Bismillahirahmanirahim…

Kawanku semua yang berbahagia, di suasana pagi hari tanggal 5 maret 2012, pagi yang tenang dengan sedikit awan mendung menghiasi tempat tinggalku, orang-orang berlalu lalang menunjukkan kesibukanya masing-masing, burung – burung gereja bernyanyi, bercanda tawa ceria,udara yang segar menghapus kepenatan ibu kota, oh ya, teringat sebuah kisah antara wortel, telur dan kopi, adakah diantara para sahabatku yang masih ingat, silahkan dibaca lagi disini,

Kawan, kamu tahu Soichiro Honda, ia kurang berhasil dalam dunia pendidikan disekolahnya karena terlalu banyak melamun dan mereka-reka aneka penemuan genius. Fisiknya lemah dan tidak tampan, sering mengalami kerugian dalam menjalankan usahanya dan nyaris bengkrut berkali-kali, namun ia tetap survive, bahkan ia membuktikan dirinya sebagai seorang yang sukses dalam mewujudkan impian-impiannya dan dikenang sampai saat ini melalui brand sepeda motor HONDA yang memegang peranan sebagai pemimpin pasar dikelasnya, bahkan sampai dinegara kita, Indonesia,

Kawanku yang baik, seperti dalam kisah antara wortel, telur dan kopi dan kisah sukses soichiro Honda, maka sikap kita menyikapi musibah, kegagalan, kekecewaan dan sejenisnya sangat tergantung sejauh mana pemahaman kita terhadap hakikat yang menciptakan alam ini dan hakikat yang diciptakan( peristiwa). Keyakinan terhadap tuhan bahwa segala peristiwa yang dikehendakinya akan memberikan hikmah besar terhadap manusia merupakan langkah awal yang baik. Kita harus yakin bahwa semua peristiwa  dan semua mahkluk yang maha luas ini sudah diatur oleh yang maha kuasa. Dengan demikikan kita akan sangat lemah dihadapanya, mengharap pertolonganya dan bergantung kepada segala keputusannya. Musibah ataupun kegagalan tidak selalu identic dengan kesialan, kedukaan, kesia-siaan dan peristiwa negative lainya, tetapi justru bisa jadi berarti peristiwa yang membawa pengaruh positif dan pemompa semangat hidup bagi manusia untuk bercermin diri, dan menata hidup kearah yang lebih baik lagi, sebagai manusia,kita harus memaknai musibah dengan perspektif yang baik dan benar.

Kisah diatas mengajarkan kita bahwa sebuah musibah ataupun kegaglan, yang diibaratkan seperti air panas mengandung hikmah positif  bagi manusia sebgai sarana mengukur kekuatan kita dalam menghadapinya. Disinilah kualitas diri akan terlihat apakah dia memiliki mental yang kuat dalam kehidupan kesehariaanya atau tidak. Hasan al Basri berkata” manusia sama saja tatkala sama-sama dilimpahi nikmat, namun ketika cobaan datang menimpa, saat itulah akan terlihat perbedaan-perbedaannya.” Jika kita semakin tegar menghadapi musibah, maka semakin berkualitaslah tingkat diri kita. Demikian pula sebaliknya, jika kita menjadi rapuh dalam menghadapi musibah maka mengindikasikan kualitas diri yang rendah. Kita harus menyadari bahwa musibah bagaikan  sekeping mata uang yang memilki dua sisi yang tak terpisahkan, sukses dan gagal merupakan satu paket yang tak bisa terpisahkan. Dalam pandangan mata manusia, peristiwa ini boleh saja sangat menyesakkan diri, tapi bagi tuhan merupakan jalan pembuka menuju syurga. Siapa yang tak mau masuk syurga? Angkat tangan…

Lalu mengapa kita takut kegagalan? Oleh karena itu kawan, kita harus menyadari bahawa setiap kesulitan dan kemudahan berjalan seiring, dimana ada kesulitan disitu pula ada kemudahan, bener gak?

