bosan hidupbismillahirahmanirahmim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, hidup kita sebenarnya kehidupan yang menjenuhkan, banyak kegiatan, banyak acara yang kadang kali diulang berulang ulang berkali-kali, kita makan, kita minum kita sholat, kita puasa, kita bermain, kita tidur semua kegiatan itu kita lakukan sepanjang kita hidup betul atau tidak ?

bahkan kegiatan menulis itu kadang juga membosankan, namun bila tak punya cara untuk menyelesaikannya.. wah sangat berbahaya.

yang parah dari menjalani kehidupan adalah saat yang selama ini baik kita lakukan terkenalah “virus kebosanan ” wah ini sangat buruk akibatnya, bayangkan dalam seminggu saja kita bosan untuk makan, bosan untuk bekerja, bosa untuk tidur, bosan untuk beraktifitas bahkan bosan berbuat kebaikan, lalu akan jadi apa kita ?

adakah yang mau menjawabnya ?

sebuah kisah menarik, semoga bisa memaknai arti kehidupan yang  baik.

SEORANG lelaki bertanya kepada syeikh: “Wahai syeikh, aku telah lama menikah dan mempunyai anak-anak, tapi semenjak
beberapa tahun ini, aku merasakan aku tidak lagi tertarik kepada isteriku.”

Syeikh balik bertanya: “Apakah isterimu berubah gemuk?”
Lelaki itu menjawab: “Tidak, dia kelihatan sama seperti dulu…”

Syeikh bertanya lagi: “Adakah dia terkena kecelakaan yang menyebabkan dia cacat?”
Si lelaki menjawab: “Tidak, dia masih kelihatan sama seperti dulu.”

Maka sang syeikh bertanya lagi : “Adakah kamu mempunyai kesukaran menundukkan pandanganmu kepada wanita- wanita yang berjalan di hadapanmu? Apakah kamu suka melihat hal-hal yang berbau porno?”

Lelaki itu menjawab jujur : “Ya…

Bagaimana Syeikh tahu perkara tersebut?”

Syeikh berpesan: “Jika kamu melakukan perkara HARAM, suka kepada yang haram, tidur makan dan bernafas kepada perkara yang haram, maka yang HALAL akan MENJADI MENJIJIKAN bagimu.”

Jika Kau Terbiasa Melakukan Perkara Yang Haram, Yang Halal Jadi Menjijikkan Bagimu’

sahabatku yang dirahmati Allah.

Sejatinya, bosan merupakan akibat yang muncul dari permasalahan yang selalu datang berulang tetapi tidak kunjung menemui penyelesaian yang tuntas. Ada baiknya, kita tidak perlu terlalu fokus pada kejenuhan yang dirasakan, tetapi justru berusaha menyelesaikan permasalahan yang menjadi biang keladi.

Pernikahan adalah suatu bentuk kerjasama antara suami dan istri namun tidak selamanya suatu pernikahan berjalan dengan mulus. Selalu ada pasang surut yang terjadi. Karena itu dibutuhkan kedewasaan kedua belah pihak untuk mengatasi semua masalah yang dapat timbul kapan saja di dalam rumah tangga Anda.

Rumah tangga yang sudah disergap kebosanan biasanya diwarnai dengan sikap yang serba tidak maksimal. Suami tidak maksimal mengelola kepemimpinanya dalam rumah tangga sehingga berimbas kepada sikap istri yang juga tidak maksimal dalam melayani suami, juga dalam menjaga amanah rumah dan anak-anak. Bisa jadi, suami-istri pun tidak maksimal mengekspresikan rasa cinta kasihnya. Akibatnya, muncul ketegangan atau bahkan sikap apatis, suami-istri berjalan sendiri-sendiri mengikuti idealisme masing-masing. Rasulullah SAW mewanti-wanti agar jika muncul rasa bosan atau jenuh, pelampiasan yang dipilih hendaknya tidak keluar dari kebenaran sebagaimana sabda beliau ini:

