bismillahirahmanirahim,

sahabatku semua yang dirahmati Allah, maaf karena beberapa kesibukan, sehingga jarang sekali buat artikel, beberapa hari kecapeaan, mood sedang blank, tak bisa dipaksa untuk menulis, maaf..

sahabatku yang baik, siapakah pemilik dunia dan segala isinya ini? tentu sudah kita ketahui semua ini milik Allah SWT. tentu kalian tau pribahasa ini “Urip Mung Mampir Ngombe” atau “Hidup Itu Cuma Mampir Minum”  pepatah jawa yang sangat mashur. Ungkapan ini sering digunakan untuk memberikan gambaran dan pengingat bagi manusia bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar atau sementara. Memang demikianlah adanya, Allah menciptakan manusia dengan batasan usia kehidupan dengan masing-masing mempunyai jatah usianya sendiri. Manusia di masa sekarang seolah lupa dengan pepatah di atas, sehingga hidup mereka berkejar-kerjaran dengan dunia yang seolah akan selamanya berada di sana.

kita cuma bertamu, bertamu di kepunyaan Allah, yang sewaktu-waktu bisa diambil kapanpun, cuma mampir minum yang setelah hilang dahaga maka langsung pergi itulah hakekat kehidupan..

sebuah percakapan  menarik, mari kita selami maknanya…

Seorang Adik bertanya kepada Kakaknya,

Adik: “Abang, kenapa sih kita hidup di dunia harus beribadah kepada Allah, dan harus berbuat baik?”Sambil merangkul sang adik si kakak menjawab,
“Adik abang yang soleh. Aamiin. Kita hidup di dunia ini hanya tamu di bumi Allah, dan Allah punya aturan tersendiri dengan semua itu. Contohnya begini Dik, nanti ketika Adik sudah dewasa dan berumah tangga lalu adik memiliki rumah sendiri, dan suatu waktu ada orang yang berkunjung kerumah adik. Di depan pintu rumah adik sudah terpampang jelas dilarang merokok di dalam ruangan, sedang tamu adik yang tadi tidak menghiraukan larangan itu, dan seenaknya merokok di dalam ruangan. Bagaimana perasaan adik?”

Adik: “marah bang,”

Kakak: “Nah.. seperti itu juga Allah terhadap kita, Allah akan marah jika larangan-Nya di langgar oleh kita, sedang Allah sudah menjelaskan betul larangan-larangan yang tidak boleh dikerjakan apabila kita berada di bumi Allah ini.. Sudah jelaskah Adikku sayang?”

Adik: “lalu bagaimana jika aku melanggarnya bang?”

Kakak: “Allah akan murka dengan adik, dan Allah akan menghukum adik.”

Adik: “Bagaimana Allah menghukumnya bang? Kan Allah tidak tahu, Allah kan ada di atas sangat jauh dengan kita?”

sambil mengeratkan rangkulannya sang kakak menjawab kembali, “Adik abang ini masih belum ngerti juga ya.. Allah tidak pernah jauh dari kita, Allah itu sangat dekat dengan kita bahkan lebih dekat dari denyut nadi kita. Jadi…kalau misal adik nanti nakal tidak mau shalat..pasti Allah tidak akan segan-segan menjewer telinga adik.. xixixi..”
Sambil mempraktekan menjewer sang kakak menjelaskan kepada adiknya.

Adik: “aow..sakit bang”

sambil berlalu sang adik terus memberi pertanyaan kepada si kakak

apa yang bisa kita petik dari percakapan singkat diatas..
sahabatku yang selalu taat kepada Allah, semoga kita semua adalah tamu yang terbaik untuk Allah Swt. Sesama Muslim itu wajib menasehati, karena sesungguhnya kita bersaudara. Demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasehati supaya mentaati kebenaran dan menasehati supaya menetapi kesabaran” Dikutip dari Surat Al-Ashar. betul gak kawan ?

kenapa kita ini cuma bertamu yang sekedar mampir minum, Mari kita hitung.

Kalau 1 hari di akhirat (nanti saat menghadap Allah) = 1000 tahun menurut perhitungan kita di dunia (Al-Hajj:47),

dan asumsikan umur kita 60 tahun, berarti kita hidup di dunia hanya 60/1000 = 0,06 hari = 1jam 26 menit 24 detik.

Jika asumsikan umur kita 100 tahun, berarti kita hidup di dunia hanya 100/1000 = 0,1 hari = 2 jam 24 menit.

Jika asumsikan umur kita 125 tahun, berarti kita hidup di dunia hanya 125/1000 = 0,125 hari = 3 jam.

Kalau lamanya pagi hari kita anggap jam 6 pagi sampai kurang lebih jam 9, itu kurang lebih lamanya 3 jam. Kalau sore hari kita anggap dari jam 3 sore sampai jam setengah 6, itu kurang lebih lamanya 2,5 jam.

Jadi, umur kita kurang lebih hampir sama dengan lamanya di sore atau pagi hari.

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.(An-Naazi’aat:46)

Saat berada di dimensi akhirat nanti baru kita benar-benar sadar kalau kita hanya hidup di dunia kurang lebih hanya 2 jam saja

dan pertanyaan saya adalah sudah berapa banyak yang sudah kita berikan yang bermanfaatx untuk orang lain? hayoo jawab…

sahabatku, Kehidupan di Dunia ini hanya sebentar. Khalifah Umar berkata: Rasullallah SAW suatu hari memegang pundaku seraya bersabda; “Jadilah engkau hidup di dunia ini bagaikan seorang musafir. Jika tiba waktu sore jangalah menanti waktu shubuh, dan jika waktu shubuh tiba jangan menunggu waktu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu untuk beribadah sebelum datang waktu sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum datang waktu matimu. Dan peliharalah dirimu dari azab yang pada hari itu kamu sekalian dikembalikan kepada Allah SWT. Kemudian masing-masing diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang sudah dikerjakan, sedang mereka sedikit tidak dianiaya”.

Ajaran urip mung mampir ngombe adalah ketika dunia ada “di hadapannya” kita tidak serta merta “mengenyamnya”. Kalau ajaran ini berhasil diserap umat manusia, maka ia akan menuju posisi pembebasan dari sisi-sisi keduniawian dan dilepaskan di hadapan Allah. Ini adalah proses “dematerialisasi” atau “deindividualisasi”, karena yang penting adalah Allah. Dunia dan isinya hanyalah “sarana” atau “metoda” dan dimanajemen sepenuhnya untuk menuju Allah. Dengan kata lain, produk-produk duniawi tetap penting bahkan dianjurkan untuk dicari mati-matian secara halal dan toyib, namun “harus dimanajemen” untuk menuju Allah SWT! Dengan kata lain, manusia yang berhasil mengamalkan ajaran urip mung mampir ngombe adalah manusia tidak anti materi atau duniawi, namun mentransformasikan apa yang ia miliki (harta, kekayaan, kekuasaan, tenaga, pikiran, dst) untuk menjadi “nur” atau cahaya yang bermakna akherat.

Rasulullah SAW dengan Islam sebagai ajaran yang dapat menuntun manusia menjalani kehidupan. Ibarat air, Islam merupakan sumber kehidupan bagi manusia.

Air turun dari langit melalui hujan, seperti halnya wahyu yang turun dari langit melalui nabi dan rasul. Air hujan yang turun lantas memberikan kehidupan bagi mahluk yang ada di bumi “tumbuhan” untuk menlanjutkan proses kehidupannya sampai muncul bunga yang indah dan bunga pun menjadi buah yang dapat dimakan oleh manusia ataupun hewan . Seperti juga dengan Islam, turun untuk memberikan petunjuk dan cara untuk melanjutkan kehidupan manusia menuju pada kebermanfaatan, kebahagiaan dan keindahan yang telah dijanjikan oleh Allah.

Kita harus sadar bahwa kehidupan manusia ini hanya sesaat. Setelah meninggal dunia manusia harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya selama hidup dihadapan Allah SWT. Bagi seorang musafir tidak akan pernah tinggal lama disuatu tempat. Ia akan berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain. Begitu juga hidup manusia di dunia, pindah dari satu alam ke alam berikutnya. Dari alam Ruh kemudian ke alam Barzah.

Di dunia inilah manusia diperintahkan untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk hidup di alam barzah dan akhirat. Dalam , Kita jangan sampai menunda-nunda untuk bertobat. Jika datang waktu shubuh jangan menunggu waktu sore. kita tidak tahu kapan kita akan mati.

Ada satu cerita tentang sebuah kesalehan sosial. Ketika berjalan-jalan keluar istana—Khalifah Harun Al Rasyid yang menyamar sebagai orang biasa, menjumpai seorang tua bungkuk dan sudah beruban rambutnya, sedang menanam pohon palem. Ketika ditanya berapa lama pohon itu dapat tumbuh, orang tua yang bungkuk tadi menjawab kalem: “mungkin sepuluh tahun, dua puluh tahun, bahkan seratus tahun!”. Mendengar jawaban ini sang Khalifah kaget: “Bagaimana anda dapat menikmati buahnya ketika pohon ini mulai tumbuh besar sedangkan engkau sudah meninggal ?”.

