bismilillahirahmanirahim

kawanku semua yang dirahmati Allah, kadang kita merasa kasihan melihat orang yang sedang kesusahan, ingin sekali menolong mereka, dengan memberinya kerja dan akhirnya dia bisa dapat uang untuk kebutuhan hidupnya, namun kadang niat baik, tidak selamanya dibalas dengan baik pula..

dan hari ini setelah menulis artikelku yang pertama tadi… aku mengalaminya..

seperti biasanya, sepulang dari kerja. MAKLUM saya kerja malem jadi pulangnya pagi, sampilah saya didepan rumah, masuk terus istirahat sebentar dikamar sambil membuat sebuah artikel yang sudah saya posting tadi, dari jendela tampak ada motor yang berhenti didepan rumah, tampak pemuda menghampiri pintu rumah saya..saya pun beranjak bangkit untuk menghampirinya..

permisi mas, mau nawarin rumput buat taman rumah mas ” maklum rumah saya masih baru belum ada rumputnya” dia keluarin sample rumput gajah mini..

berapa ? tanya saya. 25rb mas permeter jawabnya singkat, asumsi taman saya yang mau aku kasih rumput 3 x 3 meter, aku tawar 15rb kalau mau,kalau saya hitung, harga segitu adalah yang paling murah…

dia bilang.. ah gak bisa mas, gimana kalau 20rb, saya tetap bilang 15rb kalau mau gmna?, dia malah nawarin gak sekalian yang sebelahnya mas, itu paling sekitar 2 x 3 meter, saya bilang, ini ja dulu kalo mau.. entar jika hasilnya bagus, pati sekalian dech…  dengan negosiasi dan omongan yang ngalor ngidul dia akhirnya setuju. saya percaya saja saat dia ngaku dari kampung atas perumahan, dan diapun sering ngerjain taman-taman perumahan katanya seperti itu. ok mas, saya ambil peralatan dulu kerumah, heran saya, beberapa menit gak ada 2 menit,  kok sudah datang bawa pacul, padahal asumsi waktu kerumah dia yang katanya di kampung atas ya sekitar 7-10 menit lah, saya masih percaya dia mulai merapikan tanahnya mencabuti rumput-rumput liarnya.. sambil bekerja saya juga tanya-tanya, kerjaaanya sehari-hari apa mas? dia bilang, sya cuma order bikin taman saja kok, sudah berkeluarga? tanyaku lagi. sudah mas, anak saya baru berumur 2,5 tahun, jajan dan minum susunya mas, gak nahan… paparnya!!! oh gitu… sambil ngobrol saya masuk kedalam, aku menyuruh adik saya, buat beli semen di depan cluster karena sekalian ada bebrapa yang ingin minta tolong di plester sedikit, tak lama berselang eh malah balik gak dapat katanya bos yang punya toko bangunan lagi pergi, aku bilang beli yang sebelah sana lagi ada, si mas-mas tadi, nyaut omongan saya, entar sama saya ja mas sekalian ambil alat-alat, saya pun masih percaya.. selesai ngrapiin tanah trus disirami, emang terkesan dia kerjanya terburu2 sih, tapi aku gak curiga sama sekali. lalu dia minta uang 100rb dulu buat beli rumput. wah disini aku mulai heran, kok belum selesai minta duit dulu, aku biarkan saja mungkin memang beli rumput dulu kali yach, terus tambahan 50 rb buat beli semen yang tadi tidak jadi dibelikan adik saya.. yaudah saya kasih saja. tpi saya bilang entar sama saya, to sendiri. dia bilang sendiri lah mas, entar rumputnya saya taruh dibelakang dan semennya saya taruh didepan, nah ini sinyal kecurigaan saya yang kedua, masak pake motor vega semen mau taru didepan antara selang kaki sedang rumput dibelakang, kan gak logis menurutku.. beratan mana coba? tapi saya positif saja, mungkin dia salah mengucapkan katanya…ku kasih uang, langsung kaburlah dia…harapan saya dia balik terus ngerjain taman saya. eh ternyata ya Allah, sya kena tipu berjam-jam hingga sekarang dia tak kunjung datang, dua jam setelah dia pergi ada tukang bangunan yang negrjain rumah baru datang, maaf mas tadi ada pemuda yang meminjam cangkul saya tapi gak dibalik- balikin katanya buat nanam pohon mangga dibelakang daerah sini.. oh ya itu kali pak cangkulnya, bapak itu lalu menghampiri dan mengamati cangkulnya, oh ya bener ini mas. dia ambil paculnya, dia ucapkan terima kasih dan pergi… kecurigaanku kian kuat… karena adanya cangkul yang diambil itu…

saya sampai sekarang masih berharap pemuda tadi datang terus mengerjakan taman saya, meskipun saya tahu bahwa saya telah ditipu, ah tidak masalah bagi saya, uang 150rb toh cuma gaji stengah hari uang lembur saya, tapi bukan itu yang saya permasalahkan.. kenapa dia, kok tega menipu? jika dia kelak uangnya untuk makan anak dan istrinya… apakah akan berkah? toh jika dia minta dengan baik, saya kasih…

saya cuma berharap semoga uang itu bisa bermanfaat baginya dan keluarganya, yach walaupun kecil menurut saya, sebagai ucapan terima kasih karena telah merapikan tanah dan mencabut rumput liarnya…kawan kenapa sekarang banyak orang yang berbuat nekat sperti itu?

mungkin sekarang dia lagi terdesak, sedang bingung to sedang pa yang membuatnya melakukan semua itu, mungkin jg ada alasan lainya yang saya tidak ketahui…. to mungkin kamu tahu kawan… kenapa banyak orang sekarang melakukan hal yang tidak baik hanya untuk makan?

mari kawan kita doakan dia..

ya Allah, lampangkah rejeki pemuda yang tadi pagi berkunjung dirumahku. cukupkanlah segala kebutuhan dirinya dan keluarganya.. bukalah pintu hatinya agar segera kembali padamu, bimbinglah dia menjadi kepala keluarga yang baik, rahmati keluarganya dengan cahaya kasihmu,,, dan tuntun dirinya ke jalan lurus yang engkau ridhoi, amien

semoga Allah berikan hidayah untuknya dan keluarganya…

kawanku semua yang baik…semua kejadian pasti mengandung hikah yang besar… ada apa dengan uang 150rb,, oh yach…  saya…lupa ada tanggung jawab dengan 150rb. astagfirullah saya lupa….. mungkin dengan inilah Allah mengingatkan saya… alhamdulillah…alhamdulillah…sungguh ini baik baik saya…

kawanku semua yang baik, Nabi SAW bersabda ::

“Seorang mukmin itu tidak berpengalaman (mudah tertipu,tapi) mulia ,sedangkan orang yang fajir itu suka menipu dan rendah.” (HR Turmudzi dan Abu Dawud)

Seringkan kita melihat kalau orang yang baik ( maaf, sya bukanlah orang yang mengaku baik, namun sya adalah orang yang masih selalu belajar, berusaha berbuat kebaikan) mudah kalah dengan orang yang jahat. Jika orang baik diundang mereka akan datang, jika ada yang menyukai mereka akan menyukai, jika ada yang menipu mereka akan tertipu juga. Secara tidak sadar semua terjadi karena batin mereka terlalu salimah ( selamat ), mereka jauh dari sifat khianat dan tidak banyak bersiasat.

Ada juga kelompok yang lebih tinggi kedudukannya dari kelompok diatas, adalah orang – orang yang memiliki akal unggul dan wibawa. Mereka melaksanakan semua urusannya dengan teratur,hati-hati,dan penuh waspada. Mereka hampir tidak pernah ketipu kecuali atas kemauan mereka untuk mendapatkan derajat yang mulia di sisi ALLAH SWT.

Sayyidina Umar bin Khathab RA berkata, ” Aku bukanlah seorang penipu,tapi tidak akan ada seorang penipu yang mampu menipuku.”

Mughiroh bin Syu’bah RA berkata,”Umar bin Khathab terlalu pandai untuk ditipu,dan terlalu mulia untuk menipu.”

Karena cahaya-cahaya ALLAH pada diri mereka,dan karunia – karuniaNya yang indah,maka kamu kita akan melihat mereka memiliki haibah danmampu menguasai nafsu.

Sekarang tinggal kita mampu mengendalikan nafsu, terus belajar agar semakin pintar, dan tetap berpikir positif, Maukah engkau kawan  ? ?

bagaimana kawanku semua yang baik mau to tidak?

semoga bermanfaat…

Iklan