Bismillahirahmanirahim

Kawanku yang dirahmati Allah, setiap orang pasti mengetahui dan menyadari akan menemui batas terakhir mereka hak hidupnya sebagai manusia. Semua akan kembali kepada Allah karena dari sanalah semuanya berasal, namun sangat sedikit orang yang dengan kesadaran dan pengetahuanya itu mau mengubah diri dalam persiapan menuju kematian. Sudah siapkah kamu kawan? Apa yang akan kamu bawa? Bacalah kisah ini semoga bermanfaat..

Dahulu kala di India ada seorang pria karena kekecewaan mendalam dan emosi, dia membenci semua orang lalu meninggalkan rumah pergi ke kuil Budha dan menjadi biksu

meskipun tubuh fisiknya telah menjadi seorang penganut agama Budha dan seorang biksu, namun hatinya masih rindu akan dunia fana, terikat oleh nafsu keinginan. Sering menggunakan minyak wangi untuk menggosok badannya, menggunakan air ramuan untuk mandi, mementingkan keharuman dan kelembutan kulit tubuhnya, juga sangat perhatian kepada alat-alat makan serta tempat tidur, hatinya tertutup seluruhnya oleh materi, seperti rotan yang menjalar dan melilit di seluruh tubuhnya, sesaat pun tidak bisa bebas.

Walaupun secara formal dia sudah menjadi seorang biksu, sudah ditahbiskan, tetapi jika dilihat dari taraf dan prilakunya dia masih seorang manusia biasa, manusia yang masih belum menjadi biksu, pengertian terhadap jalan suci mencapai nirvana masih sangat jauh sekali.

Ketika itu di suatu tempat di negeri Moro ada seorang tokoh terhormat dia seorang biksu yang memiliki perilaku luhur dan nama besar yang tersohor dimana-mana dalam agama Budha, biksu yang baru dibaptis tersebut dengan hati yang sangat hormat dan kagum pergi mengunjungi biksu yang tersohor tersebut.

Biksu tersohor ini bertanya kepada dia: “Apa perlunya Anda datang kemari dari tempat yang begitu jauh?”

“Saya kemari karena mengagumi nama Anda, berharap Anda berbelas kasih bisa memberikan petunjuk-petunjuk penting dalam darma Budha.”

Setelah biksu tersohor tersebut memeriksa bakat dasar dari biksu baru ini, dia segera mengetahui bahwa biksu baru tersebut masih mempunyai keterikatan cinta, masih belum bisa terlepas dari keterikatan itu, dia lalu bertanya: “Apakah Anda bisa secara total menuruti apa yang saya katakan, menerima bimbingan dari saya dan melakukan apa saja menurutkan kemauan saya?”

“Saya pasti bisa, melakukan apa saja sesuai dengan apa yang Anda perintahkan.”

“Jika hati Anda sudah timbul keyakinan, maka saya lebih dulu mengajarkan kuasa supernormal kepada Anda, kemudian baru mengajarkan darma kepada Anda,” Biksu tersohor itu berkata.

“Lebih dulu belajar kuasa supernormal, bagus sekali!”

Karena itu biksu tersohor tersebut mengajak dia masuk ke dalam gunung, mengajarkan dia cara bermeditasi, serta meminta dia untuk menurut secara mutlak.

Biksu tersohor menggunakan kuasa supernormal menjelma menjadi sebatang pohon besar dan berkata: “Anda harus naik ke atas pohon besar ini!”

Karena itu biksu baru itu menuruti perintah biksu tersohor naik ke atas pohon besar itu. Setelah di atas dia menengok ke bawah terlihat olehnya di bawah sana ada sebuah kubangan besar yang sangat dalam. Saat itu terdengar suara biksu tersohor itu berkata: “Lepaskanlah kedua kaki Anda!”

Biksu baru itu terpaksa melepaskan kedua kakinya, dia lalu diperintahkan melepaskan satu tangannya, biksu baru itu juga menurut-kan perintah melepaskan satu tangannya. Tetapi ketika dia diperintahkan untuk melepaskan tangannya yang hanya tersisa satu, dia menjadi sangat ketakutan lalu berkata: “Jika melepaskan lagi tangan yang tersisa, saya pasti akan terjun ke dalam kubangan dan tewas!”

“Anda sudah membuat janji dengan saya, akan melakukan segalanya menuruti perintah dari saya, mengapa Anda sekarang menyesal?”

Tiada cara lain bagi biksu baru itu, dia terpaksa berat hati terjun ke dalam kubangan yang dalam dan gelap. Saat itu dia sangat ketakutan bagai arwah melayang dan jiwa terburai, sekujur tubuhnya berkeringat dingin, dia membuka mata untuk melihat, pohon dan kubangannya telah hilang.

Kemudian biksu tersohor mulai mengajarkan darma kepadanya: “Sekarang saya bertanya, ketika Anda melepaskan satu tangan yang terakhir dan meluncur ke bawah, apakah Anda merasakan dalam dunia fana masih ada yang Anda inginkan?”

“Biksu terhormat, ketika tiba saat yang menentukan hidup dan mati, segala sesuatunya sudah tidak ada lagi yang diinginkan.”

“Benar, segala sesuatu dalam dunia fana, semua terutama adalah khayalan belaka, ketika tubuh jasad Anda buyar, beserta itu segala cinta juga menjadi buyar, jika Anda bisa menyadari tubuh jasad manusia yang tidak menentu ini, maka keterikatan cinta yang melilit di tubuh Anda, juga menyertai tubuh jasad terlepas dari keterikatan itu. Cinta adalah sumber dari segala kerisauan hati tentang hidup dan mati, harus hati-hati menghalaunya, gigih maju dalam kultivasi, jangan kehilangan tekad awal, akan mencapai kesempurnaan.”

Setelah mendengarkan darma, biksu baru tersebut segera tersadarkan, sejak saat itu dia teliti dalam pemikiran, rajin dan gigih maju dalam kultivasi, akhirnya menda-patkan buah status Arhat.

Kebenaran dan kepalsuan, kesemuan dan kenyataan dalam dunia fana ini, hanya karena sepasang mata fisik kita tidak bisa membedakannya dengan tepat, seringkali menganggap kesemuan sebagai kenyataan, tamak akan kegembiraan sesaat, karena beda pikiran sekilas akibatnya adalah terjerumus ke dalam jurang yang tidak ada dasarnya

Naah kawan, sudah tahu kan kalau didunia ini hannya kepalsuan semata, tak ada yang abadi dan tak ada yang kekal, begitulah manusia ia lahir, ia mati kemudian ia dibangkitkan untuk mempertanggungkan segala amal, itulah kita itulah manusia..

ya Rabb, Andai kita menyadari bahwa makan cabai itu pedas, andai kita tahu bahwa bermain api itu panas dan andai kita membenarkan bahwa apapun perbuatan kita, kebaikan dan keburukan  yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita, tentunya pasti kita kan selalu hati – hati dalam melangkah dan selalu memberikan yang terbaik untuk hidup dan kehidupan kita, tuntun kami ya Rabb,

Wahai diriku.. untuk keperluan inilah saya sedikit menulis tentang kematian ini agar engkau mengetahui tentang adanya kematian dan menyadari perlunya mengubah kehidupan kejalan yang lebih baik sebelum kematian itu datang.

Semoga Allah mencatatkan keselamatan, taufik dan hidayahnya bagi kita semua. amien

kawanku, Jika hari kematian dan hari berbangkit menjadi satu kepastian yang tidak bisa kita tolak, mengapa kita tidak mengisyafkan diri dari keserakahan dan kesombongan?

Bagaimana menurut engkau kawan?

Semoga bermanfaat.

Iklan