bismillahirahmanirahim.

sahabatku semua yang baik hatinya, alam dengan semua keindahannya, andai kita paham kiasan yang Allah ingin sampaikan kepada kita pasti kita menjdi pribadi yang sangat baik, contohnya saja daun -daun yang jatuh dari pepohonan, sekilas memang tak ada yang menarik, tak ada yang istimewa bahkan terkesan lumrah, namun coba kiaskan saat kamu kehilangan orang yang kamu sayang, ibarat daun yang jatuh maka setelah berguguran akan muncul tunas-tunas daun yang baru sebagai penggantinya. andai semua orang bisa memahami makna yang tersirat dari sebuah penciptaan alam tentunya tidak akan orang yang bersedih hatinya…

bagaimana denganmu kawan? apakah engkau bisa seperti itu?

sebuah kisah menarik semoga bermanfaat…

Seorang pemuda berjalan lunglai di trotoar di pinggir jalanan yang ramai dilalui kendaraan. Dia sedang bersedih karena rasa kecewa dalam hatinya akibat diputus oleh kekasih yang sangat dia cintai. Kekasihnya menemukan seseorang yang memiliki kelebihan jauh di atas dirinya, baik dalam ketampanan fisik maupun kekayaan materi.

dia merasa seakan dunia sudah runtuh dan hatinya hancur berkeping-keping. Ramainya jalanan terasa sepi dan sejuknya pagi terasa panas. Tidak ada keceriaan dan keindahan yang dilihat oleh matanya. Hijau pepohonan yangrindang menaungi jalanan itu seakan tidak ada artinya. Hatinya telah hancur.

Beberapa langkah kemudian, dia melihat seorang remaja seusianya ditabrak lari oleh sebuah mobil persis di depan matanya. Sopir mobil itu tidak peduli dengan pemuda yang ditabraknya. Sementara di sisi pemuda itu ada seorang gadis kecil menjerit dan menangis sambil memanggil-manggil abangnya yang tertabrak itu.

Pemuda yang patah hati itu segera menolong remaja itu. Semua kesedihan dan kekecewaan karena patah hatinya telah hilang, berganti rasa kasihan terhadap remaja dan gadis kecil itu. Dia berusaha memberhentikan mobil lain yang melewati jalan itu untuk meminta pertolongan agar mengantarkannya ke rumah sakit terdekat, sementara gadis kecil itu masih menangis sambil memeluk tubuh kakaknya yang berlumuran darah. Seseorang memberhentikan mobilnya dan mengantarkan remaja naas itu ke rumah
sakit. Setelah tiba di rumah sakit, dia harus menunggu dan menemani gadis kecil itu untuk menantikan berita dari dokter yang menangani abangnya. Setelah melewati pemeriksaan, dokter memberitahukan bahwa abangnya tidak apa-apa dan hanya mengalami luka ringan di kepala dantangan.

Pemuda patah hati itu kemudian menasihati gadis kecil itu, “Sudahlah Dik…, nggak usah bersedih… Berdoalah semoga abangmu baik-baik saja.”

Padahal, beberapa waktu sebelumnya, dia sendiri merasa bersedih karena baru diputuskan oleh kekasihnya. Kini, dia telah bisa menguasai dirinya dan berbalik menasihati gadis kecil itu untuk tidak bersedih.

sahabtku semua yang baik, Hidup memang sebuah sandiwara dan permainan yang terkadang tampak aneh, tetapi kita mengalaminya. Tidak ada kesedihan yang abadi dan tidak ada kesulitan yang tidak punya solusi, karena hidup hanyalah sandiwara. Setiap sandiwara telah ada skenarionya sehingga alur cerita kehidupan menjadi terasa indah. Siapa pembuat skenario kehidupan itu? Kita sendiri. Kitalah yang menyusun skenario untuk kehidupan kita. Jika kita membuat skenario yang sedih, maka cerita kehidupan kita pun akan terus-terusan sedih. Sebaliknya, jika kita membuat skenario kehidupan yang membahagiakan, maka cerita kehidupan kita pun akan membahagiakan.

Seperti kisah pemuda patah hati itu. Jika gadis kecil itu tahu bahwa si pemuda juga baru bersedih, tentu dia akan berkata, “Bagaimana kamu melarangku bersedih, sementara kamu sendiri bersedih karena patah hati.” Akantetapi, orang lain tidak ada yang mengetahui bahwa dia baru patah hati. Satu-satunya yang mengetahui hal itu adalah dirinya sendiri, karena pembuat skenario kehidupannya adalah dirinya sendiri.

Bila kita hanya melihat kepada kondisi kita sendiri dan tidak membandingkannya dengan orang yang lebih susah dan lebih menyedihkan, kita selamanya akan terus berada dalam kesedihan. Jika kita mau mengambil pelajaran dari pengalaman mereka, kita akan mendapati bahwa ujian dan cobaan yang kita alami, belum seberapa dibandingkan ujian dan kesulitan hidup yang dialami oleh orang lain.

Pemuda patah hati itu. Dia merasa sedih dan kecewa. Dia membandingkan dirinya dengan lelaki beruntung yang berhasil meraih cinta kekasihnya. Itulah yang membuatnya bersedih. Sementara ketika dia dihadapkan pada kenyataan bahwa ada orang lain memperoleh ujian dan cobaan yang jauh lebih menyedihkan dari dirinya, dia pun berubah dan mampu meneguhkan hati orang lain.

Ketika kita melihat orang lain yang memiliki kelebihan rezeki dan kenikmatan dari kita, kita merasa iri hati dan ingin memiliki yang jauh lebih besar dan lebih banyak dari mereka. Tetapi, jika kita melihat orang yang hidup dalam kekurangan dan lebih rendah pendapatannya dari kita, kita akan sadar betapa Allah sangat mencintai kita.

Dalam sebuah  haditsnya, Rasulullah saw. bersabda, “Lihatlah
kepada mereka yang kondisi ekonominya lebih rendah dari kalian karena
hal demikian akan membantumu untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah
atas dirimu.” (HR Tarmidzi)

“Dan
janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada
sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain…”
(an-Nisaa’ [4]: 32)

sahabatku semua yang baik. Sebagian orang dirugikan karena marah, tapi sebagian orang malah diuntungkan justru karena marah. ya diri kitalah yang paling banyak ruginya…

pernahkah engkau menyimak acara mario teguh golden ways dalam tema”merobek Amplop Uang”

kira-kira bagaimana cara terbaik untuk merobek Amplop tersebut? kawanku semua adakah yang tahu?

Cara terbaik merobek amplop uang adalah dibuka dulu, dilihat dan diamankan dahulu uangnya, lalu kemudian dirobek.

Banyak orang dalam kesehariannya mengutamakan kemarahannya; merobek amplop uang untuk tahu ada uang didalamnya.

Berapa banyak orang mengusir orang dekatnya, membuang orang dalam pergaulannya; karena marah, padahal orang itu penting sekali bagi keberhasilannya.

Maka, berhati-hatilah dengan lima emosi ekstrim. Lima emosi ekstrim ini selalu membuat kita melakukan sesuatu lebih tergesa-gesa, karena memang tujuan dari lima emosi ekstrim adalah membuat kita mudah melakukan yang tadinya sulit.

Lima emosi ekstrim itu adalah: kemarahan, Cinta, Gembira,Sedih,dan Cemburu. Jadi kalau kita tahu ada lima emosi ekstrim yang didalamnya kita mudah membuat keputusan, maka hati-hatilah karena sebagian dari kemudahan itu adalah merusak diri dan hubungan baik dengan orang lain.

Jadi kalau emosi ekstrim ini membuat kita melakukan sesuatu dengan mudah, maka lakukanlah hal2 yang membesarkan diri yang selama ini tidak bisa kita lakukan kecuali kita marah, jatuh cinta, gembira sekali,sedih, atau cemburu.

Kalau hati kita sedang marah, sedih; jadikan ini menjadi urusan pribadi kita. Tetapi perlu diingat bahwa kita diharapkan untuk menjadi pribadi terbaik didalam keadaan apapun.

Jadi caranya adalah membagi dua, satu urusan saya untuk marah, jatuh cinta, gembira sekali,sedih, atau cemburu; dan urusan kedua adalah bisa tampil sebagai sebaik-baiknya teman, sebaik-baiknya istri, suami, atau atasan. bisa gak kawan?

Kemarahan itu tujuannya adalah membuat kita melakukan sesuatu yang tadinya sulit. Karena mudah melakukan yang tadinya sulit, termasuk mudah berlaku tidak hormat, berlaku tidak sayang, berlaku tidak merawat sesuatu yang harusnya bernilai.

Dala kesempatan ini kita latih untuk bisa memiliki kesabaran secara logis; bahwa bersabar itu bukan menghilangkan kemarahan.

Bersabar adalah tetap marah, tetapi tidak menggunakannya untuk merusak diri, dan merusak hubungan baik dengan orang lain.

Wajah2 setiap orang telah dilalui oleh sikap2 dalam hidup-nya. Sehingga orang yang sering melakukan kemarahan akan ada bekasnya.

