butiran debubismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, seseorang harus memiliki niat dan maksud yang baik untuk melakukan hal-hal yang baik, karena sesungguhnya orang-orang yang memiliki jiwa-jiwa yang jahat tidak akan dapat menjadi orang sukses, akan tetapi mereka adalah lawan dari kesuksesan itu sendiri, tidak semua orang mampu menimbulkan pengaruh pada diri orang lain dan memiliki riwayat hidup yg dikenal banyak orang dengan sebutan sebagai orang sukses. buktinya hitler, mussolini, lenin, stalin, mao ze dong dan kaum komunis, mereka tidak bisa dikatakan sebagai sosok orang yang sukses.

ketenaran bukanlah kesuksesan, bukti kongkritnya adalah pasti kita ketahui bersama, syetan adalah sosok yang paling terkenal didunia ini sejak zaman dulu kala, akan tetapi dia adalah sosok makluk yang paling tersesat didunia ini.

banyak orang yang namanya terkubur tidak dikenal oleh siapapun, tapi mereka adalah orang yg sukses, sebagian para ahli ibadah, para petani, para pedagang, para ahli zuhud. Bahkan ketidaktenaran mereka justru yang terkadang menjadi kesuksesan mereka.

sebuah kisah semoga bisa mengambil maksud dari apa yang terkandung didalamnya.

Kisah Semut dan Lalat Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambai kan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”

Semut kecil itu nampak manggut-manggut , namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.

sahabatku yang dirahmati Allah, apa arti kesuksesan menurutmu ?

apa kesuksesan itu ditinjau akan tingginya ilmu serta gelar ?

apa kesuksesan itu ditinjau tingginya pangkat dan derajat ?

apa kesuksesan itu ditinjau dari banyaknya materi, mobil mewah, rumah mewah, kerjaan bagus, gaji bagus?

apa kesuksesan itu ditinjau karena menjadi terkenal, tersohor diseluruh penjuru dunia ?

apa kesuksesan itu ?

adakah yang mau menjelaskan,

saya mengambil makna kesuksesan dari buku cahaya zaman karya Dr. Aidh Alqarni, disana dijabarkan yang dimaksud dengan kesuksesan adalah jika Allah swt ridha terhadap seorang hamba, dia ridho terhadap dirinya sendiri dan orang-orang sekitarnya juga ridho dan senang kepada dirinya, serta ia mampu memberikan manfaat dan pengaruh positif didalam kehidupannya, sungguh indah bukan arti kesuksesan.

jadi dapat disimpulkan sedikit kesuksesan itu jika dapat 4 aspek penting,

allah ridha, diri sendiri ridha, orang sekitarnya ridho juga mampu memberi manfaat bagi diri dan lingkungannya itulah definisi arti sebuah kesuksesan,

kesuksesan seseorang belum jika keempak aspek itu blum terpenuhi, ada sebagian orang yang mampu memberikan pengaruh positif dan menyumbangkan karya yang begitu luar biasa, dikenal di seluruh dunia, namanya juga harum sepanjang masa, namun kesuksesannya belum sempurna karena disebabkan dia tidak sukses meraih ridho Allah, Einsten umpamanya, dia adalah pakar ilmu eksakta yang terkenal seluruh dunia, dia berhasil menciptkan teori teori yang sangat bermanfaat bagi manusia, tapi dia bukan seorang muslim. jadi kesuksesan yang berhasil ia raih bukanlah kesuksesan dunia akherat, hanya sebatas dunia saja. begitu pula dengan banyak para pakar bahkan ilmuan diluar sana, mereka meninggalkan satu aspek penting dari 4 aspek yaitu kehilangan ridho Allah. mereka hanya terkenal didunia saja, nama mereka harum namun bisa jadi diakherat mereka terhempas jauh dibelakang dibarisan orang-orang yang tidak beriman.

sahabatku yang aku cintai karena Allah,

orang yang paling sukses didunia dan akherat adalah para rasul, karena mereka berhasil meraih ridha Allah swt. lalu bagaimana dengan orang-orang sukses dinegara supper power seperti amerika ?

lihatlah negara amerika, saksikan bumi dan langitnya, saksikan udara dan airnya ternyata semuanya tidak sama seperti yang ada diwilayah kita. karena bumi, langit, udara dan airnya disana tidak mengandung keimanan, cinta dan keluhuran.
amerika sebuah negara yang dipenuhi dengan pabrik, kesibukan kantor-kantor dan aktivitas produksi yang luar biasa, akan tetapi semua itu keramaian tanpa arti, suara tanpa kehidupan, karena disana tidak ada keimanan, cinta serta keluhuran. lihat pula negara yg sejenisnya mata tanpa keimanan, telingan tanpa dakwah, hati tanpa keyakinan dan manusia tanpa risalah

lihat pula negara sejenisnya yang penuh dengan pesawat-pesawat, mobil mobil mewah, pemanas ruangan, ac, besi dan berbagai macam peralatan modern. akan tetapi tidak memiliki rasa ketentraman dan kedamaian karena negara tsb tanpa keimanan, cinta serta keluhuran.
disana anjing dikultuskan, kucing diagungkan, babi dimulyakan, adapun manusia berilmu bagaikan orang yang bekerja keras namun tanpa hasil, insyiur bekerja namun tidak memiliki tujuan, dokter bekerja tanpa mendapatkan pahala karena mereka semua adalah orang yang tidak mendapatkan ridho Allah jauh dari keimanan, cinta serta keluhuran.

lihatlah wanita-wanita tanpa kehormatan, rumah tanpa nilai-nilai kesucian, masyarakat tanpa dasar dan nilai, lihatlah lagi bagaikan segerombolan hewan gembala tanpa pengembala, penumpang tanpa sopir, kapal tanpa nahkoda yang ada hanyalah kegelapan diatas kegelapan,
apakah mereka semua adalah orang sukses, tentui tidak jika tanpa ridho Allah, semoga hidayah Allah segera menyentuh hati mereka semua,

sahabatku yang dirahmati Allah, ada sebuah kisah tragis, seorang pedagang besar, dia memiliki kekayaan yang melimpah ruah, jika seandenya harta kekayaanya dibagikan kepada seluruh isi kota maka mendadak seisi kota akan menjadi orang yang kaya raya. Pada suatu ketika dia terkena penyakit lumpuh, kemudian dia pindah ke kota lain untuk berobat, namun kota tersebut yang jauh dari keluarga dan saudara, dia meninggal dunia secara mendadak. ketika meninggal dunia, ada orang yang bersedekah membelikan kain kafan untuknya, lihatlah kawan betapa tidak berartinya dunia, betapa hinanya orang yang tertipu dengan dunia,

sahabatku yang dirahmati Allah,

banyak diantara kita, bahkan kadang saya sendiri suka mengkritik suatu instansi, organisasi maupun individu. mungkin alangkah baiknya kita kurangi sikap seperti ini, karena sikap seperti ini sejatinya adalah mahdabnya orang yang suka mencari-cari kekurangan dan kesalahan pihak lain, karena dengan sikap tersebut berarti kita menginginkan semua orang menjadi musuh kita, kita tidak akan mendapat apa-apa dari sikap seperti ini, bahkan kita cenderung akan kehilangan banyak teman.

alangkah baiknya kita ikut berpartisipasi membangun dan memberikan masukan-masukan yang bersifat positif. janganlah suka menjadi orang yang cuma bisa mengkritik saja, lihatlah sisi baik dari kehidupan orang lain. jika ingin membantah dan memperingatkan orang yang melakukan kesalahan, maka lakukan sesuai kadar yang dibutuhkan, yaitu yang bisa membantah dan menghilangkan kesesatan serta dampak negatifnya. serta menjaga agama kita dari kesesatan-kesesatan tersebut. adapun jika dilakukan lebih dari itu maka tidak ada manfaatnya sama sekali.

kawan, sebelum kita mencoba mengkritik orang lain maka cobalah sejenak mengkritik diri kita sendiri, kekurangan-kekurangan pada diri kita itu terlalu banyak, janganlah suka menyibukkan diri dengan mencari-cari kekurangan orang lain, tetapi sibukkan diri sendiri untuk mencari dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada diri sendiri. ketahuilah kawan, barangsiapa yang mencari kekurangan-kekurangan dan kesalahan orang lain, maka Allah swt akan mengutus seseorang yang akan membongkar aib dan kekurang-kekuranganya, sebagai balasan setimpal atas perbuatannya.

sebaliknya barang siapa yang menjaga dan melindungi aib dan kehormatan orang lain, menerima maaf dan memaklumi kesalahan mereka serta berusaha untuk menutupi aib serta kekurangan mereka maka Allah swt juga akan  mempersiapkan seseorang yang berusaha serta menutupi semua kekurangan serta, memuji-muji dirimu, menjaga kehormatanmu serta menyebarkan semua kebaikan-kebaikanmu, subhanaAllah..

sahabatku yang aku cintai karena Allah.

sesunggugnya diri ini bagai sebutir debu yang tak berarti yang mudah terombang-ambing kencangnya angin, yang melemah saat hujan turun, yang rontok saat panas terik menyelimuti, seseorang sahabat memberikan nasehatnya ” sederhanakan hatimu, maka engkau kan tahu kekurang-kekuranganmu” sebuah makna dalam yg ingin segera kupecahkan, kata hebat dari orang hebat, smoga Allah merahmatinya,

kawan, Sekalipun engkau hidup berlimpahan dan berkecukupan dana, tetaplah hidup dengan sederhana. Tidaklah sulit menciptakan sifat yang baik yaitu sikap rendah hati dan sederhana. Orang yang memiliki sikap rendah hati selalu berusaha menjadi pribadi yang bisa menerima orang lain, tidak sombong, atau terlalu memperlihatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki. Tidak usahlah kita risaukan, jika orang lain tidak tahu apa yang kita miliki atau seberapa tinggi kemampuan kita melakukan segala sesuatu. Orang lain bisa menilai ‘kualitas seseorang’ hanya dengan melihat sikap, tutur kata, dan perilaku sehari-hari yang kita lakukan.

Dengan bersikap rendah hati, berarti kita telah menjaga diri kita sendiri. Dengan bersikap rendah hati, berarti kita telah menempatkan diri di posisi yang nyaman, tenang, damai dan tentram. Jika hati sudah merasa nyaman, damai dan tentram, maka secara otomatis Anda akan tampak bersahaja dan bahagia.

إِنَّ التَّوَاضُعَ مِنْ خِصَالِ الْمُتَّقِي * وَبِهِ التَّقِيُّ إِلىَ الْمَعَـالِي يَرْتَقِي

Sesungguhnya rendah hati adalah salah satu ciri orang yang bertakwa # Dengannya, orang yang bertakwa mencapai derajat kemuliaan

إِنَّ اللهَ أَوْحَى ِإلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوْا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغَى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

Sesungguhnya Allah SWT telah mewahyukan kepadaku agar kalian bertawadhu‘, sehingga tak seorang pun menyombongkan diri kepada yang lain, atau seseorang tiada menganiaya kepada yang lainnya. (HR Muslim)

Rendah hati adalah syarat pertama jika kita ingin mencapai derajat sebagai insan yang bertakwa.

Rendah hati merupakan puncak dari akhlak seorang mukmin, yaitu rendah hati kepada Allah, Sang Pemilik kehidupan.

Rendah hati tidak mungkin diraih hanya dengan ilmu, harus diiringi dengan amal perbuatan.

Rendah hati dari segi ilmu memang mudah dipelajari, namun dalam implementasinya membutuhkan waktu yang tidak singkat, bisa bertahun-tahun.

Rendah hati bertahap belajarnya. Seiring perjalanan usia, ilmu dan pengalaman seharusnya semakin rendah hati.

Kerendahan hati merupakan salah satu indikator dari tingginya kecerdasan spiritual seseorang. Seorang yang tidak bisa menunjukkan sikap atau karakter rendah hati, berarti belum mencapai kedamaian dengan dirinya.

bagaimana menurutmu sahabatku ?

ya Allah bantulah kami melembutkan hati kami, agar segera kami ketahui kekurangan-kekuarangan kami, kemudian segera kami perbaiki. amien

Siapakah aku..??
Aku bukanlah orang hebat..
Aku bukanlah orang terkenal..
Aku bukanlah pahlawan..
Aku bukanlah orang yang patut disanjung…

Apakah aku..??
Aku bukanlah barang berharga…
Aku bukanlah barang yang layak dicari jika hilang…
Aku bukanlah barang yang di impikan setiap orang…
Aku bukanlah barang yang bisa membuat bahagia pemilikku…

Aku hanya sebutir debu…
Sebutir debu yang tidak disuka…
Sebutir debu yang merepotkan orang…
Sebutir debu yang tak pernah dipandang…
Sebutir debu yang tidak pernah diharapkan untuk datang…

Aku ingin berubah menjadi setetes air…
Setetes air layaknya embun pagi…
Setetes air layaknya hujan di akhir musim kemarau..
Setetes air layaknya oase di tengah padang pasir…

Berhayalkah aku…
Sebutir debu menjadi setetes air….
Mimpikah aku…
Sebutir debu menjadi setetes air….
Mampukah aku aku..
Sebutir debu menjadi setetes air….

semoga perenungan hari ini dapat diambil manfaatnya.

semoga tetap tersenyum.

Iklan