bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, ekonomi yang extrem seperti mencekik bangsa ini, dimana-mana pengganguran merajalela, dan akhirnya kemiskinan sudah menjadi budaya yang tak bisa dihindarkan lagi. benar ada istilah “yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin” perbedaan yang sangat mencolok sering kali diperlihatkan didepan mata kita, orang kaya dengan mobil mewahnya, orang miskin dengan sepeda bututnya. seperti ada jarak pemisah yang jauh. padahal di hadapan Allah, semua manusia itu sama. yang berbeda adalah seberapa besar tingkat ketaqwaanya kepada Allah. lalu bagaimana dengan kita kawan?

kita si-kaya kah?

to kita si-miskinkah?

seberapa besar taqwa kita? kuatkah? biasakah? to nyaris putuskah?

sebuha kisah renungan bacalah dengan seksama jangan berfikiran negatif dulu….

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok. Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.

baca kisah selengkapnya….

Iklan