ramadhan terakhirbismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. bagaimana dengan puasamu sampai detik ini ? sudah sampai berapa just khatam Alqurannya ? semoga semakin menyelami Ramadhan kita menjadi semakin baik, semakin dekat, semakin taqwa. amien.

sahabatku, pernahkah engkau membayangkan jika Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhirmu ?

ramadhan terakhir yang Allah berikan kesempatan kepadamu untuk berubah menjadi lebih baik ?

pernahkah engkau membayangkan tiap rakaat terawihmu, malaikat izrail siap mencabut nyamu ?

pernah membayangkan setiap bacaan qurannmu adalah bacaan terakhirmu ?

pernahkah engkau terawih dengan menangis menitik air matamu ?

pernahkah membayangkan seperti itu ?

Banyak orang sibuk menguatkan bangunan rumah sampai lupa menguatkan akidah
Banyak orang sibuk menghiasi dzahir dengan pakaian dan gincu sosial sampai lupa menghias batiniah
Banyak orang memperbanyak hubungan kepada makhluk sampai lupa kepada Sang Khalik. banyak seperti itu, banyak seperti itu, apakah engkau juga seperti itu ?

sahabatku semua yang dirahmati Allah.

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِيْ مُلَيْكَةَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ : لَوْ تَعْلَمُوْنَ حَقَّ الْعِلْمِ لَسَجَدْتُمْ حَتَّى تَنْقَصِفَ ظُهُوْرُكُمْ وَلَصَرَخْتُمْ حَتَى تَنْقَطِعَ أَصْوَاتُكُمْ فَابْكُوْا فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا الْبُكَاءَ فَتَبَاكُوْا

Dari Abdullah bin Abu Mulaikah, Abdullah bin Amru bin Ash berkata, “Seandainya kalian mengetahui dengan sebenar-benarnya ilmu, niscaya kalian akan bersujud hingga punggung-punggung kalian membengkok, dan sungguh kalian akan berteriak-teriak sampai suara kalian habis. Maka menangislah, bila kalian tidak mampu menangis maka berpura-puralah menangis.” [dan bila tidak mampu menangis maka tangisilah diri kalian yang memiliki hati sekeras batu. ]

(Shifatus Shafwah, tahqiq : Mahmud Fakhuri dan Dr. Muhammad Rawwas al Qal’ahji, Darul Ma’rifah, Lebanon-Beirut, Cetakan tanpa tahun, I/658).

Dikisahkan tentang seorang yang menangis terisak kemudian tersungkur tak sadarkan diri. Setelah siuman, dia ditanya: “Ada apa dengan dirimu? Dia menjawab: “Selepas shalat aku berzikir, kemudian aku menghitung-hitung keadaan diriku. Aku mengadili diriku sendiri sebelum datang pengadilan Allah. Bila setiap harinya aku berbuat dosa, apakah karena lalai ibadah atau karena amal-amalku, berarti aku telah menabung 365 dosa setiap tahunnya. Umurku enam puluh tahun dan itu berarti 21.900 dosa yang harus aku pertanggungjawabkan. Padahal, tidak ada satu perbuatan walau sebesar biji zarah sekali pun kecuali akan diperhitungkan Allah SWT di hari kiamat nanti. Lantas betapa aku akan menghadap Tuhanku? Oh, alangkah sedikitnya bekalku untuk menempuh perjalanan yang panjang nanti,” ujarnya.

Orang tersebut menangisi dirinya sendiri, menghitung diri sebelum datang hari perhitungan yang sesungguhnya. Tangisannya adalah penyesalan. Dan setiap orang yang menangis dan menyesali dosanya adalah pintu menuju ke surga. Begitu tingginya nilai tangisan bagi hamba yang merindu sehingga Allah akan membebaskannya dari api neraka. Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan pernah masuk ke dalam neraka seorang yang pernah menangis karena takut kepada Allah.” (HR at-Tirmidzi).

Bagi para perindu surga, lebih baik mereka merintihkan tangisan harapan walau sepi dari hiasan bunga pesta dunia, asalkan dia kelak tersenyum menatap Sang Kekasih di akhir perjalanannya. Kerinduan yang tidak terperi telah memenuhi butiran air mata kaum mukmin. Karena, dalam setiap butiran air matanya, dia menemukan wajah Tuhan yang tersenyum penuh welas asih.

Maka, deraikanlah air mata dalam tangismu yang merindu cinta. Cucurkan air matamu dalam denyut kecemasanmu akan nasib di hari akhir. Sesekali tariklah dirimu dari keramaian dunia untuk bertafakur dan menghitung diri. Engkau tak akan pernah menangkap bayangan wajahmu bila becermin di atas air yang deras dan keruh. Bayanganmu hanya tertangkap di permukaan air yang bening dan mengalir tenang.

Engkau tak akan menemukan wajah Tuhan-MU dalam gelak tawa dan ingar-bingar pesta dunia. Gelak tawa demikian hanya akan menumpulkan ketajaman nuranimu. hingar-bingar duniamu telah membuat kusam dan kotor kaca-kaca kalbumu. Sinarnya tertahan oleh daun-daun ambisi hawa nafsumu. Apalah artinya gelak tawa bila diakhiri dengan derai air mata dan tangisan penyesalan di hari kemudian?

Berbahagialah orang-orang yang pernah menangis dalam penyesalannya. Berbahagialah orang yang meneteskan air mata karena mewaspadai dirinya di hadapan Allah kelak. Berbahagialah orang yang menangis sebelum datang saatnya dia akan ditangisi. Berbahagialah para pemimpin yang terisak merintih getir memikirkan duka derita nasib rakyatnya. Menangislah sebelum datang suatu masa di mana malaikat pemutus segala kelezatan akan datang menghentikan segala desah napas dan membuyarkan segala impian.

sahabatku yang dirahmati Allah.

Ada kerinduan di sana, ingin bertemu dengan yang dirindui-Nya. Apalagi jika pertemuan itu adalah pertemuan terakhir, pertemuan perpisahan. Pertemuan yang paling dirindui adalah pertemuan dengan Allah SWT di akhirat kelak.

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir, tentu siangnya engkau sibuk berzikir tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu mendayu..merayu. ..kepada- NYA Tuhan yang satu

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir, tentu sholatmu kau kerjakan di awal waktu sholat yang dikerjakan.. .sungguh khusyuk lagi tawadhu’ tubuh dan qalbu…bersatu memperhamba diri menghadap Rabbul Jalil… menangisi kecurangan janji “innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin” [sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku… kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir, tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja di setiap kesempatan juga masa yang terluang alunan Al-Quran bakal kau dendang…bakal kau syairkan dengan indahnya.

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir, tentu malammu engkau sibukkan dengan bertarawih.. .berqiamullail. ..bertahajjud. .. mengadu…merintih. ..meminta belas kasih “sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU tapi…aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU”

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir, tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang mari kita meriahkan Ramadhan kita buru…kita cari…suatu malam idaman yang lebih baik dari seribu bulan.

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir, tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir mempersiap diri…rohani dan jasmani menanti-nanti jemputan Izrail di kiri dan kanan …lorong-lorong redha Ar-Rahman Duhai Ilahi….

ya Rabb Andai ini Ramadhan terakhir buat kami jadikanlah ia Ramadhan paling berarti…paling berseri… menerangi kegelapan hati kami menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayangMu.  Ya Ilahi semoga bekal mewarnai kehidupan kami di sana nanti

sahabatku yang dimulyakan Allah.

Ibnu Al Qayyim dalam kitabnya mengungkapkan bahwa kenikmatan yang sempurna tidak sekadar makan dan minum di surga saja, tetapi juga nikmat bertemu dengan Allah SWT. Jika kita tahu bahwa ini adalah bulan Ramadhan terakhir bagi kita, niscaya kita tidak akan meninggalkan segala kewajiban yang telah di fardhukan oleh Allah swt. Kita pasti akan bersungguh-sungguh melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan terbaik.

Sungguh sangat ruginya jika ini merupakan Ramadhan terakhir kita, tetapi justru kita melakukan amalan terburuk dalam hidup kita. Karena itu, mulai saat ini harus kita kuatkan tekad dalam diri kita untuk melakukan segala aktivitas sebagai aktivitas terbaik dalam Ramadhan kali ini.

Jika kita tahu bahwa ini adalah bulan Ramadhan terakhir bagi kita, maka kita akan menjaga ibadah puasa kita tanpa berkurangnya pahala di sisi Allah SWT. Bisa jadi seseorang yang berpuasa, dia tidak mendapat dari puasanya melainkan hanya lapar dan dahaga.

Jadi, kita akan senantiasa mengevaluasi (muhasabah) setiap detik demi detik Ramadhan. “Barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR Bukhari)

Jika Ramadhan kali ini adalah yang terakhir, niscaya kita akan senantiasa menjaga shalat tarawih di masjid setiap malam. Menghayati dan tadabburi setiap ayat AlQuran yang dibaca. Jika Ramadhan kali ini adalah yang terakhir, niscaya kita akan melaksanakan semua amalan sunah berpuasa, menjauhkan diri dari segala larangnya.

Jika Ramadhan tahun ini adalah yang terakhir buat kita, niscaya kita tidak akan melupakan nasib saudaranya sesama umat Islam. Bagaimana nanti kita mampu berdiri di hadapan Allah SWT sedangkan kita tidak ambil peduli terhadap nasib umat Islam, nasib saudaranya seiman, dengan berbagi peduli.

sahabatku, tak akan ada manusia yang bakal mengetahui apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah berusaha…bersedia …meminta belas-NYA

wahai tuhan ku tak layak kesyurgamu … namun tak pula aku sanggup ke Nerakamu … kami lah hamba yang mengharap belas darimu “ya allah jadikan lah kami hamba2 mu yang bertaqwa. ampunkan dosa2 kami kedua ibubapa kami. dosa semua umat2 islam yang masih hidup mahupun yang telah meninggal dunia” Amin…..

“andai benar ini Ramadhan terakhir buat saya
Ya Rabb, maafkan semua kesalahan yang pernah saya lakukan

“dan jika benar ini Ramadhan terakhir untukku
terimalah ibadah puasa ,dan semua ibadahku selama ini walaupun aku tahu aku hambaMU yang hina dan keji namun kepada siapa lagi kami berharap dan memohon jika tidak kepada engkua tuhan yang maha pengampun lagi bijaksana”

ya Allah.

Andai ku tahu…
Malaikatmu kan menjemputku…
Izinkan aku mengucap kata taubat padamu…
Aku takut akan semua dosa dosaku…
Aku takut dosa yg terus membayangiku…

Ampuni aku dari segala dosa dosaku…
Ampuni aku menangis ku bertaubat padamu…
Aku manusia yang takut neraka…
Namun aku juga tak pantas disurga…

maka dari itu kawan, jika ini ramadhan yang terakhir bagi kita maka Shalat kita adalah shalat terbaik yang pernah kita kerjakan. Tilawah AlQuran kita adalah tilawah terbaik yang pernah kita baca. Shadaqah atau sedekah kita adalah shadaqah atau sedekah terbaik kita.

Jika kita merasakan bahwa Ramadhan kali ini adalah bulan ramadhan yang terakhir. Niscaya setiap kita pasti akan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan kewajiban yang telah Allah SWT wajibkan kepada orang-orang yang beriman.

Setiap waktu yang kita lalui adalah kesungguhan, karena kita tidak tahu kapan kematian datang menjemput. Dan, kita tidak mempunyai banyak waktu, raih dan rebutlah Ramadhan kali ini dengan sebaik-baiknya. Inilah kesempatan kita untuk melakukan segala amalan terbaik di bulan penuh rahmat ini.

Semuanya yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini adalah yang terbaik. Agar amal yang kita lakukan diberikan ganjaran atau pahala dari Allah SWT sebagai ganjaran dan pahala yang paling terbaik. Wallahua’lam.

ya Rabb. gerangan apa yang membelenggu diri kami, sehingga ramadhan yang engkau berkahi ini, begitu biasa-biasa saja bagi kami. apa karena banyaknya dosa-dosa kami, hingga membekukan hati kami akan cahaya-cahayamu..

ya Rabb, ampuni kami. belas kasihanilah kami.

Ya Allah, bila engkau menyuruh kami untuk meminta kepadamu, yang maha kaya lagi maha pemurah, maka sekarang inilah saya meminta kepadamu. saya memohon engkau mengampuni dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, dosa saudara-saudara kami, dosa guru-guru kami, dosa teman-teman kami, dosa semua yang pernah mengenal kami, dosa orang yang pernah tersakiti karena kami dan dosa semua kaum muslimin walmuslimat. ya Allah, ampuni kami ampuni kesalahan kami.. penuhi semua hajat kami, belas kasihanilah kami….

ya Allah kami tahu Ramadhan ini adalah bulan Rahmat, maka rahmatilah kami semua dengan kasih sayangmu,..

ya Allah kami tahu Ramdhan ini adalah bulan ampunan, maka ampunilah kami semua ya Allah dengan belas kasihmu..

ya Allah, kami memang tak pantas memasuki syurgamu, tapi kami juga tak mampu ya Allah menahan siksa neraka..

ampuni kami ya Allah, Ampuni kami….. jika bukan engkau, maka kepada siapa lagi kami memohon…..

tuntunlah kami. tuntunlah kami ke jalan para nabi-nabiMu yang diberkahi..

semoga bermanfaat.

Iklan