bismillahirahmanirahim

kawanku semua yang dirahmati Allah, melihat kondisi bangsa indonesia dari berbagai sudut membuat hati ini galau dan kcau, maslah yang mendera seakan tak kunjung selesai dan malah silih berganti. korupsi dan pornografi selalu menghiasi televisi setiap hari, kecelakaan dan kekerasan yang terasa bosa kita saksikan, bencana dan penistaan agama membuat miris hati kita, kriminal dan kerusakan moral tidak terkontrol dan memaknainya sudah tidak masuk akal. melihat kemiskinan dan ketidakpedulian seperti melihat makanan yang kita dapat makan setiap saat dan kesempatan, pelanggaran hukum dan perusakan sarana umum seakan sudah kita maklum, bangsa ini sudah diambang keambrukan, siapa yang peduli? kawan… kamu peduli to tidak………………

Sebuah kisah teladan dari negeri China

Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.

Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya.
Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini.Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian
ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

 sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.  Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan ijeksi/suntikan kepada pasiennya.

Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik. Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir.

Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya.

kawanku semua yang dirahmati Allah, siapa yang peduli? ya siapa yang peduli semua itu, akankah setelah media mengkomersilkan kisahnya kemudian orang-orang kaya dan terkenal baru datang bermuka manis menolongnya, siapa yang peduli kawan…

saya perhatikan, maraknya acara dimedia yang bisa bikin orang tertawa bahkan terbahak-bahak sangat diminati semua orang, kawan coba kurangi tertawamu, diluar sana masih banyak anak-ank terlantar yag berjuang hanya untuk sesuap nasi, kawan, siapa yang peduli…

diluar sana masih banyak orang yang setiap harinya menangis karena menahan sakit yang dideritanya, siapa yang peduli..

kawan, diluar sana masih banyak saudara-saudara kita yang tidak punya tempat tinggal karena sebuah bencana, siapa yang peduli…

kawan, diluar sana masih banyak anak yang tak mampu untuk mengenyam pendidikan, siapa yang peduli…

kawan, diluar sana masih banyak bangunan-bangunan sekolah yang tidak layak pakai, siapa yang peduli…

kawan, diluar sana masih banyak orang yang tidur beralaskan koran, kawan siapa yang peduli..

siapa yang peduli……….. kawan siapa yang peduli…………..

siapa yang peduli kawan, sedang dirimu tengah asyik-asyik tertawa terbahak-bahak gembira tanpa ada rasa beban sedikit, kawan bisakah kau melihat semua itu, sungguh benar apa yang dikatakan rosulullah saw ” kurangi tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati” sungguh diluar sana banyak sekali hati-hati yang telah mati, hati – hati yang jauh dari rasa peduli, hati- hati yang jauh dari cahaya illahi, hati-hati yang tak bisa mempunyai rasa empati, yang diinginkan hanya dirinya dan keluarganya bahagia, tidakkah hidup selamanya diatas kawan, kamu sekarang hebat dengan fasilitas yang kamu miliki, kamu merasa tenang, kamu merasa aman,,, coba bayangkan…. aceh kawan…. semua sama seperti engkau saat ini.. beberapa menit dilanda gempa dan tsunami semuanya tinggal sepi… tak berarti… kawan bisa jadi itu menimpa dirimu, siapa yang peduli..

beberapa hari yang lalu, kita dikagetkan oleh anak yang melakukan penusukan dengan senjata tajam kepada temanya sendiri, dan ternyata hal itu sudah direncanakan dari rumah dan dilakukan tanpa rasa bersalah, bila usia sekolah dasar saja bisa melakukan ini, lantas bagaimana jika sudah dewasa, kawan, siapa yang peduli…

tawuran antar pelajar, pornografi,pornoaksi dan narkoba dikalangan remaja dan masyarakat juga sangat mengkhawatirkan, setiap hari berita para pelajar yang mestinya menjadi kebanggaan bangsa, justru malah merusak diri dan terjerembab pada dunia yang merusaknya. bila hal ini dibiarkan maka bisa dipastikan indonesia akan mengalami lost generation. pilihan hanya ada 2 membiarkan atau ikut peduli, kawan siapa yang peduli…

apa harus nunggu uluran pemerintah, apa harus nunggu disiarkan media-media, apa harus nunggu uluran tangan orang kaya… apa harus itu kawan.. baru kemudian hatimu tersentuh dan mau peduli, apa harus demikian kawan, coba kamu jawab…

kawanku semua yang baik, kita tidak ingin bangsa indonesia hancur perlahan-lahan, kita tidak ingin generasi -generasi kita kehilangan masa depan, hanya karena kita yang acuh terhadap kondisi bangsa ini, kawan, mari ulurkan tangan, mari satukan hati, mari bergotong royong demi kemajuan bangsa dan negara indonesia semoga Allah meridhoi, semoga menjadi amal yang baik buat kita semua..

kawan, apakah engkau peduli…………..?????

ya Allah, engkau lihat, kami ingin maju tapi engkau lihat tiada perubahan yang berarti yang kami lakukan, kami ingin sukses tapi kami lebih banyak berdiam diri..

ya allah yang maha melihat engkau lihat juga perbaikan kami lakukan bukan dengan perbaikjan dari diri sendiri melainkan kami sibuk mencari pembenaran langkah salah atau sibuk mencari cari kesalahan orang lain untuk dijadikan dalih.

ya Allah kami mohon yang terbaik bagimu dan senantiasa meohon yang baik- baik dari tuhan yang maha baik sepertimu, maka takdirkan kami bisa melakukan kebaikan demi kebaikan untuk kemajuan bangsa dan negara kami…

ya Rabb, ampuni disetiao maksiat penglihatan kami, ampuni disetiap maksiat pendengaran kami, ampuni disetiap maksiat lisan kami dan ampuni kami disetiap keslahan dan dosa kami, karena engkau adalah Allah tuhan kami, tiada sekutu bagimu, segala puja dan puji untukmu…

hanya kepadamulah kamu memohon dan hanya kepadamulah kami berserah diri..

semoga bermanfaat…

Iklan