bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, Mengapa manusia tidak belajar dari pengalaman pahit orang lain, bahwa ketika ia mengeluh kepada sesamanya, kehinaan yang kemudian ia dapat kelak.

Siapa manusia yang tidak punya sahabat? Siapa manusia yang tidak punya kawan? Hamper rata-rata punya. Kesedihan dan kesepianlah yang ada bila seseorang hidup sendirian tanpa da yang menemani. Tapi bila sahabat yang kita jadikan sahabat, kawan yang kita jadikan kawan, kemudian kelak ada perselisihan sedikit saja dengan kita, maka rahasia barat dan timur segera terbuka. Itu hanya akan terjadi bila kita sering mengadukan maslah kita kepada dia, dan sering mengeluh kesahklan kesusuahan kepadanaya, sebab hal ini ternyata menjadi boomerang buat kita sendiri.

Memang salah satu sifat manusia adalah gatel. Bukan gatel pengen digaruk, tapi gatel untuk berkeluh kesah. Kerjaannya banyak mengeluh, tidak laki-laki tidak perempuan. Dua-duanya senang mengadukan kesulitan hidupnya pada orang lain, andai kita tahu bahayanya tentu kita akan sedikit mengerem kegatelan ini, apalagi mestinya kita tahu bahwa seberapapun hebatnya kita mengeluh, yang menakdirkan bisa menolong hanyalah kehendak Allah, bukan sahabat, bukan saudara kita..

Lah bagaimana dengan facebook dan twiter….dan jejaring lainya…??

Setiap hari manusia mengunjunginya, setiap hari manusia berlama-lama dengannya…pagi terus siang hingga larut malam…sibuk dengan situs jejaring social itu…seakan akan hal yang tidak bisa dipisahkan…entah itu bahagia…entah itu menderita pengenya semua orang tahu apa yang kita rasakan…pengennya semua orang merasakan pa yang kita rasakan..pengenya semua orang menjadi perhatian kepada kita…dan pengenya…dan pengenya lagi…

Kawan…tahukah kamu itu sakit?

Kenapa bisa sakit?…..karena kamu tu seperti mendewakan jejaring social itu…ya aku tahu alasan utamamu untuk menambah teman, aku tahu alasanmu untuk bersilahturahmi dengan teman lama…aku tahu alasanmu agar tidak terkesan ndeso dan sebagainya…aku tahu itu…dan berbagai macam alasan yang akan kamu utarakan kepadaku…

Aku tahu itu semua, karena aku dulu adalah pengguna jejaring social itu….di awal awal aku merasa sangat bahagia dengan punya banyak teman, aku punya teman yang luar daerah…aku punya teman yang cantik –cantik, aku diperhatikan banyak orang, aku menjadi terkenal…aku menjadi bahan pembicaraan…dan setiap statusku pasti dicoment orang…wah seperti di istemawakan kan aku..entah itu pagi…entah itu siang hari….entah itu tengah malam,…entah itu di sekolah,,,entah itu lagi makan…entah itu nonton tv…pengennya buka facebook update status, coment status teman…add teman teman baru…berselancar kemana mana dan sebagaimana..aku tahu saat ini kamu merasa bahagia dengan adanya facebook kamu itu..

Kawan tidakkah kau menyadari ada sesuatu yang hilang dari dirimu setelah kenal jejaring social itu,,,tahukah apa itu?

Mungkin kamu tidak pernah menyadarinya atau kamu telah menyadarinya namun membiarkan berlalu karena sekitarmu semua berbeda denganmu..

Perhatikan kawan….banyak mana sisi manfaat dari pada sisi sia-sia

Aku prihatin baca disebuah media massa bahwa pengguna facebook kedua terbesar di dunia adalah Indonesia yang pertama adalah amerika, ya Allah ada apa dengan negeriku..

Kawan pernahkah kau mengamati…lebih banyak mana yang menulis mengeluh daripada yang gembira, pernahkah kamu mengamati apa yang mereka tulis…pernahkah kau membayangkan dampak yang akan terjadi…??

Tidak kan..??

Belum lagi curhatan-curhatan yang sengaja di posting dalam beranda. Every minute my facebook has update, secara tidak sadar seperti itu. Mulai dari bangun pagi, posting status,  gosok gigi dijadikan status, mandi dijadikan status, sarapan dijadikan status, baca buku juga dibikin status. Siang menjelang lunch, bikin status. Sore mau muroja’ah, tulis status. Malam sebelum tidur, tulis status. Bahkan mimpi digigit drakula pun juga dijadikan status. Astaghfirullah, seakan hilang malu dalam diri, sehingga semua aktivitas pun merasa wajib untuk diumumkan pada khalayak ramai.

Mengapa tidak disibukkan diri kita dengan menuntut ilmu, padahal kedudukan orang berilmu itu berbeda dengan orang yang enggan menuntut ilmu. Simaklah firman Allah yang tercantum dalam surat Al Mujadilah ayat 11, ‘’Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi pengetahuan beberapa derajat.” Sangat jelas, ketika diri kita disibukkan oleh dunia maya, aktivitas mencari ilmu akan terbengkalai.

Mengapa tidak disibukkan diri kita untuk memikirkan dan melakukan sesuatu yang menimpa umat? Saat ini, islam diserang dari berbagai lini, para pemuda dan pemudi sibuk berdebat dan memvonis, serta memikirkan harta. Adakah diantara kalian yang memahami permasalahan pelik yang dihadapi para pendakwah? Kita ketahui, setiap hari, kristenisasi merajalela, masyarakat miskin dalam incaran salibis, akidah kebanyakan saudara kita bagai air di daun talas, rapuh dan mudah jatuh.

Sudah seharusnya engkau membantu mereka, bukan justru sibuk mencela para orang-orang yang punya jasa mengantisipasi pemurtadan, bukan pula engkau harus sibuk mencela hasil karya dan jerih payah mereka  sebagai usaha yang tidak syar’i. Ketika every minute status fesbukmu penuh dengan postingan cekikikan dengan lawan jenis, penuh dengan candaan tiada berguna, penuh dengan komentar-komentar basi, malulah engkau jika tidak bergerak dan enggan mencegah kemungkaran yang terjadi disekelilingmu, malulah ketika saudara-saudaramu dalam kesulitan, sedangkan engkau membisu, asyik dengan postingan fesbuk. (voa-islam)

Lantas apa salahnya saya facebookan dan twiteran, toh saya merasa bahagia??????

Ya saat ini tidak terjadi apa apa. Saat ini semuanya masih dalam jalurnya…saat ini engkau dalam keadaan hebat dan sebagainya..

Tahukah kamu dampak terhadap hatimu,,,

Aku tidak akan menjelaskan dampak negative dari situs jejaring social ini

Karena kamu bisa search ja di google” dampak negative facebook” langsung muncul diurutan pertama di klik saja dan pasti disana kan dipaparkan berbagai dampak negative yang banyak bagi bagi kalangan pelajar maupun umum.

Kawanku, pernah kamu ditimpa suatu masalah besar yang akhirnya kamu menjadi sadar banyak kesalahan yang kamu perbuat selama ini.??

Begitu banyaknya waktumu yang kamu perbuat dengan berlama-lama di jejaring social tersebut adakah yang hilang dalam hidupmu….dengan tegas saya jawab “ADA”, kawan tidakkah kau merasakan selama berkeluh kesah dijejaring social tersebut pa yang kamu dapati..???

Pa hatimu lantas puas setelah kau curahkan isi hatimu disana dan kau dapati banyak sekali orang yang simpati kepadamu bahkan comentarnya banyak sekali…pa kamu lantas bahagia…tidak kawan sungguh tidak, kamu tidak akan pernah merasa bahagia,,,karena orang yang paling bahagia adalah orang yang sedikit menceritakan masalahnya kepada orang lain…sedangkan kamu, tergores sedkit saja inginnya semua orang tahu apa yang kau rasakan…

Kawanku adakah yang hilang dalam dirimu…sudahkah kau mengetahuinya…

Setiap pagi…hingga siang…bahkan sampai larut malam kau mengunjunginya pernahkah kamu berfikir dan merenung sejenak seandainya Allah tiba-tiba mencabut nyawamu sedang kamu sedang menyia-nyiakan waktu luangmu lantas apa yang akan kamu bawa untuk menghadap bertemu denganya.. kawan tidakkah akan sangat bahagia andai kamu saat itu tengah mempelajari alquran dan berusaha mengkajinya…tidakkah kau kan sangat bahagia saat itu tengah sujud kehadiratnya…memohon ampunan…apa selama engkau berjejaring social bertambahlah mengaji alquranmu ?? pa setelah berjejaring social semangatlah sholat malammu? Pa setelah berjejaring social kau dapatkan ketenangan? apakah kau dapati itu semua kawan? Bisakah kau menjawabnya  untukku..??