Orang yang akan dihargai di masyarakat adalah orang yang bisa tampil sebaik mungkin, apapun perasaan ekstrim yang ada dihatinya.

Kalau kita melakukan sesuatu yang baik, itu selalu diijinkan Tuhan. Orang tidak bisa melakukan kebaikan yang tidak diijinkan Tuhan. Itu sebabnya kita harus senang sekali kalau bisa memberi, sedekah, menolong orang dsb, karena itu diijinkan Tuhan.

Orang yang melakukan kebaikan disebut orang baik, dan orang yang memuji orang baik, memiliki bibit kebaikan dihatinya.

Nasehat untuk para ibu yang memiliki anak kecil: Bahwa bahaya2 terbesar bagi anak2 kita,itu justru di rumah. Mereka aman dari bahaya yang ada di jalan, tetapi LPG, pisau, lampu gantung dsb; itu bisa menjadi sumber bahaya, jika kurang pengawasan.

Ujian kesabaran terbesar juga ada di rumah; suami yang mau melanglang dunia dengan gagahnya, bisa digagalkan oleh perkataan yang merendahkan dari seorang istri.

Untuk itu bersabarlah tentang yang dekat2, dan Tuhan tidak akan menguji anda dengan orang jauh, yang tidak anda kenal. Itu sebabnya yang paling melukai anda adalah yang paling anda sayangi.

Dalam lima emosi ekstrim (kemarahan, Cinta, Gembira,Sedih,dan Cemburu), maka marahlah, jatuh cintalah, sedihlah, bergembiralah, cemburu-lah; tapi pastikan anda berlaku sebagaimana pribadi terbaik yang anda ingin lihat. hayo bisa gak?

Visi-kan pribadi anda yang gagah dan kuat. Visikan kalau anda wanita pribadi yang anggun, yang cantik; kalau pria yang gagah, yang tegas. Lalu setelah itu pasrahkan kepada Tuhan, perbaikan kehidupan yang menjadi hak orang baik. Tugas kita berlaku baik, tidak menjamin perubahan kehidupan.

Lakukanlah yang ada dalam kemampuan kita untuk menjadi pribadi baik, serahkan kepada Tuhan untuk mengurus hak-nya orang baik. Lalu perhatikan, apa yang terjadi.

sahabatku semua yang dirahmati Allah,

Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau itu hanya akan menghancurkan perasaannya.
Jangan pernah menatap matanya jika semua yang kamu lakukan hanya bohong.
Hal yang paling kejam adalah membiarkannya jatuh cinta sementara kamu tidak mencintainya.
Suatu hari, seseorang yang sedang putus cinta menangis di taman, saat itu datang seorang ahli filsafatbertanya padanya, “Kenapa kamu menangis?”
Orang itu menjawab, “Aku sangat sedih, kenapa dia meninggalkanku?”
Lalu ahli filsafat itu tertawa sambil berkata, “Kamu bodoh sekali!”
Lalu orang itu menjawab, “Kamu ini bagaimana? Aku sedang putus cinta sudah cukup menyedihkan, tak apalah kalau kamu tak membujukku, tapi kamu masih juga menertawaiku!”
“Bodoh, kamu tak perlu sedih, karena yang seharusnya sedih adalah dia,” kata orang filsafat.
“Kenapa dia yang bersedih, kan dia yang memutuskanku?”
Kata orang itu, “Karena kamu hanya kehilangan orangyang TAK mencintaimu, tetapi dia kehilangan orang yang SANGAT mencintainya,” jawab ahli filsafat itu.
Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum. Karena, hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.
Semoga kamu menemukan orang seperti itu, amin..

Logika berpikir  sederhana saja, tidak berbelit-belit, tapi extra ordinary. Bagaimana supaya kita tidak sedih? Jangan sedih. Bagaimana supaya kita bahagia? Ya bahagia saja… sederhana kan kawan? kenapa justru kita yang sering menyusahkan sendiri,…

sahabatku…. untuk sukses butuh berapa kali gagal?

“Gagallah sebanyak yang dibutuhkan untuk berhasil.”

Gagallah sebanyak mungkin, asal tujuan dari kegagalan Anda adalah untuk mendekatkan Anda kepada keberhasilan.

“Satu keberhasilan bisa membayar seribu kegagalan.”

Sedih dan kecewalah sebentar, tapi segeralah bangkit dan memulai lagi.

Bersabarlah. Anda akan sampai.”

bagaimana kawan, masihkah engkau harus sedih dan putus asa?

coba beri alasan kepadaku…

semoga bermanfaat.

Iklan