tujuan hidupbismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, teringat nasehat Almarhum guru saya ” jika kamu punya 2 pilihan jalan 10 km, pilihan A,  9 km itu jalan yang terjal dan hancur sedangkan 1 km itu jalan yang mulus, dengan satu lagi 9 km itu jalan yang mulus, sedangkan 1 km itu jalan yang hancur, berlubang penuh rintangan, apa yang akan kamu pilih…??

pertanyaan ini bukan sekedar pertanyaan biasa, pertanyaan ini mengandung filosofi makna yang luas, jika kita tahu penekanan kata pembentuknya dan hakekat dari pertanyaan itu, pasti dengan pemikiran yang tepat kita akan menjawab pertanyaan tersebut dengan baik ?

seandenya kamu saya hadapkan pada pertanyaan itu apa yang akan kamu pilih duhai sahabatku ?

jalan A atau jalan  B ?

adakah yang mau jawab dan menjelaskan ?

sebuah kisah semoga bisa menjawab apa yang saya pertanyakan…

Alkisah pada suatu kala, seorang pria muda sedang berjalan di sebuah tempat untuk mencari harta karun. Sampai akhirnya, tibalah ia di sebuah jalan bercabang tiga. Kebetulan ada seorang kakek yang sedang berdiri di pinggir persimpangan jalan tersebut.

Pria muda itu sedang bingung karena ada tiga jalan menuju arah yang berbeda. Ia pun sulit memutuskan untuk memilih jalan yang ingin ditempuh. Lalu ia bertanya pada kekek tersebut, “Hai, kakek. Bolehkah saya bertanya? Saya sedang dalam perjalanan mencari harta karun. Tapi di depan saya ada tiga jalan yang berbeda. Bolehkah bapak menunjukkan kepada saya arah jalan yang benar?”

Orang tua itu tidak menjawab. Ia hanya menunjuk jalan yang pertama.

Pria itu berterima kasih dan segera mengambil jalan yang pertama.

Tidak lama kemudian, pria muda itu kembali lagi. Tapi kali ini seluruh badannya kotor terkena lumpur. Ia mendekati kakek itu dan berkata, “Hai, kakek. Tadi saya tanya arah jalan harta karun dan Anda menunjuk ke jalan pertama. Tapi saya malah terjebak ke dalam kolam lumpur yang luas. Badan saya jadi kotor begini.” Ia lalu bertanya, “Sekarang kemana arah  menuju jalan harta karun? Tolong tunjukkan pada saya!”

Kakek itu tetap tidak bersuara. Ia kemudian menunjuk ke jalan yang ke dua.

Pria muda itu kemudian berterima kasih dan segera mengambil jalan yang kedua.

Beberapa saat kemudian, pria muda tersebut kembali lagi. Badannya bukan hanya terkena lumpur pekat, tapi juga pakaiannya penuh dengan robekan dan dikakinya banyak luka seperti tergores benda tajam.

Kali ini ia mendekati kakek itu dengan ekspresi wajah yang kesal. Ia berkata dengan sedikit marah, “Hai, kakek tua! Tadi saya menanyakan arah menuju jalan harta karun dan Kakek menunjuk ke jalan yang kedua. Tapi, jalan itu penuh dengan semak berduri. Seluruh kaki saya jadi terluka karena tergores duri.”

Kali ini ia bertanya lagi, “Sekarang saya tanya sekali lagi, di mana jalan menuju harta karun itu? Kakek sudah dua kali membohongi dan mencelakai saya. Sekali lagi berbohong, Kakek akan tahu akibatnya.”

Sang kakek itu tetap diam, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ia sekarang menunjuk ke jalan yang ke tiga.

“Apakah Kakek yakin dan tidak berbohong?” tanya pria muda itu.

Kakek itu menganggukkan kepalanya dan sekali lagi menunjuk ke jalan yang ketiga.

Pria muda itu pun segera pergi meninggalkan kakek tersebut. Namun beberapa saat kemudian, ia kembali lagi sambil berlari seperti ketakutan. Dengan napas tersengal, ia bertanya dengan marah, “Hai, kakek! Apakah Anda mau membunuh saya? Di jalan sana ada banyak sekali binatang buas. Itu sama saja dengan bunuh diri.”

Kakek itu akhirnya buka mulut, kemudian berkata, “Semua jalan tadi sebenarnya bisa menuju ke tempat harta karun. Hanya saja untuk menuju ke sana, Anda harus melewati jalan tersebut. Anda bisa memilih melewati kolam lumpur, semak berduri, atau binatang buas. Anda bisa pilih salah satu. Kalau benar-benar mau pergi ke tempat harta karun, Anda harus berani melewati salah satunya. Jika Anda tidak mau, silakan kembali saja.”

