Salah satu permintaan manusia kepada allah selain kekayaan, biasanya minta di panjangkan umur. Dengan dipanjangkan umur, ia akan menikmati dunia lebih lama dan mencurahkan kasih sayang kepada keluarga. Tapi bagemana orang yang lebih mencintai dunia daripada akherat dan kematian yang setiap saat mengintainya..apa yang akan kita bawa setelah kematian kita..??

Bismillahirahmanirahim..bacalah dengan seksama

suatu hari seorang yang kaya raya bercakap cakap kepada pelayanya.

Kenapa sih”, kata seorang kaya pada pelayannya, “Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan?” “

Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi,” jawab pelayannya.

“Sapi begitu populer, sedangkan sang ayam tidak sama sekali. Hal ini sangat mengherankan sang ayam. ‘Orang-orang berkata begitu manis tentang kelemahlembutan dan matamu yang begitu memancarkan penderitaan’, kata ayam pada sapi. ‘Mereka mengira kamu begitu murah hati, karena tiap hari kamu memberi mereka krim dan susu. Tapi bagaimana dengan aku? Aku memberikan semua yang aku punya. Aku memberikan daging ayam. Aku memberikan bulu-buluku. Bahkan mereka memasak dan membuat sup dengan kakiku untuk kaldu. Tidak ada yang seperti itu. Kenapa sih kok bisa begitu ?’”

“Apakah anda tahu apa jawaban sang sapi?”, kata pelayan.

Sang sapi berkata, “Mungkin karena aku memberikannya sewaktu aku masih hidup.”

Kawanku yang dimulyakan Allah, dalam setiap hal didunia ini kita sering terlambat menyadari beragam nikmat Allah yang patut disyukuri. Ketika ragam itu menghilang, barulah kita menyesal. Taukah kawan, sesal yang paling sesal adalah ketika kita menyesali nikmat umur dan kesempatan berbuat baik, sedangkan diri kita sudah dihadapkan pada kematian. seperti cerita gambaran cerita diatas.

teringat sebuah hadist yang sangat populer

‘Wahai Rosullullah, siapakah orang yang terbaik? tanya seorang sahabat kepada Rosulullah saw. Beliaupun menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” ( HR.At tirmidzi)

ya Rabb, sampaikan salam kepada kematian agar ia menyadarkan kami untuk insyaf akan ketidakabadian dunia dan kefanaan kehidupan

ya Rabb, sampaikan salam kepada kematian agar ia menyadarkan kami untuk segera menyambut kedatanganya dengan memulai mengubah kehidupan yang dijalani ini menuju kehidupan yang engkau ridhoi

ya Allah, ya Arhamar rohimin irhamna..wahai yang Maha pengasih lagi maha penyanyang, kasihilah kami, sayangi kami, seburuk apapun keburukan kami, sebanyak apapun kemaksiatan dan dosa kami, engkau adalah tuhan kami satu-satunya siapa lagi yang bisa menyelamatkan kami dari siksa nerakamu kecuali hanya engkau ya Allah..

Ampuni kami, tuntun kami, berkahi hidup kami dengan rahmat dan ridhomu. amien

semoga bermanfaat.

Iklan