Tidak kawan…tidak…aku tidak yakin kamu akan bertambah semangat membaca quran, aku tidak percaya kamu semakin rajin sholat malam,,,aku tidak yakin kamu selalu ingat kepada allah seraya mengagungkan namanya dengan dzikir dan istigfar, aku tidak yakin semua itu kamu lakukan…yang aku yakini kamu pengen lihat status teman2mu, kamu pengen liat yang memberi komntar atas statusmu…kamu ingin nambah teman baru dan sebagenya…ya to tidak?

Lah kok tahu…karena aku juga mengalami  sperti itu kawan..

Aku sedih, saat quranku semakin jarang aku baca…aku sedih saat sholat malamku semakin tertinggal ya semua itu Karena aku sibuk dengan status jejaring socialku…setiap kali… lihat fb ..

Ya Allah ampuni aku telah menyia-nyiakan waktu

Lantas berarti kamu melarang saya untuk main facebook maupun twiter dsb..?

Tidak kawan, saya tidak pernah melarang kamu untuk main facebook tapi kalau bisa kurangi kurangi dan kurangi, masih banyak hal yang bermanfaat untuk mengisi waktu luangmu, masih banyak buku – buku karya ulama ulama hebat menantimu. Yang bisa kamu baca, pernahkah membaca kitab riyadus shalihin yang isinya sangat hebat, sudahkah kau kuatkan imanmu dengan membaca kitab ihya’ ulumudin karangan imam alghazali yang menawan..tidakkah kau rindukan itu kitab-kitab itu? Tidak inginkah kamu mempelajari alquran, mencoba menghafalnya, mencoba mengkajinya…tidakkah kau inginkan itu, padahal yang saya yakini orang yang tidak pernah membaca quran ibarat malam tanpa cahaya hatinya akan merasa hampa…kawan tidakkah kau rindukan sholat malam bermunajat kepada Allah, mencoba update statusmu pada Allah..kenapa kau limpahkan semua masalahmu pada facebook yang sebenarnya tidak akan berarti apa –apa jika Allah tidak menghendakinya..tidakkah kau rindukan berlama-lama menyebut asma Allah kerana membersihkan hatimu, ataukah kamu merasa bahagia bisa menambah teman yang cantik cantik yang terkadang kebanyakan menunjunkan auratnya didepan umum. Kawan tidakkah sadari selama ini bahwa kau telah berzina..kau zinakan matamu…kau zinakan akalmu dan terlebih kau zinakan hatimu, tidakkah kau menyadari itu…apa setelah kau ceritakan semua masalahmu disana kamu akan mendapatkan solusi yang tepat, padahal sejatinya manusia itu lemah, manusia tanpa punya daya apa –apa, setiap manusia punya masalah dan tidak semua orang bisa mengatasi masalahnya sendiri. Lah kenapa kau ceritakan pada mereka padahal Allah yang maha segalanya. Allah yang maha kuasa menyuruhmu untuk memohon kepadanya…

Kawanku yang baik..

pernah disuatu kelas, guru bertanya pada murid-murid, lah anak-anak sudahkah kau baca buku modul halaman sekian…serentak semuanya diam…tandanya belum baca. ada yang bilang, “wah sibuk pak”, “males pak ” dan berbage macam alasan lagi diutarakan, dan guru dengan mantap berkata” walaupun sesibuk apapun, tapi masih sempat update status kan? sontak kelas menjadi hening…

Memperbaiki hubungan dengan manusia sungguh baik. Namun alangkah baiknya perbaiki hubungan kamu dengan Allah Azza Wajjalla. Hubbub minaAllah baru kemudian Hubbu minanas..hubbu minaALlah kawan….

Menjaga silahtturahmu itu sangat dianjurkan oleh rosulullah saw, namun rosul menganjurkanya untuk mengunjunginya secara face to face secara bertatap muka, bukan face to  facebook…lihat betapa perbedaanya sangat jauh. Jika saudaramu datang berkunjung kerumahmu betapa bahagianya kamu, lah jika saudaramu hanya memberi komentar di statusmu lalu apa yang kamu rasakan?

Kawan,,islam sungguh mulia ajaranya sangat lengkap..alquran tak ada bandinganya isinya dari sejak lahir hingga mati termuat didalamya..adakah kitab lain yang bisa menyaingi kehebatan alquran..lah kenapa kamu tidak berusaha mengkajinya…?? Malah kau sia siakan waktumu..dengan yang kamu lakukan…bukankah alquran pedoman hidup hingga matimu…kenapa kau menjauh dari quran?

ya Allah..aku sedih melihat kenyataan zaman sekarang..pemuda pemudi semakin mengikuti era modernisasi sehingga nilai nilai islami yang mulia diajarkan para nabi disampingkan dan diacuhkan bahkan ada yang tidak tahu sama sekali…

ya Allah…jangan kau turunkan azabmu karena semua perbuatan kami…

Mari kawan bersama sama denganku,, kita mempelajari alquran seraya mengkajinya…membacanya dan berusaha mengamalkanya..mari kita tunaikan sunnah sunnah nabi yang telah diajarkan dalam hadist-hadistnya..mari kita mempelajari kitab kitab para ulama’ untuk mempertebal iman kita…mari kita perbaiki aklak dan perilaku kita..

Era modern hanya ada 2 yang harus kamu jaga. Iman dan akhlak, jika keduanya bisa kamu jaga insyaAllah dunia dan akherat menjadi milikmu, namun jika kau sampingkan maka rusaklah kamu.

Rosulullah saw. Menganjurkan kita selalu ridha atas pa yang terjadi dalam kehidupan kita, supaya mutiara kesulitan bisa kita dapatkan seiring dengan kesabaran kita menerimanya sebagai ketetapan Allah. Tapi yang terjadi, kita kehilangan sesuatu, lalu kita mengeluhkannya..maka kita akan menjadi rugi 2 kali, yang pertama rugi sebab kehilangan barang yang boleh jadi kita cintai..yang kedua. Rugi sebab kita tidak dapat penggantinya sebab kita tidak ridho..

”seseungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabika ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang –orang yang mengerjakan sholat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya” (Al ma’arij:19-23)

Kawan ketahuilah kita punya Allah yang maha mendengar dan maha menjaga segala rahasia. Mulai sekarang jadikanlah Allah sebagai satu-satunya mitra berkeluh kesah dan sekaligus memohon pertolonganya. ingat jangan nomer duakan dengan yang lain…

Jangan kau duakan Allah…tidakkah kau butuh dirinya? Tidakkah kau butuh kebesaranya? Tidakkah kau butuh kuasanya? Tidakkah kau butuh keajaibanya? Merasa kayakah kita? Merasa hebatkah kita? Merasa amankah kita? Merasa pintarkah kita? Sehingga tidak membutuhkanya? Tidak ada satupun manusia yang tidak butuh pertolongannya, terutama ketika kesusahan dan penderitaan menjadi hal yang tak bisa dihindari…

Lantas mengapa engkau tidak berusaha mendekat kepadanya????

Cukuplah Allah yang menjdi penolong kami dan Allah memang adalah sebaik-baik pelindung, maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa apa, mereka mengikuti keredaaan Allah, dan Allah maha mempunyai karunia yang besar (Ali Imram; 173- 174)

Sahatku,  Tahukah anda apa makna Wall (Dinding) ?

Ia bermakna Dinding. Lalu kenapa dengan dinding? Siapakah yang membuat fb? Mark Zuckerberg seorang berbangsa Yahudi. Apa kaitannya Wall & Yahudi? Kaitan keduanya sangat erat.

Dinding Ratapan…. Di dinding itu mereka menangisi dosa-dosa mereka, meluahkan harapan, ratapan dan segalanya. Itulah tujuan mereka membuat fb.

Dan tanpa kita sadari, kita lebih banyak mengadu masalah di fb dari pada mengadu kepada ALLOH Subhana Wa Ta’ala, lebih mengutamakan update status daripada sholat dan dzikir kepada ALLOH Subhana Wa Ta’ala.

Hati-hatilah sahabat, bisa-bisa kita nanti menjadi ”Tassyabuh” atau menyerupai kaum lain (Yahudi). Nabi melarang dalam sabdanya:” Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dalam golongannya.” (HR Abu Dawud, Ahmad)

Oleh karena itu, jangan jadikan Wall fb sebagai tempat menumpahkan segala macam perasaan seperti mereka. Tapi setidaknya jadikanlah ia sebagai tempat membagi ilmu dan nasehat kebaikan kepada umat Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi Wa sallam

 

renungan buat kita semua terutama muslimah,….

