartanya. Lalu, mereka kebingungan mencari-carinya, tetapi ia tak menemukanya. Mereka putus asa dan akhirnya pergi dengan membawa harta yang mereka rampas, sedang si wanita cantik tadi selamat karena kecerdikannya, Dan ternyata, para pelayan dan seluruh budaknya juga ikut selamat, karena mereka sembunyi diatap rumah.

lalu wanita cantik itu berkata: “keselamatan agama dan kehormatan adalah lebih berharga daripada harta benda. Karena, harta benda yang bermanfaat adalah yang ditumpuk oleh seseorang untuk menjaga agama dan kehormatanya. Dan hidup miskin itu lebih baik daripada harus ditawan dan dipaksa untuk pindah agama”

 

subhanaAllah teguh sekali pendiriaanya

do’a cahaya

Tinggalkan komentar


ya Allah.

jadikanlah cahaya dalam hatiku

cahaya dalam pendengaranku

cahaya dalam penglihatanku

cahaya dalam kuburku kelak

cahaya dalam rambutku

cahaya dalam kulitku

cahaya dalam dagingku

cahaya dalam darahku

cahaya dalam tulang-tulangku’

cahaya dihadapanku

cahaya dibelakangku’

cahaya disamping kananku

cahaya disamping kiriku

cahaya diatasku

cahaya dibawahku

ya Allah,

tambahkan cahaya bagiku

limpahkan cahaya untukku,

dan jadikan aku cahaya

amien

kalkulus, system bilangan real

1 Komentar


Catatan perdana kuliah kalkulus 1,

Introduction…

Kenalan dengan dosen yang ganteng, cerdas dan berkarakter beliau adalah Taufiqur rohman,ST. tak kenal maka tak sayang ta’aruf lah hehehe

KALKULUS jujur pada awal aku tak tahu pelajaran apa itu, tapi dilihat dari katanya aku mengambil kesimpulan dari kata kalkulator wah, pasti akan ada banyak hitung berhitung, jangan-jangan matematika.

penasaran aku coba search di google..

Kalkulus (Bahasa Latin: calculus, artinya “batu kecil”, untuk menghitung) adalah cabang ilmu matematika yang mencakup limitturunanintegral, dan deret takterhingga. Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana geometri adalah ilmu mengenai bentuk dan aljabar adalah ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan persamaan serta aplikasinya. Kalkulus memiliki aplikasi yang luas dalam bidang-bidang sainsekonomi, dan teknik; serta dapat memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan aljabar elementer.

Kalkulus memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensial dan kalkulus integral yang saling berhubungan melalui teorema dasar kalkulus. Pelajaran kalkulus adalah pintu gerbang menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi, yang khusus mempelajari fungsi dan limit, yang secara umum dinamakan analisis matematika.

Sudah cukup jelas dengan yang namanya kalkulus..

Hal yang menarik untuk dipelajari..

Langsung menginjakkan pada materi awal yaitu system bilangan reall

Sistem bilangan riil adalah himpunan bilangan riil dan operasi aljabar yaitu operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Biasanya bilangan riil dinyatakan dengan lambang R

Operasi aljabar sering dinyatakan dengan operasi penjumlahan dan perkalian saja. Hal ini disebabkan operasi pengurangan dapatdigantikan dengan operasi penjumlahan, sedangkan operasi pembagian dapat digantikan dengan operasi perkalian.

Untuk menambah wawasan tentang bilangan riil silahkan kawan klik link dibawah ini

Kalkulus system bilangan real

Kalkulus 1 system bilangan real

Kalkulus 1 Bab 1-7

Semoga bermanfaat.

kisah antara mata dan hati

2 Komentar


Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain.

Ketika seseorang memiliki niat untuk melakukan sesuatu yang muncul dari dalam hati, maka dia memerlukan mata sebagai penuntunnya. Untuk melihat, mengamati, dan kemudian otak ikut bekerja untuk mengambil keputusan.

Bila seseorang memiliki niat untuk melakukan amal yang baik, maka mata menuntunnya kearah yang baik pula. Dan bila seseorang berniat melakukan suatu perbuatan yang tidak baik, maka mata akan menuntunnya kearah yang tidak baik pula.

Sebaliknya bisa pula terjadi, ketika mata melihat sesuatu yang menarik, lalu melahirkan niatan untuk memperoleh kenikmatan dari hal yang dilihatnya, maka hati akan mendorong mata untuk menjelajah lebih jauh lagi, agar dia memperoleh kepuasan dalam memandangnya. Sehingga Allah SWT memberikan kepada kita semua rambu-rambu yang sangat antisipatif, yaitu perintah untuk menundukkan pandangan: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur: 30-31)

Demikianlah hal yang terjadi, sehingga ketika manusia terpuruk dalam kesesatan, maka terjadilah dialog antara mata dan hati, seperti yang dituturkan oleh seorang ulama besar Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah dalam bukunya “Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu”.

 

Hati berkata kepada Mata

Kaulah yang telah menyeretku kepada kebinasaan dan mengakibatkan penyesalan karena aku mengikutimu beberapa saat saja. Kau lemparkan kerlingan matamu ke taman itu, kau mencari kesembuhan dari kebun yang tidak sehat, kau salahi firman Allah, “Hendaklah mereka menahan pandangannya”, kau salahi sabda Rasulullah Saw, “Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah Iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allah Azza wa Jalla, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya, yang akan didapati kelezatannya di dalam hatinya”. (H.R. Ahmad)

 

Sanggahan Mata terhadap Hati

Kau zhalimi aku sejak awal hingga akhir. Kau kukuhkan dosaku lahir dan batin. Padahal aku hanyalah utusanmu yang selalu taat dan penuntun yang menunjukkan jalan kepadamu. Engkau adalah raja yang ditaati. Sedangkan kami hanyalah rakyat dan pengikut. Untuk memenuhi kebutuhanmu, kau naikkan aku ke atas kuda yang binal, disertai ancaman dan peringatan. Jika kau suruh aku untuk menutup pintuku dan menjulurkan hijabku, dengan senang hati akan kuturuti perintah itu. Jika engkau memaksakan diri untuk menggembala di kebun yang dipagari dan engkau mengirimku untuk berburu di tempat yang dipasangi jebakan, tentu engkau akan menjadi tawanan yang sebelumnya engkau adalah seorang pemimpin, engkau menjadi buidak yang sebelumnya engkau adalah tuan. Yang demikian itu karena pemimpin manusia dan hakim yang paling adil, Rasulullah Saw, telah membuat keputusan bagiku atas dirimu, dengan bersabda: “Sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal darah. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik pula, dan jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah hati.” (H.R. Bukhori Muslim dan lainnya).

Abu Hurairah Ra. Berkata, “Hati adalah raja dan seluruh anggota tubuh adalah pasukannya. Jika rajanya baik, maka baik pula pasukannya. Jika raja buruk, buruk pula pasukannya”. Jika engkau dianugerahi pandangan, tentu engkau tahu bahwa rusaknya para pengikutmu adalah karena kerusakan dirimu, dan kebaikan mereka adalah karena kebaikanmu. Jika engkau rusak, rusak pula para pengikutmu. Lalu engkau lemparkan kesalahanmu kepada mata yang tak berdaya. Sumber bencana yang menimpamu adalah karena engkau tidak memiliki cinta kepada Allah, tidak menyukai dzikir kepada-Nya, tidak menyukai firman, ‘asma dan sifat-sifat-Nya. Engkau beralih kepada yang lain dan berpaling dari-Nya. Engkau berganti mencintai selain-Nya.

Demikianlah, mata dan hati, sepasang sekutu yang sangat serasi. Bila mata digunakan dengan baik, dan hati dikendalikan dengan keimanan kepada Allah SWT, maka kerusakan dan kemungkaran dimuka bumi ini tak akan terjadi. Namun bila yang terjadi adalah sebaliknya, maka kerusakan dan bala bencanalah yang senantiasa menyapa kita.

Robb, bimbinglah kami, agar kami mampu mengendalikan hati kami dengan keimanan kepada-Mu, mengutamakan cinta kepada-Mu, dan tidak pernah berpaling dari-Mu.

Allaahumma ‘aafinii fii badanii, Allaahumma ‘aafiniifii sam’ii, Allaahumma ‘aafinii fii bashorii. Aamiin.

Ya Allah, sehatkanlah badanku, sehatkanlah pendengaranku, sehatkanlah penglihatanku.

kata mutiara 1

Tinggalkan komentar


engkau harus menanam satu pujian dalam setiap detik, satu gagasan dalam setiap menit, dan satu karya dalam setiap jam..

 

anda bisa,,, pasti ….jika anda berpikir bisa

kemanakah mencari syurga ?

Tinggalkan komentar


Dan butiran pepasir itu pun menangis saat rintihan Yasir bergelung di langit menahan pedihnya siksaan. Langit mendung tak kuasa menahan murungnya ketika Sumayyah merapatkan kedua bibirnya, sesaat kemudian gerigi atasnya mencengkeram kuat-kuat bibir bawahnya. Setetes air mata tak nampak dari sudut matanya meski ribuan tetes darah menghiasi nyaris seluruh raganya. Satu persatu nafas Yasir dan Sumayyah meninggalkan jasad ringkihnya, senyum kemenangan kedua orangtua sahabat Amr bin Yasir itu melambaikan tangan menyambut panggilan lembut para bidadari Surga. Beberapa hasta dari dua jasad mewangi itu, seorang pemuda belia tengah menghadapi maut untuk menapaki langkah-langkah kedua orangtuanya. Bibirnya bergetar dengan tak henti menyebut nama agung Tuhannya. Ya, Amr bin Yasir, meski sebagian orang sempat meragukan keimanannya, di kemudian hari ia justru menjadikan dirinya sebagai tameng Rasulullah di berbagai kesempatan.

Menjelang perang Uhud dimulai, bersama suaminya, Zaid bin Ashim dan kedua putranya, Habib dan Abdullah, ia keluar ke bukit Uhud. Lalu Rasulullah Saw bersabda kepada mereka, “Semoga Allah memberikan berkah kepadamu semua.” Setelah itu perempuan bidadari perang Uhud itu berkata kepada beliau, “Berdo’alah kepada Allah semoga kami dapat menemani engkau di surga kelak, ya Rasulullah!” Lalu Nabi Saw berdo’a, “Ya Allah jadikanlah mereka itu teman-temanku di Surga.” Maka perempuan itupun berkata lantang, “Aku tidak akan mempedulikan persoalan dunia menimpa diriku.”

Dialah Ummu Amarah, Nusaibah binti Ka’ab Al Maziniay. Rasulullah menobatkannya sebagai bidadari surga karena perannya membela Rasulullah saat pasukan muslimin terdesak pada perang Uhud. Bersama Mush’ab bin Umair -yang kemudian menemui syahid setelah mendapatkan puluhan tusukan di tubuhnya- Nusaibah menghadang Qam’ah, orang yang dipersiapkan membunuh Rasulullah dalam perang tersebut. Dua belas tusukan dan salah satunya mengenai leher Nusaibah. Bilah-bilah pedang yang satu persatu menghujam tubuhnya, ujung-ujung cadas tombak, dan barisan anak panah yang menghias tubuhnya, dirasainya sebagai sentuhan lembut para penghuni Surga. Darah mengalir dari setiap inci tubuhnya, air matanya menjadi saksi tak terbantahkan untuk memuluskan jalannya ke surga Allah. Dan debu bukit Uhud pun terharu menerima dentuman tubuhnya, tak henti-hentinya milyaran debu itu bersaksi akan harumnya wangi surga dari tubuh perempuan mulia itu.

Adalah Mush’ab bin Umair, aroma mewangi sudah tercium persis di depan hidung meski pemuda tampan itu masih berada puluhan meter jauhnya. Pakaiannya terbaik, terbagus dan termahal dari yang pernah dimiliki siapapun di tanah Makkah. Ketampanannya tak terkira, siapa memandang pasti terpesona, bahkan para lelaki pun iri. Siapa yang tak mengenalnya, pemuda perlente anak seorang bangsawan yang kesohor. Tetapi bukan itu yang membuatnya tercatat dalam sejarah manusia mulia pengikut Muhammad. Begitu terucap dari mulut wanginya kalimat Syahadat, bertambah wangi lah setiap sisi rongga mulutnya, wajah yang tampan semakin bersinar penuh cahaya kemuliaan meski tak lagi ia mengenakan gamis kebangsawanan, walau ia menanggalkan semua atribut yang menjadi simbol-simbol kebesaran. Mush’ab tetap tampan, kharismatik, dan menjadi teladan bagi pemuda dan remaja dimasanya, terlebih saat ia dipercaya sebagai duta pertama Rasulullah ke Madinah. Cita-citanya untuk tetap bersama Rasulullah di Surga kelak, di amin-kan oleh seluruh isi langit dan bumi, karena seorang pemuda kaya raya nan tampan itu syahid dengan tubuh penuh lubang dan sayatan. Ia menjadi tameng Rasullullah pada perang Uhud. Meski darah dan debu membaluti wajah dan tubuhnya, siapa yang bisa melepaskan bayang-bayang kharismanya?

