bismillahirahmanirahim

#WorldHijabDay

sahabatku semua yang dirahmati Allah, dulu saya pernah memposting tulisan dengan judul yang hampir sama dengan ini yaitu “kenapa tidak berhijab?” yang sekarang “mengapa harus berhijab ?” hampir sama tapi beda isinya, coba buka, baca dan bandingkan !!!

ternyata dewasa ini maraknya kaum wanita yang masih mengikuti hawa nafsu berkata bahwa jilbab tidaklah penting yang terpenting adalah jilbab hati. banyak yang bilang seperti itu, tak perlu aku sebutkan siapa? bahkan ada yang menyanggkal lagi “halah percuma pakai hijab tapi kelakuaanya masih bejat”, astagfirullah..(lalu yg gak pakai hijab bearti ya emmbahnya bejat donk, hehe)  ada yang menyangkal, saya belum mantap, iman kan dihati tak perlu diliatkan melalui hijab, takut rambutnya rontoklah, takut tidak disukai lelaki lah, takut ribet…  dan banyak lagi jawaban-jawaban yang diutarakan

Maka, tanyakanlah lagi kepada orang tersebut: “Bagaimana hijab hati yang benar itu?” tanyakan itu padanya ?

Pernyataan seperti ini sangat dekat dengan pengada-ada  yang dibuat oleh orang-orang Nasrani yang tidak bersunat, ketika mereka ditanya: “Yesus dikhitan pada hari ketujuh setelah kelahirannya, mengapa banyak di antara kalian yang tidak khitan? Mereka menjawab: ‘Yang penting bagi kami adalah “SUNAT HATI!’” tahu kan dimana bedanya kawan..

sahabatku yang dirahmati Allah, Siapa yang tak kenal Muhammad Ali? Petinju legendaris, dengan julukan “the Greatest” dengan gaya bertinju “kupu-kupu”-nya ini? Di balik kepiawaiannya dalam mengolah jab dan jotosan, ternyata pemahaman keislaman Muhammad Ali patut diteladani. Paling tidak, itulah yang tergambar dari buku karya salah seorang putrinya, Hana Yasmin Ali, yang berjudul: “More than a Hero” (Lebih dari sekedar Pahlawan).
Berikut adalah salah satu cuplikan dari buku tersebut, di mana Muhammad Ali memberikan nasihat kepada putrinya tentang wanita yang shalihah, yang paling berharga dan hikmah mengenakan jilbab, menutup aurat, perhiasan wanita.

Ketika aku masih gadis remaja, belum beranjak sembilan atau sepuluh tahun, aku ingat saat pertama bertemu dengan ayahku setelah perceraiannya. Aku sungguh amat gembira dan tak sabar untuk segera sampai di Hotel Disneyland, Anaheim, Kalifornia, di mana ia dan Lonnie – istrinya saat itu – sedang menginap.
Jika aku tak salah mengingat, aku memakai kaos tank top mini berwana putih dan sepotong celana pendek berwarna hitam. Aku sebenenarnya dibesarkan dalam lingkungan muslim ortodoks, aku belum pernah mengenakan pakaian minim semacam itu di saat ayah ada. Ketika telah sampai, Pak sopir mengantarkan Laila, adikku, dan aku ke kamar ayah. Seperti biasa, ia bersembunyi di balik pintu untuk mengejutkan kami. Kami saling berpelukan dan saling melepas kerinduan seharian itu. Ayahku memperhatikan kami dengan seksama. Kemudian ia mendudukkanku di pangkuannya dan mengatakan sesuatu yang tak akan pernah kulupakan. Dengan pandangan yang dalam ke kedua bola mataku, ia berkata, “Hana, segala yang Allah jadikan berharga di dunia ini semuanya disembunyikan dan sulit untuk dijangkau. Di mana engkau menemukan permata? Jauh di dalam tanah, tersembunyi dan terlindungi. Di mana engkau menemukan mutiara? Jauh di dasar samudera, tertutup dan terlindungi oleh cangkang yang indah. Di mana engkau menemukan emas? Jauh di dalam tambang, tertutup oleh berlapis-lapis batuan. Engkau harus berusaha keras untuk bisa mendapatkan mereka.” Ia memandangku dengan tatapan serius. “Tubuhmu suci. Engkau lebih berharga dibandingkan dengan permata dan mutiara, dan dirimu [tubuhmu] harus ditutupi juga.
Itu adalah satu dari banyak pelajaran yang ditanamkan oleh ayah kepadaku dan akan terus mengilhamiku dan saudari-saudariku, hingga sekarang.

sahabatku yang aku sayangi karena Allah..

ustad felix siauw mengatakan di twiternya dlam #WorldHijabDay  yang jatuh pada hari ini sebagai berikut :

1. #Hijab dikenakan untuk melindungi keindahan diri | atau sesuatu yang dianggap bernilai lagi ranggi #WorldHijabDay
2. #Hijab membuatmu bernilai karenanya dihormati | membuatmu berharga karenanya mulia #WorldHijabDay
3. #Hijab bukan memasung kebebasan Muslimah untuk berekspresi | namun jelas membatasi kenakalan lelaki dalam berimajinasi #WorldHijabDay
4. #Hijab membuatmu mengendalikan “pikiran orang sesuai yang kau mau” | bukan dikendalikan oleh “maunya pikiran orang tentang dirimu”
5. #Hijab melepasmu dari keharusan ikuti tren dan mode | yang tak pernah dirancang untuk mudah #WorldHijabDay
6. #Hijab samakan kedudukan disisi manusia miskin atau kaya sama | meninggikan kedudukan disisi Allah karena taatnya #WorldHijabDay
7. #Hijab mungkin memberatkanmu didepan pandangan manusia | namun jelas meringankan di sisi Allah nantinya #WorldHijabDay
8. #Hijab memungkinkan engkau dipilih karena iman | bukan dipilih semata karena tampak badan #WorldHijabDay
9. #Hijab membuatmu menarik karena iman | bukan cantik karena badan #WorldHijabDay
10. #Hijab adalah identitas bukan sekedar pakaian | bukan hanya agar eksis tapi tanda keimanan #WorldHijabDay
11. #Hijab tiada perlu izin manusia | karena ia sudah perintah Sang Pencipta #WorldHijabDay
12. #Hijab tiada perlu menunggu siap | karena ayat dan haditsnya sudah ditetap #WorldHijabDay
13. #Hijab tiada perlu khawatirkan bila masih bermaksiat | karena maksiat akan terus diperbuat sampai hari kiamat #WorldHijabDay
14. #Hijab justru halangi dari amal buruk berdosa | setidaknya hindarkan menambah dosa saat aurat dibuka #WorldHijabDay
15. #Hijab bukan terletak pada harga dan gaya | melainkan terletak pada sah dan syara’ #WorldHijabDay
16. #Hijab meluruskan niatmu hanya kepada Allah | meluruskan amalmu hanya karena Allah #WorldHijabDay
17. #Hijab adalah cara termudah berdakwah | karena memberikan tauladan dan uswah #WorldHijabDay
18. #Hijab memang tidak menjanjikanmu ketenaran | namun selalu akan memberimu ketenangan #WorldHijabDay
19. #Hijab mendekatkanmu dengan syariat | penanda Muslimah yang taat #WorldHijabDay
20. #Hijab Muslimah adalah kebanggan Muslim semuanya | penanda Islam memuliakan dan menghormati wanita #WorldHijabDay

hayo sahabatku-sahabatku yang cantik-cantik disana, koreksi diri, koreksi hati katanya ngaku muslimah sejati tapi kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi tidak dipenuhi padahal Allah dan Rosulnya sudah menjelaskan

“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.’” (Qs. An-Nuur: 31)

Dan firman-Nya,
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

Ketika seseorang mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan percaya apa yang diperintahkan oleh Allah yang maha mengetahui, maha bijaksana dan lebih mengetahui dalam menetapkan hukum, maka dengan tanpa alasan apapun ketika perintah Allah datang sementara dia dalam keadaan susah, miskin dan lemah, perintah Allah pasti akan dilaksanakan ya to tidak kawan, bukan mencari-cari alasan untuk menolak perintah, hayo koreksi diri, hayo koreksi hati..

Saudariku tercinta, Allah tidak semata-mata menurunkan perintah jilbab kepada kita tanpa ada hikmah dibalik semuanya. Allah telah mensyari’atkan jilbab atas kaum wanita, karena Allah Yang Maha Mengetahui menginginkan supaya kaum wanita mendapatkan kemuliaan dan kesucian di segala aspek kehidupan, baik dia adalah seorang anak, seorang ibu, seorang saudari, seorang bibi, atau pun sebagai seorang individu yang menjadi bagian dari masyarakat. Allah menjadikan jilbab sebagai perangkat untuk melindungi kita dari berbagai “virus” ganas yang merajalela di luar sana. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Abul Qasim Muhammad bin ‘Abdullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya,

“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1173), Ibnu Khuzaimah (III/95) dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 10115), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)

alasan terpenting mengapa harus berhijab :

a. Menjalankan perintah Alloh (Al ahzab : 59)
b. Menjalankan hadis Rosul
c. Mencontoh para sahabiyah

Pikirkanlah olehmu baik-baik, adakah Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berakhlak buruk? tidak kan kawan,?? Atau adakah Allah mengadakan suatu ketentuan yang tidak termasuk dalam kebaikan dan mengandung manfaat yang sangat besar? coba teliti dan kaji kalau berani… Jika engkau menjawab tidak ada, maka dengan demikian engkau telah membantah pendapatmu sendiri dan engkau telah setuju bahwa jilbab termasuk ke dalam sekian banyak akhlak mulia yang harus kita koleksi satu persatu. Bukankah demikian? coba jawab..???

Ketahuilah olehmu, keputusanmu untuk tidak mengenakan jilbab akan membuat Rabb-mu menjadi cemburu, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya,

“Sesungguhnya Allah itu cemburu dan seorang Mukmin juga cemburu. Adapun cemburunya Allah disebabkan oleh seorang hamba yang mengerjakan perkara yang diharamkan oleh-Nya.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 4925) dan Muslim (no. 2761)]

Jadi tidaklah pantas seorang muslimah yang mengaku beriman tetapi tidak menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah swt. keyakinan Iman memang dihati tetapi Iman tidak akan ada artinya apabila hanya dihati saja. Iman meliputi tiga hal yaitu diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dipraktekkan dengan perbuatan oleh anggota Badan.

lalu, kenapa belum berhijab sampai sekarang.???

semoga Allah membuka pintu hatimu untuk menerima renungan ini dengan ikhlas. Bukan karena apa maupun karena siapa, tapi karena semata-mata engkau mengharapkan keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla terhadap dirimu. Semoga risalah yang hanya mengharap Wajah Allah ini dapat mengetuk pintu yang tertutup dan membangunkan nurani yang lama tertidur lelap, sehingga membangkitkan semangat untuk bersegera menuju ketaatan kepada Allah

(dari berbagai sumber)

semoga bermanfaat

Iklan