akhlakbismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. betapa ALLAH itu sangat penyayang kepada hamba-Nya. Karena ternyata cukup dengan menggerakkan otot wajah dan bibir, membentuk sebuah senyuman, seseorang sudah bisa bersedekah. Betapa banyak orang yang ditemui setiap hari sehingga betapa banyaknya sedekah yang dapat dilakukan jika kita melaksanakan salah satu akhlak mulia ini.
Andaikata kita sedang tak ingin tersenyum, alangkah baiknya kita janganlah bermuka masam dan sinis kepada orang lain. Sekedar memasang muka yang cerah, itu sudah terhitung sebagai kebaikan dalam Islam.

sebuah kisah menarik semoga mengisnpirasimu…

Suatu ketika, Kiai Kholil bersama para kiai berada dalam suatu majlis undangan. Beberapa orang yang hadir melecehkan kebiasaan Kiai Kholil yang selalu makan dengan tangan tanpa memakai sendok. Menghadapi lecehan orang tersebut Syaikhuna Kholil hanya tersenyum. Setelah itu, sambil bercanda dijawab dengan bait ke-63 dari kitab Al Fiyyah.

وفي اختيار لا يجيء المنفصل * إذا تأتى أن يجيء المتصل

Artinya : Dalam keadaan tidak kepepet tidak boleh mendatangkan dhomir terpisah ¤ selagi masih memungkinkan mendatangkan dhomir yang bersambung.

Jawaban Kiai Kholil tersebut maksudnya adalah dalam keadaan tidak kepepet atau darurat, tidak boleh mendatangkan atau memakai sendok (karena terpisah tangan dan nasi), selagi masih bisa menggunakan tangan (karena bersambung tangan dan nasi). Tetapi, apabila tidak memungkinkan memakai tangan (dhamir muttasil), karena kotor misalnya, tiada pilihan lain kecuali meminta bantuan dengan menggunakan sendok (dhamir munfashil). Jadi, cara makan yang benar menurut kitab Alfiyah saat itu adalah memakai tangan, bukan sendok.

*Dikutip dari buku biografi Kiai Kholil Bangkalan, ‘Surat Dari Anjing Hitam’.

sahabatku, betapa sederhana bukan kh kholil bangkalan, mengexpresikan akhlak namun tersirat dalam makna dan muatan ilmiah,

bocalah simak, kisah yang kedua..

Suatu hari beliau duduk bersama para sahabat untuk makan, kemudian datang seseorang dengan bergegas dan ingin makan bersama mereka, ia tidak mengucap Bismillah dan langsung mengulurkan tangannya ke makanan itu, dan disaat itu para sahabat ada namun mereka tidak melihat sesuatu, namun nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam memegang tangan lelaki itu,

maka lelaki itu berkata: “wahai Rasulullah, mengapa engkau menahan tanganku, lepaskanlah”, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “sungguh tangan syaitan telah mengulurkan tangannya bersama tangan saudaramu ini, untuk mengmabil keberkahan dari makanan kita”, dan aku memegang tangan syaitan yang terulur bersama tangannya”, kemudian beliau berkata kepada lelaki itu : “ucapkanlah bismillah”, maka ia pun berkata : “bismillah”,

maka Rasulullah melepas tangannya dan berkata: “sekarang makanlah”. Oleh karena itu jika kita akan makan maka ucapkanlah bismillah atau bismillahirrahmanirrahim, tidak kita lupakan hal ini selama-lamanya.

Jika engkau selalu lupa mengucap bismillah, maka syaitan akan menjadi semakin besar dan sangat gemuk, dan ia akan semakin kuat menggoda dan membisikimu untuk mencelakakanmu,namun

jika engkau selalu mengucapkan bismillah maka syaitan akan semakin lemah dan semakin tidak berdaya mengecohmu, dan ketika selesai makan ucapkanlah Alhamdulillah 3 x, walaupun cuma sekali cukup, namun jika engakau mengulanginya sebanyak 3 kali maka Allah akan menambah kemuliaan untukmu.

sungguh indah bukan, akhlak yang sederhana..

sahabatku semua yang dirahmati Allah.

Tak selamanya yang baru itu baik, apalagi hanya sekedar memandang sebuah tampilan fisik. Mencari sesuatu yang tak ketinggalan zaman dan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional maka carilah yang sederhana.

Sering kali yang sederhana itu terlihat lebih cantik, menarik, unik, klasik dan menuai banyak simpatik. Mencari yang berlebih itu malah membebankan dan meremehkannya adalah wujud keputusasaan. Yang terlalu itu selalu merepotkan, lebih baik sederhana, karena keindahan itu sering kali hadir dalam kesederhanaan.
Sesungguhnya di antara sekian banyak akhlak mulia yang diajarkan oleh Islam ada yang hal-hal sederhana yang bisa langsung kita terapkan pada kehidupan sehari-hari untuk bergaul di tengah masyarakat, yaitu:

1.Senyuman.
Senyum kepada lawan bicara, atau orang yang
ditemui pastilah dapat mencairkan hati dan menimbulkan keadaan yang nyaman.
Wajah yang penuh senyuman adalah akhlak Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam.
Sebagaimana yang dikisahkan oleh sahabat Jarir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:

“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak
pernah menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat beliau, kecuali beliau tersenyum padaku”
{HR.Bukhari, no.6089}.

Senyuman merupakan hal yang juga diperintahkan oleh beliau kepada ummatnya dalam berinteraksi sosial.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah”
{HR.Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan gharib”. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At
Targhib}

alhamdulillah, betapa ALLAH itu sangat penyayang kepada hamba-Nya. Karena ternyata cukup dengan menggerakkan otot wajah dan bibir, membentuk sebuah senyuman, seseorang sudah bisa bersedekah. Betapa banyak orang yang ditemui setiap hari sehingga betapa banyaknya sedekah yang dapat dilakukan jika kita melaksanakan salah satu akhlak mulia ini.
Andaikata kita sedang tak ingin tersenyum, alangkah baiknya kita janganlah bermuka masam dan sinis kepada orang lain. Sekedar memasang muka yang cerah, itu sudah terhitung sebagai kebaikan dalam Islam.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun itu berupa cerahnya wajahmu terhadap saudaramu”
{HR.Muslim, no. 2626}

2.Bersalaman.
Praktek mudah berikutnya dalam menerapkan akhlak mulia pada pergaulan sehari-hari ialah bersalaman.
Saat bertemu dengan saudara seiman, baik yang akrab ataupun baru dikenal, raihlah tangannya untuk bersalaman. karena dengan bersalaman, akan menggugurkan dosa-dosa.
Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam
bersabda:

“Tidaklah dua orang muslim yang bertemu lalu berjabat tangan, melainkan dosa keduanya sudah diampuni sebelum mereka berpisah” {HR.Abu Dawud no. 5.212 dan at-Tirmidzi no. 2.727, dishahihkan oleh al-Albani}

dalam hadits yang lain Rasulullah
shallallahu‘alaihi wasallam juga bersabda:

“Jika seorang mukmin bertemu dengan mukmin yang lain, ia memberi salam padanya, lalu meraih tangannya untuk bersalaman, maka berguguranlah dosa-dosanya sebagaimana gugurnya daun dari pohon”
{HR.Ath Thabrani dalam Al Ausath,
dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 2/59}

hadits-hadits di atas menyebutkan
keutamaan bersalaman antar sesama muslim
secara umum, baik yang dikenal maupun baru
kenal atau tidak kenal sebelumnya.
alangkah baiknya kita bersemangat untuk menjadi yang pertama kali menyodorkan tangan dalam bersalaman. Karena demikianlah cara yang dipuji oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya.
Sebagaimana dikisahkan dalam hadits:

“Ketika datang rombongan penduduk Yaman, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Telah datang penduduk Yaman, mereka adalah orang-orang yang hatinya lebih halus dari kalian’.
Anas bin Malik menambahkan: ‘Dan mereka juga orang-orang yang biasanya pertama kali menyodorkan tangan untuk bersalaman’”
{HR.Bukhari dalam Adabul Mufrad, 967; Ahmad 3/212}

3.Menebarkan Salam
Salam yang dimaksudkan disini adalah ucapan
‘Assalamu’alaikum‘ atau lebih baik lagi
‘Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh‘. Ucapan ini termasuk sebagai tahiyyatul Islam.
Bagi seorang Muslim, ucapan ini jauh lebih
baik dari sapaan gaul atau pun salam ala barat.
Karena dengan saling mengucapkan salam akan menumbuhkan kecintaan terhadap hati sesama muslim serta menghadirkan suasana
Islami di tengah kerabat dan keluarga maupun masyarakat.
Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Sebarkan salam diantara kalian”
{HR.Muslim, no.54}

saling mengucapkan salam akan menumbuhkan rasa cinta.
Bukan cinta biasa, namun cinta karena iman, cinta atas dasar aqidah yang sama.
Dan yang luar biasa lagi, ternyata dengan kebiasaan menebarkan salam, bisa menjadi sebab seseorang masuk ke dalam surga.
Nabi Muhammad shallallahu‘alaihi
wasallam bersabda:

“Sembahlah Ar Rahman semata, berikanlah makan (kepada yang membutuhkan), tebarkanlah salam, maka engkau akan masuk surga dengan selamat”
{HR.Bukhari dalam Adabul Mufrad 981, Ibnu Majah 3694, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 2/115}

selain itu, ucapan salam juga merupakan doa.
Kita mengucapkan salam kepada seseorang,
berarti kita mendoakan keselamatan baginya. Dan doa ini dibalas oleh doa Malaikat untuk orang yang mengucapkan salam, meski orang yang diberi salam tidak membalas. Sebagaimana dalam hadits:

“Ucapan salammu kepada orang-orang jika bertemu, jika mereka membalasnya,
maka Malaikat pun membalas salam untukmu dan untuk mereka. Namun jika mereka tidak
membalasnya, maka Malaikat akan membalas
salam untukmu, lalu diam atau malah melaknat mereka”
{HR.Al Marwazi dalam Ta’zhim Qadris Shalah, 359. Dishahihkan Al Albani dalam Silsilah
Ash Shahihah}

sungguh tak ada ruginya mengucapkan
salam kepada seseorang walaupun tidak dibalas, karena Malaikat yang akan membalas salam kita.
Hadits tersebut juga menunjukkan tercelanya sikap enggan menjawab salam. Karena menjawab salam itu hukumnya wajib. ALLAH berfirman:

“Apabila kamu dihormati dengan suatu
tahiyyah (penghormatan), maka balaslah
penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya ALLAH memperhitungkan segala sesuatu”
[QS.An Nisa: 48].

Semoga Allah subhanahu wata’ala menolong kita untuk selalu berada dalam sesuatu yang dicintai dan diridhai-Nya, Aamiin..

“Ajarkanlah anakmu Sastra agar dia berani” ,Umar Said. Ya Robb,.. Inilah Rumah berteduhku, ijinkan aku merawat rumah ini… Menulis adalah caraku mengumpulakan kepingan -kepingan mozaik hidup untuk bisa menjadi lukisan yang terbaca indah untuk dikenang.

Ya ALLAH, jadikan aku lebih baik dari sangkaan mereka, janganlah Kau hukum aku karena ucapan mereka dan ampuni aku lantaran ketidak tahuan mereka”,(Abu Bakar As-Shiddiq ra)” bagiMulah segala puja puji, dgn hati badan dan lisanku.

semoga bermanfaat.

Iklan