bismillahirahmanirahim

sabatku semua yang dirahmati Allah, lelaki idaman, apakah lelaki idaman itu harus ganteng, terkenal terus banyak hartanya? sahabatku muslimah semuanya, coba jawab? jika ada lelaki yang kulitnya hitam, dari golongan tidak mampu nampu begitu taat kepada Allah dan rasulnya, maka lebih baik mana? coba jawab…?

sebuah kisah cobalah renungkan..

Petang ini, hujan turun renyai-renyai, mendinginkan alam yang sejak tadi diterikkan mentari. Angin sejuk menghelus lembut. Nyaman sekali. Sambil bertemankan hujan, aku menghabiskan masa, menatap dan mengintai hikmah dari kisah seorang sahabat nabi bernama Saad Assulami, seorang pemuda dari bani Sulaim.

Pemuda ini seorang hitam kulitnya, dan tidak seberapa wajahnya tapi mempunyai imani yang tidak berbelah untukTuhan dan Rasulnya.

Saad pernah meminang anak-anak gadis untuk dijadikan suri dalam hidupnya, tetapi ditolak lantaran kulitnya yang hitam dan wajahnya yang tidak seberapa. Dalam keadaan kecewa, dia mendatangi rasulullah dan bertanya kepada baginda…

“Ya Rasulullah saw, apakah akan terhalang seseorang itu masuk syurga disebabkan mukanya yang hitam dan jelek?”

Lalu Rasulullah saw bersabda:-

Tidak, demi Allah yang jiwaku di tangannya, selama Kamu YAKIN kepada Tuhanmu dan ajaran Rasulnya.

Kemudian, Saad mengadu kepada rasulullah akan pinangannya yang ditolak karena paras rupanya. Setelah mendengar luapan hati sahabatnya itu, Rasulullah menyuruhnya pergi ke rumah seorang sahabat bernama Amr Bin Wahab dan meminang puterinya yang sangat cantik dan cerdik bernama Aatiqah. Rasulullah juga menyuruh Saad menyampaikan kata-kata rasulullah bahawa banginda telah menjodohkan Saad dengan Atiqah.

Dengan harapan yang mengunung, Saad pun pergi ke rumah Amr Bin Wahab, namun ditolak dengan kasar oleh Amr kerana Amr menyangka Saad telah berdusta.

Perbuatan Amr telah sampai ke pengetahuan puterinya Aatiqah. Menyadari akan kesalahan bapanya yang mengingkari arahan Rasulullah, Atiqah berkata kepada bapanya;

Wahai ayah carilah selamat, carilah selamat sebelum turun wahyu membuka perbuatanmu, dan jika benar rasulullah saw telah mengahwinkan aku dengan orang itu maka aku terima dengan hati yang terbuka dan rela atas apa yang telah direlakan oleh Allah dan rasulullah untukku.”

Mendengar bicara puterinya, hati sang ayah bergetar. Lantas dia pergi menemui rasulullah dan meminta maaf atas kekhilafannya.

Saad kemudiaannya dikahwinkan dengan Atiqah dengan mahar 400 dirham.

Subhanallah….

sahabatku semua yang dirahmati Allah

Tatkala seorang jejaka memandang cermin, apa yang selalu difikirkan adalah “handsome kah aku?”, “adakah otot-otot aku semantap Arnold Schwarzenegger?” dan seumpamanya.

Apa kata selepas ini, kita bertanyakan soalan berikut ketika memandang cermin :

1. Adakah aku senantiasa taat kepada Allah dan Rasullulah?

2. Adakah jihad Fisabilillah adalah matlamat dan program hidup aku?

3. Adakah mati syahid adalah cita-cita hidup tertinggi aku?

4. Selama ini, adakah aku sabar dalam menghadapi ujian dan cabaran daripada Allah?

5. Ikhlaskah aku dalam beramal?

6. Adakah kampung akhirat menjadi tujuan utama hidupku?

7. Takutkah aku kepada ujian Allah dan ancaman-Nya?

8. Adakah aku selalu memohon ampun atas segala dosa-dosaku?

9. Adakah aku zuhud dengan dunia tetapi tidak meninggalkannya?

10. Adakah solat malam menjadi kebiasaanku?

11. Adakah aku bertawakal kepada Allah atau aku kerap mengeluh?

12. Adakah aku kerap memberikan infaq di waktu senang mahupun sempit?

13. Berusahakah aku untuk menerapkan nilai kasih sayang sesama mukmin dan ukhwah di antara mereka?

14. Kuatkah aku amar maaruf dan nahi munkar?

15. Adakah aku sangat kuat memegang amanah, janji dan kerahsiaan?

16. Adakah aku seorang pemaaf?

Andai jawaban persoalan-persoalan di atas adalah positif belaka, maka anda memiliki ciri-ciri lelaki soleh idaman wanita !

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
«سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ … وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ»
“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …”( hadis al-Bukhari dan Muslim).
Hadits yang agung ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Islam terhadap hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi seorang pemuda muslim sekaligus menjelaskan keutamaan besar bagi seorang pemuda yang memiliki sifat yang disebutkan dalam hadits ini. Hadits ini menunjukkan) keutamaan pemuda yang tumbuh dalam dalam ketaatan kepada Allah, sehingga dia selalu menjauhi perbuatan maksiat dan keburukan.
Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan “seorang pemuda” karena (usia) muda adalah (masa yang) berpotensi besar untuk didominasi oleh nafsu syahwat, disebabkan kuatnya pendorong untuk mengikuti hawa nafsu pada diri seorang pemuda, maka dalam keadaan seperti ini, berkomitmenlah dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah.
Dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
«إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ»
“Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah”(HR Ahmad dan ath-Thabrani)
“pemuda yang tidak mengikuti hawa nafsunya, dengan dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha bersungguh-sungguh untuk  menjauhi keburukan”
Inilah Inilah cirri-ciri pemuda muslim yang dicintai oleh Allah Ta’ala dan pandai mensyukuri nikmat besar yang Allah Ta’ala anugerahkan kepadanya, serta mampu berjuang menundukkan hawa nafsunya pada saat tarikan nafsu sedang kuat-kuatnya menjerat seorang manusia. Ini sudah tentu merupakan hal yang sangat susah dan berat, maka wajar jika kemudian Allah Ta’ala memberikan balasan pahala dan keutamaan besar baginya.

semoga bermanfaat..

disarikan dari berbagai sumber

Iklan