PictureBismillahirahmanirahim.

Sahabatku semua yang dirahmati Allah, Fitrah Manusia menginginkan hati yang tentram, tenang, bahagia. Tapi kita tidak berdaya. Ketika Allah berikan rasa benci, marah, kecewa, dendam dalam hati kita. Sedikitpun kita tidak akan mampu membuangnya sebesar apapun usaha kita kalau Allah tidak menolong kita. Mintalah pertolongan Allah agar semua rasa dendam, benci dan marah di hilangkan di dalam hati kita. Dan Pasrah kepada Allah. Dan merasa lelah apa yang kita rasakan.

Lalu apa yang bisa membuat hati kita tentram, tenang dan bahagia ?

Adakah yang tahu ?

Ia, jawabanya adalah SHOLAT…

Kenapa harus sholat ?

Rasulullah saw. bersabda yang artinya, “Amal yang pertama kali dihisab padahari kiamat dari seorang hamba adalah salatnya. Jika salatnya baik maka telah sukses dan beruntunglah ia, sebaliknya, jika rusak, sungguh telah gagal dan merugilah ia.” (HR Tirmizi dan yang lain dari Abu Hurairah. Ia berkata, “Hasan Gharib.”)

Lalu kenapa kita sering tidak sholat ? hayoo.. jawab..

Semoga perenungan hari ini bisa menjadikan kita semangat untuk sholat

– Apakah penyakit anda lebih parah dari pada mereka sehingga anda tidak sholat..??

– Kenapa anda tidak sholat..?? Apakah bola yang melarang anda untuk tidak sholat..?? Lihatlah foto ini, dan berikan alasan anda mengapa anda tidak sholat..!!

– Apakah tempat ini tidak memungkinkan anda utk sholat..??



– Apakah pekerjaan anda yang menghalangi anda sholat..??

– lihatlah betapa taat nya orang ini….!!

– Apakah panas yang menghalangi sholat..?? Atau dingin yang menghalangi wudhu’..??

– Taukah siapa yang ada di foto ini..??


Ini foto seseorang yang sangat berharap tuk ruku’ walau 1 ruku’ saja, dan kembali sholat.

Sahabatku yang baik hatinya..

Sholat adalah ibadah yang harus dilakukan oleh seluruh anggota tubuh, baik anggota material maupun non material, baik yang dilakukan oleh pikiran dan hati seperti niat, ketulusan, khusyu’, tunduk, perasaan senantiasa diawasi dan lainnya; baik yang dilakukan oleh lisan seperti membaca syahadat, tasbih, tahmid, takbir, alfatihah dan lainnya; dan baik yang dilakukan oleh anggota tubuh lainnya seperti berdiri, ruku, sujud, duduk dan lainnya. Artinya bahwa sholat menuntut semua anggota tubuh kita baik yang sifatnya material ataupun non material terlibat dalam irama sholat.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14] : 7)

Shalat 5 waktu merupakan kewajiban yang harus ditegakan oleh setiap muslim yang sudah akil baligh, baik laki-laki mupun perempuan, dalam keadaan sehat maupun sakit. Dasar kewajiban shalat ini adalah dalam Al-Qur’an dan Hadis.

Firman Allah SWT :
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
wamaa umiruu illaa liya’buduu allaaha mukhlishiina lahu alddiina hunafaa-a wayuqiimuu alshshalaata wayu/tuu alzzakaata wadzaalika diinu alqayyimat

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah (mengabdi kepada)Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus1596, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah 98: 5)

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَارْكَعُواْ مَعَ الرَّاكِ
wa-aqiimuu alshshalaata waaatuu alzzakaata wairka’uu ma’a alrraaki’iina
“Dan dirikanlah Shalat, tunaikanlah zakat dan rukulah bersama orang-orang yang ruku.
عِينَ
(Qs. 2:43)

Dari ayat-ayat di atas sudah jelas yang dimaksud dengan menyembah adalah mengabdi hanya kepada Allah SWT. saja, dan shalat adalah suatu keharusan karena merupakan sarana untuk mengadakan pendekatan kepada-Nya, jika kita ingin selamat dunia-akhirat.

Dalam Islam, shalat menempati kedudukan yang amat penting sebagai salah satu dari rukun Islam yang lima, shalat merujpakan fondasi yang kukuh bagi tegaknya Islam. Didalam sebuah hadis Rasulullah S.A.W. bersabda:

“Shalat itu tiang Agama, maka barang siapa mendirikan shalat, berarti ia telah menegakan agama. Barang siapa meninggalkan shalat berarti ia telah meruntuhkan fondasi agama”

إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌ
innamaa tuu’aduuna lashaadiqun
” sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar.

selain itu shalat juga mempunyai kedudukan yang sangat menentukan, yaitu menentukan diterima atau tidaknya amal manusia. Hal ini dinyatakan dalam sebuah hadis:

Artinya:
“Sesungguhnya amal manusia yang paling pertama kali dihisap (diperiksa) pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya diterima, maka diterima pula amalan yang lain. dan jika shalatnya ditolak, maka ditolakpula amalan yang lain” (H.R. Tabrani)

Shalat adalah tangga menuju kedekatan (Qurb) kepada Tuhan. Shalat adalah amanah yang dimasukan kedalam penjagaan manusia oleh Tuhan yang Maha Kuasa, suatu hubungan rahasia yang berlangsung antara penyembah dengan yang Disembah.

Shalat merupakan praktik lahir dan batin: Serangkaian latihan jasmani. Bahkan ada yang menyatakan sebagai yoga asanas, dan makanan ruhaniah yang paling kaya. Dalam pemikiran kaum sufi “lebih baik mati dari pada tidak shalat.

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
qul inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbi al’aalamiina
“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Q.S Al-An’aam 6 : 162)

لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
laa syariika lahu wabidzaalika umirtu wa-anaa awwalu almuslimiina
“Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (Q.S Al-An’aam 6: 163)
Dalam surah Al-Ma’un(107):4-7 Allah menegaskan:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
fawaylun lilmushalliina
[107:4] Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
alladziina hum ‘an shalaatihim saahuuna
[107:5] (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ
alladziina hum yuraauuna
[107:6] orang-orang yang berbuat riya1604,
وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
wayamna’uuna almaa’uuna
“dan enggan (menolong dengan) barang berguna. “ Qs.107:4-7

Sahabatku yang baik hatinya,

Nabi Muhammad menjadikan shalat sebagai identitas bagi seorang muslim, ketika seorang muslim tidak mengerjakan kewajiban shalat, maka yang bersangkutan sama saja telah menanggalkan identitasnya. Sebaliknya semua juga telah sangat paham bahwa shalat mempunyai fungsi untuk membimbing seorang muslim untuk terhindar dari tindakan kejahatan dan perbuatan tercela. Dalam satu kesempatan nabi Muhammad SAW pernah menyatakan, “Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar”.

Karena itulah shalat menempati posisi yang sangat penting dalam ajaran Islam. Diibaratkan sebuah bangunan, ajaran Islam itu didirikan atas lima pilar yaitu;  “syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji”. Ketika salah satu pilar  hilang maka akan runtuhlah bangunan itu. Atau ketika shalat ditinggalkan maka akan runtuhlah Islam seseorang. Coba renungkan pernyataan Nabi Muhammad ini, “Shalat itu adalah tiang agama, barang siapa menegakkannya maka ia telah menegakkan agama, sebaliknya barang siapa merobohkannya maka ia telah merobohkan agama”.

Hakekat shalat ialah menginat Allah SWT.; shalat merupakan bukti pengabdian kepada penciptanya. Shalat adalah media pendekatan diri kepada Allah SWT. yang paling efektif, karena pelaksanaannya merupakan bukti kongkrit penghambaan kepada-Nya. maka shalat merupakan pembeda antara prang muslim dengan orang kafir. Orang islam yang mengabaikan shalat mendapat ancaman dari Allah sebagai orang yang celaka atau sia-sia hidupnya. Atau orang yang melakukan shalat dan menganggap shalat itu tidak begitu penting baginya sehingga dalam shalat pikirannya kacau dan hatinya tidak mau tunduk kepada ke Besaran Allah. Swt.

Terus kenapa anda tidak sholat ?

Yang membedakan anatara seorang muslim dan kafir adalah shalat”

Semoga bermanfaat..

Iklan