bismillahirahmanirahim

kawanku semua yang dirahmati Allah, seperti dalam tulisan yang pernah saya tulis, “seberapakah hebatkah kamu”, “siapa sih temanmu”, “berapa ukuran cukup itu”,”kenapa kau agungkan facebook”, “mengapa manisnya iman tidak terasa”, jika engkau membaca semuanya maka engkau kan dapat keterkaitan antar tulisan satu dengan tulisana lainya, coba semuanya baca dan teliti …. seberapakah hebatkah kamu kawan, ya kamu sekarang masih merasa hebat dengan segala macam yang kau miliki dan karena “siapa sih temanmu” kamu punya banyak teman yang banyak, entah itu kaya entah itu cerdas entah itu entah itu raja maupun rakyat biasa, namun seberapa hebatkah kamu, kamu pun tak memiliki batasan atas apa yang kamu miliki, kamu merasa kurang, kurang, kurang terus bahkan dengan gaji yang berpuluh puluh juta tetap saja kurang karena “berapa ukuran cukup itu” kamu tak akan pernah meras cukup, jika engkau tidak bisa mensyukuri apa yang kamu punya, rumahmu, gajimu, kendaraanmu jika…

jika engkau tidak pernah merasa cukup atas apa yang kamu miliki,terus ada yang bilang kan saya merasa bahagia dengan adanya facebook jejaring social dengan segala bentuknya… tak perlu lah mengadu pada Allah mengadu saja pada situs jejaring social toh entar banyak komentar dari semua teman2ku yg hebat-hebat dan cerdas  ya…ya…ya tak perlu aku bahas lagi, fenomena era modern dengan segala kesibukanya, kompleksitivitas dan kerumitanya, lantas atas semua yang kamu lakukan terserah kemauan kamu “jangan pernah kau tanyakan padaku”mengapa manisnya iman tidak terasa” jelas lah manisnya iman dan semua ibadahmu tidak akan pernah membekas dalam dirimu lah kamu seperti itu, apa yang kamu harus berubah dalam dirimu…. jika kamu membaca semua seri tulisanku kamu pasti tahu, lantas sekarang masihkan kamu merasa sombong, sombong dengan hartamu, sombong dengan kecantikan istrimu, sombong dengan mobil mewahmu, sombong dengan kemegahan rumahmu dan sombong dengan segala yang kamu punya..sombong… sombong… dan sombong….astagfirullah

kawanku, aku hanya bisa bilang ya “terus saja dengan kesombonganmu” tinggal tunggu waktu saja Allah kan menggantikannya dengan kehinaan-kehinanaan dan kesengsaraan, naudzubillah

sebuah kisah nyata dari daratan rusia, semoga engkau tahu dimana letak kekuranganmu… dan ketidakberdayaan kita… semoga

Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah
musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal.Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis.Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya.Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi. Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano
yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little star. Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil.

Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata “Teruslah bermain”, dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya. Sang pianis lalu duduk, di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu,ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut. Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.

Sang anak jadi GR (Gede Rasa), pikirnya “Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!” Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita ?

kawamku, Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil
kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Allah ada di samping kita. Kita adalah anak
kecil tadi, tanpa ada Allah di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia. Tapi bila Allah ada di
samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat
diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita.

Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Allah disamping kita.

nah kawan, masihkah engkau merasa hebat, masihkah teman tenmanmu kau anggap sangat hebat, akankah hartamu bisa menyelamatkanmu, akankah kecerdasanmu bisa terus kau andalkan, selama Allah terus saja kau abaikan, padahal semuanya karena seijin Allah, semuanya karenan Ridho Allah, semuanya karena Allah menyertaimu, masihkah kau kawan ? coba jawab.. aku ingin dengar jawaban-jawaban kamu, aku ingin lihat lihat pendapat-pendapatmu, aku ingin lihat kamu menyanggah semua apa yang aku tulis..

kawanku yang sangat baik , cukuplah…cukup… semua tergantung padamu, aku hanya berusaha mengingatkan kamu, jika kamu berubah ya Alhamdulillah, jika tidak semoga Allah segera membukakan pintu hidayahnya untukmu…

kawan, ingatlah hidup cuma sekali, matipun cuma sekali, dan sebaik2nya orang adalah yang mau berusaha memperbaiki kualitas hidupnya.. maukah engkau melakukannya.. ???

InsyaAllah, tulisan berikutnya “seri motivasi islami” saya ambil intisarinya dari kitab “Salwa Al-Haziin, Qashash Waq”iyyah Mu’aststirah” (Haqiqat Waqi’iyyah mu’atstsirah”) karangan Sulaiman bin Muhammad bin Abdullah Al-Ustsain, seorang ulama dari riyadh saudi arabiyah..

semoga bermanfaat.

Iklan