no valentinebismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, orang islam sekarang tu kadang aneh, apa -apa yang difatwakan ulamanya tidak dijalankan malah terkadng diplintirkan disalahkan, sembunyi dibalik kebebasan lah, HAM lah dan lain-lain, namun apa-apa yang disiarkan di televisi kemudian dilakukan para artis yang ngakunya islam, berbondong-bondong ditiru dijalankan, apalagi (dalam tanda kutip) kelakuan mayoritas artis di indonesia tidak mencerminkan keislamannya, islam hanya sebatas bibir saja, artis wanitanya aurat ditampakkan, di umbar-umbar bahkan menjadi suatu kebanggan baginyaa “katanya

astagfirullah, seperti ambil enaknya saja, yang enak diambil yang tidak enak tidak diambil tanpa menelaah halal atau haram, dibolehkan atau tidak inilah perangkap syetan agar manusia melalikan agama islamnya, melalaikan Allah kemudian terjerumus dilubang kemaksiatan dan kenistaan

sahabatku yang baik, masalah hukum merayakan valentine sebenarnya sudah banyak orang mengetahui yaitu “haram”, (merayakan hari hari besar yg mengagungkan syiar agama lain haram hukumnya) sudah jelas hukumnya kan ! tinggal kamu search saja di google hukum merayakan valentine, akan nampak banyak artikel tentang itu semua, tapi apa ?

hukum hanya tinggal hukum, hanya dibaca saja tidak sungguh-sungguh dijalankan, nah gitu kok ngakunya umat islam yang cinta Allah, cinta nabi muhammad, cinta Alquran , cinta para ulama tapi apa yang diharamkan dilanggar, ambil enaknya saja, dengan kilah mengikuti trend zaman, apakah gak malu ngaku sebagai muslimin wal muslimat ? malu tidak ?

Setiap tanggal 14 Pebruari ada hiruk pikuk remaja dunia. Mereka punya hajat besar dengan merayakan sebuah hari yang dikenal dengan Valentine’s Day (Hari Valentine). 

Hiruk pikuk itu kini membudaya. Tak peduli itu di kalangan Kristen Barat, Hindu India ataupun muslim Indonesia. Lantas… 

Ada pertanyaan yang patut kita kemukakan. Apa sebenarnya Valentine?s Day itu? Apakah esensinya? Dan bolehkan remaja muslim ikut berkecimpung merayakannya? Apakah perayaan itu bagian dari kultur dan peradaban Islam sehingga kita harus ikut menyemarakkannya?

semoga penjelasan dari buya yahya cirebon dan kerisauan hati habib munzir almusyawa dibawah ini bisa mengetuk pintu hatimu yang beku..

buya yahya menjelaskan ;

Sebelum menjelaskan hukum merayakan valentine day  kita harus tahu hakikat Valentine Day. Sebab slogan yang di angkat dalam  valentine day  adalah cinta atau hari kasih sayang,  yang  hal itu  juga sangat diajarkan oleh Islam.  Hal ini sangat  mengundang  kerancauan atau  kesalah pahaman hingga banyak dari kaum muslimin tergesa-gesa menerima  bahkan mengokohkan, membela dan ikut memeriahkanya. Padahal kalau kita cermati dengan seksama dan kita renungi permasalahannya maka akan sangat gamblang dan jelas hukumnya.

Dikatakan oleh para ulama  “Alhukmu Ala Syaiin Far’un An Tasowwurihi” artinya menghukumi sesuatu itu harus tahu  terlebih dahulu gambaran dari permasalahan yang akan di hukumi. Maksudnya” Jikalau orang ingin menghukumi sesuatu maka tentunya ia harus tahu benar akan sesuatu yang akan dihukumi supaya tidak salah. Gambaran sederhananya adalah, seseorang yang menjelaskan hukum halal dan haram diharuskan  tahu dua hal: Pertama tahun hakikat  halal dan haram. Halal adalah sesuatu yang direstui atau diizinkan oleh Allah SWT sedangkan haram adalah sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT dan mengundang murkanya . Kedua tahu hakekat sesatu yang di hukumi halal atau haram dalam hali ini adalah masalah valentine day.

Valentine day adalah perayaan kejadian yang asal-usulnya sangat bertentangan dengan aqidah Islam. Sebelum orang nasrani merayakanya valentine adalah hari memperingati “kelahiran tuhan” di Rumania yang mereka yakini. Kemudian didalam sebagian masyakat nasrani valentine adalah hari untuk mengenang seorang tokoh nasrani Santo Valentino yang mati di hari itu yang akhirnya di abadikan  dan dirayakan sebagai hari  Valentine. Asal usul valentine banyak perbedaan  hingga  sebagian kaum nasrani itali menolak peryaan hari valentine. Lebih dari itu   Valentine Day itu sudah menjadi tradisi dan budaya yang dibesarkan oleh sekelompok orang dengan acara yang diwarnai dengan hal yang bertentangan dengan syariat Islam mulai dari hura-hura, mabuk-mabukan dan bercampurnya laki-laki dan perempuan. Dan itu semua bukan budaya dan syiarnya orang yang beriman. Budaya semacam ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam  oleh sebab itu maka merayakan Valentine Day  berada diluar rambu-rambu ajaran Islam.
Jadi jika ada orang Islam yang mengikuti budaya itu berarti hukumnya adalah haram dengan dua keharaman.

– Pertama mengagungkan  tokoh kafir Santo Valentino.

– Kedua membesarkan syiarnya orang fasiq dan orang yang tidak beriman.

lalu bagaiman dengan habib munzir almusyawa menyikapi muslim yang merayakan valentine day ?

kerisauan hati habib munzir akan kondisi umat saat ini ;

Ketika Natal dan Tahun baru demikian meriahnya di Ibukota, dan banjir dosa di Jakarta ini perlu dibersihkan oleh Istighfar yang tak kunjung muncul dari lidah pendosa, maka Allah swt menurunkan musibah demi memunculkan peringatan dan tumbal atas dosa, bahwa setiap kemungkaran adalah membuka pintu musibah, maka selang beberapa hari pasca pesta Natal dan Pesta Tahun Baru turunlah hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang usia Jakarta, sebagian Jakarta terendam air, rintihan dan tangis, listrik mati, berpuluh ribu wajah tampak kusam, jalan-jalan lintas dan protocol terputus.

Maka rintihan doa dan istighfar fuqara, shalihin dan ulama, terus menggema di langit Jakarta, namun munajat mereka itu menjadi agak bernada sumbang karena banyak pula muslimin muslimat yang berlindung di gereja-gereja dan rela makan dengan nama Yesus kristus, yang rupanya Iman dan kepercayaan mereka turut tersapu banjir dahsyat tahun ini, mereka memilih pendeta-pendeta sebagai pelindung, mereka merasa aman di gereja dan banyak pula yang pindah agama.

Allah swt mencabut musibah, banjir surut, hujan mereda, maka masih terngiang ditelinga kita firman Nya swt : “Bila kalian bersyukur maka kutambah kenikmatan kalian, bila kalian kufur maka siksa Ku sangatlah pedih”. Seruan itu menyeru kita untuk bersyukur atas redanya musibah ini, hingga kenikmatan dan kebahagiaan akan terbit. Namun sayang.. 14 Februari ini pemuda pemudi kita mulai lagi dengan ulahnya, ada apa dengan mereka?, mereka membuat upacara tasyakkuran kah?, bukan, mereka merayakan hari Valentine, hari kasih sayang yang bila kita dalami maknanya hari itu lebih lugas disebut “Hari Perzinahan Sedunia”.

Sanubari kita menjerit.., ada apa dengan adik-adikku?, ada apa dengan anak-anakku?, mereka muslimin muslimat namun hati mereka di Gereja, semua kabar yang datang dari Gereja mereka terima bulat-bulat, semua yang dirayakan oleh Abdi Gereja merekapun turut merayakannya, mereka Gembira dengan apa-apa yang menggembirakan para Abdi gereja, dan mereka ikut apa saja yang diajarkan oleh Abdi Gereja, pesta, festifal musik, perayaan natal, tahun baru, dan kini hari kasih sayang, yaitu hari Valentine, adik-adik kita dan anak-anak kita yang muslimin muslimat sungguh hati mereka terikat di Gereja, kiblat mereka Gereja, apa saja yang dikatakan indah di Gereja maka mereka memanutnya, apa saja yang dikatakan buruk di gereja maka mereka menghinakannya, sebaliknya apa saja yang dikatakan oleh Allah dan Rasul Nya mestilah disaring dulu, banyak yang sudah tidak logis, poligami, ucapan salam, dan banyak lagi sunnah yang diludahi oleh muslimin muslimat karena Jijik terhadap sunnah Nabi mereka, mereka berdemo menentang sunnah Nabinya.

Duh.. Gusti.. cukup.. cukup… hari natal dan tahun baru di Jakarta meriah dengan tawa terbahak bahak dan pesta gembira, dan tak beberapa hari kemudian datanglah waktunya menangis, menjerit, sedih dan bingung, dan kini pengingkaran itu muncul kembali, perzinahan memenuhi pelosok bumi Jakarta di malam Valentine, Rabbiy… Tuhanku.. Tuhanku… kami lari berlindung kepada Mu dari kemurkaan Mu dan cobaan Mu, Rabbiy kasihanilah kami.., kasihanilah kami.., kasihanilah kami..,

Kuseru segenap pembaca yang budiman, saudara dan saudariku yang kumuliakan, bangkitlah untuk menjadi pelopor kebangkitan Sunnah, bangkitlah untuk menyingsingkan baju untuk mendukung dan membela Allah, rumah-rumahmu, adik-adikmu, anak-anakmu, teman-temanmu, sudah berkiblat kepada gereja dalam segala hal yang mulia dimata mereka, dan sedikit demi sedikit meninggalkan Allah swt, semua kelompok sudah terjebak oleh jaring-jaring gereja, konglomerat muslimin, politikus muslimin, pemuda pemudi muslim, anak-anak muslimin, bahkan kini fuqara muslimin lari ke gereja dan memilih disuapi makanan yang sudah dibubuhi kalimat kemurkaan Allah.

Tuhanku… Tuhanku… kami merintih dan bersujud ke hadirat Mu, sembah sujud kami siang dan malam hanya untukmu Rabbiy.., kami meminta hujan keberkahan dan hidayah atas saudara-saudara kami yang terjebak dalam kehinaan, sungguh bila mereka melihat lolongan para teman-temannya yang dholim dan fasiq di dalam kubur niscaya mereka tak henti menangis dalam sujud mengemis belas kasihan Mu atas dosa-dosa,

sungguh bila mereka melihat Dzat Mu Yang Maha Luhur niscaya mereka akan bertekuk lutut dan bersimpuh sujud pada Mu dan menyesal dengan sejuta penyesalan, mereka akan meninggalkan semuanya demi memilih Mu Rabbiy.., mereka akan bersabar 1000 tahun dalam kelaparan, mereka rela ditimpa musibah seumur hidup, asalkan dapat memandang Dzat Mu Yang Maha Agung.., Rabbiy.. maafkan dan kasihanilah mereka.. berilah mereka hidayah.. sungguh mereka tak mengetahui..

Kami mengangkat kedua telapak tanga penuh dosa ini, dengan membuka gerbang harapan seluas luasnya dalam sanubari kami, serta munajat yang berpadu dengan munajat Nabi Mu yg termulia, Nabi Muhammad saw yang bermunajat dengan kedua pipi dibasahi airmata seraya berseru…Wahai Allah beri hidayah pada kaumku, sungguh mereka tak mengetahui.., dan kami menyambung lidah nabi kami, dan kamipun bermunajat.. Wahai Allah beri hidayah pada kaumku, sungguh mereka tak mengetahui..,

sahabatku yang aku sayangi karena Allah,

kenapa remaja muslim ikut larut merayakan valentine ?

Ada beberapa jawaban yang bisa kita berikan terhadap pertanyaan tersebut :
Pertama, remaja muslim kita tidak tahu latar belakang sejarah Valentine’s Day sehingga mereka tidak merasa risih untuk mengikutinya. Dengan kata lain, remaja muslim banyak yang memiliki kesadaran sejarah yang rendah.

Kedua, adanya anggapan bahwa Valentine’s Day sama sekali tidak memiliki muatan agama dan hanya bersifat budaya global yang mau tidak mau harus diserap oleh siapa saja yang kini hidup didunia

Ketiga, keroposnya benteng pertahanan relijius remaja kita sehingga tidak mampu lagi menyaring budaya dan peradaban yang seharusnya mereka lawan dengan keras.

Keempat, adanya perasaan loss of identity kalangan remaja muslim sehingga mereka mencari identitas lain sebagai pemuas keinginan mendapat identitas global.

Kelima, hanya mengikuti trend yang sedang berkembang agar tidak disebut ketinggalan zaman.

Keenam, adanya pergaulan bebas yang kian tak terbendung dan terjadinya de-sakralisasi seks yang semakin ganas.

Mungkin masih ada deretan jawaban lain yang bisa diberikan terhadapa pertanyaan di atas.

Mungkin ada sebagian remaja yang akan bertanya :

Kenapa memperingati sebuah tragedi cinta itu tidak boleh dilakukan? Apakah Islam melarang cinta kasih? Bukankah Islam menganjurkan pemeluknya kasih pada sesama? 

Tak ada yang menyangkal bahwa Islam tidak melarang cinta kasih. Islam sendiri adalah agama kasih dan menjunjung cinta pada sesama. Dalam Islam cinta demikian dihargai dan menempati posisi sangat terhormat, kudus dan sakral. Islam sama sekali tidak phobi terhadap cinta. Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun demikian Islam tidak menjadikan cinta sebagai komoditas yang rendah dan murahan. Cinta yang merupakan perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihanya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang dalam Islam dibagi menjadi tiga tingkatan yang kita tangkap dari ayat Al-Quran: “Katakanlah : Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kerabat-kerabatmu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kami khawatirkan kerusakannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu senangi lebih kau cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (Q. S. At-Taubah : 24)

Dalam ayat ini menjadi jelas kepada kita semua bahwa cinta tingkat pertama adalah cinta kepada Allah., Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya yang kemudian disebut dengan cinta hakiki, kemudian cinta tingkat kedua adalah cinta kepada orang tua, isteri, kerabat, dan seterusnya. Sedangkan cinta tingkat ketiga adalah cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak isteri melebih cinta pada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah.

Cinta hakiki akan melahirkan pelita. Cinta hakiki yang dilahrikan iman akan senantiasa memberikan kenikmatan-kenikmatan nurani. Cinta hakiki akan melahirkan jiwa rela berkorban dan mampu menundukkan hawa nafsu dan syahwat birahi. Cinta akan menjadi berbinar tatkala orang yang memilikinya mampu menaklukkan segala gejolak dunia. Cinta Ilahi akan menuntun manusia untuk hidup berarti,

Islam memandang cinta kasih itu sebagai rahmat. Maka seorang mukmin tidak dianggap beriman sebelum dia berhasil mencintai saudaranya laksana dia mencinta dirinya sendiri (HR. Muslim), perumpamaan kasih sayang dan kelembutan seorang mukmin adalah laksana kesatuan tubuh; jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, maka akan merasakan pula tubuh yang lainnya : tidak bisa tidur dan demam (Bukhari Muslim). Seorang mukmin memiliki ikatan keimanan sehingga mereka menjadi laksana saudara (Al-Hujarat : 13), dan cinta yang meluap sering kali menjadikan seorang mukmin lebih mendahulukan saudaranya daripada dirinya sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan (Al-Hasyr : 9).

Di mata Islam mencinta dan dicinta itu adalah ?risalah? suci yang harus ditumbuhsuburkan dalam dada setiap pemeluknya. Makanya Islam menghalalkan perkawinan dan bahkan pada tingkat mewajibkan bagi mereka yang mampu. Islam tidak menganut ?selibasi? yang mengibiri fitrah manusia seperti yang terjadi dalam ajaran Kristen dan Hindu, serta Budha yang menganut sistem sosial yang dikenal dengan kependetaan. Sebab memang tidak ada rahbaniyah dalam Islam.

Valentine Day yang merupakan ungkapan kasih selain “hamil” nilai-nilai relijus yang bukan bagian dari agama kita juga saat ini dirayakan dengan menonjolkan aksi-aksi permisif. Dengan lampu remang, dan lilin-lilin temaram. Peniruan pada perilaku agama lain dan sekaligus melegalkan pergaulan bebas inilah yang tidak dibenarkan dalam pandangan Islam.

sahabatku yang aku sayangi,

masih inginkah engkau merayakan valentine day ?

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu (al Baqarah :120)

adakah yang mau menjawab ?

lalu jika tidak apa yang harus kita perbuat ?

kita semua harus  kembali merapatkan jiwa dan kesadaran kita ke akar norma agama kita sendiri, lalu kita gali sedalam-dalamnya, kita renungkan semaksimal mungkin, kita aplikasikan dalam hidup ini. Dan kita pasarkan ajaran-ajaran Islam itu dengan sepenuh raga dan jiwa. Hanya dengan spirit berjuang yang tinggi dan komitmen yang kuat remaja muslim akan lahir kembali dalam sosok yang cemerlang dengan Islam sebagai panji.

dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim?. 

Sungguh sangat jelas sikap yang harus diambil oleh kaum muslimin, bahwa merayakan valentine berarti meniru adat/budaya kufur kaum lain, padahal kita dilarang untuk mengekor, mengambil cara hidup yg lahir dari akidah selain islam, seperti valentine day, juga pemahaman hak asasi manusia, demokrasi, dialog antar agama, kapitalisme, sosialisme. Sudah cukup kita hanya mengambil pandangan hidup yang terlahir dari akidah islam karena sudah jelas bahwa islam adalah agama yang sempurna sebagiamna diterangkan Allah swt dalam Qur’an surah Al ? Maidah : 3, ]

pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu

Begitu pula Allah swt menyuruh umatnya untuk mengikuti standar halal-haram, menjadikan Muhammad Rasulullah sebagai panutan, mengambila apa yang dicontohkannya dan meninggalkan dari perkara yang dilarangnya, sebagimana firman Allah dalam surah al Hasyr :7
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. ?

Maka apalagi yang kita tunggu selain meninggalkan bentuk pengekoran acara valentine day itu, marilah serkarang kita mulai meninggalkan sesuatu yang memang wajib diingkari, dan memulai untuk berusaha menerapkan ajaran-ajaran islam, memilih-milih mana perkara yg tdk bertentangan dengan islam kita ambil, sementara perkara yg bertentangan dengan islam kita tolak dan tinggalkan.

Hendaknyalah kita renungkan perkataan sosiolog Ibnu Khaldun yang menyatakan ;
“Yang kalah cenderung mengekor yang menang, dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata yang dipakai, malah meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk di sini adalah mengikuti adat istiadat mereka ……..”. 

Hal itu selaras dengan apa yang telah di sabdakan Nabi :
“Tidak akan kiamat sebelum umatku mengikuti apa-apa yang dilakukan bangsa-bangsa terdahulu, selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta”. …. Diantara para sahabat ada yang bertanya “Ya, Rasululah apakah yang dimaksud (di sini) adalah bangsa-bangsa Yahudi dan Nasrani ” Rasulullah menjawab “Siapa lagi (kalau bukan mereka) (HR. Bukhori)

Firman Allah s.w.t.:
Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman

Akhirnya sahabatku yang baik, mari  tinggalkan budaya kufur yang mengumbar hawa nafsu kesenangan duniawi itu, budaya menyesatkan yang dijadikan senjata orang-orang kafir untuk mengekspor peradabannya kepada kaum muslimin, sehingga tercapai target yang diinginkan orang-orang kafir yang memang sangat membenci Islam dan umatnya. Orang-orang kafir ini tidak akan segan-segan mengeluarkan umat islam dari akidah yg dipegangnya yakni akidah islam dan selanjutnya mengikuti akidah jahiliah, sekulerisme kapitalisme

kesimpulannya, bukan berrati muslim yg merayakan valentine itu kafir, namun hal itu merupakan dosa dan penghinaan terhadap islam, dan menunjukkan lemahnya iman dan ketidak berdayaannya muslim tersebut dalam memuliakan agamanya.

karena didalam islam hari kasih sayang bukan sekali setahun, tapi setiap detik kita berkasih sayang pada seluruh makhluk Nya swt, dan Nabi kita Muhammad saw adalah Nabi yg berkasih sayang pada kita, maka apalah artinya kasih sayang sekejap antara dua orang kekasih, sedangkan kasih sayang antara kita dalam islam adalah kekal dan abadi, hingga kita menghadap Allah swt kelak

mari sama-sama kita berdoa kepada Allah,

ya Rabb, sungguh kerasnya arus modernisasi menghimpit kehidupan kami, dari mulai membuka mata hingga terlelap dalam mimpi indah modernisasi menyertai kami, namun sungguh perkembangan itu tidak dibarengi dengan pertumbuhan iman kami terhadapmu ya Rabb, sehingga seringgnya kami melalaikanmu, maafkan kami ya rabb.

ya allah, arus budaya barat begitu kental memasuki generasi generasi saya, generasi dibawah saya bahkan hingga generasi diatas saya, tuntun kami selalu ya rabb, berjalan lurus kearahmu, jika tidak engkau yang menuntun tentunya kehinaan dan kesesatan kan menjadi jalan kami, bimbing kami ya rabb.

ya Rabb, bila hidup hamba, engkau takdirkan masih berlangsung untuk hari-hari yang masih terbilang lagi, takdirkan kami berada dalam bagian orang-orang yang mau membenahi dirinya, tapi bila engkau tahu bahwa tidak akan pernah berubah lagi, sekali lagi, tidak akan pernah mau berubah, maka takdirkan kematian secepatnya bagi kami, itu kayaknya lebih baik, tapi dengan satu syarat  ya Allah, berikan ujung kematian yang baik, yaitu disertai ampunanMu, baik ketika sakaratul maut maupun  selepas kematian,,

Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.

Semoga Alloh memberi kepada  kita kesadaran untuk menjauhi segala yang haram dan semoga mengampuni kita semua.

Semoga Kita Semua Dapat Mengetahui Mana yang benar dan mana yang salah. dan semoga kita selalu berada pada jalan Rosulullah Saw.

so, masihkah engkau akan merayakan hari valentine’s day ?

semoga bermanfaat.

tidak valentine

Iklan