bismilahirahmanirahim

kawanku semua yang dirahmati Allah, teringat sebuah puisi cinta anna alfathunisa dalam film ketika cinta bertasbih..

Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar.

Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri.

Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang.

Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang

Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya.

Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta.

Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya.

Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur,

Cita sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan.

sebuah kisah menarik bacalah dengan seksama…

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah ,seseorang mencoba merontokkan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada di situ 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.

Apa yang terjadi? Bagaimana anak kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun??? ,dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.
Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya……..
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta…cinta yang indah . Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu mengagum kan.

Saya tersentuh ketika membaca cerita ini. Lalu saya mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, saudara lelaki, saudara perempuan….. Masih sejauh mana rasa cinta itu ada untuk mereka  .. JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI

kawanku semua yang dirahmati Allah

Untuk hatiku yang masih menanti, menantilah dengan cinta. Cinta yang akan membuatmu menerima apapun kehendakNya. Kelak kau akan sadari, cintamu karenaNya akan membuat penantian itu tak pernah sia-sia.

Untuk hatiku yang masih menunggu, menunggulah dengan senyum. Senyuman ridlo pada siapapun yang selalu menanyakannya. Katakan pada mereka, hatiku tak akan pernah kesepian dalam setiap belaian ketetapanNya.

Untuk hatiku yang masih mencari, carilah dengan ikhtiar yang suci. Ikhtiar tanpa nafsu dan paksaan waktu, ikhtiar dengan harapan dan ketundukan, melangkah dalam koridor di jalanNya.

Untuk hatiku yang masih merindu, rinduilah Dia yang paling layak untuk dirindu. Kelak kau akan tahu, merindukanNya adalah penantian dan pencarian yang terindah.

Untuk hatiku, sesungguhnya kau dan aku berada dalam genggamanNya, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan selama kita bersandar kepadaNya. Jangan pernah merugakan, apa yang sudah ada dalam ketetapan Nya

Hari ini kutulis surat untuk hatiku, berharap hati ini hanya menanti, menunggu, mencari dan merindu karena Mu Ya Allah.. Amin. from ermaynee

kawanku semua yang baik, begitulah kira-kira hakekat sebuah cinta.. ingat dalam cinta tak ada yang pernah disakiti..

pernah baca buku cita-cita krya m. iqbal dawami… didalamnya ada sebuah cerita, seorang intelektual dan ahli komnikasi terkenal, Dr. Jalaludin Rahmat, pernah menceritakan.. Sekali waktu saat sembahyang magrib ia merasa sangat dekat dengan Tuhan. Ia membaca ayat panjang untuk menikmati kedekatan itu. Sembahyang yang biasanya praktis-praktis atau prinsip-prinsip saja menjadi sembahyang yang penuh dengan ritual-ritual panjang. Rasa-rasanya ia tidak mau menyudahi supaya dekat betul dengan Tuhan. Padahal sebelumnya, kalau sembahyang ia menggunakan ayat-ayat pendek, gerakan tangkas, dan doa yang ringkas. “Saya heran”, katanya pada kami, “ndak pernah saya menjadi beriman seperti ini.” Selama beberapa hari ia mencari faktor penyebabnya karena pada hari berikutnya saat shalat, ia tidak lagi merasakan hal serupa. Ia melakukan semacam tapak tilas untuk mencari tahu penyebabnya. Ia menemukan jawaban dan tertawa karenanya. Rupanya, saat itu ia baru selesai menonton telenovela dengan kisah pilu yang membuatnya sedih, terbawa emosi, mudah terharu, dan suka menangis. Suasana hati inilah yang menyertainya ketika ia melakukan shalat.”

kawan taukah semua itu karena cinta.. ya semua itu karena cinta…. lakukanlah kewajibanmu karena kamu mencintainya, bukan karena kewajiban yang harus kamu jalankan…

bagaimana kawan bisakah engkau seperti itu?

 

semoga bermanfaat

Iklan