alasan menikahbismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan. dan itu menghantui perasaaan teman-teman saya yang mau melangsungkan pernikahan.

Menikah adalah menyempurnakan agama, dan masa-masa penantian menjelang Hari H dan hari-hari sebelum ijab kabul diucapkan adalah masa kritis dimana banyak godaan dan cobaan yang datang. Banyak orang bilang  kalau harus sabar dan banyak berdoa ketika menghadapi godaan menjelang pernikahan. Dan itu benar adanya.

bagaimana dengan engkau semua duhai sahabatku ?

Cinta itu seperti air yang engkau wadahi dengan kedua tanganmu
Semakin engkau menggenggamnya dengan erat
Semakin ia keluar melalui sela-sela
Jari-jari mu………..
Maka wadahilah ia dengan lingkup sempurna,
Sewajarnya…

dengan pengharapan pada tuhanmu…

sebuah kisah menarik semoga menginspirasimu…..

Aku seorang wanita berumur 26 tahun. Selama 26 tahun, aku hidup bersama orang tua dan dua adikku. Kami hidup sederhana bahkan kadang di bawah batas kemiskinan. Ya, itu sempat terjadi saat aku kecil dulu. Kini, setelah aku bekerja, keadaan keluargaku sedikit demi sedikit mulai membaik.

Di usia ke-26 ini, seperti halnya dengan perempuan seusiaku, aku galau memikirkan jodoh. Wajar, bukan, jika aku memikirkan pendamping hidupku di usia yang relatif matang untuk wanita…???

Banyak cara kutempuh agar aku bisa segera mendapatkan jodoh. Hingga satu waktu aku bertemu dengan seorang ustadz yang menyuruhku untuk memperbanyak sedekah, sholawat, dan membaca al-quran. Dan, aku menurutinya. Aku melakukannya rutin setiap hari. Bersedekah semampuku pada mereka yang membutuhkan.

Sampai pada satu masa, aku bertemu dengan teman SMA-ku. Seorang lelaki yang dulunya adalah Ketua Umum OSIS. Kau tahu apa yang membuatku terkejut ketika berjumpa dengannya…???

Ia memberiku pertanyaan yang benar² membuat duniaku berputar, jungkir balik bersalto ria. Seperti ini pertanyaannya kira²,

“Aku bermimpi menikah denganmu. Dan, banyak usaha yang kulakukan agar bisa bertemu kembali denganmu. Kini, setelah kita bertemu, maukah kau menikah denganku…???”

Subhanallah… bayangkan saja, melalui mimpi ia bertemu denganku. Kutanya mengapa bisa memimpikanku, ternyata ia rutin sholat istikhoroh, meminta petunjuk agar dipertemukan dengan jodohnya. Dan, dalam mimpi meminta jodoh tersebut, aku ada di dalamnya. Masyallah, begitu jalan cerita yang dibuat oleh-Nya.

Dengan upaya, kami bertemu pada satu sosial media, lalu bercengkrama dan kini bertemu di sebuah cafe. Membicarakan rencana pernikahan kami yang tinggal dua bulan lagi.

‘‘…Allah SWT, rencanaMu selalu indah. Kami bertemu pada masa yang tepat, ketika masing² dalam upaya memantaskan diri…‘‘

sahabatku yang aku sayangi karena Allah.

Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.

Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya – maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)[1][1]

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dst.

Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.

Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia, pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dll.

Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).

Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).

6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153)

Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)

Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia
akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)

Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)

Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

sahabatku yang terhebat.

Godaan dan cobaan yang datang adalah ujian bagi tiap pasangan yang akan menikah, apakah mereka sanggup untuk melaluinya dengan baik, karena setelah pernikahan akan datang lagi cobaan yang lebih banyak dan lebih hebat. Inilah masa ketika cinta dan komitmen diuji, karena hanya dengan komitmen yang tinggi dan keikhlasan untuk menerima pasangan dengan segala kelebihan dan kekurangan, maka segala macam ujian akan bisa dilalui, satu yang harus diingat, pernikahan adalah untuk selamanya.Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160).