Suatu peringatan sebenarnya bagi kita semua
Mari kita renungkan bersama
Pikirkan bersama.. Jika suatu hari nanti kita mati,
Akun facebook ini hanya kita yang tau passwordnya..
Hanya kita yang bisa acces..

Dan..

Selepas kita meninggal
Apa yang terjadi pada akun fb kita..??
Mungkin ada yang akan ucapkan takziah
Mungkin ada yang selalu menjenguk bagi obat rindu
Tetapi..
Sadarkah kita….??
Gambar-gambar kita..khususnya kawan-kawan muslimah….
Akan terus membuat kita tersiksa di Alam kubur..
Gambar2 yang tidak ditutupi auratnya dengan sempurna
Bagaimana nanti…..??
Para lelaki terus menerus melihat.
Dan kadang ada gambar kita yang di tag-kan ke teman2 kita
Walaupun sudah bertahun-tahun kita mati, gambar itu terus ada
SAHAM DOSA TERUS MENINGKAT…

Bagaimana…??
Pernah berpikir tidak..??
Lengging dan jeans ketat, bisakah menyelamatkan kita…??
Baju yang tidak membalut aurat itu, bagaimana…??

mungkin kini kita masih merasa tak sabar ingin berbagi cerita
Dengan gambar-gambar yang cantik
Tempat-tempat yang sudah kita lewati di muka bumi-NYA.

Tapi di akhirat nanti
Semua itu tidak akan membawa arti
Semua hanya tinggal kenangan bagi yang masih hidup..
Di alam kubu, semua itu tidak sedikitpun dapat menyelamatkan kita

Mari kita bersama-sama renungkan
Saham dosa yang terus meningkat walau setelah ketiadaan kita di muka bumi
Sampai kita di akhirat.

Tutupilah auratmu sebelum auratmu ditutupkan
Peliharalah dirimu sebelum dirimu di kafankan
Jagalah harga diri sebagai seorang muslim sejati..
Mati itu pasti..
Persiapkan diri untuk mati itu perlu.. ^^

 mari kita berdoa seraya memohon ampunan…

Ya rabb…yang maha memiliki kemahaan, mestinya kami berfikr akan kemampuan dan kuasamu, bukan kapada ketidak mampuan kami dalam mensgatasi problematika hidup dan kehidupan.

Ya rabb… Hanya karena kami kurang mengenalmu, lantas kami berjalan dalam kesendirian, sendiri dalam menjalani hidup dan kehidupan, sendiri dalam mengatasi kesulitan hidup dan kehidupan, ampuni kami ya rabb..

Ya rabb..andai kami mengenalmu dengan baik, sebaik pemahaman hari ini dan sebaik yang engkau pahamkan kepada kami, tentu kami tidak akan berpaling dari dirimu dan senantiasa minta ditemani. Engkau terlalu berharga untuk kami abaikan engkau terlalu berharga untuk kami lupakan. Dan kami menjadi terlalu bodoh bila tidak mendekat denganmu, engkau bisa hilangkan penderitaan kami dengan sekejap. Engkau bisa hapuskan kesalahan kesalahan kami dengan sekejap, engkau bisa sembuhkan penyakit –penyakit kami semudah kau mau, itu karena engkau demikian kuasa, kuasanmu tidak pernah berbatas..dan bertepi..

Bodohnya kami yang sering melalaikan waktu..seharusnya kami habiskan untuk lebih mengenalmu ya Allah..ampuni kesalahan kami

Ya Allah, ada yang maha mendengar yaitu engkau, tapi kami mencari yang tuli yaitu manusia,. Ada yang maha membantu yaitu engkau tapi kami mencari yang buta yaitu manusia, ada yang maha melihat yaitu engkau tapi kami mencari yang diam yaitu manusia, ada yang maha berkuasa yaitu engkau tapi kami mencari yang lemah dan tidak berbuat apa-apa yaitu manusia..

Maafkan kami ya rabb..maafkan kami ya Allah..

Tuntunlah kami selalu untuk menggapai syurgamu..

 ya Allah, igfirlanaa…ya Allah wagfuannaa…ya Allah igfirlanaa..ya Allah wagfuanna…

alaa mamadzo..alaa mamadzo…mindunu binaa..

maulana ya maulana ya sami’ dua’na…maulana ya maulana..ya sami’ dua’ana..

alaa mamadzo…alaa mamadzo..mindunu binaa…

Semoga bermanfaat.

 

Semoga Allah swt ridho dengan renungan ini..
Amiiiin…

 

Iklan