bismillahirahmanirahim..

kawanku semua yang berbahagia, menikmati hidup..ya kata menikamti hidup merupakan kata yang sangat sulit direalisasikan untuk kondisi -kondisi saat-saat ini, hari ini pagi-pagi sekali orang sudah berangkat kerja, sore hari kelelahan, malamnya dibuat tidur, pagi berangkat lagi dan kehidupan yang berputar-putar terus dan pastinya membosankan. Banyak orang yang mempunyai banyak uang namun tak sedikit yang punya banyak uang namun menderita karena uangnya tersebut..loh, kok bisa? bukankah uang bikin orang bahagia? iya, itu anggapan orang yang berfikir secara instan. Setiap keinginan kita dapat terpenuhi dengan banyak uang, namun jika tidak menyukai pekerjaan kita, namun bila kita tak punya waktu untuk bersenang-senang, masihkah kita kan merasa bahagia? dengan tegas saya jawab tidak… kuncinya pada cintai pekerjaanmu, dan berikan waktu luang untuk menghilangkan penatmu, insyaAllah bahagia….uang memang bisa beli segalanya namun uang bukalah segalanya…

sebuah kisah…

disadur dari buku A Million Dollar Lesson yang dikarang oleh Petey Parker.  Petey Parker adalah seorang memberikan dasar-dasar bisnis inti melalui konsultasi dan seminar untuk semua kalangan. Dia membawa sebuah perspektif yang jujur sebagai pengamat, memberikan wawasan strategis, dan membantu perusahaan dalam menemukan solusi akan program dan agenda perusahaan. Berikut adalah ceritanya..

Seorang sopir taxi di Dallas telah mengajarkan saya bagaimana memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan. Sebuah pelajaran seharga satu juta Dollar. Mungkin anda harus mengeluarkan ribuan Dollar untuk membayar seorang keynote atau pembicara profesional dalam sebuah seminar atau pelatihan motivasi untuk karyawan perusahaan. Tapi kali ini saya hanya cukup mengeluarkan ongkos taxi seharga 12 Dollar saja.

Berikut ceritanya: Suatu hari saya terbang ke Dallas untuk bertemu seorang klien. Waktu sangat sempit, karena saya harus segera kembali ke airport. Saya menghentikan sebuah taxi. Begitu berhenti, dengan segera sopir taxi membuka pintu mobil untuk saya, dan memastikan bahwa saya telah duduk dengan nyaman di dalamnya.

Begitu saya duduk di belakang kemudi, dia menunjuk sebuah koran Wall Street Journal yang terlipat rapi di samping saya untuk dibaca. Kemudian dia menawarkan beberapa kaset, dan menanyakan jenis musik apa yang saya sukai. “Wow,” saya cukup terperanjat dengan pelayanannya. Saya menoleh ke sekeliling. Mungkin ada program “Candid Camera” yang ingin menjebak dan mengolok-olok saya. Dengan penasaran saya memberanikan bertanya pada sopir taxi itu, “Wah, kelihatannya anda sangat senang sekali dengan pekerjaan anda. Tentunya anda punya cerita yang panjang mengenai pekerjaan anda ini”

“Anda salah,” jawabnya, “Dulu saya bekerja di Corporate America (Perlu diketahui ini adalah sebuah perusahaan besar di Amerika). Tetapi saya merasa letih karena berapa pun kerasnya usaha untuk menjadi yang terbaik dalam perusahaan itu, ternyata tidak pernah memuaskan hati saya. Kemudian saya memutuskan untuk menemukan sebuah langkah dalam kehidupan saya dimana saya bisa merasa bangga dan puas karena mampu menjadi diri saya yang terbaik.”

“Saya tahu,” lanjutnya, “Saya takkan pernah bisa menjadi seorang ilmuwan roket, tetapi saya suka sekali mengendarai mobil dan memberikan pelayanan pada orang lain. Saya ingin merasa bahwa saya telah melakukan pekerjaan yang terbaik setiap harinya. Lalu, saya merenungi apa yang jadi kelebihan diri saya, dan wham.. saya menjadi seorang sopir taxi.”

“Satu hal yang saya yakini, supaya saya meraih keberhasilan dalam usaha saya ini, saya hanya perlu memenuhi kebutuhan penumpang saya. Tetapi agar bisnis saya ini menjadi luar biasa, saya harus melebihi harapan penumpang saya. Tentu saja saya ingin meraih hasil yang luar biasa, ketimbang yang biasa-biasa saja.”Bahagia bukanlah disebabkan oleh penghasilan dan jabatan tinggi, namun bahagia adalah karena suatu hal yang kita merasa bangga dan puas telah melakukannya

nah kawan, bagaimana denganmu?

cintahkah kamu dengan pekerjaanmu?

cintakah kamu dengan semua aktivitasmu?

cintakah kamu apa yang kamu lakukan?

ato kamu hanya menginginkan uangnya?

kamu hanya mengharapkan jabatanya?

kamu hanya ingin dihormati orang?

aku ingin lihat sejauh mana kamu bisa bertahan…..

masihkan kamu menikmati proses yang kamu lakukan, ingat uang bukan tujuan akhir lho..

uang bukan segalanya.. masih banyak yang tak bisa dibeli karena uang…

nambahnya rejeki, jika tidak dibarengi dengan meningkatnya iman, sungguh sangat BERBAHAYA..

kenapa begitu adakah yang tahu…???

semoga bermanfaat.

Iklan