Bismillaihairahmanirahim

kawanku semua yang dirahmati, sudah ingat kan sewaktu masa kecil kamu, yang selalu dipeluk dan dimanja oleh orang tuamu, terlebih lebih oleh ibumu. ibu lah yang selalu memberikan kasih sayang berlebih kepadamu, ibulah yang mengajarkanmu banyak hal, ibupum yang menunjukkan padamu  kebaikan, lantas bagaimana jika ibu yang kita sayangi terlebih dahulu meninggalkan kita? masihkah engkau menyanyangi beliau sebagiaman ia menyanyangimu saat ia  masih hidup? kawan.. ada yang mau jawab….????

sebuah kisah…..

Seorang Pria memasuki sebuah toko bunga. Dia memesan seikat bunga yang dapat dikatakan sangat indah, untuk dikirimkan kepada ibundanya yang tinggal sejauh 300 km di kota lain sebagai ucapan ulang tahun untuknya. Setelah selesai dan mencatatkan alamat ibunya, dia pun keluar.

Ketika akan memasuki mobilnya, dia melihat seorang gadis kecil di ujung jalan sedang menangis tersedu-sedu. Dia pun menemui gadis kecil itu dan bertanya, “Kenapa sayang?”

Gadis kecil itu menjawab diantara isakan tangisnya, “Aku ingin sekali membelikan ibuku bunga, setangkai mawar. Tapi sungguh aku tak punya uang untuk membelinya. Uangku hanya seribu rupiah saja. Padahal harga mawar tiga ribu banyaknya.”
Pria itu tersenyum dan berkata, “Ayo Nak, kubelikan kamu bunga yang kamu mau.” Lantas dia dan gadis kecil itu pun ke toko bunga. Dibelikannya gadis kecil itu setangkai mawar yang indah. Dia pun membatalkan pesanan yang pertama dan menggantinya dari seikat bunga menjadi karangan bunga untuk dikirimkan ke ibundanya.
Setelah keluar dari toko, sang Pria justru terkesan dengan polah si anak. Penasaran dengan seorang ibu yang berhasil mendidik putri yang baru saja ditemuinya, sejurus kemudian dia berpikir untuk mengantarkan si gadis kecil itu, maka dia pun berkata, “Nak, bolehkah aku mengantarmu ke rumah ibumu.” Si gadis kecil itu pun melonjak kegirangan. “Benarkah paman mau mengantarkanku menemui ibu?”
“Tentu saja. Ke manapun akan ku antar” kata pria itu.
Mereka berdua memasuki mobil. Lalu meluncur ke sebuah tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu. Sesampainya ditempat yang dituju. Gadis kecil itu bergegas turun dan berlari menuju sebuah pusara yang tanahnya masih basah………Tempat Pemakaman
“Disinilah tempat ibu saya,” katanya sembari meletakkan setangkai mawar yang baru dibelinya tadi ke pusara, setangkai mawar yang sejak tadi digenggamnya erat=erat dan diciuminya sepanjang jalan, setangkai mawar yang ia sendiri tak mampu untuk membelinya, setangkai mawar yang sanggup ia persembahkan untuk mamanya yang telah tiada.
“Tinggalkan aku di sini saja. Nanti aku pulang sendiri. Aku ingin dekat dengan Mama.”
Pria itu tercenung, tenggorokannya tercekat tak kuasa menahan air matanya yang hampir tumpah saat teringat sesuatu. Bergegas dia menuju ke toko bunga. Dia membatalkan kirimannya dan mengambil karangan bunga itu sendiri. Dia kendarai sendiri mobilnya sejauh 300 km kerumah ibundanya.
kawanku semua yang dirahmati Allah, tidak salah jika nabi saw bilang.. mulyakan ibumu…ibumu…ibumu.. baru kemudian ayahmu, betapa tingginya kedudukan ibu dimata manusia. Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia. Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah. Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kita dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya.kawan, dimana ibumu kini, sedang apa dia? sedihkah, bahagiakah, sibukah, coba kau tengok dirinya ditengah-tengah kesibukanmu bekerja? barangkali saat engkau menengoknya itu adalah tatapan terakhir engkau bersamanya… kwan tidakkah kau rindukan ibumu?
Ibu…!
Aku tahu…
Semua letihmu itu tulus
Dan…akupun tahu
Bukan apa-apa yang engkau ingin
Engkau tak pernah inginkan apa-apaIbu…!
Dulu engkau pernah bilang
Cepatlah besar anakku !
Jadilah engkau orang besar
Yang membesarkan hati Ibu

Ibu…!
Semua hebatku
Tak kan pernah ada
Tanpa ikhlas pengorbananmu

Ibu…!
Sabdamu adalah do’a
Do’a yang nyaring terdengar
Dan pasti… didengar !

Bukan gelimang harta tuk membalas
Bukan pula, tahta dan mahkota
Bhakti, taat… menjaga hati
Itu saja…cari dan mesti kau beri

kawanku semua yang dirahmati Allah…Kasih sayang ibu itu tak terbatas. Sampai kapanpun kita ga akan pernah bisa membalasnya. Seorang ibu tidak meminta upah apapun dari anaknya. Beliau hanya ingin anaknya bahagia menjalani hidupnya kelak.

Hari ini aku bertanya
Untuk diriku sendiri
Sederhana, tapi tak sesederhana itu
Untuk menjawabnya

Butuh waktu
Perjuangan
Kesungguhan
Entah…apa lagi

Tanya yang harus ku jawab
Dengan, benar..pasti
Hingga ku yakin
Itu…pasti benar

ya Allah..Engkau bilang
Surga ditelapak kaki ibu
Makna yang terbalut bahasa
Yang sulit ku terjemahkan

Biarkan ku coba mencari
Mulai hari ini..dan seterusnya.
Hingga kuberhenti
Kudapati semua jawab

Ibu…
Ijinkan aku mencari Surgamu
Yang masih rapat…tersimpan
Diantara rimbun belantara hidup

Ibu…
Kumohon petuahmu
Apa kan kubuat
Untuk bahagiamu

Ibu…
Tunjukkanlah
Arah mana kan ku tuju
Timur, selatan, barat atau utara
Tuk kudapat ungkap semua-jawab


Ibu…

Terima kasih atas semuanya

Cinta dan kasih sayang yang selalu Engkau berikan disetiap detik

Tak akan pernah Ku biarkan air mata kepedihan menetes dari matamu

Ibu, Disini aku merantau untuk menuntut ilmu

suatu saat nanti Aku ingin membuat ibu meneteskan air mata kebahagiaan atas pencapaianku,

semoga bermanfaat..

Iklan