Kawanku yang baik. Kadang kita gak menginginkan hal yang tak seharusnya terjadi justru malah seringnya terjadi mengenai kita

Aku yakin kamu juga pernah mengalami itu? Coba jawab ya atau tidak?

Namun jika kita berfikir pelajaran atau hiknah yang terjadi disetiap peristiwa mungkin kita akan sangat bersyukur kepada tuhan  yang maha mulia seraya memujinya. Dan kamu akan bilang sungguh ternyata itu “sangat baik buat saya” sungguh itu yang pilihan terbaik dan sebagainya..

Sebuah kisah coba kamu simpulkan sendiri, semoga bermanfaat..

Seorang teman dari Riyadh bercerita kepadaku(sulaiman bin Muhammad bin Abdullah al ustsain, kami punya tetangga, yaitu keluarga yang kami sebut sebagai para pendatang. Ayah – ibu mereka sudah tua; keduanya biasa pergi ke makkah dan tinggal disana satu bulan atau lebih, sesudah itu pulang menemui anak-anak mereka, lalu tinggal selama waktu yang sama, kemudian balik ke makkah, begitu seterusnya. Kedua suami – istri itu sebenarnya sudah berumur 60 tahun, hanya saja keduanya masih gesit melayani diri sendiri dan mengerjakan sendiri apa saja yang diperlukan.

Suatu ketika kedua suami istri tersebut hendak pergi kemakkah. Mula mula dicegah oleh anak mereka. Namun pada sore hari Selasa, 8 syawal 1400 H. kedua suami istri itu dibawa oleh anaknya kebandara, lalu disuruh menunggu diruang tunggu, sesudah itu mereka berpisah. Anak itu pergi ke tempat kerjanya, satu jam menjelang pengumuman perjalanann dikumandangkan. Sambil menunggu, lelaki tua itu berbaring berbantalkan kain ihram, setelah berpesan kepada istrinya: “nanti kalau mereka mengumumkan pesawat akan berangkat, bangunkan aku”. “insyaAllah” jawab istrinya singkat, kemudian wanita tua itu diam. Sambil menunggu, terkadang dia berbincang – bincang dengan para wanita lain disekelilingnya. Tiba-tiba dia mengatakan; “saya mau ke toilet dulu” dia pergi menuju toilet disamping masjid dibandara itu, karena dia tidak bisa menggunakan dengan baik toilet dalam bandara atau toilet yang dibuat model eropa. Tapi agaknya ia terlalu lama berada dalam toilet dan tatkala kembali dari sana, ternyata orang-orang sekelilingnya tadi pergi semua. Maka dia segera membangunkan suaminya. Setengah berteriak dia mengatakan kepadanya”wahai abu Muhammad, orang orang sudah pergi, mereka meninggalkan kita.

Orang tua itu bangun dengan gelagapan, lalu mengambil barang – barangnya, kemudian ke pintu gerbang. Ternyata petugas disana mencegahnya untuk masuk dengan mengatakan. “pesawat telah tinggal landas, Paman. Kemana tadi engkau? Tunggulah trip berikutnya 3 jam lagi.’

Orang tua itu tidak bisa berbuat apa-apa selain memandang istrinya, lalu menumpahkan segala kemarahanya dan kekeselanya kepadanya. Dia kata-katai istrinya itu dengan ketus dan suara keras. Istrinya dibentaknya seraya berkata; “kenapa tadi kita sampai ketinggalan pesawat ? kemana kamu tadi?

Seorang petugas segera datang, lalu berkata; paman, marilah istirahat disinbi saja dulu, insyaAllah segala sesuatunya akan beres.

Tetapi lelaki tua itu bahkan semakin berang, dia marah sekali sementara istrinya berupaya meredakan amarah suaminya, tapi tidak juga berhasil. Lelaki tua itu terus saja mengecam dan mengecam lagi; “kenapa, kenapa dan kenapa,” dan seterusnya.

Ditengah derasnya hujan kecaman yang kian gencar itu, tiba-tiba terjadi suatu yang mengejutkan. Terdengar pengumuman lewat corong dibandara, pesawat yang barusan berangkat tadi mengalami gangguan pada salah satu mesinnya, kemudian gangguan itu semakin parah dan akhirnya pesawat itu terbakar. Pilot pesawat itu (yaitu Muhammad al Khuwaitir) tengah menghubungi pusat pengendali dibandara, meminta agar diizinkan melakukan pendaratan darurat, namun dijawab; “tunggulah sebentar, landasan pacu sedang sibuk” kata pusat control.

Namun setelah pilot menyaksikan api semakin besar, tak  ada yang bisa dilakukan, selain mendarat dilandasan pacu; dan tiba-tiba tampaklah kobaran api dari segala penjuru pesawat. Seketika para hansip dan para petugas kecelakaan memburu masuk ke bandara untuk menyelamatkan para penumpang yang berjumlah lebih dari 300 orang, tapi tidak berhasil. Satu hal telah terjadi menyebabkan insiden yang luar biasa dan tewasnya semua penumpang. Mereka tak bisa keluar dari pesawat, karena terjebak kobaran api dimana-mana. Mereka hangus, bahkan sebagian besar dari mereka tidak bisa dikenali wajahnya, semoga Allah merahmati yang mukmin dari mereka. Sementara itu lelaki tua tadi masih saja mengecam istrinya dengan suara yang keras.

