bismillahiorahmanirahim

kawanku semua yang berbahagia…

Suatu ketika ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya, ia tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu ia tidak akan bisa lagi berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. Karena terburu-buru, Ia melupakan ada satu jari-jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemanakah hendak dicari satu bagian tubuhnya itu?

Sang roda pun berbalik arah. Ia kembali menyusuri jejak-jejak yang pernah ditinggalkanya, perlahan ditapakinya jalan-jalan itu. Satu demi satu diperhatikan dengan seksama, setiap benda diamati dan dicermati, berharap akan ditemukanya jari-jari yang hilang itu. Ditemuinya kemabli rerumputan dan ilalang dihampirinya kembali bunga-bunga ditengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan serangga kecil dijalanan, dilewatinya lagi semua batu-batu dan kerikil-kerikil pualam, hey….semuanya tampak lain, ya sewaktu sang roda melintasi jalan itu dengan laju yang kencang, semua hal tadi Cuma berbentuk titik-titik kecil, semuanya tampak biasa dan tak istimewa, namun kini semuanya tampak lebih indah dan istimewa.

Rerumputan dan ilalang tampak menyapanya dengan ramah, mereka kini tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku, mereka tampak tersenyum, melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam, ujung-ujung rumput itu, bergeser dengan lembut disisi sang roda. Sang roda pun tersenyum dan melanjutkan pencarianya.

Bunga-bunga pun tampak lebih indah, harum dan semerbaknya lebih terasa menyegarkan. Kuntum-kuntum yang baru terbuka, menampilkan wajah yang cerah, kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang roda, sang roda tertegun dan berhenti sebentar, sang bunga merunduk memberikan salam hormat.
dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalananya. Kini semut dan serangga kecil itu mulai berbaris memberikan salam yang paling semarak. Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang meriah. Sayap-sayap itu bergetar seakan ada ribuan gendering yang ditabuh. Mereka saling menyapa. Dan serangga itu memberikan salam dan doa pada sang roda.

Begitu pula batu kerikil pualam. Kilau yang hadir tampak berbeda jika dilihat dari mata yang tergesa-gesa. Mereka tampak lebih indah dan setiap sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh, taka da lagi sisi dan ujung yang tajam dari batu yang kerap mampir ditubuh sang roda. Semua batu dan pualam memsbuka jalan. Memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah sekian lama, akhirnya ditemukannya jari-jarinya yang hilang. Sang roda pun senang. Dan ia berjanji tak akan tergesa-gesa dan berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugas-tuganya.

Kawanku yang baik, hidup sering berlaku sepeti roda-roda yang berjalan terlalu kencang. Kita sering melupakan, ada saat-saat indah yang terlewat disetiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil yang sebetulnya menyenangkan, namun kita lewatkan karena terburu-buru dan tergesa gesa. Hati kita kadang terlalu penuh dengan target-target yang membuat kita hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan, langkah-langkah kita kadang terlalu dalam keadaan panik, dan lupa bahwa disekitar kita ada banyak sekali hikmah yang perlu kita tekuni. seperti saat roda yang terlupa pada rumput,ilalang, semut dan batu pualam, kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu.

Setiap hari kita hanya sibuk dengan urusan kita masing-masing, ada yang sibuk sekolah, ada yang sibuk kerja, ada yang sibuk cari uang, ada yang sibuk mikir bayar utang.. dan kesibukannya lainya yang memakan banyak waktu luang kita. Apalagi hidup dikota besar seperti Jakarta. Sudah tidak ada waktu buat menikamti hidup, smua orang inginya serba cepat, semua orang inginnya serba hemat, semua orang inginya cepat kaya, cepat pintar, cepat sampai… mana bisa menikmati detil-detil perjalanan hidup yang singkat ini. Belum lagi kemacetan dimana-mana, orang pasti akan mikir dua kali, untuk berangkat lebih awal karena berangkat agak siang sidkit saja, yach jadi korban kemacetan…belum lagi polusi yang bikin hidup kita pusing, tak da lagi ruang terbuka hijau untuk bisa buat kita jalan-jalan santai bareng keluarga, camping bersama, dampaknya udara segar tidak bisa mengalir diperedaran darah kita, tidak bisa mendinginkan suasana hati yang panas karena suasana hidup dikota besar.. makanya hidup dikota besar, ya besar pula tingkat amarahnya, besar pula tingkat konsumtifnya, besar pula tindak kejahatanya, besar pula kemiskinananya, besar pula ketidak harmonisanya.. begitulah kira-kira.

Ada seorang pendaki gunung yang mengatakan, bahwa ia ingin kemabli mendaki puncak gunung ciremai. Karena dia menikamti proses perjuangan dengan segala penderitaanya dalam perjalanan menuju puncak gunung tersebut, selam kurang lebih 10 jam mendaki ditambah 9 jam untuk turun gunung. Perasaan nikmat itu melebihi nikmat keberhasilanya berada dipuncak gunung yang hanya setengah jam saja. Sungguh luar biasa bagi orang yang mampu nikmati proses perjuangannya.

Tak pelak lagi bahwa menikmati proses perjuangan harus lebih dinikmati daripada menikmati hasil. Oleh karena itu duhai sahabatku, mari kita nikamti proses. Proses perjauangan menuju keberhasilan, lebih nikmat daripada keberhasilan itu sendiri. Apapun kindisi kita saat ini, hidup akan terasa nikmat jika kita mau menikmati proses perjalanan hidup kita.

Coba kita susuri kembali jalan-jalan kita, cermati, amati dan perhatikan setiap hal yang pernah kita lewati. Adakah kebahagiaan yang terlupakan? Adakah keindahan yang tersembunyi dan tidak kita nikmati? Kenanglah ingatan-ingatan lalu, susuri dengan perlahan, temukan keindahan hidup itu…

ya Rabb, bantulah kami menemukan kekurangan kami, dan ketika kami sudah menemukan kekurangan kami, bantulah kami untuk bisa mengatasi kekurangan tersebut,

ya Allah yang tiada ada kekurangan sedikitpun, sungguh jauh kami dari kata sempurna sebab itu juga jauhkan kami dari perasaan sombong, hasad dan hasud…

engkaulah yang maha sempurna dan engkaulah yang maha menyempurnakan.

Semoga bermanfaat.

Iklan