bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang saya sayangi karena Allah, mari kita merenung dengan keadaaan bangsa kita saat ini, bangsa yang gemah ripah loh jinawe, apa yang terjadi dengan bangsa indonesia sehingga kita harus merenunginya ? adakah yang tahu ?

Bangsa Indonesia kini sedang mengalami krisis multi dimensi. Mulai dari krisis etika, krisis moral, krisis penegakan hukum, krisis sosial, krisis politik, krisis ekonomi, krisis keadilan, krisis kewibawaan lembaga Negara, krisis kepemimpinan, daerah ingin menguasai sumber daya alam strategis, sentimen kedaerahan, daerah minta merdeka hingga disintegrasi bangsa tampak jelas terlihat di hadapan anak-anak bangsa sebagai generasi penerus di masa depan.

apa jadinya jika bangsa indonesia dipimpin oleh orang-orang yang pintar tapi tidak bermoral dan berakhlak?

apa jadinya? adakah yang bisa jawab..

sebuah kata indah dari sahabat ali bin abi thalib karamallahu wajha, mari kita selami maknanya..

“aku khawatir terhadap suatu masa yg roda kehidupannya dapat menggilas keimanan, keimanan hanya tinggal pemikiran, yg tak berbekas dalam perbuatan….

banyak org baik tapi tak berakal, ada org berakal tpi tak beriman…

ada lidah fasih tapi berhati lalai,ada yg khusyuk tpi sibuk dalam kesendirian…

ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis, ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi…

ada yg banyak tertawa hingga hatinya berkarat, dan ada yg menangis karena kufur nikmat…

ada yg murah senyum tapi hatinya mengumpat, ada yg berhati tulus tapi wajahnya cemberut…

ada yg berlisan bijak tapi tak memberi teladan, dan ada pelacur yg tampil jadi figur…

ada org yg punya ilmu tapi tak faham, ada yg faham tapi tak menjalankan…

ada yg pintar tapi membodohi, ada yg bodoh tak tahu diri…

ada org beragama tapi tak berakhlak, ada yg berakhlak tapi tak bertuhan…

lalu diantara semua itu dimanakah aku berada…???”

(Ali bin Abi Thalib R.A)

sahabatku semua yang aklaknya mulia,

moral dan akhlak adalah hal yang penting yang tak bisa dipisahkan, saya teringat omongan dosen saya Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

“orang pinter itu banyak tapi orang jujur itu jauh lebih hebat” orang pinter itu memang banyak, setiap tahun universitas -universitas di indonesia mencetak ribuan sarjana yang hebat, cerdas dan intelektual namun semua itu tak ada artinya jika moral dan akhlak mereka buruk, nah “jujur” adalah salah satu cerminan akhlak yang baik, apa jadinya jika banyak orang pinter tapi tidak jujur, yaa.. pasti kita kan selalu membodoh-bodohin bener gak kawan ? lihat tuch, orang-orang yang bisa korupsi milyaran rupiah apakah mereka itu dari kalangan orang bodoh? tentu tidak bukan, mereka para sarjana, ada yang lulusan luas negeri, cerdas dan intelektual namun sayang mereka tidak jujur, lalu akhlaknya diamana ?

Bagaimana jadinya, jika negara kita kelak benar-benar dipegang oleh generasi yang tidak bermoral dan berakhlak ?

Disadari ataupun tidak, dalam realitanya moral dan akhlak  merupakan sesuatu yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita dan akan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan sosial masyarakat.

Merajalelanya kemaksiatan dan kriminalitas adalah bukti bahwa bangsa ini mengidap dekadensi moral akut. Parahnya, gejala ini bukan hanya menimpa masyarakat kalangan bawah, tetapi juga meliputi berbagai kalangan yang menjadi panutan masyarakat kita. Tingginya tingkat korupsi dan kolusi, baik yang dilakukan birokrat maupun tokoh lainnya, membuat masyarakat kehilangan panutan yang pada gilirannya melahirkan krisis keteladanan.

Apabila moral tidak lagi diindahkan, maka berbagai kekacauan dan permasalahan bangsa akan senantiasa muncul di masyarakat. Ketika moral telah diabaikan,  maka dapat dipastikan yang ada hanya kebobrokan di segala bidang dan sisi kehidupan.

lalu mau dibawa kemana bangsa indonesia ?

lihatlah kawan, Kaum wanita muslimah terseret jauh kepada peradaban Barat dgn slogan kebebasan dan emansipasi yg berakibat kepada rusaknya moral mereka maka tak jarang mereka menjadi sasaran manusia berhidung belang dan tak jarang dijadikan komoditi murahan. ia to tidak ? kenapa saya bilang demikaian, Allah dan rosulnya sudah menetapkan dalam quran dan hadistnya masih saja dilanggar, contohnya sederhana saja, “kewajiban untuk berhijab/jilbab”, hayo siapa yang sering melanggar ??

Dan berbagai macam lapisan masyarakat muslim termasuk persoalan kaum miskin yg kurang sabar sehingga menjadi obyek garapan pihak lain termasuk seperti bentuk nyatanya pemurtadan semisal kristenisasi.

banyak umat Islam (terutama generasi muda) yang mengidolakan bahkan hingga meniru perilaku tokoh-tokoh maupun artis-artis populer tertentu. Ada kalanya, umat memang mengidolakan tokoh-tokoh yang memiliki prestasi positif ; misalnya atlet, ilmuwan, dai, atau seniman. Tetapi sering pula kita melihat bahwa tokoh-tokoh yang dijadikan panutan tersebut adalah manusia-manusia yang sesungguhnya memiliki perilaku yang jauh dari konsepsi islami. contohnya banyak,

Sungguh sangat menyedihkan! Bangsa kita yang mayoritas muslim, kerap mengingkari ketauladanan Rasulullah Saw. Padahal, Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia sebagaimana sabdanya, Innama bu‘itstu liutammima makaarimal akhlaqi (Bahwasanya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak mulia).

kenapa bisa demikian ? adakah yang tahu..

Para ahli menyebutkan bahwa salah satu penyebab krisis moral dan akhlak dalah krisis keteladanan. Para pemimpin seharusnya menjadi tauladan bagi rakyat, akan tetapi justru mereka memberikan andil yang lebih besar terhadap kondisi seperti sekarang ini. Kerusakan moral seharusnya tidak terjadi seperti sekarang ini. Bukankah kita (umat Islam) telah memiliki suri tauladan yang sempurna? Sebagaimana firman Allah Swt. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 21)

pertanyaaan saya selanjutnya? siapa sih idolamu? apakah bener kamu mengidolakan nabi muhammad saw? buktinya apa, jika sholawat aja tidak pernah kamu baca kepadanya, sedang musik-musik artis idolamu kamu perdendangkan selalu?

sahabatku yang dirahmati Allah

Cakupan Akhlak Mulia Dimensi akhlak dalam Islam mencakup beberapa hal yaitu ;

    akhlak kepada Allah SWT dgn cara mencintai-Nya mensyukuri ni’mat-Nya malu kepada-Nya utk berbuat maksiat selalu bertaubat bertawakkal takut akan adzab-Nya dan senantiasa berharap akan rahmat-Nya.
    Akhlak kepada Rasulullah SAW dgn cara beradab dan menghormatinya mentaati dan mencintai beliau menjadi kaumnya sebagai perantara dalam segala aspek kehidupan banyak menyebut nama beliau menerima seluruh ajaran beliau menghidupkan sunnah-sunnah beliau dan lbh mencintai beliau daripada diri kita sendiri anak kita bapak kita dll.
    Akhlak terhadap Al Qur`an dgn cara membacanya dgn khusyuk tartil dan sesempurna mungkin sambil memahaminya menghapalnya dan mengamalkannya dalam kehidupan riil.
    Akhlak kepada makhluk Allah SWT mulai diri sendiri orangtua kerabat handaitaulan tetangga dan sesama mukmin sesuai dgn tuntunan Islam.
    Akhlak kepada orang kafir dgn cara membenci kekafiran mereka tetapi tetap berbuat adil kepada mereka berupa membalas kekejaman mereka atau memaafkannya dan berbuat baik kepada mereka secara manusiawi selama hal itu tidak bertentangan dgn syariat Islam dan mengajak mereka kepada Islam.

Akhlak terhadap makhluk lain termasuk kepada menyayangi binatang yg tidak mengganggu menjga tanaman dan tumbuh-   tumbuhan dan melestarikannya dll.

