bismilahirahmanirahim,

kawanku semua yang dirahmati Allah, setiap hari bolak balik antara rumah dan kampus terus tempat kerja pasti ada aja polisi yang mengatur lalu lintas dijalan, maklum siapa sih yang gak tahu ” jalan kalimalang” betapa ramainya. apalagi saat jam berangkat dan pulang kerja, hmmmm siap-siap SABAR pasti terkena macet… yach mau gimana lagi..

namun jika ngomongin tentang yang namanya “polisi” setigma masyarakat pasti langsung beranggapan negatif ? kenapa yach.. hy kawanku para biker pasti tahu jawabanya ya…

sebenarnya jika polisi nilang pengendara. yang salah siapa sih, polisinya, pengendara to hanya cari-cari kesalahan saja? lah ini lho yang harus diedukasikan kepada masyarakat, jika salah ngaku salah, jika ngak lengkap jangan dipaksaain jalan, jika ditilang entar bilang” halah polisinya itu yang nakal, cari-cari kesalahan saja”… kawan pernahkah engkau ditilang? jika pernah, coba jawab? yang salah kamu to siapa?

sebuah kisah menarik bacalah dengan seksama…

Suatu pagi di pertengahan tahun 1960-an pada pukul setengah enam pagi, polisi muda Royadin yang berpangkat brigadir polisi, sudah berdiri dengan gagah di tepi posnya di kawasan Soko. Dari arah yang berlawanan dengan arus kendaraan lainnya, tampak sebuah sedan hitam berplat AB. Brigadir Royadin memandang di kejauhan, sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju ke arahnya. Dengan sigap, ia menyeberang jalan di tepi posnya. Tangannya diayunkan ke depan untuk menghentikan laju sedan hitam itu. Sedan tahun 50-an itu berhenti di hadapannya.

Saat mobil menepi, Brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat. “Selamat pagi! Boleh ditunjukkan rebuwes!” Pada masa itu, surat mobil masih diistilahkan rebuwes.

baca kisah selengkapnya…

Iklan