Iklan
Beranda

Abu nawas; tangkap angin

5 Komentar


Abu Nawas kaget bukan main ketika seorang utusan Baginda Raja datang ke rumahnya. Ia harus menghadap Baginda secepatnya. Entah permainan apa lagi yang akan dihadapi kali ini. Pikiran Abu Nawas berloncatan ke sana kemari. Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman.

“Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda. Abu Nawas hanya diam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Ia tidak memikirkan bagaimana cara menangkap angin nanti, tetapi ia bingung bagaimana cara membuktikan bahwa yang ditangkap itu memang benar-benar angin.

baca kiah selengkanya..

Iklan

untuk apa engkau hidup?

11 Komentar


seberapa indah kehidupan masa depan yang akan engkau bangun kawan? sudahkah kau rencanakan itu? to tetap tenang seperti biasanya, padahal maut setiap saat mengintaimu.

semua orang akan mati. siapapun pasti mengetahui hal itu. namun apakah kematian itu menyadarkan segala kekeliruan kita sehingga kita memperbaikinya sebulum mati? Inilah yang masih harus dipertanyakan ulang. karena rata-rata manusia, kecuali yang mengimani kematian, mengimani hari berbangkit dan mengimani hari pembalasan bertindak seolah olah mereka tidak akan mati. kebanyakan dari mereka baru sadar akan datang kematian setelah kematian menjadi hak mereka.

jadi, untuk apa engkau hidup kawanku? bisakah kau menjawabnya untuk dirimu sendiri?

baca selengkapnya..

Bagaimana mengelola hati ?

4 Komentar


bismillahirahmanirahim

Di dalam tubuh ini ada akal, jasad, dan qolbu. Akal membuat orang bisa bertindak lebih efektif dan efisien dalam melakukan apa yang ia inginkan. Sedangkan tubuh bertugas melakukan apa yang diperintahkan oleh akal. Sebagai contoh, apabila akal menginginkan tubuh mampu berkelahi, maka tubuh akan berlatih agar menjadi kuat. Sayangnya, tidak sedikit orang yang cerdas, orang yang begitu gagah perkasa, tapi tidak menjadi mulia, bahkan sebagian diantaranya membuat kehinaan karena berbuat jahat. Mengapa? Sebab ada satu yang membimbing akal dan tubuh yang belum diefektifkan, itulah qolbu. Kita ambil contoh lain, sebuah mikrofon bisa menjadi alat provokasi kejahatan, bisa juga jadi alat dakwah dan menyampaikan ilmu, sebuah mikrofon bisa juga menjadi alat bantu berbicara sehingga menjadi fasih, itulah fungsi mikrofon. Artinya, yang menentukan isi dari bahasa yang keluar darinya adalah qolbu. Dalam hal ini Rasulullah SAW menyebutkan bahwa di dalam tubuh ini ada segumpal daging yang jika ia baik maka baik pula yang lainnya, sebaliknya yang apabila ia jelek maka jeleklah semuanya. Dan yang dimaksud daging itu ialah Qolbu.

baca selengkanya…

%d blogger menyukai ini: