bismillahirahmanirahim

kawanku semua yang dirahmati Allah, Betapa banyak sekolah-sekolah tinggi ternama. Namun tak satu pun mengajarkan pelajaran kiat jitu persiapan-persiapan menikah, apalagi memberikan kisi-kisi cara mudah menikah. Maka tak heran jika sebuah pernikahan yang sebenarnya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, terasa sangat awam bagi seseorang yang belum menjalaninya.

iya to tidak kawan?

Pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan tentang memilih calon istri. Hal ini adalah penting bagi para pemuda. Kenapa? Karena sekiranya umur anda sekarang 25 tahun, maka selebihnya dari umur tersebut anda akan hidup bersama pasangan anda, 50 tahun lagi atau lebih (jika Allah mentakdirkan). Selama masa tersebut hanya ada dua pilihan, bahagia atau menderita bersamanya. Istri juga akan menjadi teman anda kelak di akhirat. Allah swat berfirman: “Dan masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan istri-istri kamu, kamu akan mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan tiada tara.” (QS az Zukhruf:70) jadi di surga kelak istri anda akan tetap besama.

Sekarang ini anda memilih istri yang menjadi ibu dari pada anak-anak anda. Dia yang akan mendidik, membimbing dan mengajar anak-anak. Jadi anak akan tumbuh besar bersama ibu. Oleh karena itu memilih istri adalah sangat penting untuk kebaikan anak-anak kelak.

Ketika memilih harus benar-benar serius dan hati-hati. Jangan terperdaya hanya karena penampilan fisik, atau hanya karena dorongan nafsu. Karena ini berkaitan dengan masa depan anda dan anak-anak anda. Akan berbahagia atau akan sebaliknya. Jika anda saat ini memilih istri yang tepat maka suatu saat kelak anak anda akan mengatakan: “semoga Allah merahmati ayahku, karena telah memilih seorang ibu yang baik buatku..”.

Allah berfirman: “Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka” (QS. Al Baqarah: 201). Abdullah bin Mas’ud menafsirkan ayat tersebut, bahwa kebaikan dunia adalah wanita solehah. Kebaikan di akhirat adalah bidadari-bidadari cantik di surga. Sedangkan maksud azab neraka adalah wanita yang buruk akhlaknya. Karena wanita yang demikian akan menjadikan hidup anda sengsara di dunia dan akhirat.

Demikianlah pentingnya memilih calon istri. Hati-hatilah dalam memilih. Jangan tertipu oleh pandangan mata. Jangan terperdaya karena manisnya kata-kata atau indahnya untaian kalimat.

Untuk memilih istri hendaknya diperhatikan sepuluh hal penting. Hendaklah para pemuda muslim mengetahui hal ini. Begitu pula para muslimah, perlu juga mengetahui hal-hal tersebut. karena laki-laki soleh ketika memilih istri akan mencari sepuluh hal tersebut.

Cari dan carilah sehingga anda mendapatkan sepuluh hal di bawah ini.

Pertama, islam. Calon istri anda harus seorang muslimah. Jangan sekali-kali tertarik kepada wanita bukan islam. Allah berfirman:”Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu”(QS al Baqarah:221).

Janganlah kamu tertarik pada wanita bukan islam meskipun ianya cantik, memiliki mata yang indah, punya ijazah universitas atau dari keturunan terhormat. Ayat tersebut terdapat asbabun nuzul. Seorang sahabat bernama Martsad al Ghanawi. Ketika masih kafir pernah berkenalan dengan seorang wanita cantik bernama ‘Anaq (ia dikenal sebagai penari atau wanita penghibur). Keduanya suka satu sama lain. Suatu saat Martsad masuk islam. Ia adalah seorang pemuda tampan. berpenampilan menarik, berbadan tegap dan tinggi serta otot-otot badannya kekar. Pokoknya setiap hal yang menjadikan gadis suka ada padanya. Ketika itu ia memiliki tugas untuk membawa keluarga muslim pindah dari Mekkah ke Madinah. Untuk diselamatkan dari tindasan orang-orang kafir. Setiap malam ia berkeliling mendatangi keluarga muslim untuk dibawa ke Madinah. Suatu malam ketika ia sedang berjalan untuk melakukan tugasnya. ‘Anaq melihatnya dan memanggilnya. Ia mengutarakan bahwa ia sudah rindu pada Martsad. Di malam yang gelap dan terasa dingin tersebut ia mengajak Martsad untuk tidur dirumahnya (mengajak berzina). Namun Martsad mengatakan bahwa islam telah menghalangi hubungan keduanya. Mengetahui demikian, ‘Anaq meminta Martsad untuk menikahinya, namun Martsad berpendirian tidak akan melakukannya kecuali bertanya dulu kepada Rasulullah. Melihat pendirian Martsad tidak mau memenuhi kemauannya, kemudian ‘Anaq mengancam akan memanggil pemuda-pemuda kafir supaya menangkap Martsad. Melihat keadaan demikian lalu Martsad segera melarikan diri ke Madinah.

Demikianlah ujian bagi Martsad, kesempatan untuk berzina terbuka. Perempuan cantik yang ia sukai telah pun mengajaknya. Namun takwanya pada Allah telah melindunginya dari perbuatan nista. Kejadian yang dialaminya serupa dengan yang pernah dialami oleh nabi Yusuf as. Oleh sebab itu bagi para pemuda muslim, kokohkanlah takwa, jangan sampai anda terjerumus kepada perbuatan haram. Yakinlah bahwa dengan meninggalkan yang haram anda akan mendapatkan gantinya yang halal dan lebih baik.

Sesampainya di Madinah ia menemui Rasulullah. Ia menyatakan bahwa dirinya masih menyukai ‘Anaq dan hampir saja ia terjerumus zina. Ia meminta keizinan Rasulullah untuk menikahinya. Namun Rasulullah melarangnya dengan menyebutkan ayat di atas.

Kedua, solehah. Karena perempuan yang solehah akan mengajarkan kepada anak-anaknya kebenaran, menepati janji, sifat malu dan ketaatan. Rasulullah saw bersabda:” Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung.”

Dan sabda beliau:“tiada perkara yang paling menyenangkan bagi seorang mukmin selepas taqwa yang lebih baik dari seorang isteri yang solehah. Jika dia menyuruhnya isteri itu akan mentaatinya jika dilihat padanya maka isterinya itu amat menyenangkannya dan jika dia memberi isterinya itu akan menghargai dan jika dia tiada isterinya itu akan menjaga diri dan hartanya”. Kepada perempuan tidak solehah kamu perlu takut dan waspada. Bagaimana ia akan mau mentaatimu sedangkan pada Allah ia tidak taat?

Ketiga, cerdas. Kamu perlu mencari perempuan yang pikirannya matang. Berpemikiran dewasa, terbuka serta mampu mengatasi permasalahan. Kehidupan sekarang ini, sebagaimana yang kamu lihat penuh kesibukan dan persoalan. Sekedar misal, seandainya kamu sedang kerja, anak kecilmu di rumah jatuh dan terluka. Kalau istrimu seorang yang cerdas ia akan mengobati anaknya. Jika terlihat darah dari luka tidak berhenti dan perlu dibawa ke rumah sakit. Ia akan menghubungimu, menceritakan sekilas kejadian serta meminta izin membawa anak ke rumah sakit. Kemudian membawa anak ke rumah sakit untuk diobati. Begitu selesai kembali ke rumah. Ketika sore kamu pulang, istrimu menceritakan kejadian bahwa anaknya telah jatuh dan terluka perlu dibawa ke rumah sakit. Semuanya sudah dapat diatasi dengan baik. Dengan demikian kamu pun merasa tenang.

Kalau ia bukan perempuan yang cerdas, ketika anaknya jatuh terluka ia hanya bisa panik dan teriak-teriak meminta tolong sehingga para tetangga berdatangan. Atau yang lebih parah ia sendiri malah pingsan melihat anaknya terluka.

Pernah ada kejadian, seorang istri yang sangat solehah, berjilbab, lemah lembut dan baik akhlaknya. Suatau hari ia ditinggal sendiri di rumah oleh suaminya. Ketika itu terjadi kebakaran pada bangunan rumahnya. Jika tidak di padamkan maka seluruh bangunan di tempat itu kan terbakar. Maka para tetangga berteriak dan meminta ia membuka pintu untuk membantu memadamkan api. Namun ia mencegahnya dengan alasan bahwa ia tidak mengizinkan laki-laki masuk. Maka dengan terpaksa para tetangga memecah pintu untuk masuk. Inilah contoh perempuan solehah tapi kurang akalnya. Kita tentu perlu mencari perempuan solehah dan sempurna akalnya.

Saya akan menceritakan sebuah kejadian, bahwa Rasulullah pernah menceraikan salah satu istrinya ketika malam pertama. Mungkin sebagian dari kamu baru kali ini mendengar kisah ini. Perempuan tersebut bernama al Jauniyah. Setelah Rasulullah mengkhitbah dan melakukan akad, maka pada malam walimah beliau mendatangi al Jauniyah. Sesampainya di kamar al Jauniyah, beliau mengulurkan tangan untuk menyentuh kepala al Jauniyah. Tiba-tiba ia mengatakan pada Rasulullah, “aku berlindung kepada Allah dari pada engkau”. Rasulullah pun terkejut mendengan pernyataan itu. Beliau bertanya, mengapa kamu katakan itu? Istrinya menjawab, “tidakkah engkau menyukai kata-kata tersebut? beliau bertanya lagi, “siapa yang mengajarkanmu untuk mengatakan yang demikian?ia menjawab, “isti-istrimu”. Rasulullah kemudia berkata, “kembalilah kamu pada keluargamu, kamu sekarang saya talak”. Beliau melihat ada kekurangan pada akal al Jauniyah. Apakah masuk akal bertanyakan suatu hal pada musuh?para istri yang dimadu tentu tidak suka pada perempuan yang menjadi saingannya. Itulah kesalahan al Jauniyah yang menanyakan sesuatu pada istri-istri Rasulullah yang lain. Adalah tindakan bodoh jika mengambil kata-kata musuh tanpa dipikirkan kembali.

Adalah tidak mungkin jika ruang kemudi pesawat diisi oleh orang yang bodoh. Jika itu terjadi maka pesawat pasti akan jatuh. Begitu pula rumah tangga, jika anggotanya adalah orang yang lemah akal, niscaya rumah tangga akan rusak.

Keempat, sifat malu. Setiap agama memiliki akhlak, sedangkan akhlak agama ini adalah malu. Jika kamu tidak malu lakukanlah semaumu. Malu adalah indah, akan lebih indah jika ada pada wanita. Sebaik-baik perhiasan pada muslimah adalah sifat malu. Jika sifat malu telah rusak maka rusak pula sifat kewanitaannya.

Janganlah kamu tertarik pada perempuan yang suka bergaul dengan laki-laki, suka berkata dan tertawa terbahak seperti laki-laki atau suka berpakaian mirip laki-laki. Perempuan yang gayanya seperti laki-laki tidak pantas untuk dijadikan istri. Hanya perempuan yang punya sifat malu yang pantas untuk dijadikan istri.

Wahai para muslimah…ketahuilah bahwa hal penting yang dicari oleh seorang laki-laki pada wanita adalah sifat malu.

Bagaimana caranya untuk mengetahui sifat malu pada perempuan?kalau untuk mengetahui kecerdasanya dapat dilakukan ketika mengajaknya bicara, dari situ kamu dapat membaca jalan pikiran dan kecenderungannya. Sedangkan untuk sifat malu, kamu bisa mengetahuinya ketika kamu datang kerumahnya bersama keluargamu. Ketika itu kamu bisa melihat pandangannya. Kadang laki-laki ketika datang ke rumah calonnya malu-malu untuk melihat. Padahal ketika itu kesempatan untuk menilai. Karena kadang ada perempuan yang kurang rasa malunya yang melihat calon pasangannya seakan mau menelannya. Perempuan yang memiliki sifat malu tentu tidak demikian.

Kelima, taat. Carilah istri yang taat. Bagaimana untuk mengetahui perempuan tersebut taat atau tidak?lihatlah pada ibu dan ayahnya, begitu pulau saudara-saudaranya. Perempuan itu biasanya belajar dari ibu atau saudara-saudaranya. Jadi sebelum menikah hendaknya kamu kenali dan teliti keadaan keluarganya. Cari tahu apakah ibunya taat pada suaminya, atau saudara-saudara perempuannya taat pada suami-suami mereka. Ini penting, karena semua hal tersebut ada pengaruh pada perempuan yang akan kamu pilih.

Pernah ada seorang pemuda yang datang pada saya dan menanyakan tentang perempuan yang akan dinikahinya. Maka saya tanyakan, saiapa orang tuanya, dimana sekolahnya, siapa teman-temannya, bagaimana sauadara-saudaranya. Maka diantara jawaban yang diberikan, ia menyebutkan bahwa perempuan tersebut memiliki delapan saudara dan semuanya sudah menikah. Namun kesemuanya telah bercerai. Maka saya menasehatkan supaya ia tidak memilih perempuan tersebut. namun ia tidak mengikuti apa yang saya sarankan. Maka ia menikahi perempuan tersebut. dan setelah dua tahun akhirnya mereka bercerai.

Keenam, kecantikan. Carilah istri yang berparas cantik. Hal ini ada tiga syarat. Sebelum itu perlu dijelaskan bahwa, cantik itu sesuatu yang relatif. Tidak ada alat untuk mengukur kecantikan seseorang. Kadang apa yang dilihat orang pada kita cantik namun orang lain menilai tidak cantik. Tidak bisa dikatakan perempuan yang putih itu cantik, atau yang berkulit kuning, atau pula yang bermata hijau, biru atau perak itu cantik. Karena kadar kecantikan itu berbeda-beda.

Kadang seorang ibu mencarikan perempuan cantik untuk anak laki-lakinya. Namun ketika anaknya melihat sendiri itu tidak cantik. Untuk ibu-ibu yang memiliki anak perempuan maka bantu dan temanilah ia untuk menilai ketika memilih pasangannya. Jangan memaksakankan kehendak sendiri karena yang akan menikah adalah anaknya. Perlu dipehatikan, bahwa sebaik-baik kecantikan adalah ketika suami senang saat melihat wajah istrinya.

Sedangkan tiga syarat kecantikan ialah: pertama, kecantikannya untuk di rumah. Bukan untuk di luar, di jalan atau untuk laki-laki asing. Sangat disayangkan para perempuan yang suka berhias dan manampakkan kecantikannya bukan untuk suaminya tetapi malah untuk orang lain apalagi yang gemar upload gambarnya di facebook. Carilah perempuan yang kecantikannya sukar dilihat orang. Jangan kamu relakan kecantikan istrimu menjadi perkongsian untuk dilihat orang. Kedua, tidak angkuh dengan kecantikannya. Istri cantik yang terlalu membanggakan kecantikannya akan meremehkanmu. Misalnya ia mengatakan, “ratusan laki-laki yang suka dan menginginkanku namun semuanya ku tolak, kamu beruntung karena sudah ku pilih..”. itu sombong namanya, padahal kecantikannya selama ini karena Allah masih meridhoi kecantikannya, jika tidak hayo bgaimana jadinya?

Oleh sebab itu wahai para muslimah, jika kamu memiliki paras cantik, bersikaplah tawadu’. bersyukurlah pada Allah. Merendah kepada suamimu. Ketahuilah, laki-laki sangat membenci perempuan yang membanggakan diri.

Ada sebuah kisah, seorang laki-laki buta menikah dengan seorang perempuan. Setiap kali perempuan tersebut selalu menyebut-nyebut kecantikan dirinya. “ah..seandainya kamu tidak buta pasti akan melihat indahnya mataku, lembutnya pipiku, juga tingginya badanku..ah..seandainya.. Sampai suatu ketika suaminya bosan mendengarkan. Ia pun berkata, “kalaulah benar apa yang kamu katakan, manalah mungkin orang akan mau membiarkanmu untuk diriku yang buta begini..”. Ketiga, hendaknya kecantikan itu dilandasi oleh agama yang kuat. Karena istri yang cantik tanpa pemahaman agama yang baik hanya akan membuat kamu susah. Kamu akan selalu khawatir ketika meninggalkannya di rumah. Hidupmu selamanya tidak akan tenang.

Ketujuh, keturunan yang baik. Carilah istri dari keluarga yang baik dan mulia. Dikenal oleh masyarakat bahwa keluarga tersebut sebagai keluarga yang baik, memiliki hubungan yang baik atar anggota keluarga, sanak famili, tetangga dan masyarakat. Sedangkan kemulian yang paling utama adalah ketakwaan pada Allah dan hidup mengikut tuntunan syari’at.

Kedelapan, kebersihan. Ini adalah hal penting, karena istri yang akan mengurus makan minummu, pakaianmu, tempat tinggalmu, juga anak-anakmu kelak. Jika istrimu tidak menjaga kebersihan maka akan membahayakan keluargamau. Bagaimana untuk mengetahui calon istrimu menjaga kebersihan atau tidak?lihatlah dari pakaian yang dikenakannya, lihat rumah keluarganya, dan lihat pula saudara-saudaranya.

Pernah seorang teman melamar seorang gadis, ketika datang ke rumah gadis tersabut ia disediakan minuman. Namun ketika mau minum pada gelas tersebut masih ada bau bekas makanan. Maka ibunya melarangnya untuk menikahi perempuan tersebut. karena seandainya tempat minuman yang diberikan ketika ia bertamu saja sudah tidak bersih, bagaimana perempuan tersebut bisa menjaga makan minum, pakaian suami dan anak-anak kelak.

Islam sangat mengutamakan kebersihan, itulah sebabnya pada buku-buku fikih bab pertama yang dibahas tentang thaharah.

Kesembilan, bukan dari saudara dekat. Secara umum hal ini adalah baik dan perlu diperhatikan. Karena kadang ada penyakit turunan yang dibawa laki-laki, jika ia menikah dengan perempuan dari keluarga dekat dikhawatirkan perempuan tersebut memiliki hal yang sama. Hal ini akan pada anak mereka kemudian karena penyakit tersebut akan menurun padanya. “Janganlah kamu menikah dengan saudara dekat kelak anak-anak akan lemah badan dan akal.”

Kadang ketika terjadi perceraian, seandainya suami dan istri tersebut adalah dari saudara dekat tentu akan merenggangkan hubungan persaudaraan antar keluarga mereka. Menikah dengan saudara dekat tentu dibolehkan, asal dikarenakan perempuan tersebut memiliki sifat-sifat yang sangat baik.

Kesepuluh, cinta. Diantara kesepuluh hal ini termasuk yang sangat penting. Adakah menjadi sebuah syarat sebelum menikah supaya seorang laki-laki harus mencintai perempuan yang akan dinikahi atau perlu pacaran dulu? Jawabnya tentu tidak. Saya akan kabarkan sesuatu kepada kamu sekalian,  pernah dilakukan riset studi lapangan oleh universitas Cairo tentang pasangan yang menikah. Hasil dari riset tersebut didapati bahwa 80% dari pasangan yang bercinta atau pacaran dulu sebelum menikah gagal dari pernikahannya dan berakhir dengan perceraian. Mereka rata-rata sebelumnya telah pacaran selama satu, dua, tiga atau lima tahun sebelum menikah (ini dinamakan zawajul hub atau pernikahan atas dasar cinta). Sedangkan zawaj taqlidi atau pasangan yang menikah secara sepontan 70% berhasil dalam pernikahannya. Dan pernikahan yang sedemikianlah yang telah dilakukan oleh kakek-nenek dan ayah-ibu kita dahulu.

Ada cerita dari teman saya bahwa kakeknya yang berumur tujuh puluh tahun telah ditinggal mati neneknya yang berumur enam puluh dua tahun. Kakek tersebut sangat sedih ditinggal istrinya, ia selalu terkenang istrinya. Jika ada saudara istrinya datang ia menangis sambil mengatakan, “telah pergi kekasihku yang selalu perhatian padaku dan aku sangat perhatian padanya..”.

inilah cinta. Cinta sejati yang didasari ketulusan dan kesucian, yang melahirkan keluarga bahagia. Bukan cinta yang lampiaskan pada tempat-tempat maksiat, yang jauh dari akhlak dan keluar dari tuntunan akal sehat.

Perhatikan firman Allah: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang” (QS Ar-Ruum: 21)

Lihatlah tertib kalimat pada ayat tersebut, Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, hendaknya kamu menikah dahulu. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, kemudian kamu akan hidup tenang bersamanya dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang, kemudian dijadikan mawaddah (rasa cinta) dan rahmah (kasih sayang) diantara kamu. Jadi menikah dulu baru kemudian cinta akan tumbuh. Sebelum pernikahan tidak ada istilah cinta. Yang ada adalah kecenderungan terhadap lawan jenis. Cinta adalah anugerah dari Allah, bukan sesuatu yang tersebar di mana-mana yang mudah untuk didapatkan.

Terdapat perbedaan maksud antara al hub dan al mawaddah meskipun secara makna sama yaitu cinta. Al hub adalah perasaan hati sedangkan al mawaddah adalah tindak perbuatan. Pada ayat di atas memakai kata al mawaddah bukan al hub. Jika al hub, bisa jadi seorang laki-laki mencintai istrinya namun tidak menaruh perhatian serta tidak pula bertanggung jawab pada keluarga. Bisa saja ia mengatakan pada istrinya aku mencintaimu, namun ketika marah memukul istrinya. Cinta apa yang seperti ini? Sedangkan mawaddah akan beriringan dengan rahmah atau kasih sayang. Ada pasangan yang hidup setia dan harmonis sampai puluhan tahun meskipun kadang tanpa cinta. Namun pasangan tersebut saling menaruh perhatian dan bertanggung jawab satu sama lain.

Demikianlah sepuluh hal kiat untuk memilih calon istri. Jadi wahai para pemuda muslim, perhatikanlah hal-hal tersebut ketika kamu memilih. Tidak diharuskan bagi kamu mendapatkan kesepuluh hal tersebut pada diri calon istrimu, namum setidaknya sebagian besar hal-hal tersebut bisa kamu peroleh.  seminar Oleh Dr. Mohamad Khair al Shaal.

 

semoga bermanfaat..

Iklan