bismillahirahmanirahim.

you only life once..kan ?

sahabatku semua yang dirahmati Allah, berapa lama engkau akan hidup didunia ini,? berapa lama kawan? 10 tahun, 20n tahun, 50 tahun to 100 tahun. siapa yang bisa menjamin engkau akan hidup selama itu? coba jawab kawan..

rata-rata umur warga indonesia antara 60-70 tahun, berarti tinggal mengurangi dengan umur kamu sekarang. terus instopeksi apa yang telah saya lakukan untuk orang lain.. apa kawan?

Bila ada keluarga atau teman yang berulang tahun, diantara kita  ada  secara umum    berdoa semoga yang berulang tahun panjang umur. Padahal  yang pasti  saat setiap kita berulang tahun, umur kitapun  berkurang satu tahun. Jadi harus sedih atau senang  kalau berulang tahun ?  Mungkin bisa dijawab  senang sekaligus sedih,  setiap orang tentu punya persepsi sendiri. ya kan… lantas apa yang kita sudah lakukan di penambahan usia kita?

sebuah kisah renungan untukmu….

Konon, ada seorang Kaisar yg mengatakan pada seorang penunggang kuda, bahwa jika dia bisa menjelajahi daerah seluas apapun, maka Kaisar akan memberikan kepadanya daerah seluas yg sanggup dijelajahinya itu. Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya dan melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin.

Dia melaju & terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin. Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti untuk makan dan minum karena dia mau memiliki tanah yang maha luas. Akhirnya tiba ia pada suatu tempat setelah berhasil menjelajahi daerah cukup luas, tetapi ia sudah sangat lelah & hampir mati. Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, “Mengapa aku paksa diri begitu keras untuk menguasai tanah yg seluas ini? Kini aku sudah sekarat, & hampir mati&aku hanya butuh tanah seluas 2 meter untuk menguburkan diriku sendiri”.Cerita ini mirip dgn perjalanan hidup kita. bener gak kawan?Kita cenderung memaksa diri sangat keras tiap hari untuk mencari uang, kuasa, dan keyakinan diri. Kita cenderung mengabaikan kesehatan kita, waktu bersama keluarga, dan kesempatan mengagumi keindahan di sekeliling kita, hal-hal yg ingin kita lakukan. Kita cenderung mengabaikan kehidupan rohani kita.Kita cenderung tidak memikirkan dengan serius hidup kita sesudah mati. Anda percaya ada kehidupan sesudah mati?Suatu hari ketika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tapi kita tidak mampu memutar mundur waktu atas semua hal yg tidak sempat lakukan. Maka mulai sat ini luangkanlah waktu memikirkan sejenak hal yg akan terjadi jika kita mati kelak. Atau apa yg akan kita lakukan saat ini seandainya kita tahu bahwa kita akan meninggal dalam waktu seminggu lagi? Sebulan lagi? Setahun lagi? 10 tahun lagi? atau 40 tahun lagi?

Bukankah suatu hal yg menyenangkan sekaligus menyeramkan seandainya kita bisa mengetahui kapan kita akan mati? Cuma kita tidak tahu, kita semua tidak ada yg tahu. Kita hanya bisa bersiap meninggalkan semuanya. Jalanilah hidup yg seimbang, belajarlah menghargai dan menikmati hidup ini apa adanya, dan terutama:

sahabatku semua yang baik hatinya.Umur, atau usia harapan hidup pada manusia adalah hal yang  “ghaib”. Ghaib karena tidak ada yang tahu  kapan  sang maut menjemput, namun  yang pasti si maut  akan datang. Dalam satu menit kedepanpun  kita tidak tak tahu apa yang akan terjadi dengan  hidup kita,  seperti ada “misteri” yang sulit diurai.

Berapa tahun sih setiap kita bisa hidup di dunia ?. Wah ini pertanyaan yang susah dijawab, misterius.  Kalau mengacu kepada pendapat, umumnya  orang menyebutkan  harapan hidup  orang indonesia  yaitu rata-rata  hanya mencapai usia sekitar  65 tahun. Ternyata umur atau harapan hidup orang indonesia tergolong rendah.   Namun  menarik untuk  menyimak  data dari  central intelligencye agency   milik  amerika serikat  (dalam  situs http://www.cia.gov tentang  the world factbook ) yang  menyebutkan bahwa  usia harapan hidup  orang indonesia rata-rata adalah  70, 76 tahun.   Sementara itu biro pusat statistik  saat ini  baru memproyeksikan bahwa pada tahun 2025 nanti  harapan hidup orang indonesia bisa mencapai 73  tahun.

