sholat jamaahbismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, 21 april 2013 bertepatan dengan hari kartini artikel ini dibuat, apa yang membedakan seorang muslim dengan orang kafir ? jawabnya tidak lain adalah sholat. jadi begitu sangat penting sekali kedudukan sholat bagi seorang muslim.

Masjid merupakan sebuah tempat suci yang tidak asing lagi kedudukannya bagi umat Islam. Masjid selain sebagai pusat ibadah umat Islam, ia pun sebagai lambang kebesaran syiar dakwah Islam.. Jika anda seorang muslim yang taat tentunya anda mengetahui urgensi sholat berjamah di masjid. Banyak hadist-hadist yang menekankan pentingnya sholat berjamaah.

Jika kita renungkan ternyata cukup banyak hikmah yang dapat diperoleh dari aktifitas sholat berjamaah bagi kesuksesan hidup di dunia. Diantaranya adalah, kebahagiaan dan ketenteraman hidup. Dengan sholat hidup anda akan tenang. Dengan bertemu tetangga, saudara sesama muslim hidup kita akan bahagia dan bersemangat.

so, seberapa hebatnya sholat berjamaah ?

sebuah kisah menarik semoga bisa diambil manfaatnya…

Syaikh Ubaidillah bin Umar Al Qawariri menceritakan

Aku tidak pernah ketinggalan sholat Jamaah. Namun pada suatu malam, aku kedatangan seorang tamu yg membuatku tidak bisa hadir jamaah Isya’ di masjid. Setelah tamuku pulang, aku bergegas keluar rumah untuk melaksanakan jamaah. Namun aku tidak beruntung, jamaah Isya’ sudah dilaksanakan, bahkan semua masjid yg ku datangi telah ditutup pintunya.

Aku kembali ke rumah dengan perasaan susah dan gundah karena tidak bisa melaksanakan sholat Isya’ dengan berjamaah. Tiba-tiba aku teringat sebuah hadis bahwa Rasulullah bersabda, “Sholat jamaah melebihi sholat sendirian dengan selisih 27 derajat.” Kemudian aku melaksanakan sholat Isya’ sendirian sebanyak 27 kali. Pikirku, dengan ku kerjakan 27 kali, sholat Isya’ tsb bisa sebanding dengan sholat jamaah.

Pada malam harinya, saat tidur aku bermimpi. Dalam mimpiku aku melihat diriku menaiki seekor kuda bersama sekelompok orang yg juga mengendarai kuda. Aku berada di paling belakang, sedangkan mereka di depanku semua. Aku pacu kudaku, tetap tidak bisa menyusul mereka. Kemudian ada salah seorang yg menengok ke belakang berbicara denganku.
“Meskipun kamu buat kudamu bekerja keras kepayahan, kamu tidak akan mampu menyusul kami.”

“Mengapa, wahai saudaraku?” tanyaku.

“Karena kami mengerjakan sholat Isya’ dengan berjamaah, sedangkan kamu sholat sendirian.” jelasnya.

Aku terbangun, dan aku semakin susah dan sedih.

* * * * *

Seorang ulama salaf berkata, “Seseorang tidak meninggalkan sholat jamaah kecuali dikarenakan ada dosa yg telah dia lakukan.”

Dikutip dari I’anatut Thalibin juz 2.

*Ulama salaf merasa sedih saat kehilangan jamaah. Karena gagal mendapatkan anugerah dan keistimewaan yg diberikan kepada orang yg berjamaah.

sahabatku semua yang dirahmati ALLAH

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Abu Hurairah

صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ

“Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti pelaksanaan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 131 dan Muslim no. 649)
dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:tDari Abu Musa

إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلَاةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى فَأَبْعَدُهُمْ وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الْإِمَامِ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الَّذِي يُصَلِّيهَا ثُمَّ يَنَامُ

“Manusia paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalannya, lalu yang selanjutnya. Dan seseorang yang menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya (sendirian) kemudian tidur.” (HR. Muslim no. 662)
dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:tDari Abu Ad-Darda`

مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

“Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).” (HR. Abu Daud no. 547, An-Nasai no. 838, dan sanadnya dinyatakan hasan oleh An-Nawawi dalam Riyadh Ash-Shalihin no. 344)
Dari Ibnu Umar -radhiallahu anhuma-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.” (HR. Al-Bukhari no. 131 dan Muslim no. 650)

sahabatku semua yang terhebat.

Ketika kita hendak shalat berjamaah, kita berwudhu di rumah atau di masjid? Jika kita shalat berjamaah dengan berwudhu di rumah, maka tindakan kita sudah tepat dalam memaksimalkan manfaat shalat berjamaah! Kenapa demikian? ”Karena jika berwudhu dengan sempurna kemudian ia keluar rumah dengan satu tujuan shalat berjamaah di masjid, maka setiap langkahnya mengangkat satu derajat dan diampuni satu dosanya” (HR Bukhari – Muslim).

Sebaliknya jika kita berwudhu di masjid, maka langkah yang dihitung hanyalah langkah dari tempat wudhu masjid, ke pintu masjid. Tidak maksimal, bukan? Karena langkah anda dari rumah tidak dihitung sebagai langkah yang dapat menaikkan derajat dan ampunan.

Sahabat, jika kita ingin tahu lebih banyak cara-cara memaksimalkan manfaat shalat berjamaah, simak hadits-hadits berikut:

“Shalatnya seorang pria berjamaah pahalanya 25 derajat dibanding sendirian di rumah atau di pasar, yang demikian itu karena jika ia berwudhu dengan sempurna kemudian ia keluar rumah dengan satu tujuan shalat berjamaah di masjid, maka setiap langkahnya mengangkat satu derajat dan diampuni satu dosanya, dan selama ia di majelis shalat tanpa hadats didoakan para malaikat, “Ya Allah, ampunilah ia dan rahmatilah ia”, dan dianggap mengerjakan shalat sepanjang menunggu waktu shalat” (HR Bukhari Muslim).

“Doa yang dipanjatkan oleh seseorang di antara waktu adzan dan iqamat, tidak akan ditolak” (HR Abu Daud, Tirmidzi).

Dari kedua hadits di atas, dapat kita pahami cara-cara untuk memaksimalkan manfaat shalat berjamaah, yaitu:

Pertama
Melaksanakan shalat berjamaah secara penuh, 5 waktu sehari
Jika kita tidak melaksanakan shalat berjamah secara penuh, maka kita akan kehilangan agungnya derajat shalat berjamaah. Apalagi bagi yang tidak shalat berjamaah Isya dan Subuh, sebab keagungan kedua waktu tersebut sangat luar biasa. “Barangsiapa yang shalat Isya berjamaah, maka ia bagaikan menegakkan shalat separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan menegakkan shalat semalam suntuk” (HR Muslim).

Kedua
Berwudhu dari rumah
Karena jika berwudhu dengan sempurna kemudian ia keluar rumah dengan satu tujuan shalat berjamaah di masjid, maka setiap langkahnya mengangkat satu derajat dan diampuni satu dosanya.

Ketiga

Datang ke masjid lebih awal
Selama menunggu waktu shalat (iqamat) diberi pahala seperti pahala orang shalat dan didoakan oleh malaikat. Semakin awal datang ke masjid, semakin banyak pahala menunggu waktu shalat dan doa malaikat.

Keempat
Memanfaatkan waktu mustajabah dengan banyak berdoa
Waktu antara adzan dan iqamat adalah waktu mustajabah, waktu yang doanya mustajab. Kesempatan ini nilainya sama dengan jika kita memanjatkan doa di Raudhah Masjid Nabawi, dan tempat-tempat lain di Mekah yang juga merupakan tempat mustajabah untuk berdoa.

sahabatku, kenapa harus sholat berjamaah ?,

Berikut ini beberapa keutamaan mendatangi shalat berjama’ah di masjid, diantaranya:

1. Mendapat naungan dari Allah subhanahu wata’ala pada hari kiamat

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ يَوْمَ لاَظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: الإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ

Tujuh golongan yang Allah akan menaungi mereka pada suatu hari (kiamat) yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; (diantaranya) Seorang penguasa yang adil, pemuda yang dibesarkan dalam ketaatan kepada Rabbnya, seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, ….” (Muttafaqun alaihi)

2. Mendapat balasan seperti haji

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الحاَجِّ المُحْرِمِ

Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan berwudhu’ untuk shalat lima waktu (secara berjama’ah di masjid), maka pahalanya seperti pahala orang berhaji yang memakai kain ihram.” (HR. Abu Dawud no. 554, dan di hasankan oleh Asy Syaikh Al Albani)

3. Menghapus dosa-dosa dan mengangkat beberapa derajat (Lihat HR. Muslim no. 251)

4. Disediakan baginya Al Jannah (Lihat H.R. Al Bukhari no. 662 dan Muslim no. 669)

5. Mendapat dua puluh lima/dua puluh tujuh derajat dari pada shalat sendirian (Lihat HR. Al Bukhari no. 645-646)

sahabatku semua yang dirahmati Allah.

apa sih hikmah yang terkandung dengan sholat berjamaah ?

Jika kita cermati, banyak ibadah mahdhah (vertikal) yang di syariatan secara berjama’ah seperti shalat lima waktu, shalat jumat, puasa ramadhan dan ibadah haji. Dan di balik pensyariatan ibadah tersebut secara berjama’ah, tentunya  tertera beberapa hikmah yang bisa di tinjau dari berbagai aspek. Baik aspek pendidikan, sosial maupun dari sisi balasan yang akan kita dapatkan (pahala).

Pada aspek pendidikan, kita ambil contoh shalat berjama’ah yang mengajarkan akan sikap kedisiplinan. Hal ini bisa dilihat dari adanya kedisiplinan waktu dalam melaksanakannya. Ketika adzan berkumandang, praktis orang yang ingin melakukan shalat berjamaah akan bergegas menuju masjid pada waktu itu juga.

Disamping itu, shalat yang dilaksanakan secara berjamaah juga mendidik kita untuk menghilangkan sikap egoisme  Sebab kita tidak mungkin mengikuti kemuauan kita untuk ruku’ mendahului imam atau melakukan salam lebih dini. Akan tetapi kita dituntut taat mengikuti gerak geri seorang imam. Dengan demikian, semakin kita sering shalat berjamaah maka semakin terdidik diri kita untuk mengendalikan atau melunakan sikap egoisme pada diri kita.

Dari aspek sosial, shalat berjama’ah  merupakan manifestasi dari itihadul musim (bersatunya umat islam). Tanpa adanya pecah bela diantara mereka. Tanpa memandang derajat antara kaya dan miskin. Bersatu padu dalam komando seorang imam. Hal ini telah di gambaran oleh  rasulullah saw ketika  mempersaudarakan para sahabat dari golongan anshar (orag-orang yang menyambut kedatangan rasulullah saw) dan golongan muhajirin (orang-orang yang hjrah bersama rasullullah saw). beliau mengatakan bahwa ukhuwah tercipta dengan adanya satu rasa sebagai saudara seiman dan seislam yang akan tumbuh secara perlahan-lahan sengan salah satu medainya berupa sholat jama’ah.

Seorang tokoh orientalis mengataan bahwa Islam akan tetap berdiri kokoh jika masih tiga perkara masih kokoh berdiri, yaitu sholat jumat -yang sudah barang tentu dilakukan secara berjamaah-, mekah masih menjadi kiblat umat Islam dan puasa Ramadhan. Dari sini cukup jelas bahwa bentuk ibadah yang di lakukan secara berjama’ah merupakan basic dari pada kekuatan umat Islam.

Disamping itu, ibadah sholat yang di lakuan secara jama’ah akan mencipatankan rasa  empati  terhadap sesama, hingga akhirnya tercipta sebuah  rasa kasih sayang antar sesama muslim yang berawal dari ta’aruf (saling mengenal).  Sebagai gambaran nyata,  masyarakat saat ini pada umumnya  di sibukan dengan berbagai ativitas sehari-hari, sehingga untuk mengenal atau bertemu tetangganya sendiri saja serasa sulit sekali. Akan tetapi dengan adanya sholat berjama’ah seperti sholat lima waktu ataupun shalat jumaat maka akan memberikan solusi untuk saling mengenal dan menjalin silaturrahmi antar sesama. Dan ini merupakan yang diajarkan dalam islam, sebagaimana firman Allah swt. yang artinya, ”Dan sesungguhnya kami jadikan kalian dari berbagai kaum dan suku  agar kalian saling mengenal.” (Al Hujarat:13).

Sedangkan balasan bagi mereka yang melakuan shalat berjama’ah ialah pahala yang berlipat ganda. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw., ”sholat berjama’ah lebih utama di banding shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (muttafaqun ‘alaih dari Ibnu umar). Hadits ini setidaknya memberikan motivasi kepada kita untuk senantiasa berlomba-lomba dalam melaksanakan ibadah  shalat secara berjama’ah.

Alloh berfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَاقَامُوا إِلَى الصَّلاَةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَآءُونَ النَّاسَ وَلاَيَذْكُرُونَ اللهَ إِلاَّ قَلِيلاً

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.(QS. An-Nisa’ 142)

sahabatku, menjalankan sholat berjamaah memang tidak mudah, banyaknya kesibukan yang kita jalani terkadang menghambat kita untuk melakukan kegiatan yang mulia ini, tpi setidaknya dalam 5 waktu kita sempatkan usahakan dapat menjalankan sholat berjamaah meskipun hanya beberapa waktu saja itu lebih baik, daripada tidak sama sekali.

Mari kita berusaha keras untuk senantiasa meraih manfaat shalat berjamaah secara maksimal. Semoga Allah memudahkan kita….

Bagaimana perasaan anda saat menjalankan sholat wajib dengan tidak berjamaah?

semoga bermanfaat.

disarikan dari berbagai sumber
Iklan