Adaseorang budak hitam legam berasal dari Negeri Habasyah (NegeriEthiopiayang yang hingga kini terus dicengkeram kelaparan). Bertahun-tahun menjadi budak, diinjak-injak, dicaci, diludahi, bahkan dihalalkan darahnya untuk dibunuh oleh sang majikan. Namun Allah mengangkat derajat Bilal bin Rabbah dengan Islam. Hidayah Allah justru turun kepada manusia yang dihinakan oleh manusia lainnya, budak hitam yang orang mensebandingkan hitamnya seperti pantat kuali itu, sesungguhnya putih berseri serta memancarkan kemilauan di mata Allah, Rasulullah dan orang-orang beriman. Saat sang majikan, Suhail, menindihkan batu besar dan panas diatas tubuh budak itu, hanya kata, “Ahad, Ahad …” yang keluar dari mulutnya hingga kemudian seorang sahabat membebaskannya. Jika boleh dan bisa batu itu berbicara, mungkin ia akan berteriak lantang menolak menindih tubuh mulia itu, atau bahkan memilih hancur berkeping-keping ketimbang harus menjadi perantara tangan Suhail untuk menyentuh kulit kasar namun indah itu. Adakah alasan surga tak menginginkan budak hitam ini menjadi salah satu penghuni terhormatnya?

***

Dan batu-batu pun iri, debu pun menangis, para cemeti itu menjadi cermin keikhlasan. Bilah-bilah pedang menampung tetes air mata dan darah yang kelak sebagai pemulus jalan membentang menuju surga, bahkan ujung tombak dan mata anak panah bersaksi, betapa orang-orang itu mulia karena perjuangan dan keteguhannya. Mereka tak pernah mencari surga, karena justru surga betul-betul menanti mereka untuk menyinggahi setiap singgasananya, mengarungi riak-riak sungai kautsar yang diatasnya berbagai buah segar dan menawan menanti untuk dinikmati. Tak lupa, bidadari-bidadari cantik nan bermata jeli, membuka tangannya menyambut kehadiran manusia-manusia yang seluruh penghuni langit memujinya.

***

Berjalan di muka bumi, sama dengan berjalan diatas batu kerikil tajam yang setiap saat akan siap menghunus telapak kaki ini. Jika tak lengkapi diri dengan kesiapan dan ketahanan yang luar biasa, tentu takkan jauh jalan yang bisa ditapaki. Hidup pasti akan selalu beriringan dengan kesulitan, tetapi tak pernah Allah menciptakan kesulitan tanpa diciptakannya pula pintu keluarnya. Bukan maksud Allah membuat sulit hidup manusia, karena Allah juga memberikan petunjuk-petunjuknya. Tapi sekali lagi, mengikuti petunjuk itu pun bukan tanpa cobaan. Hanya dengan keteguhan dan perjuangan, semua akan bermuara pada kebahagiaan. Masalahnya, sedikit sekali dari kita yang kuat bertahan pada cobaan. Adakah butir-butir debu yang menangis karena melihat kesungguhan perjuangan hidup kita? Ah, nampaknya justru kita lah yang terlalu cengeng.

Tidak jarang, untuk meniti jalan kebenaran, teramat banyak pengorbanan yang mesti dilakukan. Tetapi dasar manusia, lebih banyak promosi dan koarnya ketimbang pengorbanannya yang belum seberapa, padahal kita sama sekali belum diuji. Belum, bahkan belum tiba ujian sesungguhnya. Yang saat ini kita hadapi dan jalani baru riak-riak di pinggir pantai sebelum kita benar-benar mengarugi lautan yang penuh ombak serta karang yang menghancurkan. Coba periksa, di bagian mana dari tubuh ini yang tercabik-cabik penuh darah sebagai bukti besarnya pengorbanan dalam meniti kebenaran? Hmm.. bahkan kita masih enggan untuk menukar sedikit saja yang kita miliki dengan keagungan cinta-Nya.

