Iklan
Beranda

abu nawas; mimpi terindah

Tinggalkan komentar


abu nawas mengenakan jubah sufinya dan memutuskan untuk melakukan sebuah pengembaraan suci. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang yogi dan seorang pendeta.

Mereka bertiga sepakat membentuk tim. Ketika sampai di sebuah perkampungan, kedua teman seperjalanan meminta abu nawas untuk mencari dana, sementara mereka berdua berdakwah.abu nawas berhasil mengumpulkan uang yang kemudian dibelanjakannya untuk halwa.

abu nawas menyarankan agar makanan itu segera dibagi, tapi yang lain merasa belum terlalu lapar sehingga diputuskan untuk membaginya pada malam harinya saja.

baca kisah selengkapnya..

Iklan

Kenapa kau agungkan facebook dan Twiter ?

16 Komentar


bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, Mengapa manusia tidak belajar dari pengalaman pahit orang lain, bahwa ketika ia mengeluh kepada sesamanya, kehinaan yang kemudian ia dapat kelak.

Siapa manusia yang tidak punya sahabat? Siapa manusia yang tidak punya kawan? Hamper rata-rata punya. Kesedihan dan kesepianlah yang ada bila seseorang hidup sendirian tanpa da yang menemani. Tapi bila sahabat yang kita jadikan sahabat, kawan yang kita jadikan kawan, kemudian kelak ada perselisihan sedikit saja dengan kita, maka rahasia barat dan timur segera terbuka. Itu hanya akan terjadi bila kita sering mengadukan maslah kita kepada dia, dan sering mengeluh kesahklan kesusuahan kepadanaya, sebab hal ini ternyata menjadi boomerang buat kita sendiri.

Memang salah satu sifat manusia adalah gatel. Bukan gatel pengen digaruk, tapi gatel untuk berkeluh kesah. Kerjaannya banyak mengeluh, tidak laki-laki tidak perempuan. Dua-duanya senang mengadukan kesulitan hidupnya pada orang lain, andai kita tahu bahayanya tentu kita akan sedikit mengerem kegatelan ini, apalagi mestinya kita tahu bahwa seberapapun hebatnya kita mengeluh, yang menakdirkan bisa menolong hanyalah kehendak Allah, bukan sahabat, bukan saudara kita..

baca selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: