berani melangkahbismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, orang cerdas dan orang bodoh sebuah keterbalikan yang nyata dalam satu sisi dinilai baik dan dalam sisi yang lain dalam ranah yang kurang baik, dimana -dimana akan kita jumpai kedua hal tersebut.

dalam memulai sebuah bisnispun kedua orang yang mempunyai latar belakang yang berbeda ini pastinya beda pula menyikapinya. yang satu penuh perhitungan, yang satu hanya jalan menjalankan.

dalam pertaruhan nasib bisa jadi semua orang akan mengira bahwa orang cerdaslah yang akan sukses, namun dalam dinamika kehidupan bisa jadi orang bodohlah yang bisa mengalahkan yang pandai tersebut.

apa ini mungkin ? jelas sekali.. karena banyak semacam itu yang terjadi bahkan sekarang sukses membawahi orang-orang cerdas.

apakah anda tidak percaya ?

berikut sedikit ulasan dari orang yang sukses itu, bacalah dengan seksama semoga dapat mengambil manfaatnya..

Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna. Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini.

Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.

Terlalu Banyak Ide – Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

Miskin Keberanian untuk memulai Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh”sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar”telalu banyak pertimbangan.
Telalu Pandai Menganalisis – Sebagian besar orang “pintar”sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh”tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

Ingin Cepat Sukses – Orang“Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkan hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.
Tidak Berani Mimpi Besar – Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh”tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi – Orang “Pintar”menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.
Berpikir Negatif Sebelum Memulai – Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

Maunya Dikerjakan Sendiri – Orang “Pintar”berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.
Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan – Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.
Tidak Fokus – Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh”tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.
Tidak Peduli Konsumen – Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang“bodoh”?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

Abaikan Kualitas -Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

Tidak Tuntas – Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh”mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.
Tidak Tahu Pioritas – Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh”? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas – Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,
Menacampuradukan Keuangan – Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.
Mudah Menyerah – Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

Melupakan Tuhan – Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.
Melupakan Keluarga – Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

Berperilaku Buruk – Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

sahabatku yang baik hatinya.

Andri Wongso mengatakan : Rencana ibarat peta dan sekaligus kompas dalam kehidupan ini. Jika kita salah membaca peta tersebut, bisa jadi kita tak punya arah dalam usaha kita mencapai impian. Untuk itu tetapkan satu hal yang pasti, apa tujuan hidup ini, apa saja hal yang akan dikerjakan untuk mencapainya. Tetapkan rencana dan jadikan rencana sebagai dasar sebuah tindakan untuk mencapai kesuksesan.

Sementara menurut Bob Sadino rencana adalah racun, rencana sama dengan bencana. Orang pintar dengan sangat cerdasnya membuat rencana. Tapi bodohnya, orang pintar itu tetap menyiapkan rencana cadangan, bukan hanya satu melainkan dua atau tiga. Rencana-rencana membuat kita lambat bergerak, kalah cepat dan kalah bersaing dengan orang lain yang lebih dulu melakukan tanpa perencanaan macam-macam. Biasanya rencana yang dibuat sangat matang pelaksanaannya akan tertunda lama. Rencana itu buat orang yang belajar manajemen. Menurut mereka rencana itu linear dari A,B,C dan D sampai Z. Sedangkan dalam hidup atau bisnis, jalannya berkelok-kelok, tidak ada yang lurus dan berurutan. Kalau kita mau belajar dari alam, lihatlah sungai apakah ada sungai yang lurus dari hulu ke hilir. Pasti tidak ada. Itulah hidup. Dia berkelok-kelok, putar sana putar sini, tidak ada yang lurus tapi sungai sampai juga ke muaranya. Tuhan sudah menunjukkan seperti itulah hidup manusia. Lateral bukan linear.

Dua pandangan atau pemikiran yang kontradiktif. Satunya menganggap penting bagaikan sebuah peta dan kompas dalam kehidupan, satunya lagi menganggap sebagai bencana yang seharusnya dibiarkan mengalir dengan sendirinya sesuai dengan rencana Sang Master Plan yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Tugas kita hanya lakukan, lakukan dan lakukan saja, Just do it…!!

Hidup selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Pilihan-pilihan yang kita pilih akan menentukan hidup kita selanjutnya. Dan pilihan yang baik adalah yang berdasarkan keyakinan yang teguh dan kebulatan hati. Kedua pemikiran diatas sama-sama benar karena dua-duanya sama-sama sukses. Dalam menentukan pilihan yang terpenting bukan apa yang dikatakan orang benar terhadap sesuatu tapi apa yang anda yakini benar dengan kebulatan hati. Karena tidak ada kebenaran mutlak dari pemikiran seseorang.

dalam hal diatas siapa sesungguhnya orang yang bodoh dan siapa sesungguhnya orang yang cerdas itu ?

atau sama-sama cerdas ?

tentukan sikap, tentukan langkah, tentukan action…

maka anda akan sukses.

anda akan sukses

ANDA BERHAK UNTUK SUKSES

sederhanakan hatimu, engkau kan tahu kekurang-kekuranganmu….

semoga bermanfaat

jalan sukses

orang bodoh yang sukses

Iklan