Dan untuk lebih memantapkan hati, perlu diketahui bahwa Islam memandang bahwa dengan ikatan pernikahan akan mengangkat derajat yang lebih tinggi si pelakunya di hadapan Allah SWT. Dan Allah menjanjikan jaminan-jaminan bagi mereka yang menikah dengan niat untuk mengharapkan keridhoan Allah dan untuk menjaga dirinya dari perbuatan maksiat kepada-Nya, serta akan diberikan rizki dan kemudahan-kemudahan dalam kehidupan di dunia ini.

sahabatku semua yang dirahmati Allah.

Jika hakikat pernikahan adalah karena SEX,
maka pasangan rajin bertengkar jika servis di kamar tidur tidak memuaskan.

Jika hakikat pernikahan adalah karena HARTA,
maka pasangan bakal bubar jika bangkrut.

Jika hakikat pernikahan adalah karena BEAUTY/BODY,
pasangan bakal lari jika rambut beruban dan muka keriput atau badan jadi gendut.

Jika hakikat pernikahan adalah karena ANAK,
maka pasangan akan cari alasan utk pergi jika buah hati (anak) tidak hadir.

Jika hakikat pernikahan adalah karena KEPRIBADIAN,
pasangan akan lari jika orang berubah tingkah lakunya.

Jika hakikat pernikahan adalah karena CINTA,
hati manusia itu tidak tetap dan mudah terpikat pada hal-hal yang lebih baik, lagipula manusia yang dicintai pasti MATI / PERGI.

Jika hakikat pernikahan adalah karena IBADAH kepada Allah,
sesungguhnya Allah itu KEKAL dan MAHA PEMBERI HIDUP kpd makhluknya.

Dan Allah mencintai hambanya melebihi seorang ibu mencintai bayinya.

Maka tak ada alasan apapun didunia yang dapat meretakkan rumah tangga kecuali jika pasangan mendurhakai Allah.

” JIKA MENIKAH  apa yang harus diperhatikan ?”

Pilihlah seseorang yang baik dalam AGAMAnya..

Karena seseorang yang baik agamanya dia akan memuliakanmu dan tidak akan menyakitimu..

Karena orang yang baik agamanya akan memberikan kedamaian jiwa, dunia dan akhirat..

Sebab keindahan fisik, harta dan tahta bukanlah jaminan sebuah kebahagiaan dalam berumah tangga..

Semoga Kita Semua Mendapatkan Pendamping Yang Sholeh / Sholehah..

dimana kita bisa menemukan mereka itu ?

jodoh itu = GAK BISA DI PAKSAKAN
jodoh itu = GAK BISA DI TEBAK
jodoh itu = GAK BISA DI RAMAL
Jodoh itu..

Khusus.. Hanya Allah-lah yang mengetahuinya..

Sedekat apapun hubungan, jika dia bukanlah jodoh kita.. Maka pasti dia akan pergi meninggalkan kita..
Dan sejauh manapun hubungan kita, jika dia jodoh kita.. Maka pasti dia akan mendekat kepada kita.

wallahu a’lam…

ya Rabb,ajari aku ikhlas,ketika kesedihan itu menyapa.

ya Rabb, ajari aku ikhlas,seperti engkau yang selalu hadir di sana.

ya Rabb,ajari aku ikhlas,ketika menatap kesedihan demi kebahagiaan.

ya Rabb,ajari aku ikhlas,ketika air mata berbicara tentang kesedihan.

ya Rabb,ajari aku untuk ikhlas, bagaimana mengubah perasaan yang pahit menjadi bahagia bahkan lebih bahagia dari sebelumnya.

jika bukan kepada engkau lantas kepada siapa tempat kami mengadu…

semoga bermanfaaat.

[disarikan dari berbagai sumber]
Iklan