Iklan
Beranda

PAI; Ma’rifatul Islam

Tinggalkan komentar


kuliah pendidikan Agama islam oleh bpk Ismail Ibrahim S.Pd.i

Ma’rifatul islam

Dalil – dalinya yang berkaitan dg ma’rifatul islam

 

 

3:19
{ إن الدين } المرضي { عند الله } هو { الإسلام } أي الشرع المبعوث به الرسل المبنى على التوحيد وفي قراءة بفتح أن بدل من أنه الخ بدل اشتمال { وما اختلف الذين أوتوا الكتاب } اليهود والنصارى في الدين بأن وحَّد بعضٌ وكفر بعضٌ { إلا من بعد ما جاءهم العلم } بالتوحيد { بغيا } من الكافرين { بينهم ومن يكفر بآيات الله } { فإن الله سريع الحساب } أي المجازاة له .
Indeed, the religion in the sight of Allah is Islam. And those who were given the Scripture did not differ except after knowledge had come to them – out of jealous animosity between themselves. And whoever disbelieves in the verses of Allah , then indeed, Allah is swift in [taking] account.
Iklan

abu nawas; orang bodoh tahun ini

4 Komentar


Kholifah yang mengemban tugas dan tanggung jawab kenegaraan merasa jenuh, untuk menghibur diri, ia mengadakan lomba “orang paling bodoh”. Ia mengumumkan perlombaan itu keseluruh penjuru negeri dan pemenangnnya akan mendapatkan lima ribu dinar;

dalam beberapa tahun terakhir, Abu nawas selalu keluar sebagai pemenang dalam kontes seperti itu. Orang-orang berharap Abu nawas tidak tampil untuk tahun ini.

Lagi

sebuah keinginan

Tinggalkan komentar


Begitulah manusia, selalu penuh dengan keinginan-keinginan terhadap perhiasan kehidupan dunia. Keinginan-keinginan itu jika selalu diperturutkan, hanya akan memuaskan diri kita sesaat saja sebelum akhirnya muncul keinginan-keinginan baru yang lain. Keinginan-keinginan itu baru akan hilang seiring dengan menghilangnya kita dari dunia ini.

Seorang istri sudah memasakkan ikan goreng kesukaan suami tercinta, sang suami masih minta dibuatkan sambal pedas sebagai teman makan ikan goreng.

Lagi

Untuk apa anda bekerja?

6 Komentar


Untuk apa anda bekerja? Itu pertanyaan yang terkadang sulit untuk dijawab, karena banyak faktor yang menyebabkan orang untuk meredefinisi dan mencari argumentasi setiap jawaban yang bakal keluar dari mulutnya, atau setidaknya hinggap dibenaknya. Banyak hal yang melatarbelakangi niat seseorang dalam bekerja, jika mengikuti teori Maslow, mulai dari kebutuhan terendah seperti makan (dan kebutuhan fisiologis lainnya), status sosial sampai kebutuhan untuk aktualisasi diri. Dan seringkali jawaban-jawaban yang keluar atas pertanyaan tadi, adalah realita yang melatarbelakangi kualitas pekerjaan seseorang.

Lagi

%d blogger menyukai ini: