Beranda

Bacaan sholat dan terjemahanya

6 Komentar


Mata kuliah Pendidkan Agama islam with Bpk. Ismail Ibrahim.

ku ingat engkau saat alam begitu gelap gulita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam

kesebut nama-Mu dengan lantang disaat fajar menjelang, dan fajarpun merekah seraya menebar senyuman indah

Apa arti dari syair diatas, syair itu mengisyarakan kita untuk selalu mengingat Allah baik dari pagi, siang maupun malam, dengan apa kita mengingat Allah.

Sholat ya, Sholat adalah sarana untuk mengingat Allah.

Lagi

Do’a; mohon ampun

Tinggalkan komentar


ya Allah, anugerahilah rasa takut mati pada diri hamba, Namun bukan takut mati karena belum kaya atau ingin menikmati kenikmatan hidup lebih lama, melainkan rasa takut mati jika belum menggunakan hidup dengan semestinya,

Hamba tahu dan hamba yakin bahwa pengadilan kubur dan pengadilan akhirat akan digelar kemudian dibentangkan sekecil-kecilnya kelakuan hamba.

Lagi

kata mutiara; resep hidup

2 Komentar


Bismillahirahmanirahim

Resep hidup ini sebenarnya sangat sederhana;

Buatlah sebanyak-banyaknya orang bahagia,
Lagi

Abu nawas; sebuah lilin

8 Komentar


Saat musim salju, abu nawas mengobrol dengan teman-temanya dikedai kopi, abu nawas sesumbar dengan mengatakan cuaca saat itu tidak terlampau dingin, Bahkan dia berani bertaruh sanggup bertahan tanpa pemanas.

“Kami memegang kata-katamu Abu nawas,jika malam ini engkau sanggup bertahan dialun-alun hingga pagi hari tanpa menggunakan alat pemanas, kami akan membelikan makanan lezat untukmu, tapi sebaliknya, Jika gagal, engkau harus menjamu kami semua,”kata seorang pemuda”

“Baiklah,Aku terima taruhan ini,”jawab Abu nawas yakin”
Lagi

Air Mata Rasulullah SAW

Tinggalkan komentar


Bismillahirahmanirahim

 

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lagi

%d blogger menyukai ini: