Iklan
Beranda

nafas – nafas cinta

10 Komentar


seorang gadis baik memberi nasehat kepada saya;

baca selengkapnya…

Iklan

project paper pancasila

Tinggalkan komentar


materi kuliah with bapak R.PUDJADI, Drs.,MM

melengkapi tugas paper mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaan.

paper adalah tulisan yang memuat pembahasan dari sebuah topik tertentu dengan dukungan data dan argumen yang valid dan kuat.

berikut nama kelompok dan anggotanya..

Kelompok paper pancasila

Kelompok 1

  1. Temonsujadi
  2. Nur hidayat
  3. Rendra
  4. Syamsul Arifin
  5. Freddy Ferdinand
  6. M.Fahri a
  7. Perdi
  8. Agus Rahardi
  9. Rian Hidayat
  10. Aris exwanto
  11. Rizqin Agusta A
  12. Suroto
  13. W. Prian
  14. Deni Priatna
  15. Aldi Aldiansyah
  16. Nabhan Ulinuha
  17. Juli Anenda
  18. Nanang M
  19. Anton Kurniawan
  20. M.Sudirman
  21. Ma’ful Hidayat
  22. Rahardi wahyu s

baca selengkapnya..

Percaya diri kok susah sih !!

3 Komentar


bismillahirahmanirahim,

Sahabatku semua yang baik budinya, senin ketemu senin lagi,,.. hari kok terasa berlalu begitu cepat yach, aku mau tanya selama perjalanan hidupmu pelajaran apa yang paling berkesan dalam hidupmu, eits.. bukan pelajran disekolah lho..mksud aku tuch hal terhebat yang pernah kamu lakukkan atau sebuah kenangan yang takkan pernah terlupakan hingga kini, kejadian yang lucu, kejadian yang konyol misalnya, yang terkadang jika kita mengingatnya kita akan senyum-senyum sendiri, aku yakin sahabatku semua mempunyainya

sebuah kisah menarik…

kisah ini menceritakan sebuah keteladanan dimana orang tua yang bijaksana mengajarkan kepada anaknya tentang makna hidup dari memegang sebuah prinsip dan selalu istiqomah dalam menjalani hidup meraih ridho illahi.

syahdan pada zaman dahulu, ada orang tua yang bijaksana. orang tua itu memeliki seorang anak yang pikirannya selalu berubah-ubah yaitu tidak memiliki pendirian yang teguh karena terlalu banyak mendengar omongan orang lain yang tidak bermanfaat.

orang tuanya pun turun dan anaknya menaiki khimar tersebut.tak lama kemudian mereka bertemu dengan serombongan laki-laki yang sinis menyatakan bahwa dengan membiarkan anaknya menaiki khimar sementara orang tuannya berjalan kaki maka orang tuannya sama saja dengan tidak mengajari anaknya sopan santun.masa  anaknya enak-enakan menunggang khimar sedangkan orang tuanya berjalan kaki hingga kelelahan.

Lagi

%d blogger menyukai ini: