Iklan
Beranda

abu nawas; ikhlas & pencuri

1 Komentar


Tidak etis jika kita selalu menyebut-nyebut pertolongan yang kita berikan kepada orang lain. Abu nawas hampir saja terjatuh ke dalam sebuah kolam. Tapi seseorang yang tidak terlalu dikenalnya berada di dekat tempat itu dan kemudian menolongnya. Setelah itu, setiap kali orang itu bertemu dengan Abu nawas, ia selalu mengingatkan kebaikan yang pernah dilakukannya terhardap sang Abu nawas.

baca selengkapnya..

Iklan

abu nawas; waktu perang

Tinggalkan komentar


Ketika perang Salib, Abu nawas tertangkap dan dikenai kerja paksa di sebuah parit dekat benteng Aleppo. Kerja paksa itu, begitu melelahkan sehingga sang Abu nawas sering kali berkeluh kesah.

Suatu hari, seorang pedagang yang mengenalnya lewat di jalan tempatnya bekerja, dan kemudian menebus sang Abu nawas dengan tiga puluh uang keping perak. Abu nawas dibawa pulang oleh sang pedagang, dan diperlakukan dengan baik sekali. Sang pedagang, juga memberikan anak perempuannya kepada sang Abu nawas untuk diperistri.

baca selengkapnya..

Dunia ibarat rumput

1 Komentar


Bismillahirahmanirahim

Dunia ya siapa yang tidak tahu akan dunia, manusia hidup didunia, pagi..siang..malam berada didunia dan mana mungkin bisa keluar dari dunia jika hanya dunia di bumi  ini satu – satunya tempat tinggalnya di dunia, mau kemana lagi hayo..

ingin kebulan pakai roket dengan biaya berjuta-juta dolar, mau ke planet mars yang terus diteliti ilmuan-ilmuan yang tak jelas bagaimana kondisi pastinya saat ini, to mau pergi kemana lagi ada yang bisa kasih pendapat?

Begitu murahnya Allah memberikan dunia ini secara Cuma – Cuma kepada manusia namun anehnya karena ada kata Cuma-Cuma itulah manusia tidak ada yang mau merawat pemberian Allah, coba bayangkan jika kawan ini membeli sebuah barang yang harganya mahal setiap hari pasti dirawat dilap, dicuci ditaruh ditempat bersih pokoknya dirawat dengan baik sekali bahkan karena mahalnya bisa jadi dibuatin peti khusus dengan kunci ganda agar tidak diambil orang lain dan sebagainya…ya ato tidak….andai Allah minta dunia ini harus dibeli lantas dengan apa manusia dapat membayarnya..its imposible do it.

Allah hanya menginginkan manusia mensyukuri nikmat yang begitu besar diberikannya, namun apa  kondisi saat ini manusia cenderung mengeluh karena sedikit kekurangan dirinya tidak menyadari nikmat terbesar yang ada pada dirinya..

Berikut sebuah kisah nyata semoga kita dapat mengambil hikmahnya;

Kisah ini terjadi didaerah tangerang, sebut saja namanya Paijo. Dia seorang pegawai disebuah kelurahan diwilayah tangerang, kecewa betul dia dg keadaanya 12 tahun dia mengabdi hingga kini belum mendapatkan status yang jelas, pegawai honorer tidak, apalagi pegawai tetap. Bahkan kabar untuk mendapatkan SK pun tidak. Kali ini kekecewaan paijo berubah menjadi keputusasaan.

baca kisah selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: