hakekat poligamibismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. apa-apa yang alquran jelaskan, apa – apa yang nabi kabarkan, jelas sebagai panutan agar kita selalu kedalam lurus yang diridhoi Allah. sungguh berat menjalankan semua itu, tapi walaupun begitu kita harus menjalankannya, sami’na waatho’na.. apa yang diperintahkan dijalankan, apa yang dilarang dihindari. itulah hakekat taqwa.

mendekati zaman akhir, banyak sekali yang mencoba mengkomersilkan hakekat taqwa dengan dalih itu merugikan dirinya, ini sumber penghasilan hidupnya, ini profesinya, ini baik, ini hak asasi manusia, dan banyak lagi alasan yang ia kemukakan guna untuk menyanggah apa-apa yang sudah termuat dalam firman-nya yang mulia.

apalagi jika itu masalah POLIGAMI, banyak wanita yang hatinya menolak bahkan membenci ini, padahal dalam alquran sudah panjang lebar dijelaskan, para ulama sudah panjang lebar membahasnya. namun mungkin karena ketidaktahunya, karena minimnya ilmu, banyak wanita yang menolak dan membenci amalan ini.

kenapa bisa begitu ?

Janganlah Membenci Poligami, karena bila hatimu benci dengan poligami, tidakkah kamu takut bahwa perasaan benci itu berasal dari syaithon yang menggoda manusia agar membenci Allah dan membenci apa yang telah di tetapkan-Nya bahkan membeci apa yang Rosul saw kabarkan, tidakkah kau tahu itu..

maaf, saya bukan bermaksud apa-apa, sadarlah sesungguhnya kita itu banyak tidak tahunya daripada tahunya, jika dalam quran membolehkan pastilah ada hikmah luar biasa yang ingin Allah sampaikan kepada kita semua, namun karena dangkalnya pemahaman kita, kadang kita menolak yang demikian itu…

sebuah kisah menarik dibawah ini, semoga bisa membuka mata hati kita semua tentang hikmah poligami islami…

Fenomena bertambahnya jumlah wanita yang terlambat menikah (perawan tua) menjadi satu perkara yang menakutkan saat ini, mengancam kebanyakan pemudi-pemudi di masyarakat kita yang Islami, bahkan di seluruh dunia. Berikut ini marilah kita mendengarkan salah satu jeritan mereka :

Majalah Al-Usrah edisi 80 Dzulqa’dah 1420 H menuliskan jeritan seorang perawan tua dari Madinah Munawaroh,”Semula saya sangat bimbang sebelum menulis untuk kalian karena ketakutan terhadap kaum wanita karena saya tahu bahwasanya mereka akan mengatakan bahwa aku ini sudah gila, atau kesurupan. Akan tetapi, realita yang aku alami dan dialami pula oleh sejumlah besar perawan-perawan tua, yang tidak seorang pun mengetahuinya, membuatku memberanikan diri. Saya akan menuliskan kisahku ini dengan ringkas.

Ketika umurku mulai mendekati 20 tahun, saya seperti gadis lainnya memimpikan seorang pemuda yang multazim dan berakhlak mulia. Dahulu saya membangun pemikiran serta harapan-harapan; bagaimana kami hidup nanti dan bagaimana kami mendidik anak-anak kami… dan.. dan…

baca kisah cahaya hati selengkapnya….

Iklan