Ini belum terbukti! Hingga satu saat kita dihadapkan pada satu pilihan, mati dengan torehan tinta emas kemuliaan atau tetap hidup diatas perisai hina. Nanti akan terbukti! Hidup ini akan berakhir pada ketetapan atas kebenaran, atau sebaliknya, disaat kehormatan pun berpaling. Adakah neraka Allah tak menerima manusia tampan, cantik, kaya raya namun berakhir pada kenistaan? Wallahu ‘a’lam bishshowaab

Ada Apa Dengan Kita?

Tinggalkan komentar


Saudaraku, saat mobil mewah dan mulus yang kita miliki tergores, goresannya bagai menyayat hati kita. Saat kita kehilangan handphone di tengah jalan, separuh tubuh ini seperti hilang bersama barang kebanggaan kita tersebut. Saat orang mengambil secara paksa uang kita, seolah terampas semua harapan.

Tetapi saudaraku, tak sedikitpun keresahan dalam hati saat kita melakukan perbuatan yang melanggar perintah Allah, kita masih merasa tenang meski terlalu sering melalaikan sholat, kita masih berdiri tegak dan sombong meski tak sedikitpun infak dan shodaqoh tersisihkan dari harta kita, meski disekeliling kita anak-anak yatim menangis menahan lapar. Saudaraku, ada apa dengan kita?

Saudaraku, kata-kata kotor dan dampratan seketika keluar tatkala sebuah mobil yang melaju kencang menciprati pakaian bersih kita. Enggan dan malu kita menggunakan pakaian yang terkena noda tinta meski setitik dan kita akan tanggalkan pakaian-pakaian yang robek, bolong dan menggantinya dengan yang baru.

Tetapi saudaraku, kita tak pernah ambil pusing dengan tumpukan dosa yang mengotori tubuh ini, kita tak pernah merasa malu berjalan meski wajah kita penuh noda kenistaan, kita pun tak pernah tahu bahwa titik-titik hitam terus menyerang hati ini hingga saatnya hati kita begitu pekat, dan kitapun tak pernah mencoba memperbaharuinya. Saudaraku, ada apa dengan kita?

Saudaraku, kita merasa tidak dihormati saat teguran dan sapaan kita tidak didengarkan, hati ini begitu sakit jika orang lain mengindahkan panggilan kita, terkadang kita kecewa saat orang lain tidak mengenali kita meski kita seorang pejabat, pengusahan, kepala pemerintahan, tokoh masyarakat bahkan orang terpandang, kita sangat khawatir kalau-kalau orang membenci kita, dan berat rasanya saat orang-orang meninggalkan kita.

Tetapi juga saudaraku, tidak jarang kita abaikan nasihat orang, begitu sering kita tak mempedulikan panggilan adzan, tak bergetar hati ini saat lantunan ayat-ayat Allah terdengar ditelinga. Dengan segala kealpaan dan kekhilafan, kita tak pernah takut jika Allah Yang Maha Menguasai segalanya membenci kita dan memalingkan wajah-Nya, kita pun tak pernah mau tahu, Baginda Rasulullah mengenali kita atau tidak di Padang Masyhar nanti. Kita juga, tak peduli melihat diri ini jauh dari kumpulan orang-orang sholeh dan beriman.

Saudaraku, tanyakan dalam hati kita masing-masing, ada apa dengan kita? Wallahu a’lam bishshowaab.

Karakter manusia

Tinggalkan komentar


Karakter manusia pada umumnya:

 

prtama, manusia itu LEMAH

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” (Q.S. Annisa; 28)

kedua, manusia itu GAMPANG TERPERDAYA

“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah” (Q.S Al-Infithar : 6)

ketiga, manusia itu LALAI

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Q.S At-takaatsur  1)

keempat manusia itu PENAKUT / GAMPANG KHAWATIR

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S Al-Baqarah 155)

kelima, manusia itu BERSEDIH HATI

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Q.S Al Baqarah: 62)

keenam, manusia itu TERGESA-GESA

Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra’ 11)

ketujuh, manusia itu SUKA MEMBANTAH

“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” (Q.S. an-Nahl 4)

kedepalan, manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S Yunus : 12)

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Q.S al-Alaq : 6)

kesembilan, manusia itu PELUPA

“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.” (Q.S Az-Zumar : 8 )

kesepuluh, manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH

“Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (Q.S Al Ma’arij : 20)

“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (Q.S Al-Fushshilat : 20)

“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa” (al-Isra’ 83)

%d blogger menyukai ini: