bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, andai didompetmu cuma ada uang 100 ribu saja, apa yang akan kamu perbuat dengan uang tersebut? mau dibuat beli pulsa? mau buat makan? atau mau sedikit diamalkan ke masjid to panti asuhan? ato mau diapain? jika hidup di kota-kota besar 100ribu tidaklah ada artinya dalam beberapa hari saja pasti habis, misal makan 3x sehari dengan asumsi makan nasi + pecel ayam + es teh manis berpa coba ? Rp 12ribu kan, terus di kali 3 jadi sama dengan 36ribu, berarti dalam waktu 3 hari uang tersebut sudah habis ya to tidak kawan, tapi coba bayangkan uang seratus ribu untuk para tukang becak, bayangkan arti 100ribu buat kuli bangunan, bayangkan 100ribu buat pelayan restoran, bayangkan 100ribu buat karyawan bawahan, bayangngkan berapa berartinya uang tersebut. ada yang bilang “uang susah dicari namun lancar sekali buangnya” apa arti 100ribu buatmu kawan? semoga engkau bisa menggunakannya dengan sebaik-baiknya dan sebijak-bijaknya, sungguh diluar sana masih banyak yang susah daripada kamu..

sebuah kisah menarik, bagi yang sudah pernah baca diambil hikmahnya saja.

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik.

Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :

”Ya, ampyyyuunnnn. ……… darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan….. bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan ….. Ada dapa denganmu?”

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :

“Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ……”

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.:

“Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm… dompetnya harum sekali. Setelah dari sana, aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus.

Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu.

Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. “

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya :

“Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman. Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!”

“Apa itu?” uang seratus ribu penasaran.

“Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di tempat-tempat ibadah.

Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu.

Jarang banget tuh aku melihat kamu atau teman-teman
kamu disana…..”

“Ketahuilah bahwa walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap Jum’at aku selalu mampir di Mesjid2, dan di tangan anak2 yatim, bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan. Aku tdk dipandang manusia bukan karena sebuah nilai tapi karena manfaat…”

Akhirnya menangislah uang SeratusRibu karena merasa besar, hebat, tinggi tapi tidak begitu bermanfaat selama ini. Jadi bukan seberapa besar penghasilan Anda, tapi seberapa bermanfaat penghasilan Anda itu.

Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan. Semoga kita termsuk golongan orang- orang yang selalu mensyukuri Anugerah dan memberi manfaat untuk semesta alam serta dijauhkan dr sifat sombong.

sahabatku semua yang dirahmati Allah, semalem saya nonton acara yang saya sukai, saya rasa kawan juga suka. “MARIO TEGUH, GOLDEN WAYS. ada kata yang menyita perhatian saya.. “orang itu ingin ditemukan, jika engkau ditemukan oleh Presiden pasti pasti panglima namun jika engkau ditemukan oleh rakyat engkau pasti jadi Presiden”  kawan tahukah apakah yang tersirat dari kata mutiara penuh makna tersebut.  yach berbuat baikklah kepada sesama manusia sebanyak-banyaknya…

Allah menciptakan kita bukan untuk sia-sia tetapi karena tujuan mulia yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah adalah kata yg mencakup segala hal yang dicintai dan diridhoi Allah SWT. Kita menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannya-Nya adalah ibadah. Kita berbuat kebaikan kepada sesama muslim bahkan sesama manusia atau kepada binatang sekalipun karena Allah adalah ibadah. berbuat baiklah kepada semua orang sebanyak-banyaknya… biarkan semua yang menykitimu tetaplah berbuat baik kepadanya pasti kebaikan akan kembali lagi kepadamu

sahabatku semua yang baik.. Siapa yang menginfakkan atau membelanjakan hartanya dalam kebaikan, Allah akan menggantinya di dunia, dan kelak di akhirat disediakan pahala yang berlipat ganda. Allah l berfirman:

“Katakanlah (wahai Nabi), ‘Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya.’ Dan apa saja yang kalian nafkahkan/infakkan maka Dia akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Saba’: 39)