Krisis Akhlak Apabila norma-norma akhlak mulia tidak dijalankan dgn baik bahkan cenderung dilanggar maka akan terjadi apa yg dinamakan krisis akhlak. Sebagai contoh kami kemukakan data-data terjadinya perusakan akhlak terutama kepada para remaja berupa narkoba shabu-shabu putow heroin ganja ecstasi morphin dll. Sasarannya mulai dari anak-anak sekolah dasar sampai perguruan tinggi dari pengangguran sampai artis. Pengaruh buruk yg diperoleh adl dapat merusak hati dan otak meskipun pada tahap awal sipecandu merasa segar gembira fly tidak tidur dan merasa berani. Police watch Indonesia suatu LSM yg memantau keterlibatan polisi dalam jaringan penyimpangan menyebutkan bahwa 42% kasus narkoba terjadi dijakarta 58% terjadi diJawa Barat Bali Jawa Tengah Yogyakarta Jawa Timur dan Sumatra Barat.

Jakarta Barat kawasan terbesar kasus narkoba krn dikawasan itu banyak terdapat tempat maksiat sisanya di Jakarta Pusat Jakarta Utara dan Jakarta Timur . Bahkan telah merambat kekota-kota kecil dan kampung-kampung.

Pembentengan dari krisis Akhlak Tentunya ummat Islam tidak berjaya kalau melepaskan ajaran Islam dalam kehidupan mereka. Makanya mereka harus kembali menghidupkan Islam sebagaimana yg telah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya Imam Malik pernah meriwayatkan Artinya “Tidaklah berjaya akhir dari ummat ini melainkan berpegang dgn apa yg dipegang generasi pertama“.

sahabatku yang baik disana

Akal dan nurani seorang setiap manusia dapat dilihat melalui kelakuan yang biasa ia tampakkan dalam keseharian. Dengan kata lain, akhlak merupakan satuan ukuran yang digunakan untuk mengukur ketinggian akal dan nurani seseorang.

Aisyah ra pernah menuturkan:
“Rasulullah bukanlah seorang yang keji dan tidak suka berkata keji, beliau bukan seorang yang suka berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Bahkan sebaliknya, beliau suka memaafkan dan merelakan”. (HR. Ahmad)

Al-Husein cucu Rasulullah saw menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata: “Aku bertanya kepada ayahku tentang adab dan etika Rasulullah saw terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau, ayahku menuturkan: “Beliau saw senantiasa tersenyum, luhur budi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya”.

Seorang lelaki menemui Rasulullah saw dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?”. Rasulullah saw menjawab, “Akhlak yang baik”. Kemudian ia mendatangi Nabi dari sebelah kanannya dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?”. Nabi saw menjawab, “Akhlak yang baik”. Kemudian ia menghampiri Nabi saw dari sebelah kiri dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?”. Dia bersabda, “Akhlak yang baik”. Kemudian ia mendatanginya dari sebelah kirinya dan bertanya, “Apakah agama itu?”. Rasulullah saw menoleh kepadanya dan bersabda, “Belum jugakah engkau mengerti? Agama itu akhlak yang baik”. (al-Targhib wa al-Tarhib 3:405)

Nabi saw bersadba, “Aku menjamin sebuah rumah di surga yang paling tinggi bagi orang-orang yang berakhlak baik”. (HR. Abu Dawud)

Dengan demikian, ibadah dan akhlak merupakan pasangan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Ibadah dan akhlak laksana pohon dengan buahnya. Kualitas akhlak merupakan cermin dari kualitas ibadah seseorang. Setiap manusia pastilah memiliki akhlak. Dan setiap akhlakqul karimah merupakan buah dari ketaataannya kepada Allah swt.

Kita harus kembali menghidupkan masjid sebagai pusat kegiatan ummat Islam. Memperkuat daya tahan rumah tangga dari ancaman dekadensi moral termasuk film-film ysng bobrok menjaga disiplin dan keamanan sekolah serta memberikan lingkungan materi agama yg cukup serta menjaga daya tahan lingkungan masyarakat dari berbagai arus perusakan dan penyesatan sekaligus mengaktifkan pemerintah utk membentengi masyarakat dari berbagai bentuk kemaksiatan. Wallahu A`lam.

gimana kawan, tanyakan pada dirimu , tanyakan pada hatimu, sudah baikkah akhlakmu ?

Ya Allah,
Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang selalu berada di atas petunjuk-Mu,
Arahkanlah kami kepada akhlak yang mulia,
Serta tetapkanlah hati kami di atas jalan-Mu.

semoga bermanfaat.,

Iklan