no valentinebismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, orang islam sekarang tu kadang aneh, apa -apa yang difatwakan ulamanya tidak dijalankan malah terkadng diplintirkan disalahkan, sembunyi dibalik kebebasan lah, HAM lah dan lain-lain, namun apa-apa yang disiarkan di televisi kemudian dilakukan para artis yang ngakunya islam, berbondong-bondong ditiru dijalankan, apalagi (dalam tanda kutip) kelakuan mayoritas artis di indonesia tidak mencerminkan keislamannya, islam hanya sebatas bibir saja, artis wanitanya aurat ditampakkan, di umbar-umbar bahkan menjadi suatu kebanggan baginyaa “katanya

astagfirullah, seperti ambil enaknya saja, yang enak diambil yang tidak enak tidak diambil tanpa menelaah halal atau haram, dibolehkan atau tidak inilah perangkap syetan agar manusia melalikan agama islamnya, melalaikan Allah kemudian terjerumus dilubang kemaksiatan dan kenistaan

sahabatku yang baik, masalah hukum merayakan valentine sebenarnya sudah banyak orang mengetahui yaitu “haram”, (merayakan hari hari besar yg mengagungkan syiar agama lain haram hukumnya) sudah jelas hukumnya kan ! tinggal kamu search saja di google hukum merayakan valentine, akan nampak banyak artikel tentang itu semua, tapi apa ?

hukum hanya tinggal hukum, hanya dibaca saja tidak sungguh-sungguh dijalankan, nah gitu kok ngakunya umat islam yang cinta Allah, cinta nabi muhammad, cinta Alquran , cinta para ulama tapi apa yang diharamkan dilanggar, ambil enaknya saja, dengan kilah mengikuti trend zaman, apakah gak malu ngaku sebagai muslimin wal muslimat ? malu tidak ?

Setiap tanggal 14 Pebruari ada hiruk pikuk remaja dunia. Mereka punya hajat besar dengan merayakan sebuah hari yang dikenal dengan Valentine’s Day (Hari Valentine). 

Hiruk pikuk itu kini membudaya. Tak peduli itu di kalangan Kristen Barat, Hindu India ataupun muslim Indonesia. Lantas… 

Ada pertanyaan yang patut kita kemukakan. Apa sebenarnya Valentine?s Day itu? Apakah esensinya? Dan bolehkan remaja muslim ikut berkecimpung merayakannya? Apakah perayaan itu bagian dari kultur dan peradaban Islam sehingga kita harus ikut menyemarakkannya?

semoga penjelasan dari buya yahya cirebon dan kerisauan hati habib munzir almusyawa dibawah ini bisa mengetuk pintu hatimu yang beku..

buya yahya menjelaskan ;

Sebelum menjelaskan hukum merayakan valentine day  kita harus tahu hakikat Valentine Day. Sebab slogan yang di angkat dalam  valentine day  adalah cinta atau hari kasih sayang,  yang  hal itu  juga sangat diajarkan oleh Islam.  Hal ini sangat  mengundang  kerancauan atau  kesalah pahaman hingga banyak dari kaum muslimin tergesa-gesa menerima  bahkan mengokohkan, membela dan ikut memeriahkanya. Padahal kalau kita cermati dengan seksama dan kita renungi permasalahannya maka akan sangat gamblang dan jelas hukumnya.

Dikatakan oleh para ulama  “Alhukmu Ala Syaiin Far’un An Tasowwurihi” artinya menghukumi sesuatu itu harus tahu  terlebih dahulu gambaran dari permasalahan yang akan di hukumi. Maksudnya” Jikalau orang ingin menghukumi sesuatu maka tentunya ia harus tahu benar akan sesuatu yang akan dihukumi supaya tidak salah. Gambaran sederhananya adalah, seseorang yang menjelaskan hukum halal dan haram diharuskan  tahu dua hal: Pertama tahun hakikat  halal dan haram. Halal adalah sesuatu yang direstui atau diizinkan oleh Allah SWT sedangkan haram adalah sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT dan mengundang murkanya . Kedua tahu hakekat sesatu yang di hukumi halal atau haram dalam hali ini adalah masalah valentine day.

baca cahaya hati selengkapnya…

Iklan