Orang yang berinfak di dunia akan beroleh ganti dan di akhirat kelak mendapatkan ganjaran dan pahala, kata Al-Hafizh Ibnu Katsir t dalam tafsirnya. (Tafsir Ibni Katsir, 6/331)

Al-’Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di t mengatakan, “Dan apa saja yang kalian nafkahkan/infakkan, berupa nafkah yang wajib ataupun mustahab/sunnah, untuk kerabat, tetangga, orang miskin, anak yatim, atau selainnya, maka Dia l akan menggantinya. Karenanya, janganlah kalian menyangka berinfak itu mengurangi rezeki. Bahkan Allah Dzat yang melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya– berjanji akan memberi ganti kepada orang yang berinfak. Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya, maka mintalah rezeki dari-Nya dan berupayalah menempuh sebab-sebab yang diperintahkan-Nya kepada kalian.” (Taisir Al-Karimir Rahman fi Tafsir Kalamil Mannan)

kawanku semu yang dirahmati Allah, tidak terasa waktu berjalan begitu cepat tulisan awal di blog ini sekitar bulan oktober hingga sekarang bulan 9 bulanan sekarang telah dikunjungi 100.000 orang lebih, dan yang bikin saya semangat sharing pengetahuan, memaparkan kajian diskusi.  akhir-akhir ini yang bersilaturahmi disini selalu mendekati angka 1000, bahkan silaturahmi terbanyak yang pernah tercatat 1456 pengunjung perhari, subhanaAllah, semoga gubuk saya ini semakin bermanfaat untuk orang banyak…
sahabatku semua yang baik, jika kita berniat baik pasti limpahan kebaikan akan tercurah kepada kita, kritiklah saya, semoga saya lebih baik lagi, ingatkan saya, jika saya keluar dari jalur-jalur yang ditentukan, tegur saya, saat saya lupa, dan hardik saya jika saya ternyata bandel untuk diingatkan, saya bukanlah yeng terbaik, saya bukanlah sempurna, saya bukan yang terhebat. dialah Allah yang maha hebat. dialah Allah yang maha sempurna, dialah Allah yang maha segalanya..
terima kasih kepada sahabatku semua yang selalu silaturahmi digubuk saya ini, mari kita terus belajar untuk kehidupan yang lebih baik, mari mengkaji ilmu Allah guna mantapkan iman kita, mari perbaiki hati dan prilaku kita, mari berjuang bersama demi kemajuan bangsa dan negara…
semoga kita bisa menjadi manusia yang bermanfaaat bagi sesamanya…
Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. ( Bung Karno)
Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. ~ Nabi Muhammad SAW
Tetapkanlah diri Anda sebagai sahabat bagi kebaikan orang lain, Lalu perhatikan apa yang terjadi. (Mario Teguh)
Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~ Khalifah ‘Umar
mari kita sama-sama berdoa
ya Allah, ya tuhanku
Damaikanlah hatiku
yang mudah gelisah ini. …Lambatkanlah kemarahan
dari membakar hatiku,
agar lebih anggun suara pikiran
dan hatiku, karena ku tak pernah tahu,
suara pikiran dan hatiku yang mana
yang Kau terima sebagai doa.

ya Allah, ya Tuhanku,

Lembutkanlah hatiku,
tenangkanlah pikiranku,
indahkanlah lisanku,
agar indah pujian dan doa
yang kunaikkan kepada Mu.

ya Rabb, indahkanlah hidupku

ya Allah, Kami memohon agar Engkau
menjadikan hati kami rindu dan
cenderung kepada yang benar,
…dan waspada terhadap bisikan
untuk mengabaikan kebenaran.

Sesungguhnya kekayaan
hanya bisa dicapai dengan kejujuran,
dan yang selainnya hanyalah harta
yang menandakan besarnya hukuman
yang sedang Kau tangguhkan.

ya Rabb,

Rahmatilah kami dengan hati yang jujur,
pikiran yang lurus, dan tubuh yang patuh.

semoga bermanfaat.
Iklan