Bismilahirahmanirahim

Kawanku yang baik budinya. Indonesia negeri yang kaya raya kekayaan alamnya, namun seribu satu macam musibah yang mendera, tsunami, gempa bumi. Gunung meletus, tanah longsor, banjir,dan lainnya..sehingga banyak orang yang bersedih saat bencana itu mengenainya..

Saya mau Tanya padamu, seandainya engkau ditimpa bencana bagaimana perasaanmu?

Sebuah kisah semoga bisa menjawab pertanyaanku..

Ada seorang kakek bercerita kepadaku(sulaiman bin Muhammad bin Abdullah al ustsain)., katanya padda tahun 1374 H, telah terjadi suatu bencana besar yakni ladang – ladang yang terletak diwilayah barat laut buraidah diserang sekumpulan belalang kecil kecil.

Kata kakek bercerita kepada saya(sulaiman bin Muhammad bin Abdullah al ustsain). selanjutnya;

“setelah kami tahu bakal datangnya bencana tersebut dan bahwa bencana tersebut sedang datang menuju pada lading-ladang kami, maka seluruh warga desa kami berkumpul untuk mengadakan musyawarah, sementara wajah kami Nampak murung dan amat sangat sedih. Diantara kami ada yang mengucapkan istirja’; ada pula yang mengucapkan hauqalah; apa yang masih bisa diharapkan bakal tersisa kalau bencana itu benar-benar datang melanda ladang-ladang kami. Siapapun tak akan membayangkan apakah yang akan bakal menimpa ladangnya yang selama bertahun tahun telah diolah dan disiramsejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari, padahal ladang itu merupakan penghasilan satu-satunya bagi kesejahteraan hidupnya bersama anak istri.

Setelah kami berkumpul, masing-masing orang menyampaikan pendapatnya, meski semuanya dalam keadaan cemas. Ada sebagian yang mengusulkan agar kami bersatu padu mendatangkan beberapa orang pekerja untuk menggali sebuah parit dijalan yang bakan dilalui belalang tersebut dan yang lainya mengusulkan agar kami pasrah saja, karena bagaimanapun kita tidak akan mampu melawan bala tentara Allah. Usul yang kedua inilah yang disepakati oleh mayoritas para peserta musyawarah, akhirnya kai sepakat agar masing- masing membabat tunas-tunas pohon dan benih – benih yang dimilikinyadan menyimpannya digudang masing-masing. Adapun pohon-pohon yang besar dan pohon pohon yang sudah dikawinkan sejak sebelumnya hendaklah ditebang dan diangk batang batangnya; batang kurma biasanya berasa sangat pahit. Selanjutnya pelepah-pelepahnya kami timbun agar tttidaaakkk dimakan belalang. Hanya 3 hari saja sejak kami berkumpul itu, tiba-tiba bencana itupun datanglah kepada kami, belalang-belalang itu datang bagaikan gelombang – gelombang laut, tidak diketahui ujung pangkalnya. Pada saat itu kami tidak bisa bicara sepatah katapun. Semuanya hanya bisa maenyeka air mata, karena sedih melihat betapa dahsyatnya yang dilakukan oleh bala tentara Allah. Ya hanya beberapa saat saja, tiba-tiba seluruh ladang luluh lantak, tidak Nampak lagi selembar daunpun yang hijau, semuanya kering merangas.

Empat belas hari lamanya kami hanya bisa diam saja dirumah masing-masing. Segala kegiatan terhenti sama sekali. Pada wajah kami masing-masing baik yang muda maupun yang tua terbaca segala ksedihan dan kepiluan.

Namun tatkala semua itu berlalu beberapa lama, tiba-tiba dari bekas-bekas yang ditinggalkan oleh bencana itu nampaklah dipermukaan tanah suatu lapisan yang tebal yang sangat subur. Lapisan segera kami cangkul dan kami tanami. Ternyata SubhanaAllah, maha suci Allah yang menggenggam segala macam urusan, darisana tumbuhlah dengan pesat luar biasa yang kami tanam, kemudian mendatangkan buah yang sangat mengagumkann. Kalau dulu kami hanya bisa memanen buah setiap empat atau lima hari sekali, itupun hanya beberapa butir saja, kini kami bisa memanen buah yang banyak setiap hari, sehingga setiap hari kami dapat mengangkutnya kepasar. Adapun dri pohon kurma, jangan anda Tanya, oh , betapa suburnya, kami mendapat penghasilan dari kebun kurma pad tahun itu 3 kali lipat dari yang biasa kami peroleh tiap tahunya. Dan itu semua bisa diperoleh dengan mudah dan gampang. subhanaAllah..

Nah kawanku yang baik hatinya, pa yang bisa kita petik dari kisah diatas..

Sebuah bencana yang melanda jika kita tahu makna yang terkandung yang Allah turunkan untuk kita pasti kita semua menjadi pribadi yang pandai bersyukur..

Sperti tsunami diaceh..jika engkau hanya melihat bencananya saja.. ratusan ribu orang yang meninggal, rumah-rumah berantakan rata dengan tanah, ribuan orang kehilangan keluarganya.. ribuan anak kehilangan ibu bapaknya..hilangnya kekayaaan dan semuanya, jika hanya itu yang masih teringat dalam benakmu maka ya seperti menangis 2 x.. yang pertama menangis karena engkau kehilangan semua yang engkau cinta dan miliki. Yang kedua menangis karena hatimu begitu gelapnya engkau tidak bisa membaca hal yang tersirat yang diisyaratkan Allah melalui bencana. Kawanku apakah yang tersirat itu? Kamu tahu ?

Begitu banyak sungguh hikmahnya… emang Allah ingin memperlihatkan betapa maha kuasanya dirinya, dengan menguji mendatangkan bencana, namun setelah bencana pa makna yang tersirat dari bencana itu sendiri. Kawan tahukah kamu? Kapan GAM dan pemerintah RI berdamai, mungkin tepatnya kamu tidak tahu tapi coba garis bawahi peristiwa itu terjadi setelah tsunami aceh atau sebelum tsunami aceh. Coba ada yang tahu. ????

Ada yang pernah baca buku “catatan harian Dr.Dino Patti Jalal” HARUS BISA” buku itu sangat bagus coba kamu baca. Dalam buku ada sebuah cerita saat tengah krisis tsunami diaceh presiden SBY diam diam merencanakan sebuah peluang yang terlihat”mungkinkah tsunami mengakibatkan perdamaian” ya alur ceritanya begitu panjang banget mungkin masih teringat ditayangkan di media – media dengan 5 x perundingan akhirnya pada tanggal 15 agustus 2005 tercapailah kesepakatan perundingan perdamaian antara pihak Gam dengan Indonesia. Emang cukup dengan perdamaian saja yang Allah maksudkan yang tersirat dari bencana tsunami itu, jelas tidak kawan. Kamu tahun open door policy..sebuah keputusan yang sangat berat dan sangat beresiko besar bagi kedaulautan banga Indonesia. Namun dengan bijaknya presiden SBY memberlakukan itu..”ayo think outside out the box! Kita harus berfikri terang. Ini bukan perang, ini bukan latihan perang, bukan aliansi, bukan konflik, bukan persaingan geopolitik. Ini murni bencana Alam dan tragedy kemanusiaan yang sangat buruk dan kita sangat butuh bantuan. Lantas dengan diberlakukanya open door policy berbondong bonding LSM international berdatangan..amerika ustralia, cina jepang,turki, meksiko, Malaysia, singapura.. datang berduyun duyun ke Indonesia ke aceh untuk menyalurkan bantuan. Lah apa manfaatnya dalam waktu yang tidak lama, medan krisis yang tadinya sangat sulit kini mulai dikuasai.apa cukup sampai disitu saja, oh jelas tidak begitu banyak hal hal tersirat yang harus kita gali lebih dalam. Karena open door policy yang diberlakukan secra efektif mengubah citra aceh dari daerah konflik dan tertutup menjadi zona krisis dan daerah terbuka. Setelah aceh terbuka GAM terbuka mata hatinya melihat keseriusan pemerintah menangani aceh sehingga terciptalah perdamaian. Dampak lain sulit bagi LSM internasional dan aktivis anti RI untuk melmparkan tuduhan tuduhan pelanggaran Ham di aceh. Juga karena itu semua citra TNI sebagai komanda utama dalam menangangi bencana bekerja sama dengan pasukan militer Negara lain, mendapat sambutan yang sangat positif dimata internasional, TNI mulai dihargai dan tidak dipandang sebelah mata.

Nah kawan, begitu banyak kan hikmah dibalik bencana, jangan serta merta berkata” wah itu karena kebijakan pemerintah dan sebagainya” ingat kawan semua itu terjadi atas izin Allah, jika Allah mengijinkan semua pasti akan menjadi baik bahkan sangat baik.

Semoga kita bisa menjadi orang yang bercahaya hatinya saat tertimpa suatu bencana sehingga nilai-nilai hikmah yang terkandung didalamnya dapat kita ambil pelajaran darinya..

Nah kawan, maukah kau buat hatimu bercahaya?

Semoga bermanfaat.

Iklan