bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, banyak sekali yang mudah menyerah jika dihadapkan dengan problematika hidup yang komplek dizaman serba canggih ini,, dan tak jarang Dibeberapa status facebook dan twitter beberapa kali saya jumpai tulisan yang berjudul “Hidup Tidak Segampang Apa Yang Dikatakan Mario Teguh”. Inti dari tulisan tersebut adalah bahwa hidup ini sulit, hidup ini penuh perjuangan dan hidup ini tidak segampang bacotnya para motivator. Apa yang salah dengan tulisan ini, tidak ada. Benar – Salah itu relatif semuanya dikembalikan kepada pribadi masing-masing. Selalu ada dua sisi dari segala sesuatu hal di kehidupan ini. Banyak yang menganggap Mario Teguh benar tapi tidak sedikit juga yang kurang setuju dengan motivator papan atas tersebut. That’s life, kalau tidak begitu bukan hidup namanya. ya to tidak kawan?

bagaimana hidup itu agar bisa mudah? ya kita buat mudah saja…

sebenarnya kita sendiri yang sering menyulitkan hidup kita sendiri…

sebuah kisah bacalah dan renungkanlah…

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang murid bekerja di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid – murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

*Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya : “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab : “Mengapa?” Anak menjawab : “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah – marah.”

*Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah – marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata : “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.” Petani menjawab : “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”

*Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya : “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?” Ada yang menjawab : “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab : “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab : “Cari di rumput yang paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat : “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput yang sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”

*Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat – loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan : “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab : “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

*Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya : “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa : “Karena barang bawaan saya sedikit.”

*Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

sahabatku semua yang dirahmati Allah,

Abu Yazid Al Busthami, pelopor sufi, pada suatu hari pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam dan keningnya selalu berkerut. Dengan murung lelaki itu mengadu,”Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya tak pernah lepas saya beribadah kepada Allah. Orang lain sudah lelap, saya masih bermunajat. Isteri saya belum bangun, saya sudah mengaji. Saya juga bukan pemalas yang enggan mencari rezeki , Tetapi mengapa saya selalu malang dan kehidupan saya penuh kesulitan?. “Sang Guru menjawab sederhana, “Perbaiki penampilanmu dan ubahlah roman mukamu. Kau tahu, Rasulullah adalah penduduk dunia yang miskin namun wajahnya tak pernah keruh dan selalu ceria. Sebab menurut Rasulullah, salah satu tanda penghuni neraka ialah muka masam yang membuat orang curiga kepadanya.”

Lelaki itu tertunduk. Ia pun berjanji akan memperbaiki penampilannya. Wajahnya senantiasa berseri. Setiap kesedihan diterima dengan sabar, tanpa mengeluh. Alhamdullilah setelah itu ia tak pernah datang lagi untuk berkeluh kesah. Sebagaimana kata Rasulullah, “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. “Namun demikian tidak berarti Islam mengajarkan kemewahan. Islam justru menganjurkan kesederhanaan. Baik dalam berpakaian, merias tubuh maupun dalam sikap hidup sehari-hari. Nabi sendiri jubahnya seringkali sudah luntur warnanya tapi senantiasa bersih. Umar bin Khattab walaupun jawatannya kalifah, pakaiannya sangat sederhana dan bertambal-tambal. Tetapi keserasian selalu dijaga. Sikapnya ramah, wajahnya senantiasa mengulum senyum bersahabat. Roman mukanya berseri.

Tak heran jika Imam Hasan Al Basri berpendapat, awal keberhasilan suatu pekerjaan adalah roman muka yang ramah dan penuh senyum. Bahkan Rasulullah menegaskan, senyum adalah sedekah paling murah tetapi paling besar pahalanya. Demikian pula seorang suami atau seorang isteri. Alangkah celakanya rumah tangga jika suami isteri selalu berwajah tegang. Sebab tak ada persoalan yang diselesaikan dengan mudah melalui kekeruhan dan ketegangan. Dalam hati yang tenang, pikiran yang dingin dan wajah cerah, Insya Allah, apapun persoalannya nescaya dapat diatasi. Inilah yang dinamakan keluarga sakinah, yang didalamnya penuh dengan cinta dan kasih sayang.

kawanku, Kehidupan kadang – kadang harus dipikirkan kenapa? Karena semuanya ada hikmahnya pasti ada hikmahnya, hanya kepada Allah muara segala masalahan kebutuhan manusia, kerena hanya Allahlal satu-satunya dzat yang mengerti. Allah yang maha segalanya sangat sayang pada mahluknya, kasih sayang yang Allah berikan meliputi segalanya semuanya, kita kadang ngak ngerti kenapa begaitu kenapa begini? Ya karena kita sangat lemah dan banyak sekali kekurangan – kekurangan yang begitu nyata.

sahabatku semua yang dirahmati Allah, mengingat kembali kata “Hidup Tidak Segampang Apa Yang Dikatakan Mario Teguh” apa yang pak mario teguh katakan kepada para loser yang mudah menyerah itu… berikut cuplikannya…

Adik-adikku yang baik hatinya,

Ijinkanlah kakakmu ini menuliskan ini dari sudut pandang Mario Muda:

Sebagai anak muda, apa lagi yang paling sibuk dilakukannya – kecuali berbicara ke sana ke mari di dalam hatinya – mengenai impian dan keinginannya, rencananya ini dan itu, akan melakukan ini dan itu, dan berjanji akan pasti ini dan itu.

Anak muda banyak berjanji, tapi tersiksa oleh keraguannya sendiri.

Mario Muda bahkan tersiksa lebih dalam lagi, karena terkoyak antara besarnya impian dan kesahajaan hidupnya, yang rencananya banyak tapi diperam dalam rasa minder.

Sebagai anak muda, saya melihat orang yang sukses – dengan rasa iri, dan merasa diperlakukan tidak adil oleh kehidupan.

Enak sekali mereka bicara ya? Seolah kehidupan ini gampang dan semudah yang dikatakannya.

Dan sekarang, Mario Muda yang masih ada di dalam Mario Teguh, merasakan hal yang sama, hanya dari arah yang berbeda.

Firman-firman Tuhan yang dikemas oleh Mario Teguh ke dalam nasihat yang universal dan popular, terkadang dihujat dan dicemooh oleh orang yang sedang tersiksa dengan kesulitan hidupnya sendiri.

Jika Mario Teguh itu sampai marah, seandainya dia marah, itu karena yang dihujat oleh para losers itu – adalah firman Tuhan yang sangat dihormatinya.

Sekarang, pikirkanlah ini …

JIKA KEHIDUPAN INI MUDAH, apakah Mario Teguh akan bekerja keras membangun pelayanan untuk menasihatkan kesabaran, kesetiaan kepada kejujuran, menghormati diri dan menyayangi keluarga, bekerja keras bagi kebaikan sesama?

JIKA KEHIDUPAN INI MUDAH, apakah semua hal yang masih sederhana – tapi yang dicapai oleh Mario Teguh sampai hari ini bisa dicapainya dengan bermalas-ria, memanjakan penundaan, jauh dari ibadah, tidak memandaikan diri, dan merusak hubungan baik dengan orang lain?

Jika Mario Teguh bisa, mengapa engkau tidak?

Apakah Mario Teguh yang lebih, ataukah engkau yang malas dan merayapkan dirimu sendiri?

Jika Mario Teguh menasihatimu, apakah dia akan menjadi lebih kaya karena mengakalimu?

Apakah Mario Teguh menunjukkan sifat suka menipumu untuk lebih memiskinkanmu, untuk merugikan dirimu yang masih banyak meratap itu?

Janganlah menjadi orang susah yang mempersusah dirinya sendiri.

Kehidupan ini memang tidak semudah yang dikatakan oleh Mario Teguh, atau oleh siapa pun yang telah lebih tua dan lebih berhasil daripadamu.

TAPI itu adalah nasihat, BUKAN penyepelean.

Engkaulah yang menyepelekan nasihat baik.

Jika engkau tidak mau dinasihati, mencemooh nasihat yang baik bagimu, engkau itu sudah merasa jadi apa?

Jika engkau sudah demikian hebat, mengapakah engkau meratap dalam stress seperti itu?

Jika engkau demikian benar, mengapakah hidupmu belum baik?

Maka janganlah lagi menceemooh orang yang berusaha mendampingimu bagi kebaikan hidupmu.

Berhentilah mencemooh orang yang lebih berhasil darimu, karena itu hanya menunjukkan kesulitan hidupmu sendiri.

Janganlah menjadi pembenci keberhasilan orang lain.

Nanti pacarmu tahu, bahwa engkau bukan calon suami yang baik …

Masih susah, tapi sombong.

MEMANG KEHIDUPAN INI TIDAK MUDAH, maka lebih patuhlah kepada nasihat baik.

Maka berhentilah menghujat keberhasilan kakak-kakakmu. Pelajarilah keberhasilan mereka, tirulah, dan tambahilah dengan kelebihanmu, dan mudah-mudahan engkau akan lebih berhasil daripada mereka.

Orang yang mengatakan kehidupan ini tidak semudah nasihat baik, adalah LOSER yang tidak mau memperbaiki diri.

Jangan jadi loser ya?

We are all winners in the making.

Kita semua adalah pemenang yang sedang dalam pembentukan.

Mohon maaf jika kakakmu ini tadi menegurmu dengan tegas, karena seperti Mario Muda dulu – demikian ngeyel sampai ayah saya mengatakan kepada wajah saya:

“Jika kamu demikian benar, kamu itu merasa sudah jadi apa?”

Kalimat keras dan tegas dari ayah saya itu, menjadi titik awal pembijakan diri saya,

dari seorang muda yang galau dan mencakar apa pun yang dekat,
menjadi anak muda yang memenangkan beasiswa SMA ke Amerika pada usia 17 tahun, lulus kuliah di IKIP Malang, dapat beasiswa dari Sophia University di Tokyo, juga dengan beasiswa – lulus MBA di Indiana University – Bloomington di Amerika, menjadi bankir, menjadi wirausahawan, dan menjadi pelayan bagi kebahagiaan sesama sampai hari ini.

Mulai hari ini, sudahilah kebiasaanmu menuntut kemudahan tanpa bersedia merajinkan diri.

Hadapilah kesulitanmu dengan hati yang ikhlas, dengan pikiran yang baik, dan dengan kesegeraan bertindak.

Semoga dengannya, engkau menjadi pribadi yang damai, sejahtera, berbahagia dalam keluarga yang rukun, dan terhormat di dalam masyarakat.

bagaimana kawan, sudah menangkap apa yang disampaikan pak mario teguh kan?

Aduh rasanya mudah ya, hidup ini mudah kalau kita mengikuti apa yang di tuntun oleh rosululloh SAW, kita bisa dengan mudah mendaptkan apa yang kita inginkan, kita dihadapkan dengan kemudahan kemudahan yang kita juga kadang ngak ngerti, aduh begitu baiknya allah yang maha Rahman Rahim, semakan kita mengenal allah semakin tenang jiwa ini, raga ini. Begitu datang kemudahan – kemudahan yang kita dapati, segala puji bagi Allah yang maha segalanya.
Tapi ketika kita melakukan apa – apa yang di larang NYA begitu sempit dunia ini teras sempit menjepit, keadana serba salah, aduh aduh kenapa ini ? kenapa itu? Gimana ini? Gimana itu? Ini salah itu salah.
naih itulah yang harus di intropeksi kawan?
Jadi tinggal bagaimana kita ?
Solusinya TAQWA dengan taqwa selanya akan memdidik lebih baik dan trus baik, solusi untuk sega masalah akn trbuka engan selebar – lebarnya, jalan – jalan menuju segalannya trbuka dengan lapang dan penuh pilihan kenikmatan, duh indahnya, hati lapang penuh kebhagian jiwa tenang penuh kesabaran, perasaan lapang penuh harapan.
Semunya kalau kita ikuti dengan apa yang dicontokan oleh rosulullah SAW. Kita akan hidup penuh dengan kebahagian kenikmatan, dan penuh dengan harapan harapan yang menjanjikan kebahgian.

Begitu banyalk tawaran kebahagiaan pada kita kalau kita taat patuh pada Allah SWT, sungguh kasih sayangnya dazt yang maha penyayang, banyak – banyak bersyukurlah kita (saya dan anda) pada Allah SWT yang maha  segalanya, mari kita mulai saling menasihti membimbing untuk lebih baik – lebih baik – lebih baik lagiiiiiiiiii, mudah – mudah an kita termasuk orang – orang yang bahagia dunia dan akherat, mari saling bimbing jangan saling cela, sekali lagi jangan saling cela pa lagi mencela diri sendiri…

mari jadi pemenang bukan kalah sebagai pecundang?

bagaimana kawan? bersedia to tidak?

Lebih mudah meneruskan apa adanya, walau pun tidak mudah hidup dalam kesulitan. Maka jangan ganggu dia yang sulit berubah, walau pun itu untuk kebaikannya sendiri. Biarkanlah dia mengutamakan yang mudah sekarang, karena dia tidak keberatan dengan kesulitannya.

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.

kawanku, harapan memang tidak membuat perut terasa kenyang. Tapi, harapanlah yang bisa membuat hidup terasa lebih hidup!

Hidup Itu Mudah, Jika kita mengalir sebagaimana adanya. Tidak ada paksaan dan tidak ada yang dipaksakan..

jika setelah hujan turun eengkau tidak melihat pelangi, maka segeralah engkau jadi pelangi yang mengindahkan hatimu…

bagaiamana kawan…??? mau kan?

semoga ulasan ini bermanfaat…

Iklan