Namun orang tua ini tetap kalem dan menjawab : “Benar, mungkin saya sudah meninggal, tapi saya akan makan buah dari kesabaran yang saya tanam. Demikian pula anak cucu atau masyarakat di masa mendatang akan ikut menikmatinya pula. Diriku tidak penting, apakah masih hidup atau tidak, sebab hidup adalah sebuah langkah untuk beribadah”. Demi mendengar jawaban ini sang Khalifah kagum dan sertamerta memberinya orang tua itu sekeping uang emas. Orang tua tadi langsung berkata: “Saya berterima kasih kepada Allah, karena buah yang baru saya tanam menghasilkan buah dengan segera!”. Demi mendengar pujian ini sang Khalifah memberinya lagi.

Orang tua tadi juga menjawab: “Biasanya pohon ini berbuah sekali dalam setahun, namun ini berbuah dua kali”. Mendengar ucapan syukur ini sang Khalifah mendekati pengawalnya serta menarik tangannya sambil berkata: “Mari segera meninggalkan kebun ini sebelum uang kita habis.

Kisah ini menunjukkan kesalehan sosial seseorang yang tidak disertai pamrih, karena baginya “hidup adalah beramal”. Orang tua ini berbeda dengan politisi yang setiap hari menghabiskan uang puluhan milyar hanya untuk berkata “hidup adalah perbuatan”. Kalau politisi ini berpamrih, maka bagi orang tua tadi, bekerja bukan mencari uang, namun mencari keridlaan Alloh. Sedangkan uang hanyalah “resiko” yang dia terima setelah bekerja. Jadi “rumusnya” tidak bisa dibalik.

sahabatku yang baik, Bukan hidup yang panjang ataupun hidup yang sebentar, yang seyogyanya menjadi buah perdebatan, tapi alangkah eloknya yang menjadi pangkal perdebatan ataupun pembahasan adalah bagaimana mengisi hidup, baik yang sebentar ataupun yang tidak sebentar alias panjang umur. Yang bisa bermanfaat secara positif bagi kita, secara pribadi, juga masyarakat sekitarnya.

Ada pepatah yang mengatakan, bahwa hidup yang bermanfaat adalah ketika kita bisa berguna bagi masyarakat sekitarnya. Dengan kata lain keberadaan kita terasa manfaatnya secara positif, bukan hanya bagi diri kita sendiri, tapi juga bagi masyarakat.

Tapi, jikalau banyak orang yang menginginkan hidup yang tidak sebentar, boleh jadi , keberadaannya yang sebentar tidaklah cukup punya arti bagi dirinya juga masyarakat  sekitarnya. Tidak cukup punya waktu untuk senantiasa berbuat positif, sehingga acapkali merasa kekurangan waktu.

sahabatku yang baik hatinya, Sesungguhnya setiap orang yang kita jumpai adalah bagian dari cara-Nya mendidik kita

Karena setiap orang memiliki ilmu, pengalaman, kelebihan dan kekurangan, yang bisa menjadi ladang ilmu dan hikmah bagi perubahan diri kita. Kata kuncinya niatkan untuk bisa belajar dan mengambil hikmah/pelajaran agar kita bisa meniru hal-hal positifnya dan hal-hal negatifnya menjadi cermin agar tak ada pada diri kita

Semua ini tak bisa didapat bila perasaan kita sudah terlibat : jengkel, kesal, marah, menghina dan hati sudah menghakimi/memvonis buruk seseorang

Bila disikapi dengan hati bersih, apapun sikap orang, bisa membuat diri kita akan semakin bersih, matang, dewasa dan bijak

“Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah maka sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang berakal” ( QS Al Baqoroh : 269 )

Ya Allah, Di hari yang istimewa ini, sucikanlah diriku dari dosa-dosa yang telah lalu, yang besar maupun yang kecil dan yang sengaja maupun yang tidak yang berat maupun yang ringan. Angkatlah drajatku agar mampu semakin dekat padaMu.

Ya Allah, Jika diriku masih lebih ringan berkorban untuk cinta dunia dari pada cinta kepadaMu, maka mohon ampunkanlah dosa-dosaku ya Rabb, dan bimbinglah agar senantiasa mampu lebih mencintaiMu dari pada cinta yang lain.

Ya Allah, Ampunilah juga kesalahan anak-anakku, ibu bapakku, saudara-saudaraku, dan para sahabatku.Ya Allah, Jadikanlah hari ini sebagai momentum untuk diriku agar semakin ringan menjalankan perintahMu dan ringan juga dalam meninggalkan laranganMu.Aamiin.

urip mung mampir ngombe”. Hidup ini cuma sebentar, maka carilah sesuatu yang dapat memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk orang lain” hidup kita kan indah, jika kita mau mengindahkan hidup orang lain…
Semoga kita termasuk orang ahli surga dan bisa ketemu dan berada dekat dengan Nabi Muhammad SAW.
semoga bermanfaat.
Iklan