Bismillahirahmanirahim

Dunia ya siapa yang tidak tahu akan dunia, manusia hidup didunia, pagi..siang..malam berada didunia dan mana mungkin bisa keluar dari dunia jika hanya dunia di bumi  ini satu – satunya tempat tinggalnya di dunia, mau kemana lagi hayo..

ingin kebulan pakai roket dengan biaya berjuta-juta dolar, mau ke planet mars yang terus diteliti ilmuan-ilmuan yang tak jelas bagaimana kondisi pastinya saat ini, to mau pergi kemana lagi ada yang bisa kasih pendapat?

Begitu murahnya Allah memberikan dunia ini secara Cuma – Cuma kepada manusia namun anehnya karena ada kata Cuma-Cuma itulah manusia tidak ada yang mau merawat pemberian Allah, coba bayangkan jika kawan ini membeli sebuah barang yang harganya mahal setiap hari pasti dirawat dilap, dicuci ditaruh ditempat bersih pokoknya dirawat dengan baik sekali bahkan karena mahalnya bisa jadi dibuatin peti khusus dengan kunci ganda agar tidak diambil orang lain dan sebagainya…ya ato tidak….andai Allah minta dunia ini harus dibeli lantas dengan apa manusia dapat membayarnya..its imposible do it.

Allah hanya menginginkan manusia mensyukuri nikmat yang begitu besar diberikannya, namun apa  kondisi saat ini manusia cenderung mengeluh karena sedikit kekurangan dirinya tidak menyadari nikmat terbesar yang ada pada dirinya..

Berikut sebuah kisah nyata semoga kita dapat mengambil hikmahnya;

Kisah ini terjadi didaerah tangerang, sebut saja namanya Paijo. Dia seorang pegawai disebuah kelurahan diwilayah tangerang, kecewa betul dia dg keadaanya 12 tahun dia mengabdi hingga kini belum mendapatkan status yang jelas, pegawai honorer tidak, apalagi pegawai tetap. Bahkan kabar untuk mendapatkan SK pun tidak. Kali ini kekecewaan paijo berubah menjadi keputusasaan.

Entah setan apa yang telah merasuki dirinya dan pikiranya, siang itu ia menerima tawaran bang joni, mafia tanah kampong seberang. Bang joni menawarkan kepadanya untuk membereskan 1 buah sertifikat palsu. Untuk keperluan bisnis katanya, ia ditawari iming-iming uang Rp. 20 juta kalau pekerjaanya beres?…jika kamu yang ditawari uang segitu bagaimana reaksimu kawan?..sebagai uang muka, amplop berisi uang 1 juta diberikan kepadanya sebagai tanda jadi. Dalam keputusasaan ini ia terima tawaran bang joni tanpa banyak pikir panjang. Paijo lupa meski ia pegawai lepas dan tanpa status tapi pak lurah termasuk lurah sebelumnya sudah cukup perhatian sama dia. Ia juga lupa walaupun penghasilanya pas pasan dan tak menentu, tapi mertuanya cukup berada, istrinya cantik, anakl sehat, dan ia dibuatkan sebuah warung kelontong sebagai tambahan penghasilan dari mertuanya. Hanya sekedar sebab status kepegawainya yang tidak jelas ia melupakan nikmat Allah yang lain.

Seharusnya, kalau bentuk kekecewaan itu ia luapkan dengan terus menerus menambah kualitas sumber daya manusia dan kemampuan yang dimilikinya, maka bisa dipastikan ia kan mengalami peningkatan kualitas hidup. Tapi paijo terlanjur terfokus dengan kekuranganya ini ia tidak mau dantidak mampu melihat kelebihan yang sudah dianugerahi Allah kepadanya.

Singkat cerita, persengkokolan dengan bang joni ternyata berujung pahit. Bang joni kebaetuklan ditangkap, terseret juga paijo ia ikut ditangkap, alih – alih dapt obyekan kelas kakap, kini ia malah mendekam ditahanan mapolres tangerang dengan penjahat kelas kakap. Para penyidik tidak mau tahu, bahwa ia Cuma kebagian tugas kecil dan itupun baru ia terima, tanpa pernah ia tahu siapa bang joni sesungguhnya, bahkan uang yang ia makan baru 1 juta, mereka tahunya paijo terlibat hokum pidana dan perdata dengan bang joni titik..perkembangan kasusnya tergantung hasil penyelidikan lebih lanjut, tapi yang jelas paiji sudah menggantung di kaki langit..duch nasib….

Kawanku yang dimulyakan Allah.

Jangan sampai permasalahan kehidupan membuat kita mempertanyakan keadilan tuhan, apalagi membuat kita buta tidak sanggup melihat keindahan disisi kehidupan kita yang lain. Biasa emang orang kalau sudah tersudut barulah menghargai nikmat Allah yang sebelumnya tidak terlihat. Orang kalau lagi jatuh barulah bisa melihat bahwa sebelumnya Allah begitu baik kepadanya. Kini paijo tahu bahwa selama ini ia hanya mengeluh tanpa ada perbaikan yang berarti dari dalam dirinya, ia juga sadar bahwa selama ini ia menjadi manusia yang tak tahu diuntung, tak pandai bersyukur dan berterima kasih atas anugerah allah berupa mertua yang perhatian, istri yang cantik, anak yang sehat dan warung yang menghasilkan. Sebab kini ia tahu bahwa tidak selamanya uang mendatangkan ketenangan dan kesenangan…tidak selamya kawan..tidak selamanya..maka jangan pernah memuja dunia dengan berlebihan, teringat nasihat dari guruku KH. KHUSRIN ABDUL WACHID, sangat wanti-wanti kepada kami saat kita sowan kerumah beliau, beliau berkata “dunia iki mung ibarat suket, yen nandur pari mesti kiwo tengene tukul suket tapi yen nandur suket mesti ora bakal iso metu pari”

“Dunia ini ibarat rumput dan akherat diibaratkan padi, jika menanam padi pasti kanan kirinya akan tumbuh rumput tapi jika menanam rumput tidak akan tumbuh padi”

Ya filosofi yang mendalam dari seorang romo kiayi..dunia ini hanya kecil hanya rumput yang tak berarti setiap kali menyiangi padi pasti entar tidak lama lagi tumbuh lagi rumput disekitarnya. Tahu to gak maksudnya kawan..gini sederhananya jika engkau terus berupaya yang terbaik untuk kepentingan akheratmu pasti dunia ini dengan sendiri kan ikut kepadamu tapi jika engkau terus mengejar dunia-dunia-dan dunia akherat kan semakin jauh darimu, hampa hatimu..gelisah pikiranmua..dan hidupmu tak akan pernah merasa bahagia

Kawan, Kesenangan dan ketenangan harganya relative murah, ia bisa dibeli dengan sikap mau bersyukur  apalagi dengan dunia, dunia itu hanya sementara “terkadang menjadi orang kekurangan itu sangat indah, terkadang bukan setiap waktu” kata Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.eng dosenku..

yach kawan, mari bersama-sama kita menuju kearah Allah dan camkan dalam hatimu” jika Allah ridha terhadapmu maka bumi langit dan segala isinya akan disediakan untukmu”

pasti itu…

bagaimana kawan maukah kamu segera menuju Allah?

ya Allah, Zat yang menciptakan kami, selama ini engkau melihat kami hanya menjadi manusia pengeluh yang lupa akan keindahan nikmatmu, wahai zat yang telah menciptakan kami, selama ini pula mata hati kami tertutup dari melihat kasih dan sayangmu, hanya lantaran kehidupan kami yang selalu dirasa kurang, hidupkanlah kami dengan hati yang merasa cukup dengan pemberianmu, dan hidupkanlah kami dengan hati yang merasa lapang menerima ujian bahkan azab sekalipun.

Ya Rabb, yang begitu bijaksana, kami yakin tidak ada rencanamu yang berakhir dengan keburukan, tidak ada juga kehendakmu yang bersifat membinasakan. Perbuatan dan langkah sesat kamilah yang memaksa Engkau mewujudkan kehidupan yang buruk bagi kami, dan boleh jadi dosa kami membuat engkau menjadi terhalang untuk mengulurkan kasih dan sayangmu, yang maha sempurna, Duh Gusti Allah, kami memohon kebaikan dan AmpunanMu..

Semoga bermanfaat

Iklan