bismillahirahmanirahim,

sahabatku semua yang dirahmati Allah, hidup kita sebenarnya terbungkus rapi dengan masalah – masalah yang kita hadapi, ada senang ada sedih, ada tawa, ada juga luka, hidup itu masalah yang terbungkus rapi. yang membedakan seseorang tentang hidupnya adalah bagaimana cara ia menghadapi masalah, karena kualitas seseorang akan terlihat saat dia ditekan suatu masalah, nah inilah yang perlu kita bahas disini.

sahabatku, masih banyak didunia ini yang memandang hidupnya adalah masalah yang tak bisa teratasi, masih banyak orang miskin yang mau kaya tapi malas bekerja ini masalah, banyak orang kaya tapi bingung itu juga masalah, punya istri cantik juga masalah, SEMUA BERMASALAH, matipun bermasalah,

terus apa yang tidak bermasalah didunia ni? hayo siapa yang bisa jawab…!!!

kiranya sebuah kisah semoga kita ambil hikmah didalamnya,

Seorang dokter yangg sedang bergegas masuk ke dlm ruang operasi..
Ayah dr anak yg akan dioperasi menghampirinya…

“Kenapa lama sekali anda sampai ke sini? Apa anda tidak tau,nyawa anak saya terancam jika tdk segera di operasi?” Labrak si ayah.

Dokter itu tersenyum,
“Maaf, saya sedang tdk di RS tadi, tp saya secepatnya ke sini setelah ditelepon pihak RS.”

Lalu ia menuju ruang operasi,
setelah beberapa jam ia keluar dgn senyuman di wajahnya. “Alhamdulillah, Puji Tuhan, keadaan anak anda kini stabil.”
Tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tsb berkata “Suster akan membantu anda jk ada yg ingin anda tanyakan.” Dokter tsb berlalu.

“Knp dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya!”
Sang ayah berkata pada suster.

lalu apa yang dikatakan suster kepadanya ?

Sambil meneteskan airmata suster menjawab:
“Anak dokter tsb meninggal dlm kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya u/ melakukan operasi pd anak anda. Skrg anak anda telah selamat, ia bisa kembali berkabung.” …. :O

sahabatku yang baik.

JANGAN PERNAH TERBURU2 MENILAI SESEORANG..
Tp maklumilah tiap jiwa disekeliling kita yg menyimpan cerita kehidupan tak terbayangkan di benak kita…

ada  air mata dibalik setiap senyuman..
ada  kasih sayang dibalik setiap amarah..
ada  pengorbanan dibalik setiap ketidak pedulian..
ada  harapan dibalik setiap kesakitan..
ada  kekecewaan dibalik setiap derai tawa..

Semoga kita menjadi manusia dgn rasa maklum yg semakin luas & bersyukur dgn apa yg telah TUHAN berikan dlm hidup ini.

INGAT, kita bukan satu2nya manusia dgn segudang masalah…

Tersenyumlah ..
Karna senyum mampu membasuh setiap luka ..
maafkanlah..
Karna maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit..

Harï iñi aku menyapa kamu  dèngan senyuman..
Semoga harimu indah..

sahabatku semua yang dirahmati Allah

Dalam realitas hidup ada orang yang “kaya” dan adapula orang yang “miskin”. Banyak diantara kita memberikan persepsi, kaya itu banyak uang dan miskin itu tidak punya uang, jadi ukuran kaya adalah uang, itulah mata dunia, karena ia materi. Namun diantara milyaran manusia ada sedikit sekali orang yang memberi persepsi bahwa uang bukan ukuran kekayaan. Kekayaan itu adalah rasa syukur, namun lagi-lagi itu juga masalah.

Pekerjaan yang kita geluti itu penuh dengan masalah, makanan dan minuman yang kita nikmati merupakan bagian dari masalah. Teman yang kita akrabi, istri yang kita gauli, anak yang kita sayangi, orang tua yang kita cintai, kendaraan yang kita miliki dan sekali lagi apa yang ada dalam lingkup hidup kita sehari-hari itu adalah masalah.

Satu pertanyaan yang paling sering melekat dalam benak saya adalah, “Mau dibawa ke arah mana hidup saya ini ke depan??” Masih banyak kekurangan yang saya miliki, walaupun saya yakin banyak juga kemampuan atau kelebihan yang saya miliki (tetapi seringkali saya bahkan Anda semua tidak menyadarinya bahwa itu adalah kelebihan).

Karena semua itu, saya kadang berkhayal untuk mendapatkan pintu masa depan ala Doraemon untuk mengetahui jati diri saya sebenarnya. Apakah saya dapat menjadi penulis, pengusaha, sampai pada orang yang hidup standar-standar saja dan hanya bergantung pada orang lain dan terus menerus bergantung? Itu semua bercampur aduk dalam pikiran saya pribadi.

Tapi, saya pun sadar bahwa saya tak dapat mengetahuinya hal tersebut karena saya percaya sekali bahwa hidup masing-masing orang itu sudah ada yang mengatur, dan tak dapat diubah oleh kita sendiri. Belum lama ini  saya pun sadar, saya harus lepas dalam pikiran-pikiran yang tak perlu tapi saya terus pikirkan! Saya sadar bahwa hidup adalah suatu pembelajaran ke arah yang lebih baik. Di saat saya terpuruk akan satu atau banyak masalah, saya harus belajar dari masalah itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan bukan terus masuk ke masalah tersebut (walau sebenarnya hal tersebut sulit dilakukan dan hanya mudah di teori).

Saya pun sadar bahwa hidup itu adalah masalah. Jika kita hidup, maka kita PASTI akan menghadapi masalah. Selain itu saya juga sadar akan adanya tanggung jawab dalam hidup.  Saya sebagai mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk terus bertumbuh, baik tingkah laku, rohani, bahkan kehidupan sosial. Saya (dan kita semua) tidak perlu terus memikirkan masa depan yang masih belum jelas, tetapi kita harus bertanggung jawab pada apa yang ada sekarang! Jika demikian, masa depan pun dengan sendirinya akan ada.

Satu hal lagi saya pun memiliki pesan dari Andrie Wongso  yang mengatakan kurang lebih sebagai berikut, “Menciptakan target merupakan hal kecil. Tetapi memelihara target tersebut untuk terus hidup, itu yang merupakan hal besar dan yang lebih penting”

ADANYA Masalah memberi dampak yang berbeda pada setiap manusia. Perbedaan itu terjadi karena manusia berbeda dalam memahami apa itu masalah dan juga berbeda dalam menghadapi masalah. Bila masalah menjadi suatu ‘sosok’ yang mengerikan maka hidup akan dihantui oleh sesuatu yang mengerikan. Bila masalah itu dianggap sebagai jalan untuk mencapai kebahagian, maka manusia akan berusaha mengenali masalah tersebut dan menyelesaikan kemudian menemukan hikmah-hikmah dibalik semua masalah yang datang.

SO, MARILAH KITA HIDUP DENGAN KEHIDUPAN YANG SEJATI dan BERARTI

sahabatku yang baik hatinya;

sangat perlu untuk kita ketahui 6 Masalah hidup Menurut Al-Ghazali. Dengan mengetahui 6 masalah hidup, kita akan tahu kenpa bisa terjadi suatu masalah dalam hidup kita ini. Selamat menyimak. ^^
  Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu ia bertanya kepada mereka, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi menurut Imam Ghozali yang paling dekat dengan manusia adalah “mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Lihat QS. Ali Imran ayat 185)
Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauhdari diri kita di dunia ini?”. Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. “Apa yang paling besar di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu” (Al A’Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”. Ada yang menjawab dengan jawaban, baja, besi, dan gajah. “Semua jawaban hampir benar,” kata Imam Ghozali, “tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 72.
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”. Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali,
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat”. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan solat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.
Lantas pertanyaan ke enam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”. Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang… Benar kata Imam Ghozali, tapi yang

paling tajam adalah “lidah manusia”. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

sahabatku yang dirahmati ALLAH,

Dalam bahasa inggris masalah disebut problem sedang penyelesaiannya dikatakan solving. Maka saat kita menyelesaikan setiap masalah kita, kita sedang melakukan problem solving. Setiap saat kita melakukan problem solving dengan diri sendiri, orang lain bahkan dengan lingkungan sekitar. Ketika masalah itu kita anggap selesai sebenarnya masalah itu belum selesai.

maka apa yang harus kita lakukan?

berusahalah untuk istiqomah sesuai dengan petunjuk arah yang telah disampaikan utusannya tercinta, Muhammad SAW. Lha hal itu jugakan masalah? Yups benar sekali, tapi berusaha untuk istiqomah di jalan-Nya, itukan langkah problem solving, problem solving untuk masa depan yang abadi , masa depan yang membawa pada bahagia (sekali lagi bagi yang percaya). Menuju bahagia itu masalah, namun ketika saat itu kita bahagia maka masalah itu tidak ada lagi.

bener gak kawan?

Inti dari kekhawatiran adalah perkiraan mengenai rendahnya kemampuan besarnya beban..

Jarang orang menghormati dirinya sendiri sehingga mengira kemampuannya rendah..

Banyak orang suudzhan menduga yang buruk sehingga bebannya besar..
pantas apabila hidupnya penuh kekhawatiran..

Itu sebabnya jangan khawatir karena sudah ber-Tuhan
Hormati dirimu, kalau anda tidak mampu…
Tuhan itu Maha Memampukan…

Beban…
Bukan bebannya yang menyulitkanmu, tapi caramu yang menyulitkannya; kesalahan cara dalam memikul lebih besar daripada besarnya beban.

Gelisah itu baik…
Orang yang gelisah di suatu tempat itu akan mengupayakan perubahan, yang bahaya adalah orang itu damai di dalam kekurangan..
menasehati dirinya dengan ikhlas dalam kemiskinan

Gelisahlah..
tetapi lakukanlah sesuatu yang menjadi diri kita lebih bernilai..

“Bukan kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur, tapi karena kita bersyukurlah kita berbahagia.”

Masa depan itu isinya adalah persaingan orang-orang terdidik, lebih pandai, hi-tech, pikirannya global; keberhasilan itu semakin mudah ..

MELANGKAH ITU BERESIKO, TETAPI TIDAK MELANGKAH RESIKONYA LEBIH BESAR. LEBIH BAIK GAGAL MENCOBA DARI PADA BERHASIL TETAPI MENGKERDILKAN DIRI

bagaimana menurutmu sahabatku ?

jika tidak paham, itu juga masalah, !!!!

semoga bermanfaat

Iklan