Bila  harapan hidup  orang indonesia dibandingkan dengan   harapan hidup masyarakat di negara  yang sudah maju  seperti   amerika,  jepang   dan inggris,  usia harapan hidup di negara-negara tersebut adalah  sekitar 75 s.d. 80 tahun.  Prof wimpie pangkahila dari universitas udayana pernah mengatakan  “Orang Indonesia umur 50 tahun saja sudah tidak berdaya, bahkan tulang-tulang keropos. Berbeda dengan masyarakat Jepang, meskipun usianya telah menginjak 70 tahun namun tetap produktif dan ingatannya masih baik”. Mungkin untuk orang indonesia yang hidup di pedesaan berumur lebih panjang karena pola hidup yang berbeda dengan pola hidup orang kota.

sahabatku yang dimulyakan Allah.. al-ghazali, seorang filosof terkemuka yang  pernah menulis begini :   setiap kita yang dilahirkan, hendaklah mengetahui siapa diri kita, mengapa dilahirkan, untuk tujuan dan tugas apa dalam hidup,  dan kemana hendak pergi setelah  maut menjemput. Betapa hidup itu  bukan hanya sekedar hidup dalam konotasi yang sederhana,  yaitu  mulai dari  fase bayi, anak-anak, remaja, menjadi dewasa, menikah, punya anak, mati dan selesai. Ada episode  yang harus dipertanggungjawabkan kepada pemilik kehidupan.

sahabatku yang istimewa.

Al-Hasan Al-Bashri t berkata:
“Wahai anak Adam, (masa) siangmu adalah tamumu, maka berbuat baiklah terhadapnya. Karena sungguh, jika engkau berbuat baik kepadanya, niscaya dia akan pergi dengan memujimu. Dan apabila engkau berbuat buruk terhadapnya maka dia akan pergi dengan mencercamu, begitu pula dengan malammu.”
“Wahai anak Adam, injaklah bumi ini dengan kakimu. Sungguh, sekecil apapun dia, pasti bakal menguburmu. Sesungguhnya engkau itu senantiasa sedang mengurangi usiamu, semenjak engkau dilahirkan dari perut ibumu.”
“Wahai anak Adam, engkau dapati pagimu berada di antara dua waktu, yang keduanya tak mungkin meninggalkanmu, yakni bahayanya malam dan bahayanya siang. Sampai engkau mendatangi negeri akhirat, yang bisa jadi engkau datang ke al-jannah (surga) dan bisa jadi engkau ke an-nar (neraka). Maka siapakah yang lebih besar bahayanya daripada dirimu sendiri?”
“Wahai anak Adam, engkau hanyalah (laksana) hari-hari yang setiap kali berlalu satu hari maka hilanglah pula sebagian dari dirimu.”

(Mawa’izh Lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 35)

Saudaraku, salah satu hikmah besar dirahasiakannya bilangan umur kita adalah agar kita tidak tahu kapan kita mati. ketika kita tidak tahu kapan kita akan mati, pada dasarnya kita akan merasa setiap saat bisa jadi ajal kita, maka kita akan selalu berhati-hati dengan tindakan kita. Kita tidak akan tahu kapan kita akan mati. Apakah saat remaja? ataukah saat kita sudah tua? dan kita tidak tahu kapan pastinya kita akan mati. Apakah hari ini? atau besok? dan kita tidak tahu bagaimana kita akan mati. apakah saat tidur? apakah saat berkendaraan? ataukah ketika kita sedang membaca Al Quran?

Kawan, umur kita pendek, kesempatan kita terbatas, kita sebarkan kebaikan di sekitar kita, sekecil apapun dan jangan pernah remehkan kebaikan itu meskipun sederhana. Semoga kelak kita akan tercengang oleh gunung kebaikan yang pernah kita sebarkan itu.

dalam mario teguh the golden way dalam tema “you only life once” di jelaskan :

Anda hanya akan hidup satu kali, maka kita harus ingat bahwa apapun yang dilakukan setengah-setengah nantinya akan terasa dua kali lebih berat; dan karena kita  hidup satu kali, tidak ada kesempatan ke-2 untuk memperbaiki sikap hidup yang setengah-stengah pada kehidupan yang pertama.

Apakah ada orang yang dalam kehidupannya lurus ?, sekali langsung berhasil  tanpa
mengalami kegagalan, tanpa melakukan kesalahan?. Pasti-nya tidak…
Jadi harus disadari bahwa itu tidak ada, harus diterima bahwa kemungkinan salah
 itu ada, supaya kita tidak sombong, orang yang tidak pernah gagal pasti akan sombong.

Oleh karena itu… kita digagalkan sedikit-sedikit supaya tidak sombong. Orang yang tidak sombong akan sedikit mengalami kegagalan karena dia tidak perlu disakiti, ia merasa perlu dibenarkan karena keberhasilan itu sebab kemewahan Tuhan bukan karena kita pandai.

Apakah dengan you only life once orang mementingkan diri sendiri?

orang yang mementingkan diri sendiri tidak pernah dipentingkan orang lain.
kehadirannya disesalkan, karena kita itu penting sebab dipentingkan orang lain.
Jika tidak ada dia bingung, untuk pura-pura menyesal. Kenapa penyesalan
selalu datang terakhir?
Penyesalan pada jam-jam terakhir pada kehidupan kita adalah
1. Kurang dekat dengan Tuhan
2. Cinta yang tidak kita ungkapkan, Jadi ungkapkan rasa cinta anda sebelum kehidupan anda berakhir.
3. Maaf yang tidak kita pintakan.  Jadi meminta maaflah segera kepada orang yang kita salahi.
 4. Terimakasih yang tidak kita sampaikan kepada orang-orang yang membahagiakan kita.
5. Kurangnya waktu dengan keluarga

6. Resiko yang tidak kita ambil.

Kita pernah salah dan pernah tepat. Yang menjadikan kita hebat itu adalah kita dibentuk karena kesalahan, ketepatan membentuk diri kita menjadi sombong,

salah itu menjadikan rendah hati.
Lebih baik mengalami kesalahan yang sama, daripada kesalahan yang baru karena kita sudah tau caranya, karena yang baru harus belajar lagi.
Kesalahan yang sama itu penting , hanya  lakukanlah kesalahan yang sama lebih awal karena orang yang usianya  tua sudah tidak boleh salah lagi.
Maka…
Untuk orang muda nikmatilah masa muda dimana jika  melakukan kesalahan masih dianggap wajar.
Kesalahan yang dilakukan lebih awal supaya ada kesalahan baru…

Lebih baik hidup pendek cemerlang, daripada hidup redup sepanjang hidup yang belum tentu panjang

Bangunlah kehidupan yang besar, supaya Anda menjadi orang yang berwibawa.

Bagaimana cara kita menjalani kehidupan ini dengan tenang tanpa memikirkan

pemikiran buruk orang lain terhadap kita?

Jawabnya jangan dipikirkan….. pikirkan yang baik……pikirkan yang penting bagi anda.
“bangunlah rejeki yang baik, karena hanya orang yang rejekinya buruk yang sempat jadi pembenci.”
Hidup hanya sekali, banyak yang bilang hidup adalah pilihan, apabila apa yang kita pilih dan kita yakini itu adalah yang terbaik buat kita, tetapi ternyata kita tidak bisa mendapatkan apa yang menjadi harapan kita, apakah hidup ini masih sebuah pilihan?
Hidup bukan pilihan. Kita memiliki banyak pilihan untuk menjadi orang baik. Seberapa manfaat kita bagi kebaikan bersama.
Orang yang beriman hanya takut kepada Tuhan, lalu kenapa orang yang mempunyai rencana harus takut….?

Kembalikan rasa takut anda hanya kepada Tuhan dan hiduplah betul-betul sebagai  jiwa yang iklas yang takut hanya kepada Tuhan dan berani melakukan apapun dan kepada siapapun kecuali hanya kepada Tuhan.

” Jadilah sesuatu yang penting, karena hidup ini sekali, You Only Live Once“

Lebih baik salah dalam keberanian, daripada tidak pernah betul dalam keraguan, jangan memilih sesuatu karena anda yakin itu benar……

Tetapi… pilihlah sesuatu yang paling bisa segera anda lakukan.
Kalau salah perbaiki, jika salah lagi perbaiki lagi dan
perbaiki lagi….
Tetapi semuanya akan berhasil selalu dengan sabar dalam menghadapi kegagalan.
Keajaiban berpihak pada orang yang berani.
Orang-orang yang takutnya hanya kepada Tuhan, maka logisnya ia berani kepada  selain Tuhan.
Berarti orang yang berani itu beriman, karena dia menghadapi sesuatu dengan berani, dan Tuhan menghadiahi orang yang berani dengan hal-hal yang tidak mungkin dicapainya dengan apapun yang namanya keajaiban.
Itu sebabnya orang yang berani sering menerima keajaiban. Orang-orang yang berani hidupnya lebih besar daripada ukuran kemanusiaannya.

Orang yang berani itu harus anda karena You Only Live Once

bagaimana denganmu kawan, sudahkah lakukan yang terbaik buat orang lain?
ingat you only life once lho, kamu hanya hidup sekali maka lakukanlah yang terbaik…
mau to tidak…?
semoga bermanfaat.
Iklan