Setiap amal itu ada masa semangatnya, dan pada setiap masa semangat itu ada masa futur (bosan). Barangsiapa yang ketika futur tetap berpegang kepada sunnahku, maka sesungguhnya ia telah memperoleh petunjuk dan barangsiapa yang ketika futur berpegang kepada selain sunnahku, maka sesungguhnya ia telah tersesat.? (HR al-Bazaar)

Namun kadang kala suami atau istri kurang bekerjasama dalam menyelesaikan suatu masalah atau malah cenderung untuk memperkeruh suasana. Situasi yang demikian dapat membuat pernikahan menjadi tidak sehat. Hubungan yang kondisinya tak sehat tersebut, jika didiamkan, akan menjadi sakit parah. Seperti rasa jenuh terhadap situasi di dalam rumah tangga Anda yang terlalu monoton, sehingga timbullah rasa kebosanan. Setiap orang pasti akan mengalami masa-masa itu. Rasa bosan pasti pernah singgah dalam kehidupan rumah tangga Anda. Bahkan mungkin suatu waktu akan datang kembali.

sahabatku yang terhebat.

Kebosanan pada orang dewasa seringkali merupakan suatu tanda kurangnya stimulasi intelektual. Dalam kasus yang tidak begitu banyak, orang yang berulang kali mengeluh bosan bisa jadi menderita suatu keadaan klinis semacam depresi.

Ada tiga tipe umum kebosanan yang biasa muncul, semuanya berkaitan dengan masalah adanya perhatian. Jenis-jenis kebosanan itu meliputi waktu saat kita dicegah terlibat dalam sesuatu, ketika dipaksa terlibat dalam aktivitas yang tidak kita inginkan, atau ketika kita hanya tak mampu -tanpa alasan yang muncul- untuk mempertahankan keterlibatan kita dalam suatu aktivitas atau pertunjukkan. Salah satu konsep psikologis yang penting adalah kecenderungan bosan (boredom proneness); Suatu kecenderungan untuk mengalami semua jenis rasa bosan. Konsep ini biasanya diukur dengan skala kecenderungan bosan (the Boredom Proneness Scale) . Selaras dengan definisi tersebut, penelitian menemukan bahwa kecenderungan bosan secara jelas dan konsisten terkait dengan gangguan-gangguan perhatian. Rasa bosan dan kecenderungan bosan, keduanya secara teori dan kenyataan berhubungan dengan depresi dan gejala-gejalanya. Namun, kecenderungan bosan telah terbukti terkolerasi secara kuat dengan hilangnya fokus perhatian sebagaimana depresi,

untuk dari itu hilangkan bentuk bentuk kebosanan dalam rumah tangga. cari cara agar rumah tangga tidak terasa monoton.

lalu bagaimana cara mengatasinya ?

beberapa tips agar terhindar dari rasa bosan terhadap pasangan.

1. Memberikan Kejutan. Supaya keharmonisan dengan istri bisa sedikit berwarna, bolehlah kita tambahkan pemanis di tiap rutinitas yang ada. Beri kejutan-kejutan kecil yang bisa membuat pasangan bahagia. Ajaklah pasangan untuk belanja bersama, makan lesehan di pinggir jalan (jangan di tengah jalan), traveling bersama, masak bersama, sholat di masjid yang belum pernah dikunjungi bersama, dll. Atau yang tidak perlu mengeluarkan uang blas seperti yang biasa saya lakukan : sepulang kerja saya usahakan untuk masuk rumah secara diam-diam kemudian bersembunyi di suatu sudut ruang yang biasa dilewati istri. Saat istri datang sayapun beraksi. Ciluk Baa!! Dia kaget dan ujung-ujungnya bisa ditebak : Kejar-kejaran bak adegan film India terjadi. . Note : Jangan terlalu sering melakukan hal ini, apalagi kalau pasangan Anda punya penyakit jantung lemah.

