mutiara11

bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah,banyaknya artis artis bahkan penyanyi penyanyi wanita yang tidak menunjukkan kemuslimahannya sebagai orang islam yang taat kepada Allah dan rasulnya. menimbulkan banyak keresahan dikalangan para ulama, terlebih begitu banyaknya fans-fans gadis-gasdis belia yang mengikuti gaya mereka semua.

wanita zaman sekarang, cenderung melupakan teladan wanita yang mulia, cenderung melupakan sirah (sejarah) wanita-wanita yang dimulyakan Allah, bahkan saking parahnya, mengikuti trend artis yang mengumbar auratnya kemana-mana. Astagfirullah..

siapa yang kau ikuti wahai saudariku ? siapa yang kau idolakan…?

berikut ini Petikan Taushiyah Al-Habib Umar Bin Hafidz BSA, bacalah dengan seksama semoga kita dapat mengambil manfaat sebanyak-banyaknya. amien

Seharusnya wanita-wanita kita, kecil maupun besar, tidak mengikuti ajaran kaum kafir. Janganlah mengikuti mereka dalam segala sesuatu, baik cara berpakaian, adat perkawinan, di dalam rumah serta cara keluar rumah.

Siapakah yang kalian ikuti wahai putri-putri dan wanita mukminah? Siapakah yang kalian ikuti dan jadikan contoh?

Kalian mengikuti orang kafir, Yahudi, Nasrani, para pelacur, wanita yang dilaknat Allah, wanita yang jauh dari jalan Allah! Bagaimana kalian bisa sampai terjerumus wahai mukminah? Dan siapa yang menjerumuskan kalian wahai mukminah, wahai muslimah, siapakah yang kalian ikuti? Siapakah yang telah kalian contoh dan jalan siapa yang telah kalian ikuti? Dengan siapa kalian telah menukar teladan kalian?


Kalian telah menukar Sayyidah Ahlil Jannah dengan kaum kafir! Kalian telah menukar Sayyidah Khadijah yang memperoleh salam dari Allah, dengan kaum yang dilaknat Allah Swt. Apakah yang telah menimpa kita? Berpikirlah secara benar dan serius. Perkara ini bukanlah sebuah lelucon, mainan atau gurauan. Ini perkara agama yang berkaitan dengan akhirat kita. Juga berkaitan dengan keadaan menjelang maut, di dalam kubur, di barzakh dan hari kebangkitan.

Perkara agama ini juga tergantung pada amal perbuatan kalian dalam kehidupan, adat, perkataan dan sikap kalian. Siapa suri tauladan kita? Siapa suri tauladan kita? Siapa suri tauladan kita?

Kita telah menukar dan meninggalkan suri tauladan al-Batul, salah satu bagian dari Rasulullah yaitu Sayyidah Nisa’ Ahlil Jannah dalam adat dan kehidupan beliau. Dengan siapa? Dengan siapa ya mukminah, ya mukminah?! Lalu bagaimana, apa yang terbetik di benak kita?

Sesungguhnya hal yang memalukan dan aib bagi muslimah dan mukminah adalah tidak memperdulikan sirah (sejarah) Sayyidah Fatimah az-Zahra, akhlak dan adat kebiasaan beliau. Sedangkan kita mencontoh selainnya. Terutama untuk dzurriyat Rasulullah Saw. Bahkan melupakan sirah, akhlak, tata cara mu’amalah, dan amal perbuatan beliau lalu mengikuti para pelacur dan kaum kafir?!

Ya mukminah, bagaimanakah kehidupan kita? Tahun demi tahun berlalu dan sekarang kita memasuki tahun baru Hijriah. Sampai kapan kita dalam kelalaian ini? Kita telah menukar ulama dan pembesar dengan kaum kafir, para pelacur dan orang yang jauh dari Allah Swt.

Ya mukminah, pesta perkawinan dilaksanakan dengan adat kaum kafir. Mereka saling membanggakan dengan mengadakan pesta perkawinan di gedung-gedung. Perkawinan semacam itu adalah sesuatu yang buruk, menyimpang dari syariat, menimbulkan bala’ (kerusakan) dan tidak ada barokahnya bagi kedua mempelai dan keluarga mereka.

Jika mereka tetap menyelenggarakan perkawinan yang mewah untuk saling berbangga diri yang di dalamnya terdapat tari-tarian dan musik, maka mereka akan mendapatkan kesusahan di dunia dan akhirat. Dan katakan kepada mereka, setelah penjelasan ini maka tidak ada udzur untuk tetap menjalaninya wahai mukminah.

Indonesia dahulu terang bercahaya dengan adanya kaum sholihin dan orang yang bertakwa. Mereka datang dari negara-negara yang baik. Tanpa adanya mereka, kondisi Indonesia tak sebaik sekarang dan kita tak akan dapat berjalan-jalan seaman sekarang.

Anugerah ini didapatkan bukanlah dengan mengikuti adat Yahudi dan Nasrani, kelalaian kepada agama Allah Swt. atau memberati diri untuk mencari sesuatu yang fana. Namun karena berkah orang sholeh dan usaha orang-orang yang shiddiq.

Keadaan Indonesia yang baik ini adalah anugerah yang besar dari Allah Swt. karena berkatnya mereka. Ini adalah sesuatu yang membanggakan. Marilah kita kembali ke jalan mereka, mengikuti ajaran serta akhlak mereka dan meninggalkan susupan syetan dan para pembantunya.

Kita tak boleh bangga dengan tari-tarian, pakaian yang ketat menampakkan bentuk tubuh, dan penyelenggaraan perkawinan di gedung-gedung. Apakah kalian tidak tahu pesta perkawinan Sayyidah Fatimah az-Zahra di gedung apa? Menggunakan tata cara siapa?

Sirah Sayyidah Fatimah az-Zahra telah terhapus di benak kalian. Apakah kalian melihat diri kalian lebih agung dari beliau? Apa saja yang dipersiapkan Rasulullah Saw. untuk perkawinan putri beliau?

Dengan cara begitu, apakah turun derajat Sayyidah Fatimah? Di akhirat nanti seluruh wanita, sejak awal penciptaan hingga akhir, akan menundukkan kepalanya karena beliau akan melewati jalan cahaya. Ketika di padang mahsyar, akan terdengar suara dari Arsy Allah: “Tundukkan kepala kalian dan pejamkan mata karena Fatimah binti Muhammad Saw. akan melewati shirath.”

Apakah kalian tidak ingin berada di belakang beliau, lewat di shirath bersama beliau dan mengikuti beliau? Kalian telah menukar beliau dengan lainnya.

Ketika Rasulullah Saw. bertanya: “Apa yang terbaik bagi wanita?” Sayyidah Fatimah menjawab: “Yang paling baik bagi wanita adalah tidak melihat dan tidak dilihat oleh laki-laki.” Kemudian Rasulullah Saw. mencium kening Sayyidah Fatimah dan berdoa: “Semoga Allah Swt. memberkati anak keturunannya.”

Ya mukminah ingatlah, karena suatu peringatan itu bermanfaat. Jauhilah adat-adat yang fana tersebut dan jangan memaksakan diri sampai-sampai berhutang. Seperti di dalam hadits Rasulullah Saw.: “Barangsiapa yang memakai pakaian untuk dipamerkan maka di akhirat nanti akan dihinakan oleh Allah Swt.”

Janganlah berbangga dengan pakaian sutra dan emas. Sesungguhnya orang kafir diberi Allah Swt. kenikmatan dunia, namun itu adalah kenikmatan yang fana. Mengikuti Fatimah al-Batul az-Zahra lebih mulia.

semoga bermanfaat.

Iklan