Orang-orangpun segera mendengar peristiwa naas itu. Mereka langsung berhamburan datang dari segala penjuru menuju bandara. Mereka datang berbondong-bondong. Masing – masing ingin tahu dan ingin menyaksikan keselamatan keluarganya. Mereka masing –masing menyangka bahwa pesawat yang ditumpai keluarganyalah yang mendapat musibah,, hingga akhirnya para petugas bandara mengumumkan kejadian itu secara rinci.

Syahdan lelaki tua tadi di peluk oleh anaknya seraya berkata;”ayah, Alhamdulillah, engkau selamat, mana ibu”?

Lelaki tua itu menarik nafas panjang, lalu berkata;  alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami berdua. Demi Allah anakku, sebelumnya aku jengkel dan sedih sekali karena tertinggal oleh pesawat. Aku tak pernah mengecam ibumu atas apapun seperti yang aku lakukan terhadapnya hari ini. Tetapi astagfirullah wa atuubu ilaih, aku bersaksi demi Allah, bahwa apapun yang pasti meleset darimu, maka ia takkan mengenai kamu, dan apapun yang mesti mengenai kamu, maka ia takkan meleset mengenai kamu, dan bahwa segala sesuatu disisi Rabb kita telah ada ketentuanya, karena itu, apapun yang dia kehendaki pasti terjadi; dan apapun yang tidak ia kehendaki maka tidak akan terjadi. Singkatnya lelaki tua itu menyesal atas apa yang telah ia lakukan kepada istrinya tadi dan memohon maaf kepadanya..istrinya dengan lapang dadanya memaafkan kekhilafan suaminya tadi dan mereka bersama-sama mengagungkan asma Allah yang maha mulia..

nah kawanku yang berbahagia… diantara hal –hal yang ajaib yang patut diterangkan disini berkenaan dengan insiden pesawat itu memberikan pelajaran berharga bagi setiap muslim dan keimanan yang mendalam tentang qadha’ dan qadarnya.. namun ada peristiwa yang sangat memilukan yang sempat di ekpose oleh surat kabar madinah (As-su”udiyah) bahwa salah seorang karyawan saudia airlines, bernama sami Husain, dia bekerja sebagai co-pilot. Pada hari itu dia sebenarnya sedang cuti, tetapi saat dia pergi kebandara bersama anaknya untuk mengantarkan surat pribadi. Ternyata salah seorang temannya yang ditunjuk menggantikan tugasnya sebagai co-pilot berhalangan karena sesuatu yang sangat mendadak, sehingga dia tidak bisa melakukan penerbangan. Oleh karenaya, dengan sukarela sami Husain menggantikan melakukan pekerjaanya melakukan penerbangan itu. Lantas dia segera pulang untuk menggenakan pakaian kerja dan mengembalikkan anaknya. Setelah segala sesuatunya telah siap, diapun mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya. Ternyata itu adalah ucapan selamat tinggal yang terakhir baginya..semoga Allah merahmati keluarganya yang masih hidup..

kawanku. Apa yang bisa kita ambil dari tragedy ketinggalan pesawat ini. Tahukah kamu apa itu, sabar kawan, sabar menerima qadha’ dan qadar yang telah Allah gariskan kepada kita..  seringkali kawan kita marah – marah atas  sesuatu kegagalan yang kita telah rencanakan dengan baik. Sering kali kita menyalahkan orang lain karena itu.. dan seringnya juga kita tidak bisa mengambil hikmah dari kejadian yang menimpa kita. Missal kita tidak naik kelas, mungkin itu merupakan suatu kegagalan yang sangat memalukan. Namun jika kita tidak menyikapinya dengan baik maka ya fatal akibatnya.. kita marah kepada guru –guru karena dianggap gagal dalam mengajar, kita marah kepada orang tua kita karena kurang perhatian kapada kita, kita marah kepada diri kita sendiri, “tolol saya” bego saya” dan kata- kata yang tidak bagus lainya yang kita keluarkan.. saking marahnya kaca sekolah kita rusak, kursi – kursi sekolah kita hancurkan. Papan tulis kita bakar dan buku – buku pelajaran kita sobek menjadi beberapa bagian. Apa kejadian ini mungkin terjadi? Jelas mungkin.. dan apa akibatnya.. bisa jadi kamu dilaporkan ke pihak kepolisian karena tuduhan pengrusakan dan akhirnya kamu masuk penjara dan tamatlah sudah hidupmu… sekolah gagal masa depan pun makin curam. Coba kamu bersabar dan mencoba mensyukuri.. Alhamdulillah kali ini saya gagal tapi semester depan saya tidak mau gagal.. saya harus giat belajar.. saya harus banyak membaca buku.. saya harus banyak berdiskusi dengan teman teman, saya harus banyak intropeksi diri. Saya harus banyak bertanya kepada guru – guru tentang hal yang tidak aku mengerti dan sebagainya.. maka bisa dipastikan semester depan nilai kamu akan bagus, hubungan baik dengan teman semakin terjalin, guru –guru bisa saja mengagumimu, karena kehebatanmu, kecerdasanmu, terus hubungan dengan orang tua semakin terbentuk dan banyak lagi..

andai saja semua orang mau sedikit bersabar dan berusaha mengkaji pa yang terjadi disetiap hal yang tidak ingin kita jalani dalam hidup maka bisa dipastikan akan banyak orang sukses dan bahagia.

Lantas bagaimana denganmu kawan.? maukah engkau melakukanya..?

Semoga bermanfaat.

Iklan