santri sodronbismillahirahmanirahim.

sahabatku semua yang dirahmati allah, kata “sodron” apakah engkau tahu arti kata ini, kata sodron selalu bernada miring. istilah orang yang Sodron bisa diartikan “orang yang stress/ orang yang miring/ pikirannya gak normal / bodoh bisa juga diartikan lucu, menarik, “aneh” pokoknya kata “sodron” artinya bisa banyak hal

baiklah kawan, saya tidak bermaksud membahas itu lebih mendalam, ada sebuah kisah menarik tentang santri sodron saat sholat, seperti apa ceritanya,  mari simak sama-sama.

Siang itu, karena ada halangan. Santri Sodron tidak dapat ikut sholat dhuhur berjama’ah ke Masjid. Terpaksa ia sholat munfarit / sendiri di rumah. Pas mau takbir, tiba – tiba ada yang ngucap salam. Ada tamu rupanya. Sang tamu pun ternyata belum juga sholat. Alhasil mereka pun melaksanakan sholat berjama’ah di ruang tamu rumah Santri Sodron dan tuan rumahlah sebagai Imamnya.

Pada mulanya sholat berjalan adem ayem aman sentosa. Sampai akhirnya ada seekor ayam jantan menerobos ruang tamu dan bertengger di dekat makan siangnya Santri Sodron yang rencananya mau disantap selepas sholat dhuhur.

Sholat yang tadinya dirasakan penuh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, mulai berubah menjadi degup kekhawatiran. Terjadi dilema ala buah simalakama. Pilihan antara mbatalin sholat buat ngusir ayam, atau sholat tetep diteruskan dengan resiko makan siangnya diembat dan dithotholi sang pithik (ayam : jawa.)

Akhirnya terbersit ide cemerlang melintas di benaknya Santri Sodron. Jian, ngawur tenan, sholat kok nyari ide. Apa itu idenya?

Saat rukuk, bacaan takbir biasa- biasa saja. Namun saat I’tidal / bangkit dari rukuk, bacaannya dibaca dengan kenceng dan sedikit membentak.

“Sssssshhaaaaahmi alloohu liman hamidah..!”

Tak lupa kedua tangannya Santri Sodron diangkat ke atas dengan lambaian tangan ala sabetannya Tukul Arwana. (pe pe pe pemirsa… Eee)

Kontan saja si ayam tadi kaget bukan main dan lari terbirit-birit sambil pethok-pethok. Si ayam minggat, dan Santri Sodron tetap bisa mengimami sholat dengan para tamunya.

Tapi apakah khusyu’ sholatnya? Embuh lah!

–0o0o0–

– Dari ‘Aisyah ra. Ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Tidak sempurna sholat di dekat makanan, dan tidak sempurna pula sholatnya orang yang menahan diri dari buang air dan kentut.” (HR. Muslim)
*Imam Nawawi, Terjemah Riyadhus Shalihin 2, hal. 565

Memang kelihatannya banyak orang yang mulai melupakan kekhusyukan dalam sholat. Mau menjalani saja sudah syukur. Karena banyak juga yang gak mau menjalani dan meninggalkan sholat dengan alasan nyembah Allah itu banyak caranya, gak harus dengan sholat. Padahal yang ngomong itu muslim juga. Gak nyadar bahwa seorang yang menyembah Allah dengan cara yang dia karang sendiri itu sebenarnya dia sedang menyembah dirinya sendiri. Na’udzubillah…

Imam Ghazali memberikan beberapa kiat agar sholat kita bisa khusyu’. Salah satunya adalah persiapan hati. Beberapa saat menjelang sholat, siapkan hati. Hadapkan hati pada Allah, dan kosongkan dari segala kesibukan yang melalaikan. Ini point paling penting. Coba simak lafadz adzan! Kalimat pertama adalah “ALLAHU AKBAR”. Artinya Allah Maha Besar. Maka saat itu, yang lain haruslah dianggap kecil. Segala sesuatu selain Allah adalah kecil, maka hanya Allah yang Maha Besar. Segala kesibukan apapun adalah kecil, yang Besar hanyalah Allah.

Dari sisi dzohir Imam Ghazali menyarankan agar saat sholat hendaknya dijauhkan dari pandangan yang mengganggu. Misalnya sholat didekat makanan, kain buat sholat, tempat sujud, baju, seyogyanya dihindarkan dari warna-warni gambar dan tulisan yang mengganggu. Ini susah. Lha sajadah mesjid saja diorek-orek dengan gambar yang macem-macem. Hemh…

Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang orang yang khusyu’ dalam sholat. Aamiin…

semoga bermanfaat.

Iklan