2.    Cuek lawan Perhatian. Ada kalanya seseorang bosan dengan sikap cuek atau perhatian yang diberikan oleh pasangannya. Nah bagi anda yang suka memberikan perhatian, sekali waktu cobalah untuk memainkan ‘sandiwara’ cuek terhadap pasangan, begitu juga sebaliknya.
3.    Menulis. Tips ini cocok untuk pasangan yang suka menulis. Mengirim email yang mengejutkan atau sediakan buku khusus untuk saling memberikan tulisan. Sebelum berangkat kerja luangkan 1-5 menit untuk menulis sesuatu untuk pasangan. Jadi ketika Anda bekerja, ia dapat membaca tulisan tersebut dan sosok Anda selalu terbayang. Tidak hanya dibuku, bisa juga Anda lakukan di cermin, di pintu kulkas, pintu kamar, dll. Tapi jangan lebay : kalimat yang sama Anda tulis setiap hari. Nanti malah bosen banget jadinya.
4.    Mengenang Bersama. Melihat foto atau video tentang Anda dan pasangan, tentang Anak yang masih bayi dulu, membaca kembali surat yang pernah pasangan berikan, dll. Kenanglah semua hal yang bisa membuat Anda tersenyum dan semakin sayang dengan pasangan.

Ini adalah rahasianya. Penyebab bosan sebenarnya adalah sikap kita sendiri. Apa pun kondisi yang kita alami, bisa membosankan bisa tidak, semuanya terserah kita. Bukan kondisi yang membuat kita bosan, tetapi cara kita menyikapi kondisi tersebut.
Maka untuk itu, jika Anda berani (memang hanya untuk pemberani) katakan bahwa Anda akan antusias menghadapi hidup ini. Bahwa Anda akan bersyukur atas apa pun yang terjadi, bahwa Anda akan menjadikan setiap kesulitan yang Anda hadapi sebagai tantangan, bahwa semua kesulitan dan beban adalah lahan untuk mencari keridhaan Allah Ta’alla. Insya Allah Anda tidak akan bosan lagi.

sahabatku yang dirahmati Allah

dalam hadis Abu Hurairah, beliau menceritakan bahwa ada 2 orang bersamaan yang masuk Islam di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yg pertama mati syahid, sementara yang kedua mati tahun depan. Suatu ketika Thalhah bin Ubaidillah bermimpi melihat surga, dia melihat, ternyata sahabat yang mati belakangan, justru masuk surga lebih dulu sebelum yang mati syahid. Diapun terheran, pagi harinya dia menceritakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun bersabda,

أَلَيْسَ قَدْ صَامَ بَعْدَهُ رَمَضَانَ! وَصَلَّى سِتَّةَ آلافِ رَكْعَةٍ أَوْ كَذَا وَكَذَا رَكْعَةً! صَلاةَ السَّنَةِ

“Bukankah sahabat yang kedua telah melakukan puasa Ramadhan, shalat sebanyak 6 ribu rakaat atau sekian rakaat shalat sunah.” (HR. Ahmad. Syuaib al-Arnauth mengatakan: Sanadnya hasan. Hadis ini juga dishahihkan dalam kitab Silsilah ash-Shahihah no. 2591).

Ath-Thibi mengatakan,

إِنَّ الأَوْقَاتِ وَالسَّاعَاتِ كَرَأْسِ الْمَالِ لِلتَّاجِرِ فَيَنْبَغِي أَنْ يَتَّجِرَ فِيمَا يَرْبَحُ فِيهِ وَكُلَّمَا كَانَ رَأْسُ مَالِهِ كَثِيرًا كَانَ الرِّبْحُ أَكْثَرَ , فَمَنْ اِنْتَفَعَ مِنْ عُمُرِهِ بِأَنْ حَسُنَ عَمَلُهُ فَقَدْ فَازَ وَأَفْلَحَ , وَمَنْ أَضَاعَ رَأْسَ مَالِهِ لَمْ يَرْبَحْ وَخَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا

Sesungguhnya waktu dan usia ibarat modal bagi pedagang. Selayaknya dia perdagangkan untuk mendapatkan untung besar. Semakin banyak modal yang digunakan, semakin besar peluang mendapatkan kuntungan. Karena itu, siapa yang memanfaatan usianya dengan  baik, dengan melakukan amal baik, berarti dia orang yang sukses dan untung besar. Sebaliknya, siapa yang menyia-nyiakan modalnya, dia tidak akan mendapatkan keuntungan, sebaliknya, justru mendapatkan kerugian yang besar.

Betapa besarnya nilai waktu bagi ulama, suatu keika ada seorang ulama mendengar orang yang bosan hidup. Dia mengatakn: “Lebih baik aku mati.” Spontan sang ulama mengatakan,

يا ابن أخي، لا تفعل، لساعة تعيش فيها تستغفر الله، خير لك من موت الدهر

“Wahai saudaraku, jangan kamu lakukan itu. Sesaat usia hidupmu yang kau gunakan untuk beristighfar kepada Allah, lebih baik untukmu dari pada kematian.”

Di lain kesempatan, ada seorang ulama tua yang dianya: ‘Apakah Anda mengharapkan kematian?’ beliau menjawab,

لا، قد ذهب الشباب وشره، وجاء الكبر وخيره، فإذا قمت قلت: بسم الله، وإذا قعدت قلت: الحمد لله، فأنا أحب أن يبقى هذا!

Tidak, usia mudaku telah berlalu bersama kenangan buruknya. Sekarang tinggal usia tua beriring dengan kebaikan. Setiap aku berdiri, aku mengucapkan, ‘bismillah’, setiap aku duduk, aku mengucapkan, ‘alhamdulillah’. Saya ingin hidup seperti ini lebih lama.

Banyak ulama masa silam yang menangis ketika menghadapi kematian, merasa sedih karena terputusnya amal shalehnya. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang umatnya untuk berangan-angan mati. Karena kematian memutus seorang mukmin untuk mendapatkan kebaikan amal ketaatan, kelezakatan ibadah, dan kesempatan untuk bertaubat.

Dri abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ , وَلا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلا خَيْرًا

“Janganlah kalian berangan-angan mati, jangan pula berdoa untuk mendapat kematian sebelum waktunya. Karena ketika seseorang mati maka amalnya akan terputus. Karena usia setiap muslim pasti menambah kebaikan.” (HR. Muslim 2682)

Pada hadis di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggabungkan dua larangan, antara berangan-angan mati dan larangan berdoa memohon kmatian.

Dalam lafal yang lain,

لا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ، إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ يَزْدَادُ، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ

Janganlah kalian berangan-angan mati. Karena bisa jadi dia orang baik, sehingga kebaikannya bertambah. Atau dia orang buruk, sehingga bisa jadi dia mendapat ridha Alah (dengan bertaubat).” (HR. Bukhari 7235)

An-Nawawi mengatakan,

فِي الْحَدِيث التَّصْرِيح بِكَرَاهَةِ تَمَنِّي الْمَوْت لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ مِنْ فَاقَة، أَوْ مِحْنَة بِعَدُوٍّ، وَنَحْوه مِنْ مَشَاقّ الدُّنْيَا , فَأَمَّا إِذَا خَافَ ضَرَرًا أَوْ فِتْنَة فِي دِينه فَلا كَرَاهَة فِيهِ لِمَفْهُومِ هَذَا الْحَدِيث , وَقَدْ فَعَلَهُ خَلَائِق مِنْ السَّلَف

Hadis di atas dengan tegas menunjukkan dibencinya berangan-angan mati karena bencana yang di terima, baik berupa kemiskinan, ujian karena musuh, atau kesulitan dunia lainnya. Sementara jika dia khawatir dengan ancaman keselamatan agamanya maka tidak dibenci untuk meminta kematian, berdasarkan kandungan makna hadis. Hal ini juga dilakukan sebagian ulama salaf.

Disamping itu, ada sisi lain yang perlu dipertimbangkan, dahsyatnya sakaratul maut terkadang membuat orang menyesali permintaannya. Bahkan ini pernah dialami oleh orang shaleh masa silam.

Al-Hafidz Ibnu Rajab mengatakan,

وقد كان كثير من الصالحين يتمنى الموت في صحته، فلما نزل به كرهه لشدته، ومنهم أبو الدرداء وسفيان الثوري، فما الظن بغيرهما

Dulu banyak orang shaleh yang berangan-angan mati ketika dia masih sehat. Ketika mereka mendapatkn kematian, timbul rasa tidak karena beratnya sakaratul maut. Diantara mereka adalah Abu Darda, Sufyan Ats-Tsauri. Apa yg bisa anda bayangkan dengan orang selain mereka.

sahabatku yang aku cintai karena Allah.

apakah bosan hanya menlanda orang yang menikah saja ? tentu tidak semua orang pasti pernah mengalami yang namanya kebosanan.

Orang yang selalu merasa bosan adalah orang yang tidak ada impian. Orang yang bosan dengan hidup adalah orang tidak ada cita-cita. Tetapkan satu impian kemudian fikirkan cara untuk mencapai impian itu. Selepas itu berusahalah mencapainya walau dengan apa cara sekalipun, asalkan halal. Buat dan terus buat. Jangan duduk diam. Lama-kelamaan kalian akan perasan kalian dapat mengelak rasa bosan. Sebab kalian sudah tidak ada masa untuk merasa bosan. Masa yang ada terisi dengan usaha ke arah mencapai cita-cita kalian

Apakah ada diantara kita yang tidak pernah merasakan jenuh atau bosan dalam melakukan sesuatu hal yang rutin?

Setiap manusia normal pastilah pernah merasakan kebosanan. Entah itu bosan dalam belajar, bosan sebab sekolah, bosan mengajar (bagi guru), bosan bekerja, bosan bermain, bosan dalam menjalin hubungan dengan seseorang, bosan mengurus rumah, merawat anak dan seabrek bosan lainnya yang mustahil disebutkan satu per satu disini.

Sebenarnya perasaan bosan adalah hal wajar yang hinggap di kepala kita atas sesuatu yang kita lakukan. Bosan menjadi penanda apakah seorang manusia masih melakukan aktifitas kehidupan atau tidak. Maka bersyukurlah bila dalam kita beraktifitas tiba-tiba muncul rasa bosan yang membuat hati terasa gamang. Namun demikian rasa bosan tidak dapat disepelekan. Bosan yang terus berkelanjutan dapat berakibat rasa malas yang akut, self confidence yang rendah, membuat hubungan dengan orang lain berakhir dan menjadikan kita pribadi yang terpuruk. Orang yang mudah bosan pada segala hal biasanya tidak akan sukses dalam mengerjakan apa saja.

Sibukkan diri kalian dengan ibadah. Dalam menyempurnakan tuntutan ibadah wajib, banyakkan ibadah sunat. Hadirkan rasa kekurangan dan kehambaan dalam diri. Jangan pernah merasa puas dengan ibadah-ibadah yang sudah disempurnakan sebelum ini. maka kebosanan itu akan pergi, berlarilah hingga kebosanan itu bosan mengejarmu…

Saat kita menanam padi

Rumput pun ikut tumbuh

TAPI saat kita menanam rumput

Tidak pernah tumbuh padi

Dalam melakukan kebaikan

Kadang hal yang buruk turut menyertai

Jangan bosan untuk berbuat baik

Meski kadang tidak sempurna

Manusia menjadi sempurna

Justru karena memiliki kekurangan

Disamping kelebihannya

berlarilah hingga kebosanan itu bosan mengejarmu…

syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik.

jangan menyerah, jangan sampai bosan….

semoga tetap tersenyum.

Iklan