Hanya saja, tak semua orang menyadari akan hal itu, sebagian orang akan berhenti manakala mengalami sebuah kegagalan, padahal kegagalan itu bukanlah sebuah kekalahan, jika kita bisa menyimak dan mengambil pelajaran  dari sebuah kegagalan, maka bukanya tidak mungkin kita dapat mencapai kesuksesan, yang perlu kita lakukan saat ini adalah intropeksi diri, teliti dari diri sendiri terlebih dahulu, kenapa bisa gagal. Mungkin kita kurang kerja keras atau mungkin kurang inisiatif dan seterusnya, tanpa kesedihan kita juga tidak akan mengerti apa arti kebahagiaan, justru kesedihan akan membuat kita bangkit untuk meraih kebahagiaan, saat kita dilanda kesedihan, berhentilah melayani perasaan dan pikiran jika memang ingin terlepas dari belengggu penderiataan hidup.

Kawan, coba kita belajar dari sang bayi, seorang bayi ketika belajar berbicara, harus melewati “kegagalan” dalam mengucapkan huruf, kata dan kalimat. Sebelum seorang anak bisa berjalan, bahkan berlari pasti mengalami jatuh berkali-kali. Kegagalan juga dialami oleh orang dewasa, tanyakan saja kepada para ilmuan. Sebelum mereka berhasil mempersembahkan karya yang luar biasa bagi umat manusia.

Thomas Alva Edison, ia menemukan bola lampu yang berhasil merevolusi kehidupan manusia, namun sebelum berhasil menemukanya, ia melakukan banyak kesalahan dan mengalami ratusan percobaan yang gagal, bahkan dari ratusan percobaan itu hanya satu yang berhasil membawa sukses,

Lance Amstrong, pembalap sepeda dunia yang telah berhasil memenangkan berbagi kejuaraan dunia balap sepeda, juga mengalami banyak kegagalan. Ia harus mengalami jatuh bangun dalam ratusan kali latihan yang ia jalani dalam mempersiapkan diri sebelum ikut suatu pertandingan.

Nelson Mandela, ia pernah menjadi tahanan politik selama 15 tahun, namun saat ini kita semua tahu bahwa ia telah menjabat sebagai seorang presiden, contoh lain adalah Fisikawan, Stephen Hawking dengan kondisi tubuhnya yang nyaris lumpuh total dan dapat berjalan karena bantuan kursi roda, ia tetap memberikan kontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan fisika yang sangat berguna dan dikagumi oleh ilmuan-ilmuan kelas dunia sampai sekarang.

Henri Ford, sang kaisar dikerajaan mobil mengatakan, bahwa kegagalan merupakan kesempatan untuk memulai kembali dengan cara yang lebih cerdas. Tidak berhenti disitu kegagalan pada hakikaitnnya adalah kesuksesan jika kita mau belajar dari kegagalan tersebut, dalam buku NO Failure,Only Succes Delayed, diceritakan bahawa seorang petani sedang berjalan bersama keledainya, disuatu daerah ia harus menghentikan jalannya karena sang keledai jatuh kedalam sumur. Setelah melihat sumur tua yang sudah tak terpakai, sang petani berfikir bahwa sumur tua itu tidak ada gunanya, kemudian ia melihat kedasar sumur, terlihat keledai tuanya yang terjatuh, karena menganggap bahwa sumru dan keledainya tak ada gunanya, lalu sang petani memanggil beberapa tema-temanya untuk mengubur keledai dan menutup sumur tua itu, sedikit demi sedkit sumur tua ituopu diuruk, sang keledai meras sedih karena merasa tak dihargai oleh tuannya. Tapi ia tidak putus asa. Tanah yang terjatuh dipundaknya, ia guncangkan sehingga jatuh kebawah, lalu sang keledai naik keatas tanah itu. Demikian seterusnya,sang keledai naik terus, makin dekat tanah yang dilemparkan makn dekat pula sang keledai dengan permukaan, hingga akhirnya sampailah keledai kepermukaan sumur dan berhasil loncat keluar. Menurut Michael Lum, kegagalan adalah tanah urukan yang berkali kali haru kita pikul, tetapi jika bisa memanfaatkan kegagalan dengan baik, maka kegagalan bahkan bisa kita jadaikan senjata untuk meraih kemenangan,

Kawan, kita harus percaya bahwa sebagai manusia, masing-masing kita telah diberikan potensi untuk tetap survive dalam kondisi sesulit apapun oleh tuhan yang maha kuasa. Sehingga jika kita mau menggunakan potensi tersebut bisa dipastikan kita akan mudah melewati segalam maca cobaan yang menghadang, karena kita tahu bahwa sebagai manusia kita tidak akan terus menerus menuai kesenangan, suatu saat kita pasti akan mengalami peristiwa yang menyedihkan hati kita begitu pula dengan sebaliknya, dan saat itulah kita harus mengaktifkan potensi survive yang kita miliki, dengan penuh kenyakinan, kita harus percaya bahwa kita akan dapat mencapai kondisi yang menyenangkan hati kita. kawan ketahuilah, Seseorang yang telah mencapai hal-hal yang diinginkanya, biasanya mengalami perubahan mental,pola pikir, gaya hidup, cara bertindak dan sebagainya. Perubahan-perubahan ini biasannya dapat menjerumuskan mereka kedalam kejatuhan dan kegagalan. Dengan kata lain, seseorang yang telah berhasil, biasanya cenderung untuk menjadi sombong, tu kan sombong lagi ….tidak mau belajar dari orang lain. Merasa dirinya orang yang paling benar dan pandai, meremehkan orang lain dan serakah. Sikap-sikap seperti itulah yang kebanyakan membuat orang berhasil dan sukses masuk dalam jurang cobaan. Serta menemui kegagalan dan kehancuran. Oleh karena itu apabila kita suatu saat telah menjadai orang yang sukses, kita harus waspada dan sering-sering menginstropeksi diri. Karena perubahan-perubahan sikap yang kita alami, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat membawa kita kepda kejatuhan dan kegagalan.

Kawanku yang baik, sebaliknya kegagalan yang berkali-kali dialami seseorang, dapat mendidik orang tersebut menjadi orang yang paling tangguh dan lebih tangguh lagi. Karena, ia banyak belajar dari kegagalan yang dialaminya. Jika ia semakin tekun, bukan tidak mustahil ia akan berhasil meraih kesuksesan dan keberhasilan yang gemilang.

Melihat pengalaman orang yang sukses yang bangkit dari kegagalan. Kita dapat mengatakan bahwa kegagalan sesungguhnya adalah pelajaran yang berharga. Oelh sebab itu, jangan Cuma menyesali dan meratapinya, tetapi belajarlah dari kegagalan-kegagalan yang anda alami. Pelajari mengapa anda sampai gagal, sehingga dilain waktu, anda bisa lebih berhati-hati dalam setiap tindakan. Dan kegagalan yang lalu tidak akan terulang lagi pada kita.

Sahabatku, beranikah kau menghadapi kegagalan???

Pengalaman adalah guru yang terbaik, tapi kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda…..

ya Rabb, kegagalan demi kegagalan sering kali meliputi kehidupan kami, karena seringnya kami hanya melihat kekuatan yang kami miliki, tidak memandang kuasaamu yang tak bertepi, ya rabb, maafkan kami,,,

ya Allah, bagimu tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang mustahil. kami hadapkan masalah kami kepadamu semata dan memohon adanya jalan keluar dan kebaikan bagi kami,

karena ya Allah, jika bukan kepada engkau kami berserah diri, lantas kepada siapa lagi kami bisa memohon pertolongan kecuali kepadamu…

 

semoga bermanfaat.

Iklan