Begitu mendegar penjelasan dari kakek itu, pria muda ini menundukkan kepala. Ia mundur, dan membatalkan perjalanannya kemudian kembali pulang…

sahabatku yang aku sayangi karena Allah.

Ada harga yang harus dibayar untuk menebus sebuah kesuksesan. Semua orang dengan semangat akan menjawab “Yes” saat ditanya apakah mereka ingin meraih sukses. Namun tidak semua orang berani menjawab ketika ditanya apakah mereka bersedia membayar harganya. Kenyataan kebanyakan orang ingin meraih sukses dengan cara instant, tanpa menempuh jalan yang terlihat berat. Maka tidak heran saat ini banyak orang tertipu dengan investasi palsu yang menawaran keuntungan instant..

Rintangan akan selalu berdiri di depan kesuksesan. Anda harus berani melewatinya sebelum berhasil mendapatkan kesuksesan. hanya ada dua pilihan, mengeluh dan menyalahkan rintangan itu; atau mendorong diri Anda untuk mengalahkan rintangan tersebut. Adalah hal yang manusiawi, jika sesekali Anda mengeluhkan beratnya rintangan yang dihadapi. Tapi cobalah pikirkan, apakah rintangan itu akan hilang dengan cara berkeluh kesah?, maka hadapilah

maka pertanyaan diatas yang ditanyaakan guru saya sudah terjawab  yaitu adalah pilihan A.

kenapa harus memilih jalan A dan tidak jalan B ?

dulu saya pernah membuat artikel dengan judul “nikmati proses kehidupan klik aja link itu untuk membacanya lagi, sejatinya Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai. apakah kita mampu sperti itu ?

Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikann ya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu.

Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.

Orang bijak berkata, manusia hanya bisa berharap dan berusaha mencapai harapan, tapi jangan pernah lupa jika ada Allah yang ikut campur dalam proses pencapaiannya.

Gagal dalam satu pencapaian itu boleh jadi karena memang Dia sedang mengajarkan kita untuk sabar, untuk bangkit, untuk mengerti tentang suatu proses kehidupan. Gagal, karena Dia ingin kita menikmati suatu proses kegagalan itu sendiri dengan arti kita mengerti dimana letak kesalahan kita dan berusaha untuk membenahinya. Gagal, karena Dia ingin kita tahu standardisasi kelayakan pengharapan itu sendiri. Gagal, karena Dia ingin kita menjadi manusia yang tahu lebih banyak cara-cara yang menyebabkan kita gagal. Gagal itu tidak untuk ditakuti, tapi dihadapi; dihadapi dengan berani.

Rasa diakhir adalah sama, dengan atau tanpa proses kita akan tetap merasa senang saat mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Tapi ada nilai lebih bagi yang melalui suatu proses; lebih tau, lebih menghargai apa yang telah dicapainya, lebih ingat bagaimana cara pencapaian itu.

Menikmati proses kehidupan akan membuat kita menjadi sosok yang lebih berkualitas.

sahabatku semua yang dirahmati Allah,

kenapa harus 9 km itu jalan yang terjal sedangkan 1 km itu jalan yang mulus, bukankah semua orang menginginkan menikmati jalan mulus 10 km itu lebih baik, bukankah orang berfikiran seperti itu ?

pemikiran ini harus segera dirubah, karena pemikiran semcam ini adalah pemikiran yang pengen enaknya saja, padahal dunia itu berputar kita akan digulirkan dan digilirkan baik serta buruk, jika kita lihat banyak orang yang hidupnya enak mulu, bisa jadi dia berada dalam jalur B.. maka tunggu waktu saja akan mejumpai jalan terjal, berlubang dan penuh rintangan..apakah ini mungkin, jelas, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, kenikmatan itu kan sebuah ujian juga, betul tidak ?

pemikiran yang inginnya yang enak saja tanpa usaha harus dihilangkan, ini sama halnya dengan pemikiran kenapa Allah menciptakan neraka, kan katanya Allah itu maha baik, kenapa jika baik kok menciptakan neraka ?

jawaban dari pertanyaan diatas dapat kamu temui dalam kisah singkat berikut ini :

Ini kisah nyata seorang gadis melayu yang dangkal ilmu pengetahuan islamnya. Didaerah tersebut memberlakukan peraturan bagi pekerja di tempat umum seperti pasar, toko-toko perniagaan dan lain-lain bagi wanitanya diharuskan mengenakan jilbab dan menutup aurat dengan benar. Kerap kali pemerintah mengadakan pemeriksaan secara mendadak ditoko-toko dan pasar, bagi yang melanggar maka dikenakan denda.

Selain kena denda mereka yang melanggar aturan diberi nasehat dari sang ustadz yang bekerjasama dengan pemerintahan.

Suatu hari, seorang gadis tertangkap yang bekerja disebuah toko karena tidak menutup auratnya. Maka diapun kena denda. Setelah dia membayar denda, ustadz ini pun menasehati, “setelah ini, saya harap saudari bisa insaf dan mentaati peraturan.
Peraturan ini bukan semata dari aturan pemerintah melainkan menutup aurat juga perintah Allah swt. Ringkasnya kalau kita mentaati perintahNya maka akan selamat dan berbalas surga. Sebaliknya jika durhaka maka akan celaka dan balasan neraka.”

Gadis tersebut yang awalnya mendiamkan diri, tiba-tiba membentak ustadz “kalau Tuhan itu betul-betul baik, kenapa bikin neraka? Kenapa tidak sediakan surga saja? Seperti itukah Tuhan penyayang?”, mungkin dari tadi gadis itu sudah panas telinganya dinasehati oleh ustadz terlebih habis terkena denda.

Ustadz itu tertunduk dan berfikr “bahaya anak ini kalau didiamkan akan rusak akhlaknya.”

Setelah habis gadis itu mengomeL, ustadz pun menjawab “saudariku, kalau Tuhan tidak bikin neraka, saya tdk akan jadi ustadz. Berapa sen saja gaji seorang ustadz? Lebih baik saya jadi bandar judi yg gampang dapat uang, hidup senang, lepas matipun tak risau sebab dijamin masuk surga.
Mungkin kau juga bisa saya culik dan dijual jadi pelacur. Kalau mau lari, saya bunuh saja. Tak apa, sebab neraka tak ada. Nanti kita jumpa lagi disurga. Kan Tuhan itu baik.

Gadis itu terkejut mendengar jawaban ustadz, bicara macam apa itu ??

Saudariku, perkara tadi akan terjadi seandainya surga saja yg tersedia. Orang jahat, orang baik semua masuk surga. Maka, apa gunanya berbuat baik? Orang jahat lagi gampang, manusia tak lagi diuji sebab semua orang akan lulus, percuma.
pembunuh akan berjumpa lagi dengan yang dibunuh didalam surga, perampok berjumpa Lagi dengan yang dirampok didalam surga. Tak ada yang menerima hukuman.

Adakah Tuhan yg seperti ini yg kamu mau? Kamu rasa adilkah? Tanya ustadz.

Mana adil seperti itu. Orang jahat gak akan lepas begitu saja. Rungut si gadis.

Ustadz tersenyum “jika Tuhan tidak adil, bolehkah dianggap baik? “

Saudariku, saya kasih nasehat karena saya sayang sesama umat islam. Allah itu maha penyayang tapi Dia juga maha adil karena itu Neraka perlu terwujud untuk menghukum hamba-hambanya yang durhaka, yang menzalimi diri sendiri dan orang lain.

Kita sedang diuji didunia ini. Jasad kita bahkan segala-galanya milik Allah. Maka bukan hak kita untuk berbuat sesukanya. Apa yg dipinjamkan olehNya pasti akan diambil kembali olehNya.

sahabatku,  sudah jelaskan kenapa kita harus selalu mengupayakan dulu, karena hasil itu adalah hak Allah, yang terpenting adalah sebaik apa upaya yang telah kita upayakan, hasil yang baik itu bukanlah tujuan utama, melainkan sebagai penyemangat agar kita selalu berbuat yang terbaik. maka dipilihlah jawaban A.

kita pasti akan menemukan saat-saat yang sulit di dalam kehidupan kita. Di saat itulah kamu baru akan merasakan kebutuhan akan kehadiran Yang Maha Kuasa atas dirimu. Sesungguhnya tidak akan ada yang dapat kamu lakukan kecuali menerima segala ketentuan yang telah digariskan-Nya ke pada mu. Kamu hanya menjalani apa yang sudah menjadi kehendak-Nya. maka dari itu mengupayakan di setiap proses kehidupan itu lebih baik daripada cuma sekedar menikmati hasil…

jika kita memilih jalan B, mungkin saat ini kita dalam rules yang enak, semua tercukupi, semua tersedia, semua ada. padahal sejatinya itu merupakan sebuah ujian, malangnya orang yg selalu dalam posisi terbaik  justru kita tak akan pernah belajar, jika orang tidak pernah mengalami “stress” dia tidak akan pernah belajar, jika anda pernah mempelajari dunia teknik khusunya berkaitan tentang kekuatan material, maka anda akan tahu, material dikatakan material yang bagus jika sudah melewati yang namanya diagaram stress dan streight, maka dari diagram tersebut akan diketahui titik luluh, titik elastis, kekuatan maximum, kapan terjadi patahnya dan sebagainya.. maka dari sana bisa disimpulkan material ini sifatnya bagus to tidak, kekuatannya berapa ? kekuatan maximumnya berapa ? kapan bisa bertahan lama ? dan lain-lain begitu juga manusia, manusia dikatakan bagus jika sudah diuji kualitasnya, maka akan kelihatan sendiri siapa yang bagus dan siapa yang kurang, tentunya jika semua orang ingin dikatakan bagus, maka ngapain di instasi sekolah ada yang namanya ujian segala, toh tanpa ujian semua orang boleh dikatakan bagus, ya tidak kawan ?

Kesadaran akan ketentuan itulah yang harus ditanamkan dalam-dalam di lubuk hati mu. Karena dengan kesadaran itu, kamu akan merasakan kenikmatan di balik segala kesengsaraan dan penderitaan hidup yang kamu hadapi. Semua adalah proses yang sangat diperlukan dalam hidup mu. Kamu tidak perlu menyesali diri atas kondisi kehidupan ini yang tidak seutuhnya sesuai dengan apa yang kamu inginkan.

sahabatku semua yang dirahmati Allah.

Cobalah untuk mencari jalan keluar atas apa yang kamu hadapi. Hadapi semua cobaan, hambatan dan rintangan dengan sungguh-sungguh, dengan niatan untuk mencari rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya hanya dengan begitulah kamu akan menemukan jati diri mu yang sesungguhnya. Kamu akan menemukan mutiara hatimu dan mutiara kehidupan ini.

untuk itulah kenapa kita harus sholat ?

kenapa harus berpuasa ?

kenapa harus berbuat baik ?

kenapa harus belajar dan sekolah ?

kan semua itu proses, dan setiap proses selalu ada ujian, ujian disini diibaratkan jalan yang rusak, berlubang dan banyak hambatan, seringnya kita melihat yang enaknya saja, melihat orang yang sukses tapi tidak mau belajar dari berapa banyak ia pernah gagal, melihat orang pintar tapi malas untuk belajar, melihat orang baik tapi tak pernah belajar berbuat baik. kondisi semacam ini jika tidak segera kita tumbangkan dari hati dan pikiran kita, akan berbahaya bagi diri sendiri dan lingkungan kita,

Renungilah selalu segala apa yang sudah kamu lakukan. Refleksikan kembali apakah jalur yang kamu tempuh sudah sesuai dengan apa yang sudah diperintahkan Tuhanmu. Lihatlah peta kehidupan, akan kemana tujuan dari hidupmu. Jika selama ini kamu masih sering jatuh perbaiki langkahmu, perbaiki strategimu. Atau mungkin kamu sering salah langkah. Maka kamu harus mengganti alur atau cara mu meniti kehidupan ini.

sahabatku yang aku cintai karena Allah.

Apa yang menjadi tujuan hidup kamu?  Apakah mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya mumpung masih hidup?  Jika seseorang sudah memiliki kekayaan yang melimpah, berbahagiakah hidupnya? apakah begitu sahabat ?

bahkan seorang raja yang sangat terkenal dengan hikmah dan kekayaan yang melimpah, menyatakan bahwa kekayaan duniawi itu adalah kesia-siaan. Harta kekayaan bukanlah tujuan akhir hidup ini karena semua yang ada di dunia ini hanyalah sementara.  Apakah semua harta yang kita miliki tersebut akan kita bawa pada saat kita mati? tentu tidak bukan, lalu apa tujuan hidup kita ?

“Kebahagiaan bukan tujuan dari kehidupan ini melainkan cara untuk menjalani kehidupan..”

Tidak ada seorang manusia pun yang mengetahui akhir dari nafas terakhirnya dalam dunia ini. Maka dari itu sungguh memiliki makna yang dalam untuk membuka mata hati sebagai manusia yang masih bernafas dan masih diberi kesempatan menikmati dunia yang indah ini, untuk menjalani kesempatan hidup yang ada dengan penuh rasa syukur serta bahagia.

Tujuan hidup manusia di dunia ini sebenarnya sederhana saja:

  1. Beribadah menyembah Allah
  2. Menjadi khalifah (wakil) Allah

Sesungguhnya tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah (beribadah) kepadaKu” (Adz Dzaariyaat : 56)

Sebagai hamba Allah, manusia itu ikut saja apa yang Allah suruh. Jadi sebagai hamba yang taat, manusia akan sibuk melakukan perkara-perkara yang telah diwajibkan , serta menjauhi perkara-perkara yang dilarang dalam syar’iat.

Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. [AL Baqarah : 30]

Sebagai khalifah Allah, manusia bertugas mengurus seisi alam ini sesuai dengan apa yang Allah kehendaki. Pengurusan ini dimulai dari perkara yang kecil-kecil yang dapat dilakukan oleh seorang individu, sampai ke perkara-perkara besar yang untuk pelaksanaannya memerlukan suatu jemaah dan bahkan suatu pemerintahan Islam. Maka dalam Islam sistem pemerintahan tidak dapat dipisahkan dari sistem Islam, karena kalau sistem pemerintahan tidak sesuai dengan Islam akan dapat menyebabkan kerusakan di muka bumi

sahabatku yang dirahmati Allah.

Menurut Aristoteles, tujuan hidup manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia). Orang yang sudah bahagia tidak memerlukan apa-apa lagi pada satu sisi, dan pada sisi lain tidak masuk akal jika ia masih ingin mencari sesuatu yang lain

Hidup manusia akan semakin bermutu manakala semakin dapat mencapai apa yang menjadi tujuan hidupnya. Dengan mencapai tujuan hidup, manusia akan mencapai dirinya secara penuh, sehingga mencapai mutu yang terbuka bagi dirinya.

Aristoteles sudah sejak dulu mengatakan bahwa kebahagiaan adalah tujuan hidup utama manusia. Meskipun sebagain orang sepakat bahwa kenikmatan dapat membahagiakan, namun kenikmatan itu bukanlah kenyataan itu sendiri. Kenikmatan itu tidak berdiri sendiri, tapi menyertai suatu tindakan. Bagi Aristoteles, seseorang dapat menemukan kebahagiaan sebagai tujuan akhir apabila ia menjalankan fungsinya dengan baik. Nilai tertinggi bagi manusia adalah suatu tindakan yang merealisasikan kemampuan atau potensialitas khas manusia

bagaimana pandangan islam ?

Sesungguhnya tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah (beribadah) kepadaKu” (Adz Dzaariyaat : 56)

Tujuan hidup umat manusia, ialah menyatu dengan Allah, semua berasal dari Dia dan akan kembali kepadaNya.

tujuan hidup manusia adalah mengenal Allah, Tuhannya,

kenapa kita diciptakan, kenapa bumi diciptakan, kenapa ada disini? semua itu akan bermuara lagi kepada sang pencipta yaitu Allah swt.

Setiap manusia haruslah mengetahui siapa dirinya, kenapa dia dilahirkan, dan apa tujuan dan tugas2 hidupnya, berapa lama dia bisa hidup di dunia ini, dan kemana dia pergi setelah meninggalkan dunia ini?

Kalau manusia tidak bisa menjawab dengan benar, maka hidupnya seperti manusia yang hidup di hutan2 yang menutup auratnya dengan daun daunan. Mereka tidak berilmu.

Mereka tidak tahu tujuan & TUGAS hidupnya. Mereka menjalankan hidup seperti binatang saja yaitu kawin, beranak, dan kalau sudah dewasa anak di kawinkan lagi demikian seturusnya dan terakhir meninggal dunia.

Orang orang yang tinggal di kota pun banyak yang tidak mengetahui tujuan & TUGAS hidupnya. Ada yang mengatakan untuk mencari hidup yang bahagia, berkeluarga serta membesarkan dan mendidik anak2.

bagaimana dengan kalian semua, sudahkah tahu tugas dan tujuan hidupmu ?

so sahabatku yang baik.

Jadilah kamu orang yang menerima dengan ketentuan-Nya. Karena hanya dengan begitu kamu akan menjadi orang kuat di dunia ini. Lawanlah semua cobaan dan rintangan dengan kejernihan pikiran. Lawanlah semua hambatan dengan kedamaian hati yang paling mendalam. Semoga Allah menyambutmu dengan senyuman di seberang sana. Dan hatimu akan menemukan kedamaian dan kemenangan. Karena sesungguhnya kemenangan tidak harus mengalahkan lawan, tetapi mengalahkan diri sendiri untuk menundukan lawan.

ya Allah, bantulah kami menemukan semua kekurangan-kekurangan kami, jika kami sudah menemukannya bantulah kami untuk mengatasinya..

bagaimana menurutmu shabatku ?

semoga